
Sebelumnya di hari ke-3 study tour kelas 2, mereka semua mengadakan acara jelajah malam di sebuah taman di dekat penginapan tempat mereka menginap. Jelajah malam yang dilakukan secara berpasangan nampaknya cukup banyak menarik perhatian dan antusiasme para siswa. Mereka menjadi lebih bersemangat setelah mendengar bahwa jelajah malam tak dilakukan perorangan, tetapi berpasangan. Sehingga acara jelajah malam dapat terlaksana dengan cukup seru dan memacu adrenalin, namun juga tetap menyeramkan bagi beberapa siswa, ambil saja contohnya Mikael, yaaa.. setelah acara jelajah malam kemarin, pagi ini dia mendadak...
.
.
.
"Selamat pagi semuanya," ucap Rafael.
"Tumben kamu bangun pagi, Raf," ucap Michael.
"Ya, soalnya hari ini kan bebas seharian, soalnya besok pagi kita udah harus pulang ke Hokkaido lagi," ucap Rafael.
"Yah.. gak kerasa ya, waktu berlalu dengan cepat," ucap Michael.
"Yah.. aku bakalan kangen sama Kyoto sih," ucap Russel.
"Oh udah bangun juga kamu, Sel," ucap Michael.
"Udah, Wisang juga udah bangun tuh," ucap Russel.
"Ya, kalo aku sih mungkin suatu hari nanti. Kalau ada kesempatan, aku mau liburan ke Kyoto lagi," ucap Wisang.
"Hmm.. boleh juga tuh, nanti kita liburan bareng lah," ucap Michael.
"Ya, boleh lah," ucap Wisang.
"Eh, ngomong-ngomong mana Mikael?" ucap Rafael.
"Loh dia belum bangun kah?" ucap Michael.
"Entah, coba kita liat dia di kasurnya," ucap Russel.
.
"Hmm.. masih tidur ternyata," ucap Michael.
"Woi Mik, bangun!" ucap Rafael.
"Hari ini kan bebas, daripada di penginapan seharian, mending kita jalan-jalan," ucap Russel.
"Hmm.. kayaknya aku gak bisa ikut deh," ucap Mikael.
"Lah kenapa?" ucap Rafael.
"Aku demam," ucap Mikael.
"Loh kok bisa?!" ucap Michael.
"Gara-gara jelajah malam kemarin kah?" ucap Wisang.
"Kayaknya sih iya," ucap Mikael.
"Hmm.. kok bisa gitu," ucap Rafael.
"Yaudah deh, kamu istirahat dulu aja," ucap Russel.
"Jadi, kita jalan-jalan sekarang nih?" ucap Michael.
"Bebas sih," ucap Rafael.
"Aku sih ngikut aja," ucap Wisang.
"Hmm.. yaudah kita sarapan dulu aja deh, habis itu baru betangkat," ucap Russel.
"Oke," ucap Michael.
"Kamu beneran gak ikut Mik?" ucap Rafael.
"Iya, aku mau lanjut tidur lagi," ucap Mikael, sambil menarik selimutnya kembali.
"Hmm.. yaudah deh, nanti jaga penginapan ya, Mik," ucap Michael.
"Ya," ucap Mikael.
.
.
.
Hari ke-4 study tour pun dimulai. Setelah perjalanan selama 3 hari, sudah cukup banyak tempat wisata dan pengalaman yang mereka dapatkan selama berada di Kyoto ini, namun sayangnya petualangan mereka nampaknya harus segera usai sebentar lagi, karena esok hari mereka harus sudah kembali pulang ke Hokkaido kembali.
Oleh karena itu, dihari ke-4 ini, mereka mendapatkan jam bebas seharian penuh dari pagi hingga malam, mereka bebas mengeksplorasi tempat yang ingin mereka kunjungi, ataupun membeli beberapa oleh-oleh khas Kyoto untuk dibawa pulang ke Hokkaido besok.
Dari pagi hari, terlihat para siswa sudah mulai keluar dari penginapan dan pergi menjelajahi daerah sekitar. Begitu juga dengan Russel dan kelompoknya, tak ingin ketinggalan dengan yang lainnya, mereka juga memutuskan untuk berjalan-jalan sambil membeli oleh-oleh untuk dibawa pulang esok hari. Juga, beberapa pesanan dari Mikael karena ia tak bisa keluar dari rumah akibat demam.
.
.
.
"Kalian mau pada beli oleh-oleh apa?" ucap Michael.
