Another Place

Another Place
Chapter 67: Kyoto: Fushimi Inari (Hari Ke-1)



"Dimana sebenarnya kamu berada?" ucap Russel.


.


Russel masih berlari mencari Ayaka, sampai di suatu tempat yang cukup ramai, ia mulai mengamati tempat disekitarnya.


.


"Hmm, harusnya tempat ramai kayak gini punya peluang yang lebih besar buat orang bisa hilang, aku akan coba menyusuri daerah di sekitar sini," ucap Russel.


.


.


.


Benar saja, tak jauh dari situ, Russel melihat seseorang sedang duduk sendirian di tepi jalan. Kemudian ia mencoba untuk menghampirinya.


"Ayaka?" ucap Russel.


"Eh- Russel? K-kok kamu bisa ada di sini?" ucap Ayaka.


"Akhirnya ketemu," ucap Russel.


"Ma-maaf," ucap Ayaka.


"Apa yang terjadi sebenarnya?" ucap Russel.


"Jadi, setelah aku sama kelompokku nyimpen barang di penginapan, kami langsung ke daerah di sekitar sini buat liat-liat beberapa barang yang dijual, terus tadi aku tertarik sama salah satu barang yang dijual di salah satu toko, pas aku mau balik ke kelompokku lagi ternyata mereka udah gak ada, jalan di sekitar sini juga cukup ramai, jadi aku gak bisa nemuin mereka," ucap Ayaka.


"Kenapa kamu gak coba telepon mereka?" ucap Russel.


"Handphone aku di-charge di penginapan, jadi aku gak bawa handphone sekarang, aku juga masih belum hapal jalan di sekitar sini, jadi tersesat," ucap Ayaka.


"Yaudah deh, yang penting kamu udah ketemu, sekarang ayo kita ke restoran gyudon, pasti yang lain udah nungguin di sana," ucap Russel.


"Oke, makasih ya," ucap Ayaka.


.


.


.


Sesampainya di restoran gyudon.


"Ayaka!!" Ucap Miko, yang langsung berlari dan memeluknya.


"Nice Sel, ketemu dimana?" ucap Wisang.


"Tadi Ayaka tersesat di dekat sini, untung aja gak gitu jauh," ucap Russel.


"Oh, baguslah," ucap Mikael.


"Ayaka, untung aja kamu ketemu," ucap Sumire.


"Kamu gak apa kah?" ucap Tsubaki.


"Aku gak apa-apa kok," ucap Ayaka.


"Syukurlah," ucap Suiren.


"Kalo gitu kami berlima lanjut keliling lagi ya, makasih semuanya," ucap Ayaka.


"Oke, hati-hati ya," ucap Russel.


"Dadah Mikael," ucap Miko.


"Yup, hati-hati," ucap Mikael.


.


.


.


"Lah makanan ku mana?" ucap Russel.


"Eh.. baru aja dihabisin Michael, soalnya kami kira bakalan lama," ucap Wisang.


"Hehe, maaf Sel," ucap Michael.


"Yah, yaudah deh gak apa," ucap Russel.


"Kalo gitu gimana kalo kita lanjut keliling?" ucap Rafael.


"Oke deh, nanti aku sekalian beli makanan," ucap Russel.


"Boleh tuh, ayo deh," ucap Mikael.


"Ayo," ucap Wisang.


"Nanti aku traktir Sel, buat gantiin gyudon kamu yang aku makan." ucap Michael.


"Oke, makasih Mich," ucap Russel.


.


.


.


Setelah itu Russel, Michael, Mikael, Rafael, dan Wisang menjelajahi daerah sekitar penginapan sampai langit mulai gelap, dan akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke penginapan.


.


"Fiuh hari yang cukup seru ya," ucap Russel.


"Iya, ternyata Kyoto lebih menarik dari yang aku bayangkan," ucap Wisang.


"Aku harap semoga besok kegiatan kita berjalan dengan lancar," ucap Michael.


"Ya, semoga," ucap Wisang.


"Fushimi Inari ya, hah.. aku jadi gak sabar," ucap Russel, sambil membaringkan tubuhnya di kasur.


