Another Place

Another Place
Chapter 31: Sepadan (2)



Setelah pertemuan kemarin, Urami berhasil mengambil senjata legendaris milik Mikael. Kemudian, Russel yang telah berbicara bersama Shi tentang beberapa hal, segera disusul oleh teman-temannya tak lama setelahnya. Setelah menyelamatkan Russel dari ikatan di pohon, kemudian mereka semua pulang ke rumah masing-masing dan mempersiapkan diri untuk keesokan harinya.


Malam harinya Russel memulai pembicaraan di grup chat.


Russel [21.33] : Besok kita harus ketemu Creator.


Mikael [21.34] : Iya, gimana nasib senjata legendarisku nantinya.


Rafael [21.36] : Palingan senjatamu udah dilebur buat upgrade senjata Urami, Mik.


Mikael [21.37] : Yeh jangan gitu lah, senjataku satu-satunya katana itu.


Wisang [21.39] : Menurutku sih senjata legendarismu gak mungkin dilebur gitu aja untuk hal sembarangan.


Russel [21.41] : Iya sih, soalnya kalaupun dilebur kekuatan senjata legendaris bakalan terbuang sia-sia.


Mikael [21.42] : Yaudah, intinya besok kita harus ketemu sama Creator.


Russel [21.44] : Iya tenang aja, soalnya nasib kita ke depannya bergantung sama senjata legendarismu juga, Mik. Kalo satu senjata legendaris berhasil direbut mereka, itu bakalan berdampak lumayan signifikan ke serangan kita nanti.


Wisang [21.45] : Yaudah, berhubung besok juga ada sekolah, aku mau tidur dulu.


Michael [21.46] : Dah dah, tidur tidur.


Mikael [21.47] : Muncul-muncul langsung tidur, gimana sih kamu, Mich.


Michael [21.49] : Ya, tadi aku lagi ngerjain pr. Aku baca di atas besok kita ketemuan sama Creator ya. Yaudah, kalo gitu aku mau tidur dulu, bye.


Russel [21.51] : Iya


Mikael [21.53] : Miko mana?


Wisang [21.54] : Miko mulu kamu, Mik. Ya udah tidur lah dia. Ayaka juga gak muncul tuh dari tadi.


Mikael [21.55] : Oh, yaudah aku juga mau tidur.


Russel [22.00] : Ya, selamat tidur semua.


.


Mikael [01.45] : Ga bisa tidur aku... kepikiran senjata legendaris...


.


Pagi harinya, seperti biasa Russel bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. Lalu, di perjalanan menuju ke sekolah, Russel bertemu dengan Mikael yang nampak lesu dan tidak bersemangat.


"Hai, Mik." Ucap Russel sambil menepuk bahu Mikael.


"Oh.. hai.." Ucap Mikael


"Lah kenapa? Kurang tidur?" Ucap Russel


"Iya, liat aja grup chat kemarin malam aku tidur jam 2." Ucap Mikael


"Gara-gara kepikiran senjata legendaris?" Ucap Russel


"Iya, makanya aku mau cepet-cepet ketemu Creator hari ini." Ucap Mikael


"Yaudah lah, sekarang kita masuk kelas dulu." Ucap Russel


"Iya." Ucap Mikael


Setelah mereka sampai ke kelas.


"Hai, Ayaka." Ucap Russel


"Oh, hai. Emm.. ngomong-ngomong tadi aku baca grup chat, nanti kita mau ketemu Creator ya?" Ucap Ayaka


"Iya, mungkin sepulang sekolah aja." Ucap Russel


"Ohh, oke deh." Ucap Ayaka


Kemudian, mereka melakukan kegiatan pembelajaran seperti biasa dan berjalan dengan lancar, hanya Mikael yang terlihat menahan kantuk sepanjang hari. Lalu, ketika pulang sekolah telah tiba, Russel dan teman-temannya langsung segera bersiap dan berjalan menuju ke bukit belakang sekolah untuk memasuki dimensi lain dan bertemu dengan Creator.


"Ayo, Sel. Cepat." Ucap Mikael


"Ya sabar napa." Ucap Rafael


"Hadeh, udah jangan ribut mulu." Ucap Wisang


"Sebentar, aku munculin Sacred Black Staff dulu." Ucap Russel


Kemudian Russel membuka portal dimensi menggunakan Sacred Black Staff, dan mereka semua masuk ke dalam portal tersebut. Tetapi dari kejauhan ada yang melihat mereka masuk ke dalam portal tersebut.


.


"Oh.. ada apa kalian kembali lagi ke sini?" Ucap Creator


"Senjata legendarisku direbut oleh Urami." Ucap Mikael


"Apa?! Bagaimana bisa?" Ucap Creator


"Jadi begini, kemarin ketika kami hendak mengambil senjata legendaris yang berada di atas bukit, kami dikejutkan dengan kedatangan mendadak Shi dan Urami." Ucap Ayaka


"Kami tidak mengetahui sebelumnya bahwa senjata legendaris yang terdeteksi sebenarnya dimiliki oleh Urami. Dan, dari hasil pertarungan sebelumnya, kami menduga bahwa Urami sepertinya memiliki kemampuan magnetic." Ucap Ayaka


"Hmm, aku mulai mengerti tetapi, Sacred Black Staff bukan terbuat dari logam, bagaimana kalian bisa kalah?" Ucap Creator