"Hmm.. kalo aku sih mungkin biskuit matcha," ucap Russel.
"Iya sih, itu salah satu rekomendasi oleh-oleh di Kyoto," ucap Michael.
"Kalo aku kayaknya mau beli sensu," ucap Wisang.
"Kipas tradisional itu?" ucap Michael.
"Iya, motifnya bagus," ucap Wisang.
"Boleh tuh," ucap Russel.
"Di artikel juga aku liat, katanya kue baumkuchen matcha juga salah satu oleh-oleh terkenal di sini," ucap Rafael.
"Wah, kayaknya enak tuh, ayo kita coba ke toko nya," ucap Russel.
"Oke ayo, tempatnya juga gak jauh dari sini," ucap Michael.
"Ke arah mana Mich?" ucap Wisang.
"Ayo ke sini, ikuti aku," ucap Michael.
"Oke," ucap Russel.
.
.
.
Sesampainya Russel dan teman-temannya di toko oleh-oleh khas Kyoto...
"Wah, luas juga tempatnya," ucap Russel.
"Di sini banyak jenis oleh-oleh yang bisa di beli, nah itu dia biskuit matchanya, kamu mau beli kan Sel?" ucap Michael.
"Oh iya, aku mau beli beberapa buat keluarga di rumah juga," ucap Russel.
"Hmm.. kalo baumkuchen di mana ya?" ucap Rafael.
"Kamu mau beli itu kah Raf?" ucap Michael.
"Iya," ucap Rafael.
"Kalo gak salah, tadi Mikael juga nitip ke aku buat beli baumkuchen," ucap Wisang.
"Yaudah kalian cari lah dimana tempatnya, aku mau lanjut keliling cari yang lain," ucap Michael.
"Oke," ucap Rafael.
"Ya," ucap Wisang.
"Kamu beli itu aja kah Sel?" ucap Michael.
"Yah, mungkin aku mau cari oleh-oleh lain juga sih," ucap Russel.
"Oh yaudah, aku ke sana dulu kalo gitu," ucap Michael.
"Oke," ucap Russel.
.
Russel, Michael, Rafael, dan Wisang berpencar di dalam toko oleh-oleh dan mencari makanan/barang yang mereka inginkan untuk dibawa pulang ke Hokkaido. Sementara itu secara kebetulan Ayaka, Miko, Sumire, Suiren, dan Tsubaki ternyata sedang berada di toko oleh-oleh juga.
.
"Hmm beli apa lagi ya kira-kira," ucap Russel pelan sambil mengamati ke etalase.
"Eh? Russel," ucap Ayaka.
"Loh Ayaka, Miko, kalian ada di sini juga ternyata," ucap Russel.
"Iya, kami lagi beli oleh-oleh di sini juga, kayaknya Sumire, Suiren, sama Tsubaki ada di sekitar daerah ini juga seharusnya, mereka bilang mau nyusul ke toko ini nanti," ucap Ayaka.
"Oh gitu," ucap Russel.
"Kamu ke sini bareng kelompokmu kah?" ucap Ayaka.
"Iya, kecuali Mikael, dia demam jadi harus istirahat di penginapan," ucap Russel.
"Mi-mikael demam?" ucap Miko.
"Eh.. iya, gara-gara acara jelajah malam kemarin," ucap Russel.
"Ka-kalo gitu aku pergi dulu!" ucap Miko, yang berlari ke luar toko oleh-oleh.
"Eh- Miko!" ucap Ayaka.
"Lah dia malah lari," ucap Russel.
"Aku rasa dia mau ke penginapan," ucap Ayaka.
"Yah.. gak ada salahnya juga sih kalo dia mau jenguk Mikael," ucap Russel.
"Hmm.. yaudah deh, nanti aku coba hubungi dia lewat handphone," ucap Ayaka.
"Kamu udah dapat oleh-oleh yang mau dibeli kah?" ucap Russel.
"Udah sih, mau ke kasir sekarang kah?" ucap Ayaka.
"Oke ayo," ucap Russel.
.
.
"Hmm.. ngomong-ngomong Kyoto Tower itu bagus juga ya," ucap Russel.
"Eh-, ah iya, aku baru sadar bisa keliatan dari sini," ucap Ayaka.
"Hmm.. aku jadi penasaran buat liat pemandangan dari atas sana, gimana kalo abis ini kita pergi ke Kyoto Tower?" ucap Russel.
"Eh-? O-oke deh," ucap Ayaka.
.
.
.