"Ayo kita makan malam dulu Sel, baru tidur," ucap Rafael.


"Tadi kan kita udah beli makanan," ucap Mikael.


"Yosh, ayo kita makan," ucap Russel.


"Ayo, sini aku bantu siapin makanannya," ucap Michael.


.


Setelah itu mereka pun makan malam dan mengobrol selama beberapa waktu, kemudian ketika sudah malam akhirnya satu persatu dari mereka mulai tertidur.


.


.


.


Tak terasa pagi pun tiba, Wisang yang bangun lebih dulu langsung membangunkan teman-temannya yang lain karena aktivitas mereka semua hari ini adalah mengunjungi Fushimi Inari, dan melihat kebudayaan di sana.


.


"Bangun Sel, udah pagi," ucap Wisang.


"Hmm.. udah pagi? Hoam.. hari ini ke Fushimi inari ya," ucap Russel.


"Iya, kita bangunin yang lain dulu," ucap Wisang.


"Oi Mik bangun," ucap Russel.


"Ayo semua bangun, kita ada aktivitas dari pagi," ucap Wisang.


"Hoam.. selamat pagi semua," ucap Michael.


"Hmm.. kita pergi jam berapa hari ini?" ucap Rafael.


"Jam 9 pagi," ucap Wisang.


"Oh oke," ucap Rafael.


"Gimana, kalian nyenyak tidur nya?" ucap Russel.


"Nyenyak sih," ucap Michael.


"Ya lumayan lah," ucap Rafael.


"Mikael mana?" ucap Wisang.


"Masih duduk di kasurnya, nanti juga dia ke sini," ucap Russel.


.


Setelah Mikael bangun, mereka mengobrol sebentar di meja tamu, dan kemudian satu per satu dari mereka mandi secara bergantian dan mempersiapkan diri.


.


"Ini makanan untuk pagi ini ya, terimakasih," ucap Staff osis sekolah, mereka datang ke kamar masing-masing kelompok untuk memberikan sarapan.


"Ah iya, terimakasih," ucap Russel.


.


"Siapa tadi Sel?" ucap Rafael.


"Staff osis, mereka ngasih roti ini," ucap Russel.


"Wah mantap ini," ucap Mikael


"Oh lumayan lah buat sarapan," ucap Rafael.


"Aku minta satu ya," ucap Michael.


"Ambil aja, ada lima roti kok," ucap Russel.


.


"Apa itu?" ucap Wisang yang baru keluar dari kamar mandi.


"Roti ini Wis, mau kah?" ucap Mikael.


"Oh oke, sisain yang rasa cokelat ya," ucap Wisang.


"Oke," ucap Mikael.


.


.


.


Pukul 09.00 akhirnya tiba, Russel, Michael, Mikael, Rafael, dan Wisang segera keluar dari kamar dan mengikuti rombongan study tour yang lain menuju ke stasiun Kyoto, untuk berangkat menggunakan kereta menuju ke Fushimi inari.


.


"Yosh, ayo kita naik kereta," ucap Wisang.


"Ayo, aku udah siapin kamera nih," ucap Rafael.


"Nice, kita bisa foto-foto nanti," ucap Russel.


"Aku mau foto di *senbon torii," ucap Michael.


*Senbon Torii: 1000 Gerbang yang berada di Fushimi inari.


"Wah boleh tuh," ucap Mikael.


"Nanti bisa ketemu sama kelompoknya Ayaka gak ya?" ucap Russel.


"Bisa aja sih, siapa tau nanti ketemu secara gak sengaja," ucap Michael.


"Okelah," ucap Russel.


.


.


.


Seluruh siswa peserta study tour menaiki kereta dan duduk bersama kelompok mereka masing-masing, untuk menuju ke Fushimi Inari. Russel dengan kelompoknya cukup tertarik untuk menunjungi salah satu tempat paling populer di Kyoto ini. Mereka sangat bersemangat dan memiliki banyak kegiatan yang akan mereka lakukan di sama.


30 menit perjalanan menuju kereta telah dilalui, dan mereka tiba di stasiun Inari. Darisitu mereka semua akan berjalan hingga tiba di Fushimi Inari.



