Another Place

Another Place
Chapter 66: Study Tour Ke Kyoto



Pukul 07.00, rombongan angkatan kelas 2 serta Russel dan teman-temannya sudah memadati stasiun karena study tour ke Kyoto akan segera dimulai.


.


"Kyoto we're coming!!" ucap Wisang.


"Semangat banget kamu Wis," ucap Mikael.


"Soalnya aku udah nunggu lama, akhirnya tiba juga waktunya," ucap Wisang.


"Yosh, udah siap semua nih," ucap Russel.


"Oke, kalo gitu kita tinggal nunggu keretanya tiba," ucap Michael.


"Hoam.. masih agak ngantuk nih," ucap Rafael.


"Gak bisa tidur kah semalem Raf?" Ucap Michael.


"Ya begitulah, kayaknya aku nanti bakalan tidur di kereta," ucap Rafael.


"Kalo gitu aku mau ke toilet dulu," ucap Mikael.


"Ya cepet sana, jangan lama-lama nanti ketinggalan kereta," ucap Russel.


"Ya, cepet kok," ucap Mikael, sambil berlari menuju ke toilet.


.


.


.


Jarak yang jauh dari Hokkaido ke Kyoto membuat mereka akan pergi menggunakan kereta dengan 7 jam perjalanan.


Setelah menunggu selama beberapa menit, akhirnya kereta tiba dan rombongan siswa sekolah mulai memasuki gerbong kereta.


.


"Oke, kita duduk di sini aja," ucap Michael.


"Ya boleh lah, sebenernya ini bisa buat 6 orang kan," ucap Rafael.


"Yup, yaudah di sini aja," ucap Russel.


"Hmm, ngomong-ngomong keadaan Suiren sama yang lainnya gimana ya?" ucap Wisang.


"Harusnya mereka ada di gerbong lain sih," ucap Russel.


"Hmm.. nanti aku coba chat Miko deh," ucap Mikael.


"Oke," ucap Wisang.


"Hoam.. aku kayaknya mau tidur lagi," ucap Rafael.


"Baru juga jalan beberapa menit Raf," ucap Wisang.


"Udah gak apa, dia kayaknya lagi kurang tidur," ucap Michael.


"Perjalanan kita ini berapa lama kira-kira?" ucap Mikael.


"Lumayan lama Mik, 7 jam kalo yang aku denger-denger tadi," ucap Michael.


"Iya, nanti juga kita bakalan transit 1 kali di Tokyo, terus lanjut lagi dari Tokyo langsung ke Kyoto," ucap Russel.


"Lama juga ya," ucap Wisang.


"Hmm.. nanti pas transit aku mau beli makanan deh," ucap Mikael.


"Silahkan, aku sih bawa makanan dari rumah," ucap Michael.


"Aku nanti beli permen aja paling," ucap Wisang.


.


.


.


Sementara itu, keadaan Ayaka, Miko, Suiren, Sumire, dan Tsubaki di gerbong lain.


"Hah.. kita malah jadi sekelompok gini ya," ucap Tsubaki.


"Padahal rencana awalnya gak gini kan," ucap Sumire.


"A-aku gak masalah kok," ucap Suiren.


"Ahaha.. gak apa kok," ucap Ayaka.


"I-iya," ucap Miko.


"Coba aja waktu itu mereka gak mendadak ganti kelompok ya," ucap Sumire.


.


.


.


Yang sebenarnya terjadi...


"Hmm.. kelompok kelas kita kebanyakan sesuai gender ya," ucap Michael.


"Bukan kelas kita doang, kelas lain juga gitu," ucap Rafael.


"Mau ganti kelompok kah? Pendaftaran kelompok terakhir hari ini kan?" ucap Russel.


"Oke aku setuju," ucap Wisang.


"Yaudah deh," ucap Mikael.


.


.


.


Kembali lagi ke Ayaka dengan kelompoknya...


"Gak apa Sumire, gimana kalo kita main sesuatu? Buat menghabiskan waktu," ucap Tsubaki.


"Hmm.. oke deh ayo," ucap Sumire.


"A-aku bawa beberapa makanan ringan," ucap Miko.


"Wah makasih banyak Miko," ucap Ayaka.


"Ma-makasih Miko," ucap Suiren.


"Nah ini baru cocok, makasih ya Miko," ucap Tsubaki.


"Oke, kalo gitu kita main sambil makan," ucap Sumire.


"Ayoo!!" ucap Tsubaki.


"Jangan terlalu berisik Tsubaki," ucap Ayaka.