Setelah selesai membayar oleh-oleh yang mereka beli, Russel dan Ayaka segera berjalan kaki menuju ke Kyoto Tower karena lokasinya yang tak terlalu jauh, kemudian sesampainya di sana mereka langsung membeli dua buah tiket untuk memasuki Kyoto Tower.
.
.
.
"Wah.. ternyata lumayan luas di dalamnya," ucap Ayaka.
"Mau liat pemandangan dari atas?" ucap Russel.
"Ayo," ucap Ayaka.
.
.
.
Sesampainya mereka di atas Kyoto Tower, nampak pemandangan kota yang sangat indah dapat terlihat dari atas sana.
.
"Wah.. indahnya," ucap Ayaka.
"Yah.. ngeliat pemandangan ini, aku jadi teringat waktu itu pas kita ke Tokyo Skytree," ucap Russel.
"Hmm.. iya ya, pemandangannya sama-sama bagus," ucap Ayaka.
"Gak kerasa ya, study tour udah mau selesai aja," ucap Russel.
"Iya.. banyak pengalaman yang aku dapat dari study tour kali ini, terutama bisa satu kelompok sama temen-temen yang baru juga," ucap Ayaka.
"Baguslah.. Aku bakalan kangen sama Kyoto sih setelah study tour ini," ucap Russel.
"Aku harap suatu saat nanti kita bisa berkunjung ke sini lagi," ucap Ayaka.
"Yah, aku harap juga gitu. Liburan bareng kayaknya seru ya," ucap Russel.
"Eh- i-iya," ucap Ayaka.
"Ah iya, aku hampir lupa. Ini oleh-oleh yang aku beli tadi, buat kamu," ucap Russel.
"Eh- ma-makasih," ucap Ayaka.
"Sama-sama, soalnya aku juga mau bagi-bagi buat yang lain juga nanti di penginapan," ucap Russel.
"Kalo gitu, ini. Aku juga beli oleh-oleh ini tadi," ucap Ayaka.
"Eh.. makasih, kita malah jadi tukeran oleh-oleh..," ucap Russel.
"Gak apa kok, kebetulan aku beli lumayan banyak," ucap Ayaka.
"Hmm.. ngomong-ngomong, kamu foto bareng kah?" ucap Russel.
"O-oke ayo," ucap Ayaka, sambil menyiapkan handphone miliknya.
.
Setelah mengambil beberapa foto, mereka kembali melanjutkan menjelajahi Kyoto Tower, sambil menunggu jam makan siang tiba. Hingga ketika waktu itu tiba, Russel dan Ayaka mengunjungi kedai ramen yang terletak tak jauh dari sana untuk makan siang sejenak. Mereka memesan makanan, dan menunggu pesanan mereka siap disajikan.
.
"Kayaknya enak ya," ucap Ayaka.
"Iya, kedai ini dapat rating cukup bagus di artikel, seharusnya sih enak rasa makanannya," ucap Russel.
"Iya, aku jadi gak sabar," ucap Ayaka.
"Eh.. ngomong-ngomong soal misi kita buat menyelamatkan dunia ini, udah lama juga ya gak ada ancaman yang serius dari Kuro dan anak buahnya," ucap Russel.
"Iya ya, aku juga penasaran apa yang terjadi sama mereka," ucap Ayaka.
"Gimana kalo sehabis study tour ini selesai, kita pergi menemui Creator buat bicarain soal ini," ucap Russel.
"Boleh tuh, aku setuju," ucap Ayaka.
"Yah, aku harap gak ada hal buruk yang bakal terjadi..," ucap Russel.
"Emm.. tenang aja, selama kita bersama pasti bisa," ucap Ayaka.
"Yah.. semoga itu benar," ucap Russel.
.
"Ah, ramennya datang.. kalo gitu selamat makan," ucap Ayaka.
"Yup, selamat makan," ucap Russel.
.
.
.
Beberapa lama kemudian setelah Russel dan Ayaka telah menghabiskan ramen yang mereka pesan, secara mendadak Miko mengirimkan sebuah pesan di grup chat yang menyampaikan sebuah kabar yang mengejutkan.
.
Miko [13.50]: Mikael hilang!!
Russel [13.51]: Kok bisa?!
Rafael [13.51]: Kalian lagi pada di mana?
Michael [13.52]: Kita harus cepet-cepet balik ke penginapan.
Wisang [13.52]: Oke, ketemu di penginapan.
.
"Ayaka, kita harus cepat-cepat balik ke penginapan," ucap Russel.