Inari Station - Sc: Kyotostation.com


.


.


.


"Yosh, sampe juga di stasiun Inari," ucap Russel.


"Bagus ya arsitektur stasiunnya," ucap Michael.


"Iya, desainnya unik," ucap Wisang.


"Kalo gitu sekarang kita tinggal jalan ke Fushimi inari nya kan?" ucap Rafael.


"Ya, bebas sih, mau jalan sekarang kah?" ucap Michael.


"Ayo sekarang aja, kelompok lain juga udah mulai pada jalan," ucap Mikael.


"Oke ayo," ucap Russel.


"Hmm, aku jadi penasaran sebagus apa Fushimi Inari sebenernya," ucap Wisang.


"Kita liat nanti di sana Wis," ucap Russel.


"Yup," ucap Wisang.


.


.


.


Tak lama kemudian akhirnya rombongan study tour tiba di depan Fushimi Inari Taisha, sebuah gerbang dengan arsitektur khas Jepang yang sangat indah.



Fushimi Inari Taisha - Sc: Snowmongkeyresort.com


"Wah, ini gerbang yang aku liat di artikel waktu itu," ucap Michael.


"Keren ya arsitektur nya," ucap Russel.


"Bagus juga, aku penasaran sama senbon torii sih," ucap Wisang.


"Iya ya, gimana ya kira-kira 1000 gerbang itu?" ucap Mikael


"Ayo kita lanjut jalan," ucap Rafael.


"Oke ayo," ucap Russel.


.


.


.


Ditengah perjalanan mereka di sekitar kuil, mereka beremu dengan kelompok Ayaka, karena itu, mereka memutuskan untuk berkeliling Fushimi Inari bersama.


.


"Eh itu kelompoknya Ayaka," ucap Russel.


"Loh kalian ada di sini ternyata," ucap Ayaka.


"Iyalah di sini kan jadwal study tour nya gitu," ucap Wisang.


"Maksudnya, aku kira kalian udah jauh di depan," ucap Ayaka.


"Hai Miko," ucap Mikael.


"H-hai," ucap Miko.


"Mi-miko, ayo kita ke sana," ucap Suiren.


"Tenang aja Suiren, kita nanti ke sana bareng-bareng ya," ucap Tsubaki.


"Halo," ucap Sumire dari arah belakang mereka.


"Oh, halo juga," ucap Russel.


"Mau?" ucap Sumire memberikan sesuatu kepada Russel.


"Eh? Apa ini? Inari?" ucap Russel.


"Iya, *inari sushi, tadi aku baru beli," ucap Sumire.


*Inari Sushi: Merupakan sushi (nasi dengan wijen) yang dibungkus dengan tahu (kulit tahu).


"Oh oke, makasih ya Sumire," ucap Russel.


"Enak tuh Sel," ucap Rafael.


"Nice Sel," ucap Wisang.


"Aku jadi mau beli inari sushi juga, nanti deh beli kalo udah jam bebas," ucap Michael.


"Yaudah kalo gitu kita mau gabung aja kah? Jadi bareng-bareng jalannya," ucap Russel.


"Boleh," ucap Ayaka.


"Wah boleh tuh," ucap Sumire.


"Ide bagus, ayo kita lanjut jalan ke sana," ucap Tsubaki.


"Mau ke senbon torii kah Tsubaki?" ucap Rafael.


"Iya, kalian juga mau ke sana kah?" ucap Tsubaki.


"Iya, nanti di sana mau foto-foto juga," ucap Rafael.


"Oh yaudah bagus deh," ucap Tsubaki.


"Yosh, ayo kita jalan," ucap Michael.


"Ayoo," ucap Russel.


.


"Dulu kamu tinggal di Kyoto gimana Miko?" ucap Mikael.


"E-eh.. ya begitu, lumayan enak sih," ucap Miko.


"Ohh," ucap Mikael.


"Ka-kamu udah pernah ke sini kah Wisang?" ucap Suiren.


"Belum, ini pertama kali aku ke sini," ucap Wisang.