"Aku diculik oleh Shi dan diajak untuk mengobrol di dalam hutan. Dari hasil obrolanku dengannya, kelihatannya Shi bukanlah lawan yang bisa dihadapi dengan sembarangan." Ucap Russel


"Apakah ia memiliki kemampuan di atas rata-rata?" Ucap Creator


"Aku masih belum tahu seberapa besar kekuatan yang dimilikinya, tetapi yang aku ketahui adalah Shi memiliki kekuatan untuk memanipulasi tulang dari dalam tubuhnya. Dan juga, sepertinya Shi bukan merupakan orang dengan tipe bertarung sembarangan, ia akan membuat strategi untuk dapat mengalahkan lawannya. Yah, mirip seperti aku yang menganalisa lawan, dan menyusun strategi untuk dapat melawannya." Ucap Russel


"Hmm, kayaknya kita gak bisa pakai cara biasa untuk melawan Shi dan Urami." Ucap Wisang


"Ya, mereka bukanlah musuh yang bisa dianggap remeh, kekuatan mereka bisa dibilang sepadan, atau bahkan lebih kuat dibandingkan dengan kita sekarang." Ucap Russel


"Kita perlu strategi yang bener-bener bagus buat lawan mereka." Ucap Rafael


"Tapi, kondisi kita sekarang kekurangan 1 anggota, anggaplah Mikael gak bisa ikut bertarung karena senjata legendarisnya diambil Urami." Ucap Michael


"Hmm, kalau begitu Mikael ya..." Ucap Russel


"Gimana dong?" Ucap Mikael


"Oh iya, apakah masih ada senjata legendaris lainnya, Creator?" Ucap Michael


"Hmm, untuk senjata legendaris yang aku miliki saat ini hanya Staff of Light dan juga beberapa pecahan dari Scythe milik Jack yang aku modifikasi menjadi Kusharigama yang digunakan Ayaka sekarang." Ucap Creator


"Gak mungkin Mikael pake Staff of Light, itu terlalu kuat dan berpotensi kehilangan kendali." Ucap Russel


"Gak mungkin juga kalo pake pecahan Scythe, itu bisa melukai tangan." Ucap Wisang


"Aduh.. aku pusing.." Ucap Mikael


"Tenang aja, Mik. Sekarang kita hanya perlu menyusun strategi untuk lawan Shi dan Urami." Ucap Russel


"Kira-kira apa yang bisa lawan Urami tanpa harus terkena magnetnya." Ucap Rafael


"Ya udah jelas lah, cuma Russel yang bisa, soalnya material senjata dia bukan logam." Ucap Michael


"Hmm kalo gitu kita harus prioritaskan Russel buat serangan utama, jangan sampai Shi bisa culik Russel lagi." Ucap Wisang


"Bener juga." Ucap Ayaka


"Apa ada cara lain?" Ucap Mikael


"Kalo untuk cara lain mungkin ada, tapi persentase berhasilnya kecil." Ucap Michael


"Hmm kalo gitu, kita bisa pakai formasi ini. Rafael buka dinding pelindung, Wisang dan Michael tepat berada di belakang Rafael. Sedangkan aku dan Ayaka akan berada di belakang kalian bertiga. Ketika Urami sudah melakukan tekniknya, mungkin saja itu akan menarik senjata legendaris kalian, disaat yang sama aku akan menggunakan Muteki dan langsung ke belakang pertahanan mereka. Sisanya hanya berpacu pada waktu dan situasi." Ucap Russel


"Hmm, kira-kira apa yang bisa jadi pancingan untuk Urami pake tekniknya ya?" Ucap Rafael


Semua menatap ke Mikael..


"Eh? Apa nih?" Ucap Mikael


"Kamu aja jadi umpan, Mik" Ucap Rafael


"Hah, gimana?" Ucap Mikael


"Iya, kamu bisa jadi umpan pertama." Ucap Wisang


"Aku aja kan gak punya senjata sekarang, gimana mau jadi umpan?" Ucap Mikael


"Gini gini, kita bisa manfaatkan pecahan Scythe milik Jack tadi, jadi seolah-olah Urami bakal terpancing untuk menarik Scythe ini dan kita bisa lanjutin strategi tadi." Ucap Russel


"Hahhh... yaudah deh aku bakal jadi umpan.." Ucap Mikael


"Oke, kalo gitu strategi kita udah lengkap." Ucap Russel


"Yaudah terimakasih, Creator. Aku ambil pecahan Scythenya ya." Ucap Mikael


"Silahkan dan semoga berhasil melawan Shi dan Urami." Ucap Creator


"Sampai jumpa lain waktu." Ucap Russel


.


Mereka kembali ke dunia nyata melalui portal.


Baru saja mereka melangkahkan kaki ke tanah, tiba-tiba..


*BUMMMM..


"AKHH.." Ucap Russel dan teman-temannya yang terlempar akibat ledakan tersebut.


.


Sebuah ledakan yang tidak terduga mendadak muncul dan membuat Russel dan teman-temannya terlempar. Tetapi, siapa sebenarnya penyebab dibalik ledakan tersebut? Apakah musuh baru? Ataukah ledakan tersebut berasal dari perangkap yang tertanam di dalam tanah?


Selanjutnya di Another Place - 他の場所 (Hoka No Basho) Chapter 31: Sepadan (3)