
Hari kedua festival budaya akhirnya dimulai. Setelah kemarin Russel dan teman-temannya telah berhasil bekerja keras melewati festival hari pertama. Kini, mereka akan menjalani hari kedua festival, dan kebetulan hari ini, Russel, Ayaka, dan Mikael mendapatkan bagian shift pagi, maka dari itu, mereka berangkat pagi-pagi sangat.
Sesampainya di sekolah, Russel melihat kerumunan dari kejauhan.
'Eh? Kerumunan apa itu? Hmm.. coba aku ke sana deh..' Ucap Russel dalam hati
.
Ketika ia mendekati kerumunan itu, ternyata di sana terdapat beberapa staff osis sekolah yang sedang mengadakan event foto pasangan.
.
"Event foto pasangan? Apa ini?" Ucap Russel
"Oh halo.. kamu belum tahu tentang event ini ya? Aku akan jelasin secara singkat. Jadi, event foto pasangan ini merupakan sebuah event untuk menemukan teman baru, caranya sangat mudah. Seperti yang bisa kalian lihat, di sini terdapat 2 buah kotak, di sebelah kiri itu untuk laki-laki, dan di sebelah kanan itu untuk perempuan. Nah, kalian hanya perlu mengambil satu buah kertas yang berisi nomor dari dalam kotak ini. Setelah itu kalian bisa menyimpan kertas itu baik-baik, karena setelahnya kalian bisa mencari, siapa pasangan nomor identik seperti yang kalian dapatkan. Akhirnya ketika kalian sudah menemukan pasangan dengan nomor identik, kalian bisa kembali ke sini dan berfoto bersama, nanti kalian juga bisa mencetak fotonya hanya dengan 100 Yen saja. Tentunya keputusan untuk berfoto bersama harus disetujui oleh kedua pihak ya.." Ucap Staff osis menjelaskan
"Ohh.. begitu.." Ucap Russel
"Yup, jadi silahkan ambil salah satu kertasnya ya.." Ucap Staff osis
"Oke, aku ambil satu kertas.." Ucap Russel
"Oke.. simpan baik-baik ya, dan semoga bisa ketemu sama nomor identiknya ya.." Ucap Staff osis
.
Setelah mengambil sebuah kertas Russel langsung menuju ke kelas 1-2, untuk mempersiapkan maid cafe mereka di festival budaya hari kedua ini. Sebelumnya karena ia penasaran dengan nomor pasangannya, jadi ia memutuskan untuk melihat nomor miliknya.
"Hmm.. nomor 77 ya.." Ucap Russel pelan
"Hai Russel.." Ucap Ayaka dari arah belakang, menghampirinya.
"Eh? Ayaka ternyata.." Ucap Russel
"Kamu udah ngambil nomor pasangan?" Ucap Ayaka
"Udah, ini.." Ucap Russel sambil menunjukkan kertasnya, tanpa memberitahu nomor miliknya.
"Ehh.. baguslah.." Ucap Ayaka
"Kita kebagian shift pagi ya hari ini.. agak repot sih jadinya.." Ucap Russel
"Emm.. iya sih.." Ucap Ayaka
"Yaudah, ayo kita ke kelas.." Ucap Russel
"Ayoo.." Ucap Ayaka
.
Setelah mereka masuk ke kelas. Seperti biasa, mereka langsung bersiap-siap dengan mengganti kostum mereka dengan kostum yang telah disiapkan.
"Yo, selamat pagi Sel." Ucap Ketua kelas
"Yah.. pagi juga. Ngomong-ngomong si Mikael belum dateng ya?" Ucap Russel
"Hmm.. iya ya, dia belum dateng." Ucap Ketua kelas
"Yaudah, aku ke ruang ganti dulu." Ucap Russel
"Oke." Ucap Ketua kelas
.
Setelah Russel kembali dari ruang ganti, dan Mikael juga telah tiba di kelas. Akhirnya mereka memantapkan persiapan untuk hari ke 2 festival budaya sekolah kali ini.
.
