Another Place

Another Place
Chapter 23: Tokyo (Hari Ke-2)



Liburan di Tokyo, Hari Ke 2


.


"Oi Mik, bangun!!" Ucap Russel


"Kenapa dah dia, udah jam 8 ini. Kita mau ke Meiji Jingu, kalo gak bangun kita tinggal." Ucap Rafael


"Emang dia semalem ga tidur, Sel?" Ucap Wisang


"Ehh Aku gak tau sih, semalam aku bisa tidur sih. Soalnya kan ditukar juga jadi aku sama Mikael, Wisang sama Rafael, supaya menghindari ribut lagi." Ucap Russel


"Sini dah biar aku bangunin dia." Ucap Michael


Ia menghampiri Mikael dan mengguncang-guncangkan tubuh Mikael.


"Ehh.. ehh apa-apaan ini?" Ucap Mikael


"Nah, bangun juga dia." Ucap Rafael


"Bangun Mik, udah jam 8. Kita mau berangkat ke Meiji Jingu sebentar lagi. Mendingan kamu langsung mandi terus siap-siap dah, kami udah siap berangkat semua." Ucap Russel


"Waduh kesiangan aku, yaudah tungguin ya. Aku mau mandi dulu." Ucap Mikael sambil berlari ke kamar mandi.


"Hadeh, jadi gimana nih sekarang?" Ucap Rafael


"Mau ke konbini?" Ucap Ayaka


"Hmm boleh deh, sekalian beli sarapan." Ucap Russel


"Yaudah kalo gitu aku mau pake sepatu dulu." Ucap Rafael


"Oi Mik, kami mau ke konbini. Kamu kalo udah selesai langsung nyusul aja. Kunci Airbnb ada di meja ya." Ucap Russel


"Oh, oke oke." Ucap Mikael dari dalam kamar mandi.


.


Sementara itu ketika telah tiba di konbini, Russel dan yang lain mencari makanan untuk sarapan pagi ini.


"Beli apa kamu, Sel?" Ucap Wisang


"Ya aku sih paling beli dua onigiri. Satu mentaiko sama tuna mayo deh, dan juga aku beli dua lagi buat si Mikael, murah 1 nya 150 Yen." Ucap Russel


"Oh, Hmm.. Aku kayaknya Shrimp Cutlet with Tartare Sauce Sandwich, harganya sekitar 450 Yen." Ucap Wisang


"Boleh juga. Kalo kamu, Mich?" Ucap Russel


"Hmm.. Aku onigiri juga deh. Salmon sama Ikura." Ucap Michael


"Rafael beli apa?" Ucap Russel


"Nah ini nih." Ucap Rafael sambil membawa sarapannya yaitu Bento Set.


"Buset dah." Ucap Wisang


"Bento Set?! Mahal banget itu 1100 Yen, kalo aku mending beli pas diskon malam hari." Ucap Russel


"Ya gak apa lah, sekali-sekali aku beli ini." Ucap Rafael


"Bener juga kamu Sel, kalo malam di konbini biasanya ada diskon bento." Ucap Wisang


"Ayaka beli sushi?" Ucap Russel


"Iya, Aku beli ini aja kayaknya. 250 Yen, Miko juga sama sushi juga." Ucap Ayaka


"Oke sip, ayo kita bayar semua sekarang." Ucap Russel


"Tunggu dulu." Ucap Rafael


"Kenapa?" Ucap Russel


"Minumnya belum." Ucap Rafael


"Bener juga." Ucap Russel


"Aku beliin kalian semua teh hijau mau?" Ucap Rafael


"Aku air aja deh, Raf." Ucap Wisang


"Yang lain gak masalah teh hijau?" Ucap Rafael


"Aku sih gak masalah." Ucap Russel


"Iya, gak apa." Ucap Ayaka


"Oke, kalo gitu 6 teh hijau sama 1 air." Ucap Rafael


"Udah semua kan, sekarang ayo ke kasir." Ucap Russel


"Ayoo." Ucap Rafael


.


Setelah membayar dan keluar dari konbini, dari kejauhan terlihat Mikael berlari ke arah mereka.


