Another Place

Another Place
Chapter 69: Kyoto-Arashiyama (Onsen)



Tak lama kemudian akhirnya kelompok Russel dan Ayaka tiba juga di onsen.


.


"Yosh, udah sampe," ucap Russel.


"Wah, luas juga ya tempatnya," ucap Michael.


"Yaudah, kalo gitu ayo kita siap-siap berendam," ucap Rafael.


"Oke ayo," ucap Wisang.


"Ayo, kita juga siap-siap," ucap Tsubaki.


"Ayoo," ucap Ayaka.


"Ya, ayo," ucap Sumire.


"O-oke," ucap Miko dan Suiren.


.


Sebelumnya setelah mereka semua telah selesai menjelajahi Arashiyama Bamboo Forest, kemudian Monkey Park Arashiyama, dan dengan menaiki perahu di danau sebagai aktivitas terakhir mereka di Arasahiyama, kali ini mereka semua pergi ke onsen di dekat penginapan untuk sekedar berendam dan melepas penat seharian. Di sana mereka menaruh barang bawaan di loker dan masuk ke ruangan onsen sesuai dengan gender mereka.


.


Sesampainya para laki-laki di dalam onsen, mereka langsung bersiap-siap untuk berendam.


.


"Yah.. udah lama juga aku gak pernah ke onsen lagi, ini bakalan enak harusnya," ucap Russel.


"Ya, aku juga udah lama gak ke onsen," ucap Wisang.


"Semoga suhu airnya pas," ucap Michael.


"Ya, semoga," ucap Russel.


"Ayo siapa yang mau masuk ke kolam duluan?" ucap Mikael.


"Kamu aja Mik," ucap Wisang.


"Kenapa gak kamu aja Wis-," ucap Mikael.


*BYURRRR (Mikael mendorong Wisang hingga terjatuh masuk ke dalam kolam)


"Mik... awas kau!!" ucap Wisang.


"Hahaha..," ucap Michael.


"Apa lah kalian malah main dorong-dorongan di kolam gini," ucap Russel.


"Terima ini Mik!!" ucap Rafael.


*BYURRRR (Kali ini Rafael yang mendorong Mikael hingga terjatuh dan masuk ke dalam kolam)


"RAF!!" ucap Mikael yang kesal.


"Bagus, kita impas sekarang Mik," ucap Wisang.


"Hahaha.. makanya jangan gangguin orang," ucap Rafael.


"Hmm.. eh, ternyata di sini enak juga, airnya hangat," ucap Mikael.


"Iyakah? Coba aku masuk ke kolam," ucap Russel.


"Wah bener, suhunya pas nih, hahh.. aku bakalan berendam di sini," ucap Michael.


"Iya ya, gak terlalu panas tapi juga gak terlalu dingin," ucap Russel.


"Yahh.. aku bisa berendam di sini seharian kayaknya," ucap Wisang yang sudah merasa sangat nyaman.


"Haha.. enak ya suasananya," ucap Michael.


"Iya," ucap Russel.


"Raf, lomba renang yuk," celetuk Mikael tiba-tiba.


"Hah?!" ucap Wisang.


"Di sini bukan buat renang, ini kolam air hangat buat berendam," balas Rafael.


"Oh, jangan bilang kamu takut?!" ucap Mikael sembari memprovokasi Rafael.


"Hah, siapa yang takut?! Ayo!" ucap Rafael yang malah terpancing.


"Oi oi oi, apa-apaan ini?!" ucap Russel.


"Astaga, mereka berdua ini," ucap Michael.


"Oi, jangan lomba renang di sini," ucap Wisang.


"Haha, aku yang menang," ucap Mikael.


"Gak adil! Tadi kamu mulai duluan renangnya, ayo tanding ulang!" ucap Rafael.


*CTAKKK (Wisang memukul kepala Rafael dan Mikael)


"Aduh!!" ucap Rafael.


"Duh, sakit tau!!" ucap Mikael.


"Makanya kalian jangan ribut," ucap Wisang.


"Udahlah, mending kalian berendam dengan tenang," ucap Russel.


"Hmm.. Mikael nih, malah ngajakin lomba berenang segala," ucap Rafael.


"Kok aku?!" ucap Mikael.


"Emang kamu Mik," ucap Wisang.


"Hmm.." ucap Mikael.


.


Setelah itu, mereka semua mulai berendam dengan tenang, tanpa ada gangguan lagi.


.


.


.


Sementara itu keadaan di onsen anak perempuan, mereka membicarakan tentang hal percintaan.


