Another Place

Another Place
Chapter 36: Kesalahan



"Akan ku beri tau kau arti putus asa yang sebenarnya." Ucap Wisang


.


Urami yang terjatuh akibat terkena serangan Ayaka mengalami luka yang cukup berat. Tidak ingin melewatkan kesempatan yang terbuka, Wisang langsung berniat untuk segera menghabisinya.


"Cih.." Ucap Urami


"Kau telah mengakibatkan banyak masalah kepada kami setelah liburan, aku tak akan memaafkanmu." Ucap Wisang


"Si-sialan kau bocah." Ucap Urami, sambil mencoba untuk berdiri kembali.


.


Dengan cepat Wisang langsung berlari ke arah Urami dan mencoba untuk menebasnya.


"A-apa?!" Ucap Urami


"Habislah kau!!" Ucap Wisang


.


*TAKKKK


Shi melempar tulangnya dari jarak yang cukup jauh, namun itu cukup untuk menghentikan Wisang menyerang Urami.


"Tulang?!" Ucap Wisang, setelah menyadari bahwa serangan yang dilancarkan Shi hampir saja mengenai dirinya, seketika ia kembali mundur.


.


"Apa kamu gak apa Wis?" Ucap Mikael


"Ya, aku gak apa. Hampir aja tulang Shi kena aku tadi." Ucap Wisang


"Walau mereka terpisah dalam jarak yang cukup jauh, tapi Shi masih bisa menyelamatkan Urami di saat yang tepat." Ucap Russel


"Hmm aku rasa ini gak akan mudah." Ucap Wisang


"Jadi gimana cara kita melawan mereka sekarang?" Ucap Ayaka


"Kedua skema kita tadi udah gak bisa dipakai lagi, terpaksa aku harus buat strategi baru." Ucap Russel


"Hmm, apakah kau perlu bantuan, Sel?" Ucap Michael


"Yah.. kurasa hanya mengulur waktu sedikit lagi, sampai aku menemukan strategi yang bagus." Ucap Russel


"Baiklah, apakah kita harus menyerang mereka sekali lagi?" Ucap Michael


"Aku setuju dengan itu." Ucap Wisang


"Oke, kalo gitu kita bakal pakai formasi biasa." Ucap Michael


"Apa aku harus ikut menyerang?" Ucap Rafael


"Kamu di sini aja, lindungi Russel." Ucap Michael


"Hmm, oke deh." Ucap Rafael


.


Sementara itu Shi segera pergi menghampiri Urami..


"Apa kau baik-baik saja Urami?" Ucap Shi


"Yah, hanya sedikit luka karena bocah itu." Ucap Urami sambil menunjuk ke arah Ayaka.


"Apakah kau masih bisa melanjutkan pertarungan?" Ucap Shi


"Yah, jangan hiraukan aku. Kita harus bisa mendapatkan senjata legendaris mereka." Ucap Urami


"Hmm, jangan memaksakan kondisimu Urami." Ucap Shi


"Ya, aku tau itu." Ucap Urami


.


Sementara itu Michael, Ayaka, Mikael, dan Wisang telah siap untuk menyerang.


"Yosh, ayo kita serang mereka sekali lagi." Ucap Michael


"Ayoo." Ucap Wisang


"Aku akan membalaskan dendamku." Ucap Mikael


.


Michael memimpin mereka dengan berlari paling depan, disusul Ayaka, Mikael, dan Wisang dibelakangnya.


"Apa? Mereka melakukan serangan yang sama lagi?" Ucap Shi


"Rasakan ini!! Blazing Strike!!" Ucap Michael, ia menghantam tanah dengan Blazing War Axe miliknya, seketika tanah menjadi retak, dan mengalir lava dari dalam retakan tersebut.


"Si-sialan?! Apa-apaan ini?" Ucap Urami


"Hati-hati, jangan sampai terkena lava nya." Ucap Shi


"Aku tau!!" Ucap Urami


.


Namun serangan belum berakhir sampai disitu. Ayaka langsung memutar Kusharigama miliknya.


"Crimson Manuver!!" Ucap Ayaka.


"Cepat sekali?!" Ucap Shi. Dengan reflek miliknya ia memunculkan perisai yang terbuat dari tulang untuk menahan serangan Ayaka.


*CTANGGG


Putaran Kusharigama Ayaka yang beradu dengan perisai tulang milik Shi, nampaknya mampu dimenangkan oleh Shi. Kepadatan tulangnya yang sangat kuat membuatnya tidak dapat ditembus dengan Crimson Manuver.


"Ha.. masih bisa ditahan.." Ucap Urami


.


"Jangan lengah Urami, sekarang kesempatan kita menyerang mereka." Ucap Shi


"Baiklah!!" Ucap Urami, ia melompat ke arah atas dan melempar kedua cakram miliknya.


"A-apa?!" Ucap Mikael


*BRUKKKK


Kedua cakram itu melesat dengan cepat, dan mengenai Michael dan Ayaka. Seketika mereka terlempar, dan menerima luka yang cukup berat.