"Yosh, udah siap semua. Maid cafe kelas 1-2 siap dibuka kembali." Ucap Ketua kelas
"Oke.. kami udah siap juga." Ucap Russel
"Betul itu." Ucap Mikael
"Iya.." Ucap Ayaka
"Mohon kerjasamanya ya, kalian semua yang bagian shift pagi.." Ucap Ketua kelas
"Siap.." Ucap Mikael
.
Maid cafe kelas 1-2 telah dibuka. Russel dan Mikael yang berada di depan cafe langsung mempromosikan cafe mereka kepada pengunjung yang lewat.
Seperti hari sebelumnya, usaha mereka nampaknya cukup berhasil, walaupun ada beberapa pengunjung yang menghiraukan promosi mereka, namun lebih banyak pengunjung yang tertarik dan mencoba untuk masuk ke dalam maid cafe.
Sementara itu, di dalam cafe juga Ayaka nampak cukup baik performanya menjadi maid dan melayani pengunjung dengan ramah. Begitu pula dengan chef dan assistant chef yang bertugas di dalam dapur. Pekerjaan mereka semua dapat terkoordinasi dengan baik dan berjalan dengan lancar.
Hingga tak terasa 3 jam berlalu dengan cepat. Setelah sedikit merapikan cafe dan beristirahat sejenak sebelum berganti shift. Russel dan Ayaka pergi keluar kelas untuk berkeliling festival.
"Jadi kita mau kemana nih? Masih banyak waktu sampai pulang sekolah nanti." Ucap Russel
"Emm- tapi ngomong-ngomong tentang nomor pasangan.." Ucap Ayaka
"Eh.. kenapa? Kertas nomor pasangan kamu hilang?" Ucap Russel
"Eh- enggak kok." Ucap Ayaka
"Baguslah kalo begitu." Ucap Russel
"No-nomor identik kamu berapa?" Ucap Ayaka
"Eh? Nomor identik ku ya.. hmm sebentar.." Ucap Russel sambil mengambil kertas nomor pasangan miliknya.
.
Tiba-tiba Mikael mendadak datang dan mengajak Russel untuk pergi ke stand makanan yang sedang diskon untuk waktu terbatas.
"Sel! Ayo kita ke stand kelas 3-2, ada diskon terbatas. Tinggal 5 menit lagi!" Ucap Mikael
"Eh? Diskon? Ya-yaudah deh ayo ke sana.. nanti lagi ya Ayaka.." Ucap Russel
"Eh- o-oke.." Ucap Ayaka
.
.
.
Alhasil Ayaka pergi untuk sekedar berkeliling festival budaya sendirian. Di saat ia sedang melihat-lihat beberapa pameran terbuka yang berada di lapangan sekolah, mendadak ia bertemu dengan Rafael yang kebetulan sedang berada tidak jauh dari sana.
"Ayaka." Ucap Rafael
"Eh? Rafael rupanya." Ucap Ayaka
"Sendirian aja kah?" Ucap Rafael
"I-iya, Russel lagi pergi ke stand kelas 3-2 bareng Mikael." Ucap Ayaka
"Ohh gitu.. ngomong-ngomong soal nomor pasangan, nomor identik kamu berapa?" Ucap Rafael
"Eh- nomor identik aku 77. Aku juga masih nyari siapa orang yang punya nomor identik 77." Ucap Ayaka
"Ohh, hmm gitu ya.. yaudah deh aku mau ke toilet dulu.." Ucap Rafael
"Oh, oke.." Ucap Ayaka
Rafael sebenarnya tidak ingin pergi ke toilet, tetapi ia ingin mencari seseorang yang memiliki nomor identik 77, dan mengajak barter dengan nomor pasangan miliknya.
.
.
.
