
Sebelumnya di festival olahraga, kelas 1-1 berhasil memenangkan pertandingan sepak bola pembuka melawan kelas 1-3 dengan skor akhir 1-0. Kini waktu menunjukkan pukul 08.30 yang berarti pertandingan kedua babak 16 besar sepak bola akan segera dimulai. Yang mempertemukan kelas 1-2 dengan kelas 1-5. Russel yang menonton di kursi penonton ingin melihat strategi permainan lawan kelas mereka.
.
Nampak dari kejauhan Mikael dan teman-teman sekelasnya sudah bersiap di lapangan.
"Hmm.. kira-kira apa strategi mereka.." Ucap Russel
Starting line up kelas 1-2 menggunakan formasi 4-3-3, sedangkan kelas 1-5 menggunakan formasi 4-4-2.
Tak lama setelah itu wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan dimulai.
*PRITTTTTTT
Kelas 1-2 yang mendapat bola langsung memulai serangan dengan cepat ke arah gawang kelas 1-5. Namun serangan tersebut masih bisa digagalkan oleh pemain bertahan kelas 1-5, serangan balik cepat dimulai, kelas 1-2 membuat formasi untuk bertahan. Namun semua pemain bertahan kelas 1-2 berhasil dilewati oleh penyerang kelas 1-5, ia melakukan shoot keras ke arah gawang dan sayang sekali Mikael tak mampu untuk memblok serangan yang menuju ke arah kanan gawang.
"ADUHH.. Mereka terlalu fokus ke banyak orang, jadi kebobolan.." Ucap Russel
Kedudukan 1-0 untuk kelas 1-5 pada menit ke 3 babak 1.
Kemudian pertandingan berlanjut, menit demi menit berganti, tak ada serangan yang berpotensi menjadi gol yang dilakukan oleh kelas 1-2, karena kelas 1-5 memaksimalkan pertahanan mereka agar tidak terjadi blunder yang dapat membuat kelas 1-2 menyamakan kedudukan.
*PRITTTT
Peluit panjang wasit dibunyikan, tanda berakhirnya babak pertama. Semua pemain dari kedua kelas diberikan waktu selama beberapa menit untuk beristirahat dan menyusun strategi.
Russel yang nampak gelisah di kursi penonton, kemudian berjalan menuju bench kelas 1-2.
"Halo semua.." Ucap Russel
"Oh hai, Sel.." Ucap salah satu teman sekelasnya.
"Yahh kelas kita kalah.." Ucap yang lain.
"Masih belum, masih ada 15 menit babak kedua buat membalikan keadaan." Ucap Ketua kelas
"Tapi gimana? Tadi aja kita kebobolan." Ucap yang lain lagi.
"Maaf, tadi salah ku, reflek ku belum cepat." Ucap Mikael
"Bukan." Ucap Russel
"Apa?" Ucap Mikael
"Kita harus ubah strategi bermainnya." Ucap Russel
"Tapi gimana?" Ucap Ketua kelas.
"Aku rasa karena hanya tersisa 15 menit di babak kedua, jadi sebisa mungkin kita harus berusaha untuk menyamakan kedudukan, setidaknya kalaupun skor berakhir 1-1 sampai akhir pertandingan nanti, maka akan ada adu penalti sebagai kesempatan terakhir." Ucap Russel
"Jadi apa strateginya?" Ucap yang lain.
"Kita harus ganti line up, karena dengan line up 4-3-3 seperti babak pertama tadi. 4 pemain akan bertahan dibelakang sehingga tempo permainan akan sama saja dengan babak pertama tadi, dan serangan juga akan lebih sulit karena kekurangan pemain. Kita bisa menggunakan line up 3-3-4." Ucap Russel
"Apa gak terlalu beresiko?" Ucap yang lain.
"Aku rasa sekarang saat yang sangat sulit untuk berpikir terlalu jauh dan membuat strategi yang kompleks, jadi gak ada salahnya kita mengambil resiko ini." Ucap Russel
"Jadi apa yang harus kita lakukan untuk bisa menang memenangkan pertandingan ini?" Ucap Ketua kelas.
"15 menit tersisa, kalian harus berusaha mati-matian untuk menyerang ke gawang lawan, karena mereka pasti akan berusaha lebih banyak bertahan daripada menyerang karena sudah unggul. Sebisa mungkin atur tempo permainan agar lebih cepat, dan buat pemain bertahan lawan kesulitan menghadapi serangan kalian. Terus jangan ragu buat mengirimkan umpan umpan yang berpotensi menjadi gol, di sini gak penting siapa yang meng-golkan, tapi yang penting kelas kita bisa menang dan melaju ke babak quarter-final (8 besar)." Ucap Russel
"Hmm bener juga sih, yaudah kita akan pakai strategi dari Russel." Ucap Ketua kelas.
"Waktu istirahat kalian sudah selesai, silahkan para pemain segera masuk ke lapangan kembali." Ucap Staff perlombaan.
