
Awal yang baru, akan segera dimulai!
.
.
.
Hari ini merupakan hari pertama, disemester yang baru, dan juga dikelas yang baru. Setelah dua minggu yang lalu mereka telah menerima rapor dan dinyatakan memenuhi syarat untuk naik ke kelas yang lebih tinggi. Pagi ini, suara alarm membuat Russel bangun dari tidur nyenyaknya.
.
"Hmm.. hari pertama di kelas yang baru ya? Aku harap semoga nanti bisa sekelas sama temen yang aku kenal deh," ucap Russel.
.
.
.
Setelah selesai mempersiapkan dirinya, seperti biasa Russel berangkat dengan berjalan sendirian menuju ke sekolah. Namun kali ini, ditengah perjalanan ia bertemu dengan Wisang.
.
"Eh? Itu kan Wisang. Oi Wis," ucap Russel.
"Lah, Russel ternyata," ucap Wisang.
"Hmm.. kira-kira temen sekelas kita siapa ya Wis?" ucap Russel.
"Gak tau, aku sih berharap semoga gak dapet temen sekelas yang ngerepotin," ucap Wisang.
"Kalo itu sih semua orang juga berharap kayak gitu," ucap Russel.
.
Mereka berjalan bersama hingga sampai ke sekolah. Terlihat para siswa mengerumuni papan pengumuman yang berisi daftar nama-nama siswa beserta kelas yang mereka dapatkan.
.
"Nah itu dia papan pengumumannya, ayo kita ke sana Wis," ucap Russel.
"Oke ayo," ucap Wisang.
.
Sesampainya di sana mereka langsung sibuk mengamati urutan nama-nama siswa sambil berdesak-desakan dengan yang lainnya.
.
"Hmm.. mana ya?" ucap Russel.
"Ehh.. itu ada nama Ayaka, kelas 2-1 ," ucap Wisang.
"Mana? Oh iya, eh ada Michael, Miko, Mikael juga di kelas yang sama," ucap Russel.
"Ada kamu juga Sel," ucap Wisang.
"Lah, ada kamu juga Wis!" ucap Russel.
"Tunggu dulu, berarti kita semua sekelas dong?" ucap Wisang.
"Iya juga ya, aku juga gak paham kenapa bisa gitu, tapi baguslah kalo kita semua sekelas," ucap Russel.
"Ya, mohon kerjasamanya selama satu tahun ke depan Sel," ucap Wisang.
"Yosh, kalo gitu ayo kita ke kelas sekarang Wis," ucap Russel.
"Ayo," ucap Wisang.
.
.
.
Sesampainya mereka di kelas yang baru. Mereka langsung disambut dengan Ayaka dan Miko yang sudah lebih dulu tiba di sana.
"Hai Sel, Wis," ucap Ayaka.
"Hai juga, aku gak nyangka kita semua sekelas tahun ini," ucap Russel.
"Suatu kebetulan yang bener-bener kebetulan," ucap Wisang.
"Halo semuanya, ternyata kalian udah pada di sini," ucap Michael.
"Aku sama Michael tadi keliling sekolah dulu," ucap Rafael.
"Ngapain kalian keliling sekolah?" ucap Russel.
"Biasa, Rafael males masuk kelas pagi-pagi," ucap Michael.
"Aku gak paham apa maksudnya, tapi yaudahlah," ucap Wisang.
"Nah itu Mikael dateng juga," ucap Russel, sambil menunjuk ke Mikael yang baru saja masuk ke kelas.
"Hah.. hampir telat aku," ucap Mikael.
"Baru juga hari pertama Mik," ucap Rafael.
"Aku juga tau, eh tapi hebat ya kita bisa sekelas semua gini," ucap Mikael.
"Daritadi juga kami lagi bahas itu," ucap Michael.
"Ya, mungkin sebuah keberuntungan bisa sekelas semua," ucap Russel.
"Haha iya," ucap Michael.
.
.
.
Ditengah-tengah obrolan mereka, mendadak ada suara yang memanggil Russel dari belakang.
"Hai Russel!" ucap Sumire.