"Ki-kita lagi di dalam kereta," ucap Suiren


"Ah- iya maaf ya hehe.." ucap Tsubaki.


.


.


.


Sementara itu keadaan Russel dan teman-temannya...


"Hmm.. kita transit ke Tokyonya masih lama kah?" ucap Mikael.


"Baru juga 30 menit jalan Mik, ya kurang lebih 3 jam 30 menit lagi lah," ucap Russel.


"Hmm.. kalo gitu aku mau makan dulu," ucap Michael.


"Wah, bawa makanan kah?" ucap Mikael.


"Yah, bento dari rumah, kenapa kamu mau?" ucap Michael.


"Yah aku kira makanan ringan," ucap Mikael.


"Yaudah, selamat makan," ucap Michael.


"Rafael masih tidur ya?" ucap Mikael.


"Masih lah, udah jangan diganggu," ucap Michael.


"Hmm.. kamu gak bosen apa Wis?" ucap Russel.


"Ya bosen sih, tapi mau gimana lagi," ucap Wisang.


"Gimana kalo kita main game bareng?" ucap Mikael.


"Boleh juga, ayo," ucap Russel.


"Hmm oke deh," ucap Wisang.


.


Akhirnya karena bosan dan tidak banyak kegiatan yang bisa mereka lakukan, Michael memakan bentonya, Rafael tertidur pulas, sedangkan Russel, Mikael, dan Wisang bermain game bersama sambil menunggu kereta mereka transit di Tokyo.


.


.


.


Sesampainya mereka transit di Tokyo, mereka memiliki waktu sekitar 30 menit untuk membeli makanan atau sekedar ke toilet.


.


"Hahh.. pinggangku pegel banget," ucap Mikael.


"Baru juga 4 jam Mik, masih ada 3 jam lagi setelah ini," ucap Michael.


"Hoam.. akhirnya sampe Tokyo juga," ucap Rafael.


"Kamu mau beli makanan kah Wis?" ucap Russel.


"Oke ayo ke konbini," ucap Wisang.


"Oke," ucap Russel.


.


Tak lama setelah itu Russel dan Wisang kembali lagi.


"Beli apa aja kalian," ucap Michael.


"Permen, sama minuman kaleng," ucap Wisang.


"Kirain beli makanan," ucap Mikael.


"Nih aku beli onigiri," ucap Russel.


"Aku gak beli makanan soalnya udah makan di rumah tadi," ucap Wisang.


"Hmm yaudah deh, ayo kita siap-siap lagi keretanya udah mau dateng," ucap Michael.


"Yosh, pemberhentian berikutnya stasiun Kyoto!!" ucap Wisang.


"Kayaknya Wisang lagi semangat banget kali ini," ucap Russel.


"Yah, baguslah," ucap Michael.


"Aku nanti mau makan bentoku di kereta, kalian mau gak?" ucap Rafael.


"Ada makanan ringan?" ucap Mikael.


"Hmm, makanan ringan ya, kayaknya aku bawa keripik kentang deh," ucap Rafael.


"Nah bagus itu," ucap Mikael.


"Yaudah nanti ya, di dalem kereta," ucap Rafael.


.


.


.


Tak lama kemudian kereta pun tiba, dan mereka masuk ke dalamnya.


.


"Nih Mik, keripik kentang, aku mau makan bento ku dulu," ucap Rafael, sambil memberikan sebungkus keripik kentang.


"Oke makasih Raf," ucap Mikael.


"Minta juga dong, Mik," ucap Michael.


"Nih ambil aja," ucap Mikael.


"Kamu gak makan onigiri tadi Sel?" ucap Wisang.


"Ini baru mau aku makan," ucap Russel.


"Ohh oke," ucap Wisang.


.


.


.


Sementara itu kondisi Ayaka dan kelompoknya.


"Kamu gak mau makan dulu Tsubaki?" ucap Ayaka.


"Ah gak apa kok, tadi aku udah makan di rumah," ucap Tsubaki.


"Oh oke," ucap Ayaka.


"Mi-miko, tadi kamu beli apa aja?" ucap Suiren.


"Emm.. Aku beli sushi, kamu mau juga kah?" ucap Miko.


"Bo-boleh?" ucap Suiren.


"Boleh kok, ayo kita makan bareng," ucap Miko.


"Ma-makasih ya Miko," ucap Suiren.


"Jarang-jarang ya bisa lihat Miko akrab sama orang lain begini," ucap Ayaka


"Bener juga, Suiren juga pendiem banget aslinya," ucap Sumire.


"Haha baguslah," ucap Tsubaki.


"Kalo gitu aku mau makan onigiri yang aku beli tadi, selamat makan," ucap Ayaka.


