
Sebelumnya, Kelas 1-1 berhasil keluar dari tekanan setelah mengalahkan kelas 3-3 dan melaju ke babak final, pertandingan semifinal mereka memang berjalan dengan sangat sengit. Ditambah dengan para penonton yang berkumpul di lapangan, menambah ketegangan disepanjang pertandingan.
"Yosh.." Ucap Russel
"Kita lanjut ke babak final!!" Ucap Mikael
"Nice lah, Mik." Ucap Russel
"Sekarang istirahat lagi ya.." Ucap Ayaka
"Iya, ayo kita ke kantin." Ucap Mikael
"Oke, ayo.." Ucap Russel
.
Diperjalanan menuju ke kantin, mereka kembali bertemu dengan Michael dan Wisang.
"Oh, kita ketemu lagi." Ucap Michael
"Haha.. sebentar lagi juga kita bakalan ketemu lagi. Di babak final.." Ucap Mikael
"Haha.. aku gak akan kalah.." Ucap Michael
"Kita lihat aja nanti.." Ucap Mikael
"Hahh.. aura rivalitas nya pekat banget.." Ucap Wisang
"Udah udah, ayo kita beli minum." Ucap Russel
.
Mereka membeli minuman, lalu duduk bersama.
"Ngomong-ngomong selamat, kelas kalian menang estafet." Ucap Michael
"Ah iya, aku juga gak nyangka sih. Ayaka udah berusaha keras tadi." Ucap Russel
"Eh.. enggak kok.." Ucap Ayaka
"Hmm tapi emang iya sih, aku nonton perlombaannya tadi, kelas kalian berhasil membalap didetik-detik terakhir." Ucap Wisang
"Hmm.. nanti pertandingan final sepak bola bakalan seru banget sih kayaknya." Ucap Mikael
"Ya, aku juga udah gak sabar sih." Ucap Michael
"Ya, goodluck lah buat kalian semua. Aku nanti bakal nonton." Ucap Wisang
"Iya, goodluck." Ucap Russel dan Ayaka
"Hmm sebelum final sepak bola, ada final dodgeball kan?" Ucap Michael
"Oh iya, bener juga. Kalo gitu aku mau nonton dulu deh." Ucap Mikael
"Yaudah lah barengan aja sekalian." Ucap Michael
"Oke ayo kita ke lapangan.." Ucap Mikael
"Ayoo.." Ucap Ayaka, Michael, Russel, dan Wisang.
.
Mereka sampai di lapangan yang sudah dipenuhi orang.
"Wah, rame banget." Ucap Russel
"Iyalah, kan ini pertandingan final." Ucap Mikael
"Ngomong-ngomong Rafael mana ya?" Ucap Russel
"Hmm, entahlah aku gak ngeliat dia daritadi." Ucap Wisang
.
Akhirnya mereka mendapatkan tempat duduk.
"Yosh, ini dia final dodgeball." Ucap Russel
"Kelas 3-3 lawan kelas 3-4 ya, hmm ini baru pertarungan antar senior yang sebenarnya sih." Ucap Wisang
"Iya, seharusnya ini bakalan seru." Ucap Mikael
.
Benar saja, peluit dibunyikan oleh wasit, dan pertandingan berjalan dengan sangat sengit. Kedua kelas saling menyerang, dan saling tereliminasi. Kombinasi serangan yang sangat bervariasi namun tetap dapat ditahan oleh pertahanan yang tak kalah kuat membuat pertarungan berjalan dengan cukup lambat. Namun pada akhirnya kelas 3-3 berhasil merebut gelar juara dengan catatan waktu 12 menit 49 detik.
"Yahh.. keren banget sih pertandingannya tadi." Ucap Wisang
"Sengit banget, mereka bisa melakukan variasi serangan kayak gitu. Emang pantas sih masuk final." Ucap Russel
"Iyaa.." Ucap Ayaka
"Hmm sebentar lagi final sepak bola ya. Kalo gitu aku pergi dulu ya, ayo Wis. Ucap Michael
"Oke ayo." Ucap Wisang
"Sampai bertemu lagi di lapangan, Mich." Ucap Mikael
"Yoo.." Ucap Michael
.