"Nah itu dia Mikael." Ucap Rafael


"Hahh.. maaf aku kesiangan tadi." Ucap Mikael


"Gak apa, pintu Airbnb dah di kunci kan?" Ucap Russel


"Udah, nih kuncinya." Ucap Mikael


"Oke, nice. Ini, Mik. Mentaiko onigiri sama tuna mayo onigiri. Aku traktir." Ucap Russel


"Wah, ini baru mantep." Ucap Mikael


"Yaudah kita makan sekarang aja, habis itu kita harus cepet ke stasiun." Ucap Rafael


"Yaudah mari makan." Ucap Russel


.


.


.


Setelah selesai memakan sarapan mereka. Russel dan teman-temannya langsung berangkat ke stasiun, setibanya di sana mereka langsung membeli tiket dan segera menuju kereta. Di dalam kereta Russel yang duduk dengan Mikael langsung bertanya mengenai kejadian tadi pagi.


"Tadi pagi kenapa kamu kesiangan, Mik?" Ucap Russel


"Ya itu, semalam aku mimpi buruk." Ucap Mikael


"Kok bisa? Mimpi apa emang?" Ucap Russel


"Entah, aku gak tau pastinya. Intinya di dalam mimpinya ada seorang pria yang mengenalkan dirinya sebagai Kuro, dan ia menyandera aku." Ucap Mikael


"Terus kamu berhasil kabur?" Ucap Russel


"Aku berhasil kabur, tapi Kuro sempat bilang sesuatu di dalam mimpi itu." Ucap Mikael


"Bilang apa?" Ucap Russel


"Nah itu, aku lupa dia bilang apaan." Ucap Mikael


"Yeh, terus gimana keadaanmu sekarang?" Ucap Russel


"Yah, masih agak shock sih. Aku juga jadi kurang tidur." Ucap Mikael


"Berarti pas banget." Ucap Russel


"Kenapa?" Ucap Mikael


"Kan sekarang kita mau ke kuil Meiji Jingu, yah baguslah buat relaksasi, karena suasananya yang tenang." Ucap Russel


"Bener juga, yaudah deh semoga aku bisa lebih tenang nanti." Ucap Mikael


.


.


.


Setelah melewati perjalanan kereta selama beberapa waktu dan turun di stasiun, Russel dan teman-temannya menggunakan taksi untuk pergi ke tempat yang akan mereka tuju, tak butuh waktu lama akhirnya mereka tiba di Kuil Meiji Jingu. Sesampainya di sana, mereka langsung disambut dengan banyak pepohonan yang sangat rimbun, namun tetap asri.



(Meiji Jingu, by Wikipedia)


.


"Gimana, Mik? Udah lebih tenang?" Ucap Russel


"Yah, tenang sih suasananya." Ucap Mikael


"Kenapa emang si Mikael?" Ucap Wisang


"Katanya dia semalam mimpi buruk, jadi ya sekarang dia relaksasi dulu di sini." Ucap Russel


"Ya bagus sih, di sini emang cocok buat relaksasi, karena suasananya mendukung." Ucap Rafael


"Yaudah ayo kita lanjut jalan lagi." Ucap Russel


"Oke, ayo." Ucap Rafael


.


Setelah berkeliling selama beberapa waktu, kemudian mereka berfoto di spot-spot yang sekiranya cukup keren untuk berfoto bersama. Rencana selanjutnya adalah mereka akan beristirahat sebentar, dan kemudian melanjutkan perjalanan wisata mereka ke daerah Roppongi Hills, Minato.



(Mohri Garden, by Wikipedia)


.


"Kita istirahat sebentar di sini. Sekarang juga udah mau jam 12. Karena Kuil Meiji Jingu ini tutup jam 6 sore nanti, kita harus lanjut ke tempat berikutnya." Ucap Rafael


"Oke deh, nanti kita lanjut ke Mohri Garden?" Ucap Russel


"Ya, sebelumnya kita bakal makan siang dulu di Mohri Tower, aku denger ada restoran yakiniku yang enak." Ucap Rafael.


"Wah, yakiniku." Ucap Mikael


"Kedengarannya enak." Ucap Wisang


"Jadi gak sabar aku." Ucap Michael


"Ayaka sama Miko gimana dengan yakiniku?" Ucap Russel


"Ah- itu gak apa kok, yakiniku enak juga kayaknya." Ucap Ayaka


"Oke, berarti nanti kita naik taksi aja?" Ucap Russel


"Iya, soalnya deket juga letaknya dari sini." Ucap Rafael


"Sip, sekarang kita istirahat dulu deh." Ucap Mikael


"Jangan kelamaan ya." Ucap Wisang


"Iya, iya. Tenang aja." Ucap Mikael


.


