Another Place

Another Place
Chapter 28: Masalah Baru



Liburan ke Tokyo telah usai. Russel dan teman-temannya  kembali menjalani kehidupan mereka seperti biasa di desa. Seminggu setelah sampai kembali di Hokkaido, sekolah sudah selesai direnovasi dan mereka sudah bisa kembali sekolah dengan normal. Hari pertama mereka dapat sekolah lagi, Russel bangun dari tidurnya dan langsung bersiap untuk pergi ke sekolah. Di perjalanan menuju sekolah, ia bertemu dengan Mikael.


"Hai, Sel." Ucap Mikael


"Oh, Mikael. Gimana liburan ke Tokyo kemarin?" Ucap Russel


"Yah.. seru sih. Walaupun aku banyak kena sialnya." Ucap Mikael


"Mungkin udah takdir itu, Mik." Ucap Russel


"Ya mau gimana lagi. Oh iya, ngomong-ngomong kamu dapat mimpi tentang Creator gak kemarin malam?" Ucap Mikael


"Hmm iya sih, aku juga dapat mimpinya." Ucap Russel


"Yaudah, nanti habis pulang sekolah kita ketemuan sama Creator aja." Ucap Mikael


"Ya bolehlah." Ucap Russel


"Oke, sekarang kita harus cepet masuk kelas. Nanti terlambat." Ucap Mikael


"Yaa.." Ucap Russel


Setelah mereka masuk ke dalam kelas dan duduk di kursi masing-masing. Russel bertanya kepada Ayaka mengenai soal mimpi tentang Creator.


"Ayaka, kamu dapat mimpi kah kemarin malam?" Ucap Russel


"Oh iya, aku juga dapat mimpi." Ucap Ayaka


"Hmm.. berarti kita semua dapat mimpi yang sama, kalo gitu nanti pulang sekolah kita ketemuan di bukit belakang sekolah ya." Ucap Russel


"Ohh.. okee." Ucap Ayaka


Kemudian, setelah itu mereka mengikuti kegiatan pembelajaran seperti pada umumnya, dan saat istirahat mereka berkumpul di kantin untuk membicarakan tentang bertemu dengan Creator nanti sepulang sekolah, sekaligus membahas tentang pengalaman liburan ke Tokyo seminggu yang lalu.


.


Waktu berlalu dan bel pulang sekolah telah berbunyi, Russel dan teman-temannya segera membereskan buku pelajaran dan segera menuju ke bukit belakang sekolah untuk bertemu Creator.


"Yosh, udah kumpul semuanya." Ucap Russel


"Kita masuk ke dimensi lain sekarang?" Ucap Wisang


"Hmm.. gak ada orang yang lihat kan." Ucap Michael


"Aman aman." Ucap Rafael


"Oke.. kalo gitu kita masuk sekarang." Ucap Russel.


Ia mengeluarkan Sacred Black Staff untuk membuka portal menuju dimensi lain, kemudian mereka semua masuk ke dalam portal tersebut.


.


.


.


Sementara itu, kemarin malam di bawah sana...


"Jack dan Kurai telah dikalahkan. Kita harus segera membuat rencana baru." Ucap Kuro


"Aku akan menghadapi mereka lagi suatu saat nanti, untuk saat ini aku akan menjelajahi dunia dulu." Ucap Kirin


"Mau pergi kemana kau, Kirin." Ucap Akane


"Yah.. aku akan menjelajahi dunia sambil mencari arti persaudaraan sebenarnya. Jangan khawatir, aku akan kembali lagi ke sini." Ucap Kirin


"Baiklah, kalau begitu hanya kita yang tersisa sekarang." Ucap Kuro


"Hmm.." Ucap Shi


"Yahh, dua dari kita telah tewas, Kirin juga pergi untuk sementara waktu. Tersisa kita bertujuh." Ucap Sora


"Apa ada yang siap untuk bertugas sekarang? Bagaimana dengan kau, Akane?" Ucap Noru


"Aku? Untuk saat ini aku masih mencari rencana baru, terlebih lagi partnerku dalam misi ini telah tewas. Jadi, aku perlu beberapa waktu untuk siap kembali." Ucap Akane


"Hmm.. kalau begitu apa ada yang siap sekarang?" Ucap Kuro


"Aku masih memerlukan beberapa penelitian tentang mereka." Ucap Sora


"Hmmm.. apa kalian siap? Shi dan Urami?" Ucap Kuro


"Aku siap kapan pun diperlukan." Ucap Shi


"Aku tidak ada masalah." Ucap Urami


"Baiklah, kalau begitu kalian berdua akan aku tugaskan untuk kembali merebut senjata legendaris mereka." Ucap Kuro


"Baiklah.." Ucap Shi


"Kalau begitu besok sore, kalian bisa melakukan serangan." Ucap Kuro


"Sekarang kita bubar?" Ucap Noru


"Ya, bubarkan pertemuan kali ini." Ucap Kuro


.


.


.


Sementara itu, Russel dan teman-temannya yang berada di dalam dimensi lain bertemu dengan Creator.