"Nahh selagi suasana kita gini, kayaknya pas buat cerita-cerita?" tanya Tsubaki.


"Boleh tuh," ucap Sumire dan Ayaka.


"Hmm... Kayaknya pas deh kalau sekarang kita bahas kisah cinta. Ayoo kalian pasti punya tipe cowo idaman kan?" tanya  Tsubaki.


"Punya," ucap Sumire dan Ayaka.


"N-nggak kok," ucap Sumire dan Miko.


"Iya kah? Kalian barusan kalian jawabnya agak ragu-ragu loh," ucap Tsubaki.


"B-bener kok...," ucap Miko.


Sedangkan Suiren hanya terdiam dengan pipi memerah.


"Ehh? Mencurigakan sekali ya kalian berdua," ucap Tsubaki.


"Kalo kamu sendiri, Tsubaki?" tanya Ayaka.


"Kalau aku sendiri sih ada," ucap Tsubaki.


"Hmm, kalo gitu kita sebutin aja tipe-tipe cowo idaman diri kita masing-masing," ucap Ayaka.


"Boleh tuh," ucap Tsubaki.


"Oke ayo," ucap Sumire


"Hmm dimulai dari siapa ya enaknya? Gimana kalo Ayaka duluan, terus habis itu lanjut ke sebelah kanan Ayaka," ucap Tsubaki.


"Eh- a-aku duluan ya? Hmm oke deh.. jadi tipe ku itu.. pastinya dia harus baik, peduli sama teman-temannya, peduli sama sekitarnya, terus sabar juga," ucap Ayaka.


"Ehh.. kayaknya aku tau siapa yang kamu maksud," ucap Tsubaki.


"Ah- enggak kok," ucap Ayaka.


"Oke berarti sekarang lanjut  ke Miko," ucap Sumire.


"Eh- ka-kalo aku emm.. aku suka cowok yang humoris, yang bisa bikin aku senang ketika sedih dan yang baik juga pastinya," ucap Miko.


"Tapi biasanya yang kayak gitu malah suka gangguin kamu loh, memang kamu ngga masalah?" tanya Tsubaki.


"Emm.. selama gak kelewatan menurutku gak apa," ucap Miko.


"Wah, keren," ucap Ayaka.


"Menarik juga tipe cowok yang kamu suka Miko," ucap Sumire.


"I-iya," ucap Suiren.


"Kalo begitu sekarang giliran Sumire, ya?" ucap Ayaka.


"Hmm.. aku ya, kalo aku sendiri sih suka cowok yang baik, yang lebih tinggi dari aku juga, ramah ke semua orang, peduli dan juga sabar," ucap Sumire.


"Aku rasa itu mirip sama kayak tipe cowok yang dibilang Ayaka," ucap Tsubaki.


"Terserah aku lah," ucap Sumire.


"Ahahaha, gak apa kok Tsubaki," ucap Ayaka.


"Se-sekarang giliran kamu Tsubaki," ucap Miko.


"Ah iya, kalo aku sih lebih suka cowok yang cool, terus baik, keren, dan suka membantu orang disekitarnya," ucap Tsubaki.


"Wah, menarik juga. Berarti setelah ini kamu Suiren," ucap Ayaka.


"I-iya," ucap Miko.


"Aku penasaran sama tipe cowo idaman Suiren, kira-kira gimana ya?" ucap Tsubaki.


"E-eh... terakhir aku ya.. ka-kalo aku pribadi sih lebih suka cowok dari kepribadiannya, terus dia bukan cowok yang gampang nyerah, ngga banyak bicara, tapi menunjukkannya lewat tindakan," ucap Suiren.


"Wah menarik juga ternyata," ucap Tsubaki.


"Ke-keren Suiren," ucap Miko.


"Ah- enggak kok," ucap Suiren.


.


Mendadak setelah itu Sumire malah membuka topik pembicaraan tentang festival budaya sekolah beberapa waktu lalu.


"Ngomong-ngomong kalian tau, aku beruntung dapet pasangan sama Russel pas festival budaya sekolah waktu itu. Soalnya dia baik banget," ucap Sumire.


"Ohh," ucap Ayaka, mulai terlihat cukup kesal.


"Sebenarnya bisa dibilang aku penggemar Russel sih, soalnya dulu dia pernah nyelamatin aku pas penyerangan mendadak di sekolah. Jujur dia waktu itu keren banget, aku senang pas ternyata aku tahu aku berpasangan sama Russel di pengundian nomor pasangan," ucap Sumire.


"Wah, kamu beruntung ya," ucap Tsubaki.


