
Sebelumnya Russel, Ayaka, dan Mikael menghabiskan waktu sambil menunggu giliran shift siang mulai bekerja. Jadi mereka memutuskan untuk melihat acara pembuka di lapangan, yaitu sebuah kata sambutan dari kepala sekolah dilanjutkan dengan penampilan band sekolah. Setelah itu mereka juga mencoba memasuki wahana rumah hantu yang dibuat oleh kelas 1-1. Walaupun Mikael sempat membuat sedikit kericuhan di dalam wahana, untungnya tak ada hal buruk yang terjadi. Kemudian, saat mereka keluar dari wahana rumah hantu, terlihat bahwa shift siang akan segera di mulai, sehingga mereka langsung bergegas menuju ke kelas 1-2.
.
"Halo semua, kami datang tepat waktu." Ucap Russel
"Yah.. syukurlah." Ucap Ketua kelas
"Gimana kondisi shift pagi tadi?" Ucap Russel
"Rame banget, kelas kita bisa masuk kategori terlaris kalo begini.." Ucap Ketua kelas
"Yosh, kita harus bisa menang setidaknya satu kategori.." Ucap Mikael
"Wah, baguslah." Ucap Russel
"Jadi kita bisa mulai shift siangnya sekarang?" Ucap Ayaka
"Ya, kalian bisa mulai sekarang. Silahkan ke posisi masing-masing." Ucap Ketua kelas
"Yosh, ayo semangat Mik, Ayaka." Ucap Russel
"Yaa!" Ucap Mikael
"I-iya.." Ucap Ayaka
.
Setelah mendapatkan instruksi dari ketua kelas, pekerjaan shift pagi pun selesai, dan mereka digantikan oleh shift siang. Untuk tingkat keberhasilan proyek mereka selama shift pagi berlangsung. Nampaknya, maid cafe merupakan ide yang cukup bagus. Maid cafe kelas 1-2 banyak dikunjungi para pengunjung sejak pagi hari, dan mereka memberikan ulasan positif kepada maid cafenya, selain pelayanan yang ramah, rasa makanan di maid cafe kelas 1-2 juga enak, tentunya dengan harga yang menyesuaikan dengan dompet anak sekolah pada umumnya.
Dengan ini, shift siang dimulai. Russel, Mikael, dan Ayaka akan bekerja keras selama 3 jam ke depan...
.
"Hmm.. jadi kita harus promosi ke para pengunjung ya?" Ucap Mikael
"Iya, kita harus nawarin menu-menu ini." Ucap Russel
"Hmm.. okelah kalo gitu." Ucap Mikael
.
Tak lama kemudian, salah seorang pengunjung festival budaya, datang menghampiri mereka.
"Haloo.. selamat datang di kelas 1-2, kami membuat maid cafe di sini.." Ucap Russel
"Hmm.. maid cafe ya.." Ucap Pengunjung tersebut
"Yup, di sini kami menyediakan banyak menu makanan dan minuman." Ucap Mikael
"Hmm.. menu apa yang paling populer di cafe ini?" Ucap Pengunjung tersebut
"Untuk menu populer, di sini kami ada omurice." Ucap Russel
"Betul banget, rasanya udah dijamin enak. Bisa dilihat sendiri lewat respon para pengunjung sebelumnya di buku kritik & saran ini." Ucap Mikael
"Hmm.. kelihatannya menarik juga. Yaudah kalo gitu aku masuk ya." Ucap Pengunjung tersebut
"Silahkan.." Ucap Russel
.
"Fiuh.. itu tadi pengunjung pertama kita." Ucap Russel
"Gimana? Skill promosi yang aku tunjukin tadi?" Ucap Mikael
"Hmm.. ya bolehlah.." Ucap Russel
"Haha.. sekarang kita tinggal nunggu pengunjung yang lainnya." Ucap Mikael
"Iya.." Ucap Russel
.
Tanpa terasa, kerjasama Russel dan Mikael dibagian promosi nampaknya berjalan sangat lancar. Para pengunjung seakan datang secara terus menerus tanpa henti. Walaupun mereka sedikit kewalahan, namun itu juga yang membuat mereka semakin semangat untuk menjalani bagian kerja mereka.
.
Sementara itu Ayaka yang menjadi maid di dalam kelas juga menjalani pekerjaannya dengan sangat baik, ia melayani pelanggan dengan sangat ramah.
"Ayaka, ini pesanan untuk meja nomor 5. Menunya omurice dan strawberry milkshake." Ucap Assistant chef
"Oh- oke, sebentar.." Ucap Ayaka
.
Ayaka membawakan hidangan yang telah siap saji ke meja pelanggan tersebut.