"Lama tidak bertemu dengan kalian." Ucap Creator


"Ya.. minggu lalu kami liburan ke Tokyo." Ucap Mikael


"Oh.. bagaimana? Apakah menyenangkan?" Ucap Creator


"Ya, banyak pengalaman baru yang kami dapat." Ucap Russel


"Baguslah." Ucap Creator


"Jadi ada perihal apa memanggil kami melalui mimpi?" Ucap Russel


"Hmm.. aku memanggil kalian kembali ke sini karena ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan." Ucap Creator


"Apa itu?" Ucap Ayaka


"Apakah senjata baru?" Ucap Mikael


"Sesuatu yang ingin aku sampaikan memang tidak jauh jauh dari itu." Ucap Creator


"Apa? Beneran senjata baru?" Ucap Mikael


"Bukan." Ucap Creator


"Yahh.." Ucap Mikael


"Sabar makanya, Mik. Creator aja belum bicara bahkan." Ucap Russel


"Jadi.. sebetulnya aku mendeteksi adanya senjata legendaris di sekitar tempat kalian berada di dunia nyata." Ucap Creator


"Bagaimana bisa?" Ucap Michael


"Aku menggunakan kemampuan pelacak dari Staff of Light yang dapat mendeteksi keberadaan senjata legendaris walaupun tempatnya berada di dimensi yang berbeda sekalipun." Ucap Creator


"Woah, jadi senjata legendaris apa yang berhasil dideteksi oleh Staff of Light?" Ucap Russel


"Untuk senjata legendarisnya sendiri masih belum dapat dipastikan." Ucap Creator


"Jadi apa yang harus kami lakukan selanjutnya?" Ucap Mikael


"Kalian bisa mengambil senjata legendaris itu. Karena materialnya dapat digunakan untuk meng-upgrade senjata legendaris kalian sekarang." Ucap Creator


"Eh? Jadi kita bisa meng-upgrade senjata legendaris kita menggunakan senjata legendaris lainnya?" Ucap Wisang


"Tidak semua, hanya beberapa material saya yang cukup sesuai untuk dapat meng-upgrade senjata legendaris lainnya, dan senjata legendaris yang terlacak menggunakan Staff of Light yang berada tak jauh dari lokasi kalian di dunia nyata saat ini material penyusunnya cukup cocok untuk meng-upgrade senjata legendaris kalian." Ucap Creator


"Jadi kita harus mengambil senjata legendaris itu." Ucap Mikael


"Ya, cukup bagus juga jika bisa upgrade senjata kita sekatang." Ucap Wisang


"Tunggu dulu, kenapa senjata legendaris itu tiba-tiba muncul?" Ucap Russel


"Betul juga." Ucap Mikael


"Kalau itu aku juga tidak tau penyebab pastinya." Ucap Creator


"Hmm.. baiklah tidak apa. Kalau begitu kami akan mencarinya sekarang." Ucap Russel


"Baiklah, lokasi senjata legendaris tersebut berada di dataran tinggi. Semoga beruntung, sampai jumpa lain waktu kalian." Ucap Creator


"Ya terimakasih, Creator." Ucap Russel


"Sampai jumpa lagi." Ucap Mikael


Setelah itu Russel dan teman-temannya kembali ke dunia nyata melalui portal dimensi yang dibuat dengan Sacred Black Staff milik Russel. Sesampainya di dunia nyata mereka langsung mencoba untuk mencari senjata legendaris seperti yang diberitahukan Creator kepada mereka.


"Jadi, kita cari sekarang nih senjata legendarisnya?" Ucap Mikael


"Boleh, kata Creator tadi kan senjata legendarisnya ada di dataran tinggi." Ucap Michael


"Kemungkinan ada di atas bukit sih." Ucap Russel


"Yaudah, ayo kita coba ke atas bukit." Ucap Mikael


"Ayoo." Ucap Ayaka, Michael, Rafael, Russel, dan Wisang


.


Setelah itu mereka menuju ke atas bukit, dan menemukan senjata legendaris yang dimaksud Creator.


"Itu kah senjata legendaris nya?" Ucap Mikael


"Hah.. iya, bener. Ayo kita ambil." Ucap Rafael


"Ayoo.." Ucap Michael


Tetapi, ketika mereka mendekati senjata legendaris tersebut dan hendak mengambilnya, tiba-tiba Shi dan Urami muncul.


"A-apa?!" Ucap Mikael


"Akhh.." Ucap Russel diterjang oleh Shi dan terlempar.


"Sel!!" Ucap Wisang


"Cih, siapa kalian berdua?!" Ucap Michael


"Kami berdua sekarang ditugaskan untuk mengambil senjata legendaris kalian." Ucap Urami


"Tidak akan kami serahkan!" Ucap Wisang


"Kami telah mengalahkan dua dari kalian. Apakah kalian tidak jera juga?" Ucap Rafael


"Ini akan jadi jauh lebih menarik.." Ucap Urami


.


.


.


Russel dan teman-temannya ditugaskan Creator untuk mengambil senjata legendaris yang berada di atas bukit. Tetapi ketika mereka hendak mengambilnya, tiba-tiba muncul Shi dan Urami yang sepertinya telah menunggu mereka di sana. Seketika Shi menerjang Russel hingga terlempar, dan membawa Russel pergi menjauh.


Selanjutnya Another Place - 他の場所 (Hoka No Basho) Chapter 28: Masalah Baru (2)