"Berkat dia, aku jadi menikmati festival budaya dengan puas. Kita keliling festival, dan foto bareng juga. Seru banget rasanya," ucap Sumire.


"I-iya ya," ucap Suiren.


"A-ayaka kamu gak apa?" ucap Miko yang khawatir karena Ayaka hanya diam dari tadi.


"Gak apa kok Miko. Kalian tau, waktu festival kembang api waktu festival musim panas aku juga jalan-jalan sepuasnya bareng dia," ucap Ayaka.


"Ehh?! Berdua?" ucap Tsubaki.


"Yup, berdua," ucap Ayaka.


"Wah, kamu juga beruntung ya," ucap Tsubaki.


"E-eh?? Ka-kamu berduaan sama Russel pas festival waktu itu?" tanya Suiren.


"Kami emang janjian berdua sih dari awal, tapi ditengah waktu keliling kami ketemu sama teman-teman yang lain kok," ucap Ayaka.


"Seru banget kah emangnya?" tanya Sumire.


"Sempat ada kejadian aku diganggu sama beberapa laki-laki sekitar situ waktu lagi tapi Russel langsung datang nyelamatin aku, terus ngajak aku pergi dari tempat itu. Terus karena kaki aku luka dia gendong aku sampai ke tempat yang ada tempat duduknya, terus akhirnya kami berdua nonton kembang api di atas bukit deh, aku jadi kangen waktu itu," ucap Ayaka.


"Romantisnya..," ucap Tsubaki.


"Ke-keren banget," ucap Suiren.


"A-aku baru tau kalo kamu jalan berdua," ucap Miko.


"Maaf Miko lupa cerita, aku baru keinget sekarang soalnya," ucap Ayaka.


"G-gak apa kok," ucap Miko.


"Hmm ngomong-ngomong, Miko.. aku jadi penasaran hubungan kamu sama Mikael? Aku lihat kalian deket banget akhir-akhir ini," tanya Tsubaki.


"I-iya juga ya," ucap Sumire.


"E-ehh.., bi-bisa aja kok kami cuma teman," ucap Miko dengan pipi mulai memerah.


"Beneran? Perasaan Mikael sering nanyain kamu terus deh," ucap Ayaka.


"E-ehh? Kapan dia nanyain tentang aku?" tanya Miko.


"Hoho.. apakah Miko mulai tertarik?" ucap Tsubaki.


"Wajah kamu merah banget Miko," ucap Sumire.


"E-ehh..!!" Karena tidak sanggup menahan malu, Miko memasukkan wajahnya ke dalam air.


"Mi-miko kamu gak apa?!" ucap Tsubaki.


"Segitu malu nya kah?" ucap Sumire.


"Miko..," ucap Ayaka sambil mendekati Miko.


"G-gak apa kok," ucap Miko.


"Haha.. maaf ya, kalo gitu kita lanjut bahas hal lain yuk," ucap Tsubaki.


"Ayoo..," ucap Ayaka.


"Oke ayo," ucap Sumire.


"O-oke," ucap Suiren dan Miko.


.


.


.


Sementara itu keadaan di onsen para anak laki-laki. Mereka mulai membicarakan tentang situasi yang janggal semenjak beberapa bulan terakhir.


.


"Hah.. enak banget berendam," ucap Wisang.


"Damai banget suasananya," ucap Michael.


"Hmm.. ngomong-ngomong soal damai, kira-kira gimana kondisi Akane, Kirin, Urami, Kuro dan anak buahnya yang tersisa ya?" ucap Mikael


"Ehh.. kita udah lama banget gak berurusan sama mereka lagi," ucap Rafael.


"Yah.. udah berapa bulan terakhir ini kita gak pernah dapat serangan dari mereka," ucap Russel.


"Apakah itu pertanda bagus?" ucap Wisang.


"Gak juga, malah situasi ini bikin aku gak nyaman," ucap Russel.


"Kok bisa?" ucap Mikael.


"Ya, Russel benar. Kita gak akan pernah tau, kapan sewaktu-waktu mereka bisa datang menyerang kembali dengan kekuatan yang jauh lebih kuat daripada terakhir kali kita melawan mereka," ucap Michael.


"Itu yang aku maksud," ucap Russel.


"Hmm.. apa semua ini ada hubungannya sama mimpi ku waktu itu ya?" ucap Mikael.


"Mimpi yang mana?" ucap Rafael.


"Mimpi buruk sewaktu kita semua liburan ke Tokyo," ucap Mikael.


"Oh aku inget, waktu itu kamu bener-bener gak bisa tidur lagi kan," ucap Russel.