"Eh? Sumire, ternyata kita sekelas juga?" ucap Russel.
"Iya, ngomong-ngomong kenalin ini temen-temen kita yang lain, ini Suiren, dan yang ini Tsubaki," ucap Sumire.
"Wah, halo Tsubaki, Suiren, kenalin nama aku Rafael," ucap Rafael.
"Cepatnya!" ucap Mikael.
"Apa maksud kamu Mik?" ucap Wisang.
"Gak, lupain aja," ucap Mikael.
"Salam kenal, Suiren, Tsubaki," ucap Russel.
"Iya, salam kenal juga," ucap Suiren dan Tsubaki.
.
"Ngomong-ngomong sebentar lagi bel masuk, aku ke kursiku ya," ucap Tsubaki.
"Yaudah deh, kita lanjut nanti lagi," ucap Rafael
"Hmm.. kalo gitu supaya kita makin kenal satu sama lain, istirahat makan siang nanti kita kumpul di kelas ya," ucap Sumire.
"Oh, oke," ucap Russel.
"Oke," ucap Wisang.
.
.
.
Ketika jam istirahat makan siang telah tiba, di dalam kelas 2-1, mereka semua berkumpul dan membahas tentang study tour yang akan segera dilaksanakan.
.
"Eh ke Kyoto?" ucap Wisang.
"Kyoto ya, jauh juga," ucap Ayaka.
"Tau darimana kamu Sumire tentang study tour?" ucap Mikael.
"Wajar lah Sumire tau, dia kan sekretaris Osis sekolah," ucap Tsubaki.
"Pantesan," ucap Mikael.
"Oh Sumire sekretaris osis, baru tau aku," ucap Rafael.
"Iya," ucap Sumire.
"Hmm.. Kyoto kah, ada banyak tempat yang pengen aku kunjungi sih di sana," ucap Russel.
"Dulu aku pernah ke Kyoto sih, lumayan bagus tempatnya," ucap Rafael.
"Jadi apa kalian ada usulan buat tempat wisata ke Kyoto nanti?" ucap Sumire.
"Hmm.. kalo aku sih paling Fushimi Inari," ucap Russel.
"Wah aku juga mau ke sana," ucap Ayaka.
"Eh.. Fushimi Inari ya, itu masuk ke dalam survey paling populer sih, oke nanti aku coba usulin pas rapat," ucap Sumire.
"Dimana lagi tempat yang bagus? Aku gak tau," ucap Mikael.
"Kalo Kyoto sih paling danau Arashiyama," ucap Rafael.
"Aku setuju, danau Arashiyama cocok buat tempat romantis, ternyata kamu tau banyak juga ya tentang Kyoto, Rafael," ucap Tsubaki.
"Ah, yah.. dulu aku pernah ke sana beberapa kali," ucap Rafael.
"Oh, sama berarti," ucap Tsubaki.
"Hehe iya," ucap Rafael.
"Oke, nanti aku coba usulin juga," ucap Sumire.
"Hmm, aku jadi pengen cepet-cepet ke Kyoto jadinya," ucap Wisang.
"I-iya ya, aku juga," ucap Suiren.
"Kamu pernah ke sana kah Suiren?" ucap Wisang.
"G-gak pernah sih," ucap Suiren.
"Makanannya gimana ya kira-kira?" ucap Michael.
"Makanan mulu kamu Mich," ucap Mikael.
"Penting itu, nanti aku coba cari tempat makan rekomendasi di Kyoto deh," ucap Michael.
"Oke bagus," ucap Mikael.
"Lah mendadak langsung setuju," ucap Russel.
"Ngomong-ngomong Miko asalnya dari Kyoto kan?" ucap Ayaka.
"Eh? Baru tau aku," ucap Mikael.
"Wah, bagus dong bisa jadi pemandu kita nanti," ucap Michael.
"Ta-tapi waktu umur aku 3 tahun, aku langsung pindah ke Hokkaido karena urusan keluarga, jadi gak banyak yang aku tau di Kyoto," ucap Miko.
"Ohh, begitu ceritanya," ucap Mikael.