"Oh iya kak. Sebelum kita masuk ke lapangan, ayo kita tos dulu." Ucap Ketua kelas.
"Ayoo!! Semangat semuanya.." Ucap salah satu pemain.
"Kelas kita pasti bisa.." Ucap yang lain
.
Sementara itu pertandingan ke 3 Dodgeball yang mempertemukan kelas 1-4 dengan kelas 1-6. Berhasil dimenangkan oleh kelas 1-6, dengan waktu 5 menit 58 detik.
.
Kembali lagi ke Russel yang sekarang berada di kursi bench kelas 1-2 berama dengan Ketua kelas.
"Sel, kelas 1-6 menang pertandingan ke 3 dodgeball dalam 5 menit doang." Ucap Ketua kelas.
"5 menit? Cepet banget.. bahaya juga tuh kelas." Ucap Russel
"Iya, dan juga perlombaan sprint perempuan tadi kamu udah tau hasilnya?" Ucap Ketua kelas
"Oh? Belum tau aku." Ucap Russel
"Katanya Miko dari kelas 1-3 menang dengan waktu 21,47 detik. Kelas 1 (Sekolah menengah atas) sekarang kayaknya hebat-hebat olahraganya." Ucap Ketua kelas
"Ehh?! Miko menang? Gak nyangka aku." Ucap Russel
"Oh kamu kenal Miko kah?" Ucap Ketua kelas.
"Kenal sih, dia deket sama Mikael." Ucap Russel
"Ohh.. dan juga Ayaka menang sprint perempuan juara ke 3 dengan waktu 22,55 detik." Ucap Ketua kelas.
"Wah.. keren.." Ucap Russel
"Yahh.. aku harap sih kelas kita bisa menang juga di pertandingan sepak bola ini." Ucap Ketua Kelas.
"Iya sih.." Ucap Russel
.
*PRITTTT
Wasit meniup peluit panjang, dan pertandingan babak kedua pun dimulai.
Sesuai strategi yang telah dibuat oleh Russel saat jeda istirahat tadi. Kelas 1-2 langsung bermain agresif saat awal, mereka tak ragu untuk merebut bola dan menyerang dengan cepat.
Serangan perlahan namun pasti dibuat, bola dioper satu pemain ke pemain lain, perlahan namun pasti mereka berhasil melalui pemain bertahan kelas 1-5. Bola menuju ke tepi kanan lapangan, umpan lambung diberikan. Dan berhasil diambil oleh pemain yang telah menunggu di depan gawang. Tak perlu banyak berpikir, shoot keras di depan gawang langsung dilepaskan. Kiper lawan tak mampu untuk menahan tendangan keras, dan gol tercipta.
"GOLLL!!!" Ucap Ketua kelas.
"YOSH! Ini baru kelas kita!" Ucap Russel
"Masih ada harapan.." Ucap Ketua kelas.
.
Kelas 1-5 berusaha untuk melakukan serangan ke arah gawang yang di jaga Mikael, tendangan cepat dilepaskan. Namun Mikael dapat menangkap bola tersebut, kemudian melempar ke arah tengah lapangan. Serangan balik cepat kembali dilancarkan kelas 1-2. Salah satu penyerang menggiring bola dengan stabil menuju ke arah tengah lapangan. Tapi tanpa disangka pemain lawan melakukan sliding tackle keras ke arahnya. Dan pelanggaran terjadi, sehingga wasit memutuskan untuk memberikan tendangan bebas bagi kelas 1-2.
.
"Tendangan bebas ya.. duh waktu tinggal sekitar 1 menit lagi. Aku rasa ini penentuannya." Ucap Ketua kelas.
"Aku harap momen ini bisa di maksimalkan.." Ucap Russel
.
Penendang kelas 1-2 meletakkan bola di lapangan. Titik tendangan tersebut berjarak tak jauh dari gawang. Ia menarik nafas, dan bersiap untuk menendang.
*PRITTTT
Peluit dibunyikan sebagai aba-aba tendangan.
Penendang berlari, dan menendang bola yang melambung ke arah atas kanan gawang. Dan....
.
.
.
GOLLLLLL!!!
"YOOOO!!!" Ucap Ketua kelas.
"Nice..." Ucap Russel
Seketika lapangan menjadi bergemuruh oleh suara para penonton yang melihat pertandingan.
.
Pertandingan dilanjutkan, namun tak lama wasit meniup peeluit kembali sebagai tanda berakhirnya pertandingan kedua sepak bola ini.
Kelas 1-2 menang dengan kedudukan 2-1 setelah berjuang membalikkan keadaan ketika berhadapan dengan kelas 1-5.
.
Para pemain kelas 1-2 berjalan menuju ke bench kelas mereka dan menghampiri Russel dan Ketua kelas yang duduk di sana.
"Nice game teman-teman.." Ucap Ketua kelas.
"Yoo.. strategi mu berhasil Sel." Ucap salah