Setelah merasa cukup beristirahat, Russel dan teman temannya segera melanjutkan perjalanan wisata hari ke 2 mereka. Menggunakan taksi, mereka pergi ke Roppongi Hills, tepatnya ke Mohri Garden dan Mohri Tower. Karena kedua tempat wisata itu merupakan salah satu tempat yang paling terkenal bila berkunjung ke daerah Roppongi.


"Yosh, kita sampai." Ucap Russel


"Oke deh, ayo." Ucap Russel


"Yakiniku, udah lama aku gak makan." Ucap Mikael


"Ayo ayo." Ucap Michael


.


Mereka segera bergegas ke restoran yakiniku yang direkomendasikan Rafael. Mikael dan Michael terlihat sangat antusias pada makan siang kali ini. Mereka memesan daging sapi wagyu yang berkualitas untuk dimakan.


"Mantap, ini aja udah enak sih." Ucap Mikael


"Emang kamu ada duit nya, Mik?" Ucap Russel


"Ah- ehh itu.." Ucap Mikael


"Kalo soal itu gak usah khawatir, nanti aku bayarin separuhnya. Lagipula ini liburan kita juga kan, jadi nikmati sebaik-baiknya." Ucap Rafael


"Makasih, Raf." Ucap Mikael


"Nah gini kan enak, akur." Ucap Michael


"Mungkin karena habis relaksasi, jadi tenang pikiran mereka." Ucap Ayaka


"Bisa jadi juga sih." Ucap Wisang


"Haha.. bisa aja. Waduh, makanan udah dateng nih, ayo ayo kita makan dulu." Ucap Rafael


"Oke, ini dipanggang dulu dagingnya." Ucap Russel


"Kalo soal itu Michael jago nya." Ucap Rafael


"Betul, serahkan kepadaku soal panggang yakiniku." Ucap Michael


"Sini biar aku bantu, Mich." Ucap Mikael


"Kalian berdua semangat banget kayaknya." Ucap Ayaka


"Iya dong, ini penting banget." Ucap Mikael


"Yaudah ayo, dipanggang dulu." Ucap Russel


"Siap.." Ucap Mikael dan Michael


.


Tak perlu waktu lama untuk menghabiskan hidangan yang cukup mewah itu. Setelah mereka semua kenyang dengan makanan yang dihidangkan, mereka melanjutkan rencana awal, yaitu pergi ke Mohri Garden.


"Hahh.. kenyangnya." Ucap Mikael


"Bener, sering-sering lah ke yakiniku." Ucap Michael


"Emang bener sih, enak. Boleh juga rekomendasimu, Raf." Ucap Russel


"Aku sih liat di artikel kuliner tadi, ternyata beneran enak sih rasa makanannya." Ucap Rafael


"Yah, kalo aku rate mungkin 9/10." Ucap Wisang


"Ayaka sama Miko kenyang?" Ucap Russel


"Kenyang.." Ucap Ayaka dan Miko


"Kalo gitu kita lanjut ke Mohri Garden.." Ucap Russel


"Ayoo." Ucap Wisang


.


Suasana Mohri Garden yang memiliki banyak pepohonan yang rindang menjadikan lingkungan taman yang sangat asri membuat sensasi yang sangat nyaman. Ditambah dengan kolam dan air terjun yang menambah ketenangan.


"Yahh, hari ini bener-bener rileks sih." Ucap Mikael


"Aku rasa juga gitu, bener-bener tenang." Ucap Russel


"Yaa, sekali kali kita juga gak berurusan sama musuh." Ucap Wisang


"Bener, sekarang kita harus nikmati suasana ini." Ucap Rafael


"Jadi gak mau pulang.." Ucap Mikael


"Bagus, habis ini kita mau lanjut lagi ke Skydeck di Mohri Tower ya. Sekalian ngeliat pemandangan kota sore hari." Ucap Rafael