"AKHHH.." Ucap Michael dan Ayaka


"MICH?!!" Ucap Wisang


"Sialan kau!!" Ucap Mikael


.


Namun tak berhenti sampai di situ, Urami juga berhasil mengambil senjata mereka berdua menggunakan kekuatan magnetic yang dimiliki cakramnya.


Urami berlari dengan cepat ke arah Mikael dan Wisang, dan hendak menebasnya menggunakan Kusharigama milik Ayaka.


"Ini gak akan bisa dihindari!!" Ucap Wisang


"Akh.. sialann!!" Ucap Mikael


"Tamatlah riwayatmu!!" Ucap Urami


"TI-TIDAKK!!" Ucap Michael


*TAKKKK


.


.


.


"A-APA?!!" Ucap Urami


"Ti-tidak mungkin!! Teknik itu lagi?!" Ucap Shi


"Kau telah masuk ke perangkap ku." Ucap Russel


"Selesai sudah permainan kalian." Ucap Rafael


"Si-sialan aku gak bisa bergerak!!" Ucap Urami


Berkat Ayaka, Michael, Mikael, dan Wisang yang mengulur waktu sehingga Russel dapat menggunakan teknik Mutekinya, dna menjebak Urami di saat yang tepat, ketika ia hendak menyerang Mikael dan Wisang.


.


"Urami!! Aku akan menolongmu!!" Ucap Shi


"Tidak secepat itu!! Musuhmu adalah aku!!" Ucap Rafael, yang dengan cepat segera menghadang Shi untuk menolong Urami.


"Cih.. kau tidak akan bisa menghalangi ku!!" Ucap Shi yang langsung berlari dan hendak menusuk Rafael dengan tulangnya.


"Energy Ball Prison!!" Ucap Rafael, ia menciptakan sebuah perisai bola energi yang membuat Shi terperangkap di dalamnya.


"Si-sialan." Ucap Shi


.


"Kerja bagus, Raf." Ucap Wisang


"Sekarang kita akhiri semua ini." Ucap Russel


"Ayo kita ambil cakram miliknya." Ucap Mikael


"Be-beraninya kau!!" Ucap Urami


.


*BRAKKKK


"Jangan kau berani mengambil senjatanya!!" Ucap Shi, ia berhasil keluar dari dalam bola pelindung milik Rafael dengan mengeluarkan tulang dari sekujur tubuhnya yang menyebabkan bola pelindung tersebut menjadi pecah berkeping-keping.


.


Dengan cepat Shi langsung menuju ke arah Urami untuk menyelamatkannya.


"TIDAK AKAN AKU BIARKAN!!" Ucap Shi


"A-APA?!" Ucap Wisang


Shi datang dan langsung menghantam Russel dengan sangat keras hingga ia terpental.


"AKHH.." Ucap Russel


"SELLL!!!" Ucap Rafael


Tak berhenti di situ Shi berbalik dan ia menghantam Wisang hingga terpental juga.


"AKHHH!!" Ucap Wisang


"Si-sialan!! Ini masih belum selesai!!" Ucap Mikael, dengan cepat ia berlari menghindari Shi dan langsung menusuk Urami dengan menggunakan katana miliknya.


"AKHHHHH...." Ucap Urami


.


"URAMIIII!!!" Ucap Shi


.


.


.


"Sudah selesai." Ucap Russel


.


"Tak akan kubiarkan kau pergi!!" Ucap Mikael, yang hendak mengejar Shi. Tetapi upayanya gagal dan Shi berhasil melarikan diri.


.


"Sialan! Lagi-lagi dia berhasil kabur!" Ucap Mikael


"Tenang dulu Mik." Ucap Russel sambil memegangi tubuhnya yang terluka.


"Yah.. yang penting kita masih bisa selamat." Ucap Ayaka


Wisang menghampiri Urami yang telah tergeletak tak bergerak di tanah.


"Apa Urami sudah tewas?" Ucap Wisang


"Ya, sepertinya begitu." Ucap Rafael


"Tadi serangan Mikael tepat mengenai jantungnya." Ucap Michael


"Hahhh..." Ucap Mikael yang kelelahan.


"Sekarang kita harus segera ke rumah sakit." Ucap Rafael


"Yah.. ayo kita pergi.." Ucap Russel


"Baiklah.." Ucap Wisang


.


.


.


Kesalahan fatal Shi yang mengulur banyak sekali waktu berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Russel dan teman-temannya untuk dapat menyusun rencana yang pada akhirnya menyebabkan tewasnya Urami, namun setelah itu Shi berhasil untuk melarikan diri dari pertarungan, meninggalkan jasad Urami bersama dengan Russel dan teman-temannya di sana. Mereka akan segera melakukan beberapa perawatan di rumah sakit. Tetapi semua ini belum usai, esok hari mereka masih harus menghadapi banyak permasalahan yang akan segera tiba.


Selanjutnya di Another Place - 他の場所 (Hoka No Basho) Chapter 37: Persiapan Festival Olahraga