"Ya, di mimpi itu aku bertemu dengan seseorang yang menyebut dirinya sebagai Kuro, dia menyekap ku di suatu ruangan dan seperti melakukan sesuatu, aku udah lupa sisanya," ucap Mikael.


"Aku harap kita semua baik-baik aja," ucap Wisang.


"Hah...," ucap Michael.


"Kenapa Mich? Menghela nafas?" ucap Russel.


"Kalau sesuatu hal buruk terjadi kepada salah satu dari kita nanti, ketika melawan mereka semua apa kalian bakal siap?" ucap Michael.


"Yah, mau gimanapun waktu pasti selalu berjalan, hal yang udah terjadi gak akan bisa terulang kembali, mau gak mau kita harus siap," ucap Russel.


"Ya, aku setuju, kalaupun mereka bakalan datang untuk menyerang lagi, kita semua harus siap," ucap Wisang.


"Tanang aja, kita pasti bisa lawan mereka, apapun caranya," ucap Rafael.


"Aku harap kata-kata mu itu jadi kenyataan Raf," ucap Mikael.


"Hmm.. ngomong-ngomong udah lama juga ya kita gak pernah ngomong sama creator lagi," ucap Russel.


"Yah, aku juga pengen tau soal upgrade senjata yang Creator bilang waktu itu sih," ucap Wisang.


"Bener juga, upgrade senjata ya," ucap Mikael.


"Kira-kira bakalan jadi kayak apa ya upgrade nya," ucap Rafael.


"Wah, kelihatannya bakalan menarik nih," ucap Michael.


"Kalo gitu gimana kalo kita nanti bicara sama Creator sehabis study tour ini selesai?" ucap Russel.


"Boleh tuh," ucap Michael.


"Oke deh," ucap Rafael.


"Oke lah," ucap Wisang.


"Oke," ucap Mikael.


"Kalo gitu nanti kita bicarain lagi sama Ayaka juga," ucap Russel.


"Oke," ucap Wisang.


"Udah lama juga sih kita berendamnya, mau keluar terus bilas?" ucap Russel.


"Oke lah, ayo," ucap Wisang.


"Iya juga, ayo kita bilas," ucap Michael.


"Oke ayo," ucap Mikael dan Rafael.


.


Pada akhirnya setelah sudah merasa cukup lama berendam, mereka segera naik dari kolam dan membilas diri di tempat mandi lain. Terakhir, sebelum kembali ke penginapan, mereka membeli beberapa minuman di vending machine.


"Gimana Ayaka? Enak berendamnya?" ucap Russel.


"Eh- iya, airnya hangat, jadi rileks," ucap Ayaka.


"Baguslah, kamu mau beli minuman kah?" ucap Russel.


"Ah iya, aku mau beli matcha latte-," ucap Ayaka.


*CTAK (Suara minuman keluar dari vending machine)


"Ini," ucap Russel sambil memberikan sebuah kaleng Matcha Latte.


"Eh?" ucap Ayaka.


"Aku traktir," ucap Russel.


"E-eh.. ma-makasih..," ucap Ayaka.


"Yup, sama-sama," ucap Russel.


.


"Beli apa kamu Sel?" ucap Wisang yang mendadak muncul.


"Wisang ternyata, hmm.. kayaknya aku mau beli soda," ucap Russel.


"Oh sama berarti," ucap Wisang.


"Yang lain di mana?" ucap Ayaka.


"Udah pada di depan tuh, sebentar lagi mau jalan ke penginapan, ayo kita keluar sekarang," ucap Wisang.


"Oh, oke ayo," ucap Russel.


"Oke," ucap Ayaka.


.


.


.


-CHAPTER 69 END-


.


.


.


Setelah sebelumnya mereka semua telah menjelajahi beberapa tempat wisata yang cukup populer di Arashiyama. Karena aktivitas yang sangat padat dari hari-hari sebelumnya mereka memutuskan untuk pergi berendam di onsen.


Di sana cukup banyak kejadian lucu yang terjadi, hingga ke obrolan tentang percintaan yang dibicarakan oleh para anak perempuan. Sementara itu tentang masalah menghilangnya musuh mereka secara tiba-tiba yang dibicarakan oleh para anak laki-laki.


Setelah selesai berendam, mereka segera membilas, kemudian membeli beberapa minuman di vending machine, dan pulang kembali ke penginapan, bersiap untuk menghadapi aktivitas di hari esok.


.


Selanjutnya di Another Place - 他の場所 (Hoka No Basho) Chapter 70: Kyoto (Hari Ke-3)