"Eh kenapa?" ucap Ayaka.
"Miko bilang di grup, katanya Mikael hilang," ucap Russel.
"Eh, kok bisa?!" ucap Ayaka.
"Aku juga gak tau gimana kondisi pastinya, tapi yang penting sekarang kita harus ke sana, yang lain juga dalam perjalanan menuju ke penginapan," ucap Russel.
"Oke ayo," ucap Ayaka.
.
.
.
"Seriusan Mik? Di saat kayak gini kamu malah menghilang?!" ucap Russel dalam hati.
.
.
.
Sementara itu Mikael mendadak terbangun di sebuah tempat yang tak diketahui.
"Hmm.. apa yang terjadi, kepala ku pusing.. eh? Dimana ini.. ah-," ucap Mikael.
.
Mendadak dari arah depan, muncul seseorang yang mengenakan jubah, berjalan mendekati Mikael.
"Selamat datang ke dimensiku, Mikael...," ucap seseorang yang mengenakan jubah tersebut.
.
.
.
-CHAPTER 71 END-
.
.
.
Sebelumnya di study tour hari ke-3, mereka menjalani aktivitas pagi hingga sore hari di dalam penginapan, sementara itu sebagai gantinya, mereka melaksanakan aktivitas malam yang cukup menarik, yaitu jelajah malam. Dilakukan secara berpasangan, memang berpengaruh besar terhadap keberanian seseorang, namun tetap saja, jelajah malam nampaknya masih menjadi momen paling menegangkan dan menakutkan bagi beberapa siswa, salah satunya adalah Mikael. Walaupun ia berhasil menyelesaikan acara jelajah malam dengan cukup baik. Nasib buruk menimpanya di keesokan paginya, yang dimana dirinya malah terkena demam akibat kejadian semalam. Karena hal itu pula ia harus beristirahat seharian di penginapan, dan tidak dapat ikut pergi bersama yang lainnya untuk berjalan-jalan dan membeli beberapa oleh-oleh di hari terakhir di Kyoto ini.
Hari ke-4, hari terakhir study tour kelas 2, sebelum akhirnya esok pagi mereka akan kembali lagi ke Hokkaido. Hari ini juga mereka memiliki jam bebas dari pagi hingga malam, sehingga Russel dan teman-temannya memutuskan untuk memanfaatkan kesempatan ini untuk pergi membeli oleh-oleh. Mereka pergi cukup pagi, dan mulai berjalan menuju ke toko oleh-oleh yang mereka dapatkan melalui artikel.
Setelah sampai di toko oleh-oleh, Russel dan teman-temannya segera membeli oleh-oleh yang mereka inginkan, termasuk juga dengan titipan Mikael yang disampaikan kepada Wisang. Beberapa waktu berlalu, dan mereka berpencar di dalam toko oleh-oleh. Ternyata Ayaka dan Miko juga berada di dalam sana. Karena itu pula, mereka mulai mengobrol dan Miko mendengar bahwa Mikael sedang sakit dan beristirahat di penginapan. Seketika itu juga ia langsung berlari meninggalkan toko dan menuju ke penginapan.
Russel dan Ayaka yang masih berada di toko oleh-oleh segera membayar barang yang mereka beli, dan setelah itu mereka menuju ke Kyoto Tower. Mereka mengobrol disepanjang jalan, dan sesampainya di sana mereka langsung membeli tiket untuk masuk dan segera menuju ke atas untuk dapat mengamati pemandangan dari atas sana, sambil mengambil beberapa foto bersama, dan berbagi oleh-oleh yang telah mereka beli.
Setelah merasa cukup puas mengamati pemandangan dari atas Kyoto Tower, Russel dan Ayaka merasa lapar dan memilih kedai ramen untuk makan siang di sana. Kemudian beberapa waktu berlalu dan mereka sudah selesai makan siang, Miko tiba-tiba memberi kabar melalui grup chat bahwa Mikael mendadak menghilang di penginapan. Seketika, semua menjadi panik dan segera menuju ke penginapan untuk mengecek apa yang sebenarnya terjadi.
Sementara itu Mikael sendiri malah tersadar di sebuah dimensi yang tak diketahui, bersama dengan seseorang dengan jubah misterius di sana.
Mengapa Mikael bisa berada di sana? Apa maksud dari dimensi dan orang berjubah tersebut? Akankah ada hal buruk yang terjadi sebentar lagi?
.
Selanjutnya di Another Place - 他の場所 (Hoka No Basho) Chapter 72: Kyoto (END)