"Aku juga mau makan, selamat makan semuanya," ucap Sumire.


.


.


.


3 Jam berlalu, tak terasa sebentar lagi mereka akan sampai di tujuan, yaitu stasiun Kyoto. Namun Michael, Mikael, dan Rafael malah tertidur lagi.


.


"Oi, bangun kalian udah mau sampe," ucap Russel.


"Hoam.. hah?! Udah sampe?" ucap Mikael.


"Ya, sebentar lagi," ucap Wisang.


"Ada apa ini ribut-ribut," ucap Michael.


"Udah mau sampe stasiun Kyoto Mich, ayo kita siap-siap buat turun," ucap Russel.


"Oh oke," ucap Michael.


"Oi Raf, bangun," ucap Wisang.


"Hmm.. udah sampe kah?" ucap Rafael.


"Ya, kita sampai dalam 5 detik," ucap Wisang.


"Hoam.. akhirnya sampe juga di Kyoto!!" ucap Michael.


"Gimana Wis? Ini dia Kyoto," ucap Russel.


"Ya belum tau, kan kita masih di kereta," ucap Wisang.


"Yaudah kalo gitu ayo kita ke penginapan dulu," ucap Mikael.


"Ayo ayo, angkat barang-barang kalian," ucap Rafael.


"Iya iya sabar," ucap Mikael.


.


Sampai di stasuin Kyoto, rombongan study tour kembali memadati stasiun, setelah ini mereka semua akan pergi ke *ryokan terlebih dahulu.


*Ryokan: Penginapan dengan fasilitas dan


bangunan berarsitektur Jepang.


.


"Yosh, ayo kita ke ryokan, katanya tempatnya gak jauh dari sini kok," ucap Rafael.


"Oke," ucap Wisang.


.


"Baik selamat siang semuanya, sekarang pukul 2 siang ya, kalian bisa langsung pergi ke penginapan untuk menaruh barang bawaan, ataupun langsung menjelajah daerah sekitar penginapan. Jadi mulai dari sekarang, hingga pukul 20.00 nanti malam, kalian memiliki waktu bebas. Namun yang perlu diingat tetap bersama dalam kelompok kalian, dan selalu membawa alat komunikasi untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan terjadi," ucap guru pembimbing mereka.


"Nah, kita punya jam bebas sampe nanti malam," ucap Rafael.


"Yaudah, ayo kita simpen barang bawaan dulu di penginapan," ucap Russel.


"Ayo, aku juga udah mulai lapar," ucap Mikael.


"Ya, nanti habis simpen barang kita bisa beli makanan," ucap Michael.


"Kamu udah tau tempat makan yang enak kah Mich?" ucap Wisang.


"Udah dong, aku udah nyari rekomendasi makanan di Kyoto yang enak," ucap Michael.


"Nice," ucap Russel.


.


.


.


Russel, Michael, Mikael, Rafael, dan Wisang segera menuju ke ryokan dan menyimpan barang bawaan mereka, setelah itu karena lapar dan sedang dalam jam bebas, mereka mulai mencari tempat makan di sekitar penginapan.


.


"Gimana nih jadinya? Mau makan apa kita?" ucap Michael.


"Ada tempat makan dideket sini gak Mich?" ucap Russel.


"Ada sih, restoran gyudon," ucap Michael.


"Gyudon ya, udah lama juga aku gak makan itu," ucap Russel.


"Hmm gyudon ya, boleh juga sih," ucap Mikael.


"Ayo deh, gyudon aja," ucap Rafael.


"Oke lah, aku ikut kalian," ucap Wisang.


"Yosh, kalo gitu gyudon ya, ayo ikuti aku. Tempatnya gak jauh dari sini kok," ucap Michael.


"Oke, ayo," ucap Russel.


.


.


.


Mereka berjalan selama beberapa saat, dan sampai ke restoran gyudon yang dimaksud oleh Michael, langsung saja mereka masuk ke dalam nya dan memesan 5 mangkuk gyudon. Ternyata di dalam restoran tersebut juga terlihat beberapa siswa kelas lain yang sedang makan juga.


.


"Yosh tinggal nunggu makanannya dateng," ucap Russel.


"Ngomong-ngomong itu anak kelas lain kan?" ucap Rafael.


"Mana? Oh itu, iya ya kayak pernah liat di sekolah," ucap Russel.


"Anak kelas 1-4 dulu kalo gak salah," ucap Michael.


"Oh, sekelas sama Sumire berarti," ucap Rafael.


"Iya ya," ucap Mikael.


