Another Place

Another Place
Chapter 33: Sepadan (4)



"Ce-cepat sekali!!" Ucap Mikael


Shi mengeluarkan tulang dari telapak tangannya dan bersiap untuk menyerang ke arah mereka.


"Cihh.." Ucap Rafael


Ia berdiri di depan teman-temannya dan mengeluarkan dinding pelindung untuk menahan serangan Shi.


"Ha? Dinding pelindung itu lagi?" Ucap Shi


Ia mempercepat langkahnya dan menusukkan tulang pada telapak tangannya ke dinding pelindung yang dibuat oleh Rafael. Seketika, dinding pelindung tersebut pecah berkeping-keping seketika.


"A-apa?!" Ucap Rafael


"Ku-kuat sekali tulangnya?!" Ucap Wisang


Setelah menghancurkan dinding pelindung yang dibuat oleh Rafael, Shi langsung melanjutkan serangannya dengan menebas Rafael dengan tulangnya hingga Rafael terjatuh.


"Akhh.." Ucap Rafael


"RAF!!" Ucap Mikael


Tak berakhir di situ, Shi kembali menyerang mereka. Ia melompat dan melemparkan kedua tulang yang dipegangnya ke arah Russel dan Wisang. Kekuatan lemparan tulangnya tak main-main, tulang tersebut meluncur di udara bagaikan peluru dengan sangat cepat.


"APA?!" Ucap Russel


*CTANGGG (Russel dengan cepat menangkis tulang tersebut dengan Sacred Black Staff miliknya.)


Tetapi Wisang yang tidak sempat untuk bergerak banyak, terkena serangan Shi. Hal itu mengakibatkan luka pada lengan sebelah kanan Wisang.


"Akhh.." Ucap Wisang


"WIS!!" Ucap Mikael


.


Setelah serangan beruntun tersebut, Shi nampaknya memberikan sedikit nafas untuk Russel dan teman-temannya, Ia mundur sementara dan berdiri di sebelah kanan Urami.


"Hahh.. dia sangat kuat. Padahal baru serangan tulang sederhana." Ucap Russel


"Gimana kamu bisa tau itu serangan sederhana?" Ucap Wisang


"Yah.. karena Shi adalah pengguna elemen tulang. Aku rasa ia bisa memanipulasi segala tulang di tubuhnya. Karena serangan barusan hanya menggunakan tulang pada lengan tangan, seharusnya ia masih memiliki banyak variasi serangan dengan menggunakan tulang-tulang lain di tubuhnya." Ucap Russel


"Hmm, tapi kenapa tulangnya sangat keras? Apakah itu salah satu kekuatannya?" Ucap Mikael


"Mungkin saja, menurutku kepadatan tulangnya berbeda dari tulang manusia pada umumnya. Aku rasa ia memiliki kemampuan khusus untuk membuat tulangnya menjadi sangat padat." Ucap Russel


"Hmm, jadi gimana selanjutnya? Aku sama Wisang terluka." Ucap Rafael


"Kalian masih bisa ikut serang gak?" Ucap Michael


"Aku kayaknya gak bisa, lukanya lumayan dalam. Di kaki pula." Ucap Rafael


"Hentikan pendarahannya dulu." Ucap Mikael


"Ya tau, ini lagi dicoba." Ucap Rafael


"Kalo kamu, Wis? Masih bisa ikut serang?" Ucap Michael


"Hmm, kayaknya kalo aku masih bisa sih." Ucap Wisang


"Oke.. jadi sekarang kita butuh strategi." Ucap Michael


"Apa kamu punya strategi, Sel?" Ucap Wisang


"Hmm.. sebentar.." Ucap Russel


"Kalau mereka berdua melakukan serangan gabungan, bisa bahaya. Kombo mereka bisa tidak terkalahkan, Urami dengan elemen magnetnya, dan Shi dengan serangan cepat menggunakan tulangnya." Ucap Ayaka


"Jadi gimana caranya?" Ucap Michael


"Apa itu? Sekarang kita gak punya banyak pilihan, ngambil sedikit resiko gak apa." Ucap Michael


"Tapi kalau bahaya juga bisa gawat." Ucap Wisang


"Ya, denger dulu apa strateginya?" Ucap Mikael


"Jadi gimana strateginya, Sel?" Ucap Micha


"Hmm.. aku kepikiran karena kalau mereka berdua melakukan serangan gabungan, itu bisa dibilang hampir mustahil buat dikalahkan, karena kekuatan mereka berada jauh di atas kita sekarang dan juga elemen Urami yang sangat merepotkan. Jadi mau gak mau kita harus memisahkan mereka." Ucap Russel