"Ini dia, omurice dan strawberry milkshake nya. Silahkan menikmati ya.." Ucap Ayaka
"Wahh.. kelihatannya enak banget.. maidnya juga ramah.. boleh minta nomor teleponnya gak?" Ucap Pelanggan tersebut
"Eh- a-" Ucap Ayaka
"Hmm.. mohon maaf, sesuai peraturan cafe kami hal seperti itu tidak diperkenankan ya." Ucap Waiter yang kebetulan berada tak jauh dari situ
"Ehehe.. i-iya aku cuman bercanda doang kok.." Ucap Pelanggan tersebut
"Baik, terimakasih ya.." Ucap Ayaka
"Iya, aku akan makan hidangannya.." Ucap Pelanggan tersebut
.
.
.
Beberapa jam berlalu dengan cepat, mereka bertiga nampak bekerja dengan baik, walaupun sedikit kelelahan. Sampai pada akhirnya, jam shift siang pun selesai. Russel, Ayaka, dan Mikael sudah dapat menyelesaikan pekerjaannya, dan mereka sekarang memiliki jam bebas kembali.
.
"Kerja bagus semuanya.." Ucap Ketua kelas
"Yah.. ternyata capek juga ya." Ucap Russel
"Iya, tapi gak apa lah, cafe kita tadi rame banget." Ucap Mikael
"Iya.." Ucap Ayaka
"Jadi, sekarang kami punya jam bebas lagi ya?" Ucap Russel
"Iya, kalian bisa bebas keliling festival budaya lagi. Sekarang ada jeda sebentar buat pergantian ke shift sore." Ucap Ketua kelas
"Ohh.. kamu sendiri gak keliling festival?" Ucap Russel
"Tenang aja, itu bisa nanti di hari ketiga. Aku bakal ngurusin cafe kelas kita dulu." Ucap Ketua kelas
"Mantap, semoga berhasil ya." Ucap Mikael
"Kalo gitu kami pergi dulu." Ucap Russel
"Yup, selamat bersenang-senang." Ucap Ketua kelas
.
.
.
Setelah itu Russel, Ayaka, dan Mikael mencoba untuk menentukan akan kemana lagi mereka setelah sebelumnya mencoba wahana rumah hantu kelas 1-1.
"Hmm.. kemana lagi ya kita sekarang." Ucap Russel
"BETUL!! Kalo gak salah Miko juga tampil di sana." Ucap Mikael
"Semangat banget kamu Mik." Ucap Russel
"Iyalah, ayo udah cepet kita ke sana." Ucap Mikael
"Iya iya." Ucap Russel
.
Sesampainya di kelas 1-3, mereka langsung melihat-lihat papan petunjuk pembelian tiket drama.
.
Teater Drama Kelas 1-3 dan Stand Makanan Ringan.
Penampilan Ke-1: Pukul 08.00 s/d selesai
Penampilan Ke-2: Pukul 11.00 s/d selesai
Penampilan Ke-3: Pukul 14.00 s/d selesai
Daftar Harga Tiket:
1 Tiket (1 Kursi): 750 Yen
2 Tiket (2 Kursi Bersebelahan): 1500 Yen
Bundling 2 Tiket + 1 Tiket: 2150 Yen
Bundling 2 Tiket + 2 Tiket: 2750 Yen
.
"Hmm jadi sistem di teater kelas 1-3 ini, hanya ada 3 kali penampilan di setiap harinya." Ucap Russel
"Yahh.. agak mahal sih sebenernya.." Ucap Mikael
"Gak apa lah, lagipula pasti mereka udah mempersiapkan dengan matang, dan memberikan yang terbaik buat penonton." Ucap Ayaka
"Iya, kalo gitu kita beli yang bundling 2 + 1 tiket aja." Ucap Russel
"Lumayan, menghemat 100 Yen." Ucap Mikael
"Yup, yaudah ayo kita pesan." Ucap Russel
"Ayoo.." Ucap Ayaka
.
Setelah membeli tiket dan mendapatkan tempat duduk, mereka langsung masuk ke dalam teater karena tak lama lagi drama akan segera dimulai.
"Wah.. kayaknya bakalan bagus ini.." Ucap Ayaka
"Iya, aku jadi gak sabar." Ucap Mikael
"Hmm.. sebentar lagi harusnya udah mau di mulai sih." Ucap Russel
"Iya.." Ucap Ayaka
.
Benar saja, tak lama setelah itu drama pun dimulai. Setelah beberapa saat alur cerita berlalu, akhirnya Miko muncul ke panggung drama, sontak Mikael langsung berteriak.
"Wah ada Mik-" Ucap Ayaka
"Yoo!! MIKO!!" Ucap Mikael
"Sttt.. Mik! Kita lagi di teater." Ucap Russel
"Hmm.. penonton harap tenang.." Ucap Staff yang berjaga
"I-iya.." Ucap Mikael
.
.
.
Tak terasa 45 menit berlalu dengan cepat, dan drama pun telah selesai. Setelah itu, Russel, Ayaka, dan Mikael segera keluar dari dalam teater, dan menuliskan kritik dan saran mereka untuk teater kelas 1-3 yang kemudian dimasukkan kedalam kotak saran.