"Emm.. tempatnya bagus ya," ucap Suiren.


"Iya, suasananya juga cukup tenang," ucap Wisang.


"Gimana caranya bisa tenang disaat banyak rombongan study tour gini Wis?" ucap Rafael.


"Berisik kamu Raf," ucap Wisang.


"Hmm, gak paham aku," ucap Rafael.


"Haha.. mungkin maksud Wisang karena suasananya yang bersih dan asri, makanya bisa tenang," ucap Tsubaki.


"Bisa jadi sih," ucap Rafael.


"Russel nanti mau foto bareng?" ucap Ayaka.


"Eh.. oke," ucap Russel.


"Aku, aku juga mau," ucap Sumire.


"Ehh... oke deh, nanti kita semua foto bareng kok," ucap Russel.


"Hmm.. oke," ucap Ayaka.


.


Mengobrol di sepanjang jalan membuat mereka tak sadar bahwa telah sampai di Senbon torii.



Senbon Torii - Sc: MATCHA


.


"Nah, sampe juga kita di senbon torii," ucap Michael.


"Sama persis kayak di artikel ya," ucap Rafael


"Wah.. keren banget," ucap Tsubaki.


"Berasa di dalam mimpi," ucap Wisang.


"Ke-keren," ucap Suiren.


"Ayo kita ke sana," ucap Russel.


"Ayo," ucap Ayaka.


"Ayo," ucap Sumire.


.


.


.


Mereka mulai berjalan di antara barisan gerbang-gerbang yang sangat banyak, dan juga tak lupa untuk berfoto bersama seperti yang Rafael bilang sejak awal.


.


"Cheese!!" ucap Michael.


"Oke makasih Mich," ucap Rafael.


"Sekarang giliran ku, tolong fotoin ya Raf," ucap Michael.


"Oke, sini, cheese," ucap Rafael.


"Oke makasih," ucap Michael.


"Oke, jadi tadi siapa aja yang mau foto?" ucap Russel.


"Aku," ucap Ayaka.


"Aku dulu," ucap Sumire.


"Aku duluan," ucap Ayaka.


"Malah ribut jadinya," ucap Mikael.


"Kenapa kalian gak suit aja?" ucap Wisang.


"Oke ayo," ucap Sumire.


"Oke siapa takut," ucap Ayaka.


"Gunting, batu, kertas!" ucap Ayaka dan Sumire bersamaan.


.


"Yes aku menang!!" ucap Ayaka.


"Huft..," ucap Sumire.


"Yaudah lah gak apa, kan nanti juga kaloan berdua bisa foto," ucap Michael.


"Ayo kita foto Miko," ucap Mikael.


"O-oke," ucap Miko.


.


"Mau foto bareng kah Suiren?" ucap Wisang.


"Emm.. o-oke," ucap Suiren.


.


"Hmm.. kalo gitu ayo kita foto juga Raf," ucap Tsubaki.


"Hm? Oh, oke ayo," ucap Rafael.


.


"Habis ini giliran kita ya?" ucap Ayaka.


"Iya," ucap Russel.


"Habis itu aku juga," ucap Sumire.


"Iya, aku tau," ucap Ayaka.


.


Setelah itu mereka berfoto bersama dan tak terasa hari mulai sore, mereka menyelesaikan perjalanan mereka menjelajahi Senbon torii, dan pergi ke kedai Kitsune udon untuk makan malam bersama.


.


.


.


"Yosh, semuanya pesan kitsune udon?" ucap Michael.


"Ya," ucap Wisang.


"Jangan lupa pesen inari sushi sama tempura nya juga," ucap Rafael.


"Oke," ucap Michael.


"Hmm.. sekarang, tinggal nunggu makanannya dateng ya," ucap Mikael.


"Ya," ucap Wisang.


"Habis ini kalian mau langsung ke penginapan?" ucap Ayaka.


"Mungkin? Emang kalian mau kemana?"  ucap Russel.


"Kami nanti mau beli senbei dulu, sama beli matcha latte mungkin," ucap Sumire.


"Kalo kalian mau ikut sih silahkan," ucap Tsubaki.