"Yah, gak bisa jadi pemandu deh," ucap Michael.
"Gak apa, nanti kita eksplor bareng-bareng aja," ucap Russel.
"Yosh, mantap deh," ucap Michael.
"Kira-kira study tournya kapan, Sumire?" ucap Rafael.
"Eh? Bulan Mei sih, kenapa emangnya?" ucap Sumire.
"Wah sebentar lagi kalo gitu, kita harus mulai banyak persiapan," ucap Rafael.
"Yup, gimana kalo kita bikin kelompoknya dulu?" ucap Sumire.
"Kalo gak salah satu kelompok study tour itu berisi 5 orang kan?" ucap Tsubaki.
"Iya, gimana ya buat kelompoknya?" ucap Sumire.
"Hmm.. kelompok ya," ucap Mikael.
"Eh.. aku ngikut aja," ucap Wisang.
"Gimana kalo, aku, Russel, Rafael, Tsubaki, Suiren satu kelompok, sisanya kelompok lain," ucap Sumire.
"Ta-tapi," ucap Suiren.
"Oke bagus, kita sekelompok Miko," ucap Mikael.
"Aku gak setuju," ucap Ayaka.
"Hmm.. kenapa Suiren? Ayaka?" ucap Sumire.
"Kalo kalian gak setuju, tukeran aja," ucap Tsubaki.
"Jadi kelompok A (Ayaka, Rafael, Russel, Sumire, Tsubaki) dan kelompok B (Michael, Mikael, Miko, Suiren, Wisang)," ucap Sumire.
"Yaudah deh," ucap Ayaka.
"Setuju semuanya?" ucap Sumire.
"Setuju!" ucap Tsubaki.
"O-oke," ucap Suiren.
"Setuju lah," ucap Rafael.
"Hmm.. oke deh," ucap Russel.
"Okelah," ucap Michael.
"Oke," ucap Wisang.
"Setuju," ucap Mikael.
"Oke, sekarang tinggal nunggu waktunya!" ucap Sumire.
"Yosh! Kyoto kami datang!!" ucap Wisang.
.
.
.
-CHAPTER 65 END-
.
Setelah pembagian rapor dan dinyatakan lulus, Russel dan teman-temannya secara resmi telah naik kelas. Hari pertama mereka, tentunya mendapatkan kelas baru, dan juga teman baru.
Russel yang bertemu dengan Wisang secara tidak sengaja saat sedang berjalan menuju ke sekolah di hari pertama dikelas baru ini langsung menyapanya. Alhasil mereka berjalan bersama menuju ke sekolah dan melihat bahwa keadaan telah ramai, banyak siswa yang berkerumun di papan pengumuman yang berisi nama-nama siswa beserta kelas baru mereka.
Setelah melihat kelas mereka, Russel dan Wisang segera menuju ke kelas mereka. Di sana mereka bertemu dengan Ayaka dan Miko yang sudah lebih dulu datang ke sekolah. Disusul dengan Mikael, Michael, dan Rafael. Ya, tahun ini mereka semua mendapatkan kelas yang sama, yaitu 2-1.
Tanpa disadari ternyata mereka juga sekelas dengan Sumire, lantas ia menyapa Russel dan yang lainnya, lalu memperkenalkan teman-temannya yang lain, Tsubaki dan Suiren. Obrolan singkat mereka harus terpotong karena jam masuk akan segera tiba, maka mereka melanjutkan obrolan ketika istirahat makan siang nanti.
Istirahat makan siang tiba, dan mereka berkumpul di dalam ruangan kelas. Sambil membahas tentang study tour ke Kyoto, berhubung Sumire merupakan seorang sekretaris osis sekolah yang akan memudahkan penyampaian ide mereka. Setelah menyampaikan ide tempat wisata di Kyoto, dan mereka telah membuat kelompok untuk study tour nanti, hanya tinggal menunggu waktu saja sampai study tour dilaksanakan...
Kyoto We're Coming!!
.
Selanjutnya di Another Place - 他の場所 (Hoka No Basho) Chapter 66: Study Tour Ke Kyoto