"Silahkan 5 mangkuk gyudon nya," ucap Pelayan restoran.


"Yosh, kalo gitu selamat makan semuanya," ucap Michael.


"Selamat makan," ucap Wisang.


"Wah enak ini kayaknya," ucap Russel.


"Iya ya, rekomendasi nya bagus," ucap Mikael.


"Siapa dulu," ucap Michael.


"Eh ngomong-ngomong nanti habis makan kita mau kemana lagi?" ucap Rafael.


"Belum tau sih, mungkin jalan-jalan di sekitar sini aja," ucap Russel.


"Iya sih, aku males pergi jauh-jauh juga," ucap Mikael.


.


Tiba-tiba dari luar restoran nampak Miko yang sedang berlari masuk ke dalam restoran dengan wajah cemas.


"Nah itu dia Miko," ucap Mikael.


"Miko?" ucap Russel.


"Ya, tadi aku bilang kalo kita lagi makan di sini," ucap Mikael.


"Russel!" ucap Miko.


"Eh? Kenapa nih? Ada apa?" ucap Russel.


"Kamu gak apa Miko? Ada masalah kah?" ucap Mikael.


"Kok keliatannya kayak panik gitu?" ucap Wisang.


"A-ayaka mendadak hilang!" ucap Miko.


"Apa?! Kok bisa?" ucap Russel.


"A-aku gak tau juga, tadi kami lagi jalan dalam kelompok, terus dia tiba-tiba menghilang," ucap Miko.


"Kalo gitu aku mau pergi cari dia," ucap Russel, sambil berdiri kemudian pergi keluar restoran meninggalkan makanannya.


"Eh?" ucap Miko.


"Lah, masih ada setengah lagi ini makananmu Sel?" ucap Wisang.


"Yaudah kalo gitu aku habisin sisanya," ucap Michael.


"Bener sih, daripada dibuang," ucap Mikael.


"Ayo cepet habisin makanannya, kita bantu cari Ayaka juga," ucap Rafael.


"Hmm, oke," ucap Mikael.


"Ya sebentar," ucap Michael.


.


Tiba-tiba Sumire, Suiren, dan Tsubaki datang ke dalam restoran juga.


"Mi-miko!!" ucap Suiren.


"Cepat banget larinya," ucap Sumire.


"Jangan panik Miko, Ayaka pasti ketemu," ucap Mikael.


"Emm.. i-iya," ucap Miko, yang terlihat ingin menangis.


"Ternyata ada di sini semua, eh? Russel kemana?" ucap Tsubaki.


"Dia udah keluar duluan nyari Ayaka," ucap Wisang.


"Baguslah," ucap Tsubaki.


"Ohh gitu," ucap Sumire.


.


.


.


Sementara itu Russel sendirian berlari dengan cepat menuju ke tempat yang ramai dan berusaha untuk mencari Ayaka di sana...


Apa yang terjadi pada Ayaka? Dimana dia berada?


.


-CHAPTER 66 END-


.


.


.


Akhirnya Study Tour dimulai!!


Russel dan teman-temannya telah berada di stasiun dari pagi. Perjalanan menggunakan kereta yang panjang hingga memakan waktu 7 jam harus mereka jalani untuk dapat sampai ke Kyoto.


Pertama, kereta mereka akan menuju Tokyo, dan transit di sana, baru setelah itu mereka akan berganti kereta dan melanjutkan perjalanan menuju ke Kyoto.


Setelah perjalanan yang sangat panjang itu, akhirnya rombongan study tour sampai juga di Kyoto, mereka semua diberikan jam bebas hingga nanti malam, kebanyakan menaruh barang bawaan di penginapan terlebih dahulu, baru mulai menjelajahi daerah disekitar penginapan.


Begitu juga dengan Russel dan kelompoknya, setelah menaruh barang bawaan, mereka segera mencari makan. Gyudon, menjadi menu pertama mereka di Kyoto, tempatnya yang tak begitu jauh dari penginapan membuatnya menjadi makanan pilihan mereka.


Namun hal yang tak terduga mendadak terjadi, dari luar restoran tempat mereka sedang makan Miko berlari ke dalam dan langsung menghampiri meja mereka, ia mengatakan bahwa Ayaka mendadak hilang entah kemana. Russel yang mendengar hal itu langsung menghentikan makannya dan langsung berlari keluar untuk mencari Ayaka.


Apa yang sebenarnya terjadi dengan Ayaka? Dan di mana dia berada?


.


Selanjutnya di Another Place - 他の場所 (Hoka No Basho) Chapter 67: Kyoto: Fushimi Inari (Hari Ke-1)