"Boleh juga tuh, malamnya kita makan apa ya kira-kira?" Ucap Russel


"Emm.. Aku lagi pengen makan sashimi.." Ucap Ayaka


"Oke, sashimi." Ucap Russel


"Ehh.. yang lain gak masalah?" Ucap Ayaka


"Aku sih gak masalah, kayaknya boleh juga." Ucap Mikael


"Yaa, makanan hari ini enak-enak sih." Ucap Wisang


"Untuk menutup hari oke lah." Ucap Michael


"Kamu gak keberatan, Miko?" Ucap Ayaka


"A-aku ikut kamu aja." Ucap Miko


"Oke deh, kalo gitu aku coba cari restoran yang enak lagi di artikel." Ucap Rafael


"Berhubung udah mau jam 5 gimana kalo kita ke Skydeck sekarang?" Ucap Russel


"Hmm boleh." Ucap Ayaka


"Lets goo." Ucap Wisang


.


.


.


Setibanya di Skydeck Mohri Tower, mereka langsung kagum dengan pemandangan sore hari kota Tokyo yang sangat indah



(Mohri Tower, by Wikipedia)


.


"Woah, pemandangannya gak kalah dari Tokyo Skytree kemarin." Ucap Mikael


"Yup, keren juga di sini." Ucap Wisang


"Liat, itu Tokyo Skytree (Sambil menunjuk)." Ucap Russel


"Mana?" Ucap Michael


"Oh iya bener itu." Ucap Ayaka


"Keren juga ya, bisa liat pemandangan dari sini." Ucap Rafael


"Seperti biasa.." Ucap Michael


"Apa?" Ucap Rafael


"Foto foto kan?" Ucap Russel


"Betul." Ucap Ayaka


"Oke, ayo kita foto foto. Mumpung suasananya lagi bagus." Ucap Mikael


"Ayoo.." Ucap Wisang


.


Setelah berfoto cukup lama, hari pun mulai gelap, dan mereka mulai lapar.


"Laper nih.." Ucap Mikael


"Sama." Ucap Michael


"Ya udah malam juga sih, jadi mau makan sashimi kayak rencana tadi?" Ucap Russel


"Aku sih ayo aja." Ucap Wisang


"Jadi udah ada rekomendasi restoran yang bagus, Raf?" Ucap Russel


"Oh ada restoran Izakaya yang terkenal di Mohri Tower ini. Mau kesana?" Ucap Rafael


"Boleh tuh. Ayo deh." Ucap Russel


"Ayo, aku dah laper." Ucap Mikael


"Iya sabar napa." Ucap Rafael


"Ayo ayo, jalan." Ucap Michael


.


.


.


Tak butuh waktu lama, mereka pun tiba di restoran Izakaya yang direkomendasikan Rafael.


"Mantap, tempatnya enak nih buat ngobrol-ngobrol." Ucap Mikael


"Di Izakaya bisa pesen sake sih sebenernya, tapi kita ganti jadi teh hijau aja." Ucap Michael


"Ya, sashimi sama teh hijau untuk menutup hari ini." Ucap Russel


"Oke, Aku pesen dulu makanannya." Ucap Rafael


"Tempatnya nyaman banget ya, Miko." Ucap Ayaka


"Iya." Ucap Miko


.


Setelah makanan dan minuman yang mereka pesan telah tiba, mereka melakukan *kanpai.


*Kanpai: Sebelum makan, biasanya akan dilakukan bersulang gelas minuman.


"Yah, terimakasih untuk kerja kerasnya sepanjang hari ini." Ucap Russel


"Ayo kita makan sekarang." Ucap Mikael


"Silahkan, makan yang banyak." Ucap Rafael


"Selamat makan semua." Ucap Ayaka


"Ayo, makan semua." Ucap Wisang


.


.


.


Berakhir sudah hari Ke 2 liburan di Tokyo. Russel dan teman-temannya mendapatkan banyak pengalaman baru yang sangat seru hari ini, ditambah dengan makan di Izakaya sebagai penutup hari, mereka mengobrol satu sama lain, sharing berbagai pengalaman yang belum pernah mereka ceritakan. Tertawa bersama dan introspeksi diri bersama. Tak terasa hari sudah malam, dan mereka kembali pulang menuju Airbnb untuk tidur dan menjalani esok hari.


Selanjutnya di Another Place - 他の場所 (Hoka No Basho): Tokyo (Hari Ke-3)