Karena waktu masih tersisa sekitar 30 menit lagi, akhirnya mereka memutuskan untuk membeli beberapa makanan di stand kelas 2-6, sebelum akhirnya berkumpul di kelas untuk evaluasi penjualan sepanjang hari ini.
.
"Kamu mau beli apa Sel?" Ucap Mikael
"Hmm.. aku beli yakisoba kayaknya, kalo kamu mau beli apa emangnya?" Ucap Russel
"Aku mau camilan aja, kayaknya aku mau beli dango aja deh." Ucap Mikael
"Ohh.. kalo kamu beli apa Ayaka?" Ucap Russel
"Aku mau beli takoyaki sama es matcha.." Ucap Russel
"Yaudah, nanti sekalian aku anterin." Ucap Russel
"Ma-makasih.." Ucap Ayaka
.
Setelah mereka membeli semua makanan dan minuman. Mereka langsung menuju ke kelas untuk rapat dan evaluasi penutup hari pertama festival budaya kali ini.
"Udah semua kan? Ayo kita ke kelas sekarang." Ucap Russel
"Udah kok. Eh tapi Mikael kemana ya?" Ucap Ayaka
"Hmm, mungkin masih beli dangonya. Yaudah ayo kita ke kelas duluan aja.." Ucap Russel
"O-oke.." Ucap Ayaka
.
.
.
Hari pertama festival budaya masih berlanjut, setelah sebelumnya Russel, Ayaka, dan Mikael memasuki rumah hantu yang dibuat oleh kelas 1-1. Kini jam shift siang akhirnya dimulai.
Russel dan Mikael yang mendapat bagian sebagai penjaga pintu depan cafe akan bekerja sebagai media promosi maid cafe mereka sekaligus penyambut pengunjung yang akan memasuki maid cafe, menjelaskan menu-menu dan juga sebagai wajah depan cafe (mereka mendapatkan bagian yang penting karena akan mencerminkan seisi cafe).
Sedangkan Ayaka yang mendapatkan bagian sebagai maid akan menjalankan tugas sebagai pelayan yang akan memberikan pesanan kepada pengunjung cafe. Ia juga memiliki peranan yang penting karena seperti nama cafe nya sendiri, yaitu Maid Cafe. Maka maid menjadi salah satu elemen terpenting di dalam proyek ini.
Mereka menjalani pekerjaan dengan cukup lancar, Russel dan Mikael dapat melakukan promosi kepada pengunjung dengan menjelaskan menu-menu makanan, serta rating para pengunjung sebelumnya, dengan itu mereka mendapatkan pelanggan cukup banyak, tentunya berkat kerjasama yang baik juga.
Sementara itu di dalam cafe, Ayaka terlihat cukup baik dalam menjalani tugasnya sebagai maid, ia nampak melayani pelanggan dengan ramah. Sambil membantu mereka untuk memilih menu, membawakan makanan, dan mengobrol singkat. Sampai-sampai, ketika Ayaka sedang membawakan makanan kepada salah satu pengunjung, Ayaka malah dimintai nomor teleponnya karena pengunjung tersebut kagum dengan dirinya.
Tak terasa waktu berlalu, mereka melayani banyak sekali pelanggan yang terus berdatangan, hingga akhirnya jam shift siang berakhir, dan mereka akan segera digantikan dengan shift sore.
Lelah bekerja, Russel, Ayaka, dan Mikael memutuskan untuk berkeliling festival budaya kembali. Dimulai dengan mengunjungi teater drama di kelas 1-3. Mereka membeli tiket untuk penampilan teater ke 3 (sore) jam 14.00. Kebetulan, Miko juga sedang menjadi salah satu tokoh pengisi di dalam drama yang sedang berlangsung. Sontak, seketika Mikael langsung bersemangat untuk menonton dramanya. Walaupun pada akhir drama yang berakhir dengan sedih, namun mereka cukup puas dengan alur yang menarik dari drama yang telah ditampilkan. Setelah itu mereka keluar dari dalam kelas dan memberikan kritik dan saran di buku respon pengunjung teater kelas 1-3.
Kemudian, karena mereka mulai merasa lapar, dan masih ada sekitar 30 menit lagi sebelum festival budaya hari pertama selesai. Mereka memutuskan untuk berburu stand makanan yang berada di sekitar lapangan sekolah. Russel membeli yakisoba, sementara itu Ayaka membeli takoyaki dan es matcha, dan Mikael membeli mitarashi dango.
Terakhir, sebelum pulang ke rumah masing-masing. Semua anggota kelas 1-2 berkumpul di kelas, untuk mengevaluasi apa yang mereka lakukan dan total pendapatan maid cafe sepanjang hari pertama festival ini. Setelah itu mereka semua membereskan maid cafe agar kembali rapi, dan pulang ke rumah masing-masing untuk mempersiapkan diri mereka diesok hari. Festival budaya hari ke-2, kami datang!!
.
Selanjutnya di Another Place - 他の場所 (Hoka No Basho) Chapter 56: Festival Budaya Hari Ke-2