"Hmm, oke deh, nanti kami ikut," ucap Rafael.


"Oke," ucap Wisang.


"Yosh, makanannya datang," ucap Michael.


"Kalo gitu selamat makan semuanya," ucap Russel.


"Selamat makan," ucap Ayaka.


"Se-selamat makan," ucap Miko.


"Wah, ternyata enak juga udonnya," ucap Mikael.


"Tempura nya juga," ucap Michael.


"Yah.. lumayan lah buat menghangatkan tubuh," ucap Wisang.


"Untung kita datang ke sini ya," ucap Tsubaki.


"Yaa..," ucap Rafael.


.


.


.


Setelah selesai menyantap udon, mereka pergi ke kedai senbei, dan membeli beberapa senbei juga matcha latte untuk dimakan di penginapan nanti. Puas mengeksplorasi Fushimi Inari seharian ini membuat mereka cukup lelah, namun hari esok masih ada, mereka akan mengunjungi Arashiyama!


.


"Hmm, besok kita ke Arashiyama ya," ucap Russel.


"Wah, hutan bambu nya pasti keren banget," ucap Rafael.


"Aku jadi pengen naik perahu di danau nya," ucap Russel.


"Oke, besok kita naik perahu juga," ucap Mikael.


"Aku kayaknya mau ke Arashiyama monkey park," ucap Wisang.


"Yah, semoga sih bisa berkunjung," ucap Rafael.


"Ya, kalo gitu aku mau tidur lebih awal, selamat malam semuanya," ucap Michael.


"Oke selamat malam..," ucap Russel.


.


-CHAPTER 67 END-


.


.


.


Sebelumnya, Ayaka yang mendadak hilang membuat sedikit kepanikan. Miko yang hampir menangis, dan Russel yang langsung lari keluar restoran dan mencari Ayaka, membuat susasana sedikit menegangkan.


Beruntung, Russel berhasil menemukan Ayaka yang sedang duduk termenung di tepi jalan, Ia tersesat karena tidak hapal jalan menuju ke penginapan, dan juga tidak membawa alat komunikasi seperti handphone.


Setelah itu Russel dan Ayaka segera kembali ke restoran dan menceritakan kepada semua apa yang sebenarnya terjadi. Kemudian, kelompok mereka kembali berpisah dan melanjutkan perjalanan mereka masing-masing.


Singkat cerita, hari mulai malam dan semua kelompok telah kembali ke penginapan masing-masing, mereka semua tidur cukup awal, karena esok mereka akan mengunjungi Fushimi Inari.


Wisang bangun lebih dulu kemudian membangunkan teman-temannya yang lain. Tak lama, staff osis sekolah datang dan menyerahkan makanan untuk sarapan. Mereka mandi dan mempersiapkan diri karena sebentar lagi mereka semua akan segera berangkat.


Menggunakan kereta mereka melakukan perjalanan selama sekitar 30 menit menuju ke Stasiun Inari. Sesampainya di sana, mereka langsung berjalan bersama menuju ke Fushimi Inari Taisha, dan mengeksplor daerah di sekitarnya.


Bertemu dengan kelompok Ayaka, membuat mereka akhirnya bergabung dan berjalan bersama menuju ke Senbon Torii. Di sana mereka berfoto bersama, dan melakukan banyak hal lainnya.


Sore hari tiba, dan mereka semua mulai lapar. Saat yang tepat untuk makan, mereka memilih Kitsune udon, lengkap dengan tempura dan inari sushi sebagai menu makan mereka kali ini. Setelah puas dengan hidangan yang diberikan, mereka juga melanjutkan mencari jajanan yang lain, senbei dan matcha latte nampaknya menarik perhatian mereka juga.


Setelah kenyang makan, dan puas mengeksplorasi Fushimi Inari seharian, mereka pun kembali ke penginapan dan melanjutkan aktivitas malam hari di sana, dan mempersiapkan diri untuk perjalanan esok hari, yaitu ke Arashiyama.


.


.


.


Selanjutnya di Another Place - 他の場所 (Hoka No Basho) Chapter 68: Kyoto: Arashiyama (Hari Ke-2)