"Tapi gimana caranya? Kan kamu sendiri yang bilang mereka mempunyai kemampuan di atas rata-rata, ditambah Shi yang sepertinya bisa menganalisa pertarungan dengan baik." Ucap Michael


"Apa kita harus memaksa mereka?" Ucap Wisang


"Ya, kita harus memaksa mereka gimanapun caranya untuk berpisah. Dengan cara itu mereka akan lebih mudah untuk dikalahkan satu per satu. Karena kalau Urami ada di sini, ia bisa mengambil senjata legendaris kalian dengan mudah dan kemudian serangan akan dilanjutkan oleh Shi dalam jarak dekat dengan tulangnya." Ucap Russel


"Jika mereka ga dipisahkan, mustahil kita bisa menang." Ucap Mikael


"Hmm.. jadi gimana? Cara apa yang bisa kita pake buat misahin mereka?" Ucap Michael


"Aku punya beberapa strategi untuk misahin mereka berdua." Ucap Russel


"Gimana?" Ucap Mikael


"Strategi pertama, aku akan melawan Urami dan kalian semua harus bisa menekan Shi hingga ia mundur dan menjauh dari Urami." Ucap Russel


"Hmm, boleh juga." Ucap Wisang


"Pengaruh dari strategi pertama yaitu ketika aku nahan Urami di satu momen, ia gak akan bisa kabur karena tertahan oleh aku. Dan juga kalian yang akan menghadapi Shi, kemungkinan berhasilnya juga akan lebih tinggi. Kalian hanya perlu buat Shi gak bisa bantu Urami dalam satu kondisi, begitupun juga sebaliknya." Ucap Russel


"Hmm, kelihatannya masih bisa dipatahkan oleh mereka." Ucap Wisang


"Jadi apa strategi berikutnya?" Ucap Michael


"Strategi kedua ini akan lebih beresiko. Strategi kedua ini adalah kebalikan skema pertama tadi. Karena Shi mungkin gak akan melepaskanku begitu aja, dia bisa langsung mengajak aku duel supaya tidak melawan Urami secara langsung. Aku akan melawan Shi dan kalian semua akan melawan Urami." Ucap Russel


"Tapi gimana caranya? Senjata legendaris kami aja bisa ditangkep sama Urami." Ucap Michael


"Ingat, setiap teknik pasti memiliki kelemahan. Sama seperti saat kita melawan Kurai hari itu. Teknik yang kuat, memiliki bayaran tersendiri. Yaitu, tenaga dan juga interval. Jadi, semakin kuat suatu teknik, maka akan semakin lama interval yang diperlukan penggunanya untuk dapat menggunakan teknik itu lagi." Ucap Russel


"Hmm, masuk akal juga." Ucap Michael


"Apa hanya itu?" Ucap Wisang


"Ya, kurang lebih dua strategi itu yang mungkin bisa kita gunakan." Ucap Russel


"Oke, analisa yang bagus, Sel. Sekarang tinggal kita terapkan." Ucap Wisang


"Yosh. Kita serang mereka sekarang?" Ucap Mikael


"Ya, biarkan Rafael istirahat dulu di sini." Ucap Michael


"Oke.." Ucap Rafael


Russel dan teman-temannya mulai maju perlahan dan bersiap untuk melakukan serangan.


"Ohh, mereka sudah siap?" Ucap Urami


"Baiklah, ini yang aku tunggu... Musuh yang sepadan.." Ucap Shi


.


.


.


Russel dan teman-temannya telah menyusun rencana untuk dapat mengalahkan Shi dan Urami. Dengan kondisi Rafael yang tidak bisa ikut membantu dalam pertarungan, kali ini mereka akan bertarung dengan sangat hati hati dikarenakan tidak ada Rafael sebagai support utama mereka ditambah juga dengan musuh yang mereka hadapi saat ini bukanlah musuh yang memiliki kekuatan rata-rata. Shi dan Urami merupakan seorang yang memiliki kemampuan unik yang dapat merepotkan targetnya. Mereka akan mengerahkan seluruh kemampuan mereka untuk dapat mengalahkan Shi dan Urami.


Selanjutnya di Another Place - 他の場所 (Hoka No Basho) Chapter 34: Sepadan (5)