"Yahh.. pertandingan final sepak bola sebentar lagi ya.." Ucap Mikael
"Yaudah, ayo kita siap siap sekarang." Ucap Russel
"Oke deh, ayo kita ke lapangan." Ucap Mikael
"Harusnya yang lain udah pada nunggu sih." Ucap Ayaka
"Iya, kita harus cepat menyusul ke sana." Ucap Mikael
"Kamu udah siap kah Mik?" Ucap Russel
"Ya, siap gak siap, harus siap. Aku bakalan berusaha sebaik mungkin nanti di final." Ucap Mikael
"Nah ini baru Mikael." Ucap Russel
.
Para penonton telah memenuhi lapangan, karena pertandingan final sepakbola yang mempertemukan kelas 1-1 dan kelas 1-2 akan segera dimulai. Russel dan Ayaka telah bersiap dengan duduk di bench kelas mereka. Sementara itu Wisang nampak duduk di kursi penonton.
"Yosh, ini dia babak final. Yang kita tunggu tunggu." Ucap Ketua kelas
"Semoga kelas kita bisa menang. Semangat semuanya!!" Ucap Kapten tim
"Yah, walaupun kita kehilangan satu penyerang karena cidera di babak semifinal tadi, kita harus tetap main dengan fokus ya." Ucap Ketua kelas
"Betul itu." Ucap Salah satu pemain
"Sekarang udah final, gak ada lagi kata gak bisa atau menyerah. Kita udah gak bisa mundur, mau gak mau kita harus berjuang." Ucap Ketua kelas
"Ya bener, sekarang kita harus bisa memaksimalkan semua tenaga, jangan sampai kesalahan disebelum sebelumnya terulang kembali." Ucap Russel
"Ya, kita harus mengeluarkan seluruh tenaga kita sekarang." Ucap Kapten tim
"Oke kalau begitu, ayo kita tos dulu." Ucap Ketua kelas
.
"Kelas 1-2.. Bisa!!" Ucap semua kompak.
"Apa ada hal yang ingin kamu sampaikan terakhir sebelum pertandingan final dimulai, Sel?" Ucap Ketua kelas
"Ya, kurang lebih semua udah disampaikan tadi sih. Intinya ini babak terakhir kita, jangan sampai gak maksimal." Ucap Russel
"Baiklah, semangat semuanya!!" Ucap Mikael
.
Tak lama kemudian staff memanggil mereka untuk segera memasuki lapangan. Sebelum pertandingan final dimulai, mereka menyanyikan mars sekolah bersama-sama.
Setelah itu wasit segera menyiapkan jalannya pertandingan. Ketika semua pemain sudah siap di posisi masing-masing, wasit langsung meniup peluit panjang tanda dimulainya pertandingan final.
*PRITTTT
Kelas 1-1 yang mendapatkan bola pertama langsung berusaha untuk menyerang. Mereka berusaha mengoper bola dari satu pemain ke pemain lainnya. Namun kelas 1-2 masih berhasil untuk dapat merebut bola dari pemain kelas 1-1.
Serangan balik cepat terjadi, kelas 1-2 mulai menyusun serangan balasan. Mereka mengoper bola, hingga mulai memasuki area pertahanan lawan. Salah satu penyerang menendang bola ke arah gawang.. namun, Michael masih dapat menangkis bola yang menuju ke arahnya.
"AKHH.. Masih bisa ditangkis!!" Ucap Ketua kelas
"Michael gak bisa dianggap remeh. Dia cukup kuat." Ucap Russel
.
Pertandingan dibabak ke satu berlangsung cukup lambat, kedua kelas saling melancarkan serangan ke arah gawang lawan, tetapi serangan itu masih dapat dipatahkan oleh keduanya. Jeda istirahat babak pertama ini akan dimanfaatkan untuk menyusun ulang strategi permainan mereka.
.
"Yah, nice game dibabak pertama tadi." Ucap Russel
"Ya, lumayan seru sih tadi. Soalnya saling balas serangan. Tapi belum ada gol yang tercipta." Ucap Mikael
"Makanya itu, kita harus menyusun ulang strategi buat babak kedua nanti." Ucap Russel
"Strateginya apa tuh?" Ucap Ketua kelas
"Aku rasa kekuatan kelas 1-1 setara dengan kita sekarang, jadi kalau kita tetap menggunakan strategi saat ini. Kemungkinan besar hasil akhirnya bakal sama sampai akhir babak kedua nanti. Aku rasa kalian harus mengatur pertahanan agar lebih kuat dibabak kedua, karena dibabak pertama tadi banyak banget peluang dari kelas 1-1 yang berbahaya." Ucap Russel
"Hmm bener juga sih, kalaupun seri sampai akhir pertandingan nanti. Masih ada adu penalti." Ucap Ketua kelas
"Ya, itu bakal menjadi opsi terakhir kita." Ucap Russel
"Baiklah aku mengerti." Ucap Kapten tim
.
Tak lama setelah itu istirahat babak pertama pun telah selesai, dan para pemai kembali memasuki lapangan. Kali ini, sesuai strategi yang telah dibuat tadi. Kelas 1-2 akan memainkan pola pertahanan yang lebih kuat dibandingkan dengan babak pertama tadi.
Sesaat setelah peluit dibunyikan, kelas 1-2 yang mendapatkan bola pertama langsung berusaha untuk menyusun serangan. Tetapi seolah olah saling mengerti, nampaknya kelas 1-1 juga memainkan strategi bertahan yang lebih kuat daripada babak pertama tadi. Alhasil sangat sulit bagi pemain kelas 1-2 untuk dapat menyusun serangan hingga ke depan gawang musuh.
"Hmm sepertinya mereka juga memainkan strategi bertahan ya.. menarik juga.." Ucap Russel
"Yup, pertahanan mereka juga jadi lebih kuat dibandingkan babak pertama tadi." Ucap Ketua kelas
.
Tetapi kelas 1-2 lantas tak menyerah begitu saja, mereka kembali berusaha untuk menyerang lagi dan lagi. Namun, tetap saja pertahanan kelas 1-1 kali ini seolah tak tertembus, mereka selalu membuang bola ketika kelas 1-2 mulai mendekati area strategis untuk memberi umpan langsung.
Kelas 1-1 maupun kelas 1-2 sama sama kesulitan untuk dapat menyerang, karena staategi yang telah mereka buat sebelumnya. Hingga akhir pertandingan babak kedua pun telah tiba.
*PRITTTTTT
Wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan. Para pemain pun kembali menuju ke bench masing-masing, karena akan segera diadakan babak adu penalti untuk menentukan pemenang perlombaan sepak bola ini.
"Yahh.. nice game lagi lagi di babak kedua tadi." Ucap Russel
"Bisa pas gitu ya, mereka juga menggunakan strategi bertahan.." Ucap Ketua kelas
"Wajar sih, soalnya dibabak pertama tadi kan sama-sama saling menyerang. Jadi kalau dibiarkan sampai babak kedua bakalan cukup berbahaya." Ucap Russel
"Betul." Ucap Mikael
"Jadi sekarang adu penalti yah.." Ucap Russel
"Kita harus mulai menyiapkan siapa aja penendangnya." Ucap Ketua kelas
"Baiklah." Ucap Russel
.
Mereka menyusun siapa saja yang akan mengambil tendangan penalti, dan tak lama setelah itu mereka langsung dipanggil kembali ke tengah lapangan. Kali ini semua yang berada di bench kelas menyaksikan langsung tendangan penalti dari tengah lapangan.
.
Kelas 1-2 berhak mendapat giliran menendang pertama.
Suasana seisi lapangan mulai menjadi tegang.
"Ayo.. tendangan pertama.." Ucap Ketua kelas
.
Penendang pertama kelas 1-1 menendang bola dan... GOLLLL!!
Seisi lapangan mulai bersorak-sorai.
Begitu seterusnya, penendang kedua, ketiga, dari kedua kelas. Semuanya berhasil memasukkan bola ke gawang lawan.
Kini adalah giliran penendang ke empat. Sangat disayangkan penendang 1-2 yang mengeksekusi tendangan, gagal untuk membuat gol ke gawang kelas 1-1.
"TIDAK!! Ini gawat.." Ucap Ketua kelas
.
Kemudian dilanjutkan dengan penendang ke empat kelas 1-1. Ia bersiap untuk menendang bola, berlari kecil dan..
Bola yang melesat dengan sangat keras mengenai wajah Mikael, lalu masuk ke dalam gawang.
"Mikael?!" Ucap Ketua kelas
"Waduh, ini gawat.." Ucap Russel
.
Ternyata tendangan tak dianulir oleh wasit dan dianggap sebagai gol. Sementara itu Mikael tak bisa melanjutkan pertandingan dan terpaksa posisi kipernya digantikan oleh pemain lain.
"Duh.. ini bukan situasi yang menguntungkan buat kelas kita.." Ucap Ketua kelas
"Yah.. ini tendangan ke 5." Ucap Russel
.
Putaran ke 5 dimulai. Kelas 1-2 menendang pertama, dan hasilnya adalah gol.
Sementara itu ketegangan memuncak karena dikondisi saat ini kelas 1-2 harus dapat menangkis tendangan terakhir dari kelas 1-1.
Skor sementara 4-3 untuk kelas 1-1.
Penendang terakhir dari kelas 1-1 menendang bola, dan... GOLLLL!!
Seketika satu lapangan bergemuruh, karena pemenang perlombaan telah keluar, yaitu kelas 1-1. Tetapi, di tengah lapangan, kelas 1-2 merasa terpukul..
"YAHH.... Kita gagal juara.." Ucap Ketua kelas
"Hahh.. namanya perlombaan pasti ada menang dan kalah.." Ucap Russel
"Nice try semuanya.." Ucap Kapten tim
"Yah.. masih ada tahun depan, kita bisa balas dendam nanti." Ucap Russel
"Ya betul kamu, Sel." Ucap Ketua kelas
"Kalau begitu aku mau jenguk Mikael ke UKS dulu.." Ucap Russel
"Iya betul." Ucap Ayaka
"Oh, oke.." Ucap Ketua kelas
.
Ya, setelah pertandingan final sepak bola tadi ada istirahat sekali lagi. Sebelum akhirnya pertandingan cavalry yang mempertemukan seluruh kelas dalam satu waktu akan diadakan, dan kemudian akan ditutup dengan upacara penutupan yang mengakhiri festival olahraga kali ini.
Sesampainya Russel dan Ayaka di UKS.
"MIK?! Kamu gak apa-apa?" Ucap Russel
"Oh- hai Sel.. muka ku rasanya sakit sakit.." Ucap Mikael
"Iya gimana... tadi kamu kena bola keras banget.." Ucap Russel
"Kayaknya aku gak bisa ikut di perlombaan cavalry nanti deh.." Ucap Mikael
"Iya, lebih baik istirahat dulu aja.." Ucap Ayaka
"Gimana? Kelas kita menang atau kalah.." Ucap Mikael
"Kalah.. kiper pengganti kamu gagal menahan tendangan musuh di putaran terakhir." Ucap Russel
"Hahh.. yaudah deh gak apa, ngomong ngomong soal cavalry nanti.. gimana ya.." Ucap Mikael
"Tenang aja.." Ucap Russel
"Udah ada penggantinya kah?" Ucap Mikael
"Udah." Ucap Russel
"Eh? Siapa?" Ucap Ayaka
"Aku bakalan gantiin Mikael di cavalry nanti." Ucap Russel
"Eh?!" Ucap Ayaka
"EHHH?!! Yang bener kamu Sel?!" Ucap Mikael
"Iya, tenang aja. Aku udah pulih dari cidera nya kok.." Ucap Russel
"Beneran nih?" Ucap Mikael
"Iya beneran. Nanti aku bakalan gantiin kamu." Ucap Russel
"Hmm yaudah deh, makasih kalo gitu." Ucap Mikael
"Ya, kamu istirahat dulu aja di sini." Ucap Russel
"Eh.. istirahat kita udah mau selesai sebentar lagi, lebih baik kita segera bersiap buat cavalry." Ucap Ayaka
"Oh yaudah deh, kami pergi dulu, Mik." Ucap Russel
"Ya, goodluck Sel." Ucap Mikael
"Yosh." Ucap Russel
.
Russel dan Ayaka keluar dari UKS, dan mereka menuju ke lapangan untuk bertemu dengan anggota kelas lainnya.
"Nah itu dia Russel.." Ucap Salah satu player cavalry kelas 1-2
"Kamu katanya mau gantiin Mikael ya Sel? Udah baikan kah dari cideranya?" Ucap Ketua kelas
"Eh? Iya udah kok.. nanti aku mungkin bakal jadi kapten tim di atas.." Ucap Russel
"Baiklah kalau begitu. Sekarang kita harus mulai masuk ke lapangan. Karena ini acara perlombaan terakhir jadi bakalan ramai banget nanti." Ucap Ketua kelas
"Iya sih.." Ucap Russel
.
Setelah melakukan persiapan, Russel dan tim 1-2 memasang ikat kepala dan Russel menaiki pondasi yang dibentuk oleh keempat teman dibawahnya.
Sementara itu Wisang juga nampak sudah bersiap di sisi lain lapangan.
*PRITTTT
Peluit panjang dibunyikan tanda dimulainya perlombaan terakhir, Cavalry.
Para penonton dan suporter yang mendukung di pinggir lapangan lansung bersorak sorai mendukung kelas mereka masing masing.
Pertarungan berlangsung dengan sangat cepat, dalam sekejap hampir setengah kelas telah berhasil diambil ikat kepalanya oleh kelas lain yang masih bertahan.
Hingga akhirnya hanya tersisa 2 kelas yang bertahan, yaitu kelas 1-1 dan kelas 1-2. Lagi lagi, rivalitas kembali terulang.
Kali ini Russel yang tidak ingin mengulangi kegagalan yang terjadi di perlombaan sepak bola tadi lantas segera mengarahkan penopangnya.
"Kita harus bergerak ke kanan dulu..." Ucap Russel
Lantas arahan tersebut dilaksanakan oleh penopang nya, namun tanpa disadari salah satu penopang tersandung dan membuat keseimbangan mereka goyah, beruntung tidak sampai terjatuh dan mengalami diskualifikasi.
Namun, Wisang yang melihat peluang saat kelas 1-2 tidak seimbang itu langsung menyambar ikat kepala milik Russel, dan lagi lagi kelas 1-2 harus kalah ditangan kelas 1-1.
"Ti-tidak!!" Ucap Russel yang kecewa terhadap dirinya sendiri. Ia merasa instruksi yang diberikannya malah membawa kelasnya kepada kekalahan. Karena kecewa, ia langsung pergi ke atas rooftop untuk merenungkan dirinya dan tidak mengikuti acara penutupan festival.
.
Sementara itu, karena seluruh perlombaan telah selesai dilaksanakan, maka acara penutupan pun segera dimulai. Seluruh siswa berkumpul di lapangan untuk mendapat kata penutup, dan penyerahan penghargaan atas perlombaan yang telah dilaksanakan sepanjang hari ini.
.
.
.
Namun ditengah-tengah acara penutupan, Ayaka yang kebingungan karena Russel tidak berada di sekitar mereka saat acara penutupan akan segera dimulai. Karena merasa khawatir, ia memutuskan untuk mencari Russel ke penjuru sekolah.
Seolah telah mengetahui, Ayaka merasa seakan Russel tengah berada di atas rooftop sekolah. Jadi, ia segera menuju ke atas sana.
*KREKKKK
"EH-?" Ucap Russel
"Hahh.. dugaanku benar." Ucap Ayaka
"Kenapa kamu ke sini? Acara penutupannya bakal segera dimulai.." Ucap Russel
"Harusnya aku yang nanya begitu.." Ucap Ayaka
"Yah.. aku ke sini karena mau menenangkan diri.." Ucap Russel
"Hmm.. karena perihal cavalry tadi kah?" Ucap Ayaka
"Yah.. kurang lebih gitu sih.." Ucap Russel
"Kalo gitu aku bakal nemenin kamu di sini." Ucap Ayaka
"Loh? Nanti kamu dipanggil buat penyerahan medali." Ucap Russel
"Tenang aja, aku udah suruh orang buat gantiin aku di sana." Ucap Ayaka
"E-ehh.. mana bisa begitu??" Ucap Russel
"Gak apa kok.." Ucap Ayaka
"Hmm.. yaudah deh.." Ucap Russel
"Hmm.. ternyata pemandangan dari sini bagus juga ya, di lapangan sana banyak cahaya yang berkilauan karena acara penutupan." Ucap Ayaka
"Yah.. kamu benar.." Ucap Russel
Karena suasana di atas rooftop yang sangat sunyi dan tenang, Russel pun mulai mengantuk. Tak lama setelah itu, ia pun tertidur.
"Hmm kamu tau- eh?! Kamu tidur?" Ucap Ayaka
Ayaka yang melihat Russel tertidur pulas sambil terduduk, lantas ia langsung menyandarkan kepala Russel ke pundak dirinya.
.
.
.
Fiuh, cukup panjang juga.. Dengan ini, Festival Olahraga... Tamat.
.
.
.
Dimulai dengan laga pembuka yaitu final dodgeball yang mempertemukan dua kelas senior, yaitu kelas 3-3 yang berhadapan dengan kelas 3-4. Pertandingan berlangsung dengan cukup sengit, dan kelas 3-3 berhasil keluar sebagai pemenang, mereka mencatatkan waktu 12 menit 49 detik. Dengan itu pula, perlombaan dodgeball telah selesai.
Berlanjut ke laga rivalitas selanjutnya. Final sepak bola, antara kelas 1-1 vs kelas 1-2. Pertandingan ini merupakan sesuatu yang sangat penting, terutama untuk kedua kiper. Yaitu Michael yang mewakili kelas 1-1, dan Mikael yang mewakili kelas 1-2. Mereka berdua akan berhadapan secara langsung untuk pertama kalinya.
Sesuai dugaan, permainan berlangsung dengan sangat sengit, kedua kelas saling melancarkan serangan. Namun kiper kedua kelas mampu untuk menahan semua tendangan dari lawan mereka. Hingga babak pertama usai, kedudukan masih tetap 0-0.
Namun laga masih belum usai, babak kedua dimulai. Kedua kelas saling mengeluarkan kemampuan terbaik mereka. Tendangan demi tendangan dilepaskan, mereka menggiring bola, mengoper ke pemain lainnya, menyusun sebuah serangan. Namun lagi lagi, nampaknya laga rivalitas ini masih sangat sengit. Hingga akhir babak kedua, tak ada satupun gol yang tercipta. Dan satu-satunya cara untuk menentukan pemenangnya adalah...
Ya, adu penalti.
Kedua kelas dipersilahkan untuk memilih siapa saja yang akan menendang bola, diadu penalti yang akan segera terjadi ini. Ini merupakan peluang terakhir mereka untuk dapat merebut gelar juara.
Penendang demi penendang dari kedua kelas bergantian untuk mengeksekusi tendangan. Hingga pada penendang ke empat untuk kelas 1-2 berhasil ditepis oleh Michael. Hal itu yang membuat tekanan sangat besar bagi kelas 1-2 yang sedang ketertinggalan poin.
Penendang terakhir kelas 1-1 bersiap untuk mengeksekusi tendangannya. Namun yang terjadi adalah bola yang ditendang itu mengenai wajah Mikael dengan sangat keras, hal itu menyebabkan Mikael tak dapat melanjutkan pertandingan dan harus di bawa ke UKS untuk mendapatkan perawatan pertama pasca tragedi.