"Nah ini dia, stik kentang utuh." Ucap Mikael
"Keren juga ya, satu kentang utuh langsung digoreng gini." Ucap Russel
"Iya, pasti rasanya enak ini. Aku udah gak sabar, ayo kita makan." Ucap Mikael
"Ya, selamat makan."Ucap Russel
"Wuah.. enak ternyata.. walaupun masih agak panas. Tepung sama bumbu taburnya jadi kombinasi yang pas." Ucap Mikael
"Hmm iya sih, enak juga ya ternyata rasanya." Ucap Russel
"Apa aku bilang, untung aja kita datang tepat waktu sebelum diskonnya habis, jadi lumayan dapat stik kentang dengan harga yang lebih murah." Ucap Mikael
"Hmm.. iya iya.." Ucap Russel
"Hai Russel.." Ucap Sumire
"Eh?" Ucap Russel
"Dia siapa Sel?" Ucap Mikael
"Tunggu sebentar, aku kayak pernah liat dimana gitu." Ucap Russel
"Masa kamu lupa? Aku Sumire, yang kamu tolong pas festival olahraga waktu itu." Ucap Sumire
"Oh iya. Sumire.. aku inget." Ucap Russel
"Nah inget juga akhirnya. Ngomong-ngomong kalian udah ke stand kelas kami belum?" Ucap Sumire
"Belum sih, nanti kami coba ke sana deh." Ucap Russel
"Okee.. hmm.. sama satu lagi, nomor pasangan identik kamu berapa?" Ucap Sumire
"Eh? Nomor pasangan aku ya.. 77. Kenapa emangnya?" Ucap Russel
"Ehh.. gak apa kok, yaudah kalo gitu aku pergi dulu ya.." Ucap Sumire
"Ehh? O-oke deh.." Ucap Russel
Sama seperti Rafael, Sumire juga mencari seseorang dengan nomor pasangan 77, dan igin mengajaknya barter.
.
.
.
Di tengah perjalanan ketika sedang mencari orang dengan nomor identik 77, Rafael mendadak bertemu dengan Sumire. Dan mereka langsung menanyakan mengenai nomor pasangan masing-masing.
"Eh Sumire? Nomor pasangan kamu berapa?" Ucap Rafael
"Oh Rafael ternyata. Nih, 55. Aku lagi nyari cewek yang punya nomor pasangan 77." Ucap Sumire
"Lah 55? Sama dong." Ucap Rafael
"Oh kamu ternyata nomor 55. Tapi maaf ya, aku lagi nyari barter sama cewek lain." Ucap Sumire
"Tunggu dulu. Nomor 77?" Ucap Rafael
"Iya, kenapa? Kamu tau sesuatu?" Ucap Sumire
"77 kan nomor identik punya Ayaka." Ucap Rafael
"Apa?! Ternyata dia yang punya nomor 77." Ucap Sumire
"Emangnya ada apa sama nomor 77? Sebenernya aku juga lagi nyari cowok yang punya nomor identik 77 sih." Ucap Rafael
"Russel yang punya nomor identik 77." Ucap Sumire
"Ternyata Russel. Kalo begitu untung aja kita belum sempet barter sama mereka. Kalo gak bakalan sama aja alurnya." Ucap Rafael
"Iya ya." Ucap Sumire
"Hmm.. aku punya ide." Ucap Rafael
"Apa itu?" Ucap Sumire
"Kamu mau foto bareng Russel kan" Ucap Rafael
"Iyaa.. gimana caranya?!" Ucap Sumire
"Sabar dulu.. jadi caranya adalah aku akan coba ajak Russel buat barter nomor identik milik dia. Nah, setelah itu nanti nomor pasangan kita otomatis bakalan bertukar. Aku jadi sama Ayaka dan kamu sama Russel." Ucap Rafael
"Kalo misalnya Russel gak mau barter nomornya gimana?" Ucap Sumire
"Nah, berarti itu giliran kamu yang ajak Ayaka buat barter nomor identiknya." Ucap Rafael
"Wah, boleh juga tuh rencananya." Ucap Sumire
"Haha.. siapa dulu, Rafael nih.." Ucap Rafael
"Udah-udah, buruan sana cari Russel." Ucap Sumire
"Hmm iya-iya.." Ucap Rafael
Rafael kemudian pergi berlawanan arah dengan Sumire untuk mencari Russel dan mengajaknya barter.
'Hm.. Sumire itu emang imut, tapi sifatnya buruk.. gak sabaran banget jadi orang.' Uap Rafael dalam hati
.