Kelas 1-2 tak memiliki banyak pilihan, alhasil mereka menurunkan kiper cadangan untuk menghadapi tendangan penentu dari kelas 1-1. Semua berjalan dengan sangat cepat. Sepertinya keberuntungan sedang tidak berada dipihak kelas 1-2, mereka harus mengaku kalah setelah tendangan terakhir yang dilakukan kelas 1-1 berhasil masuk ke dalam gawang mereka dan membuahkan sebuah gol.
Tetapi rasa kesal dan kecewa tak boleh dibiarkan terlarut di dalam diri mereka. Tentu ada kesedihan dalam diri mereka. Tetapi mereka harus segera bangkit kembali, karena pertandingan cavalry akan segera diadakan setelah istirahat.
Namun, masalah kembali datang. Mikael yang seharusnya mengikuti perlombaan cavalry, tak bisa melaksanakannya. Dikarenakan kondisinya yang masih belum pulih dan mengharuskannya untuk dirawat di UKS. Mau tak mau kelas 1-2 harus segera memilih seorang pengganti yang dapat menggantikan Mikael di perlombaan cavalry nanti.
Karena tak banyak pilihan yang dapat mereka ambil, Russel.. ia maju ke dalam perlombaan cavalry menggantikan Mikael.
Istirahat terakhir sebelum perlombaan cavalry pun tiba, Russel, Ayaka, Miko, Wisang, Mikael, dan Rafael bersama-sama pergi ke UKS untuk menjenguk Mikael yang sedang dirawat. Mereka mengobrol sampai akhirnya istirahat selesai dan perlombaan cavalry akan diadakan sebentar lagi.
Semua peserta cavalry beserta tim nya mulai memasuki lapangan, satu tim yang berisi 5 orang mengenakan ikat kepala sebagai simbol kelas mereka sekaligus target bagi musuh. Karena ketika ikat kepala diambil maka orang tersebut akan tereliminasi.
Russel yang menggantikan Mikael ternyata ditugaskan untuk menjadi kapten yang akan diangkat oleh ke 4 orang lainnya. Di atas Russel dapat fokus untuk mengambil ikat kepala milik kelas lain, dengan dibantu arah dan gerakan oleh ke 4 orang penopang di bawahnya.
Pertandingan dimulai, 18 kelas yang ada langsung memulai strategi mereka masing-masing. Karena semua kelas bertanding di dalam satu waktu, dan pertandingan berjalan dengan sangat cepat. Tak butuh waktu lama sekitar 9 kelas sudah tereliminasi di awal serangan pertama.
Pertandingan berlanjut terus hingga akhirnya tinggal tersisa 2 kelas, yaitu kelas 1-1 dan 1-2. Rivalitas antar kedua kelas ini akan terulang kembali. Kelas 1-2 yang sebelumnya kalah di final perlombaan sepak bola tidak akan membiarkan kelas 1-1 untuk dapat memenangkan perlombaan cavalry dengan mudah. Mereka akan berusaha untuk dapat membalas dendam pada perlombaan sepak bola tadi.
Namun sangat disayangkan, salah satu penopang yang mengangkat Russel tersandung, sehingga mereka kehilangan keseimbangan, memang tidak sampai jatuh. Tetapi hal tersebut membuat Wisang berhasil mengambil ikat kepala Russel dengan mudah.
Setelah itu kelas 1-1 resmi keluar sebagai pemenang diperlombaan cavalry. Russel yang merasa bersalah karena gagal untuk memenangkan lomba cavalry segera pergi ke rooftop untuk merenungkannya. Sementara semua orang sedang melaksanakan acara penutupan di lapangan sekolah, Russel sendirian di atas rooftop.
Lama tak terlihat, Ayaka mulai mencari Russel. Dan tak lama setelah itu, ia berhasil menemukannya di rooftop. Hari yang panjang, perlombaan yang melelahkan, namun semua terbayarkan dengan kebersamaan. Dengan ini, Festival Olahraga sudah selesai. Liburan Musim Panas akan segera menanti mereka.
Selanjutnya di Another Place - 他の場所 (Hoka No Basho) Chapter 45: Persiapan Liburan Musim Panas