'Akhirnya datang juga kesempatan ini.. foto bareng Russel..' Ucap Sumire dalam hati
.
.
.
Kali ini, festival budaya hari kedua telah dimulai..
Russel bangun sangat awal, karena kebetulan hari ini ia mendapatkan shift pagi, sehingga ia harus segera bergegas untuk pergi ke sekolah.
Sesampainya di sekolah, ia melihat ada beberapa staff osis sekolah yang mengadakan event foto pasangan. Setelah staff osis menjelaskan tentang apa itu event nomor pasangan. Russel segera mengambil nomor di dalam kotak secara acak, dan ia segera masuk ke dalam sekolah dan menuju ke kelasnya untuk persiapan pembukaan maid cafe di festival hari ke-2 ini.
Sesampainya di kelas, ia langsung mengganti bajunya dengan kostum waiters kembali, karena ia bertugas sebagai penjaga pintu cafe bersama dengan Mikael. Setelah mengganti baju, dan Mikael pun telah datang ke kelas. Maid cafe kelas 1-2 akhirnya di buka kembali.
Seperti hari sebelumnya, maid cafe kelas 1-2 terlihat masih menjadi pusat perhatian para pengunjung festival budaya. Nampak cafe yang terus menerus didatangi oleh pengunjung. Russel, Ayaka, dan Mikael yang mendapat bagian shift pagi berusaha untuk bekerja keras sampai shift siang tiba.
Tak terasa 3 jam berlalu, kini Russel, Ayaka, dan Mikael mendapatkan jam bebas hingga sore nanti. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Ayaka langsung menanyakan soal nomor pasangan kepada Russel.
Namun saat Russel ingin memberitahukan nomornya mendadak ia diajak pergi oleh Mikael ke stand kelas lainnya. Sehingga pada akhirnya Ayaka tidak mengetahui berapa nomor pasangan milik Russel yang sebenarnya.
Setelah itu, ketika sedang berjalan-jalan jalan sendirian, Ayaka bertemu dengan Rafael. Lantas, Rafael menanyakan berapa nomor milik Ayaka, dan ia menjawab bahwa nomor pasangan miliknya adalah 77. Mendengar hal itu, Rafael segera pergi untuk mencari orang dengan nomor identik 77 juga.
Dilain waktu, mendadak Russel dan Mikael yang sedang berkeliling festival bertemu dengan Sumire, dan dia langsung menanyakan tentang nomor pasangan milik Russel dan Mikael, dan Russel menjawab bahwa ia memiliki nomor pasangan yaitu 77. Sementara Mikael dengan nomor pasangan 45. Setelah itu Sumire segera pergi ke area sekolah lain.
Tak lama kemudian, Rafael mendadak bertemu dengan Sumire. Dan ia menanyakan nomor pasangan miliknya, lantas Sumire mengatakan bahwa nomor pasangan miliknya adalah 55, sama seperti milik Rafael. Melihat kesempatan itu, ia menanyakan tentang berapa nomor identik milik Russel, dan Sumire mengatakan bahwa nomor pasangan milik Russel adalah 77. Mendengar itu Rafael langsung membuat rencana untuk mengubah alur foto pasangan mereka.
Karena Russel memiliki nomor pasangan 77, Dan Ayaka juga memiliki nomor pasangan 77. Sementara itu Rafael dan Sumire memiliki nomor identik 55.
Rencananya adalah Rafael akan mengajak Russel untuk barter nomor pasangan, sehingga alur foto pasangan akan berubah. Menjadi Rafael dengan Ayaka dan Russel dengan Sumire. Mendengar rencana itu, Sumire langsung menyetujuinya, dan menyerahkan sisanya kepada Rafael.
.
Akankah rencana Rafael dan Sumire akan berjalan dengan lancar? Atau malah Russel menyadari ada yang aneh dan tidak mau bertukar nomor pasangan dengan Rafael?
.
Selanjutnya di Another Place - 他の場所 (Hoka No Basho) Chapter 57: Festival Budaya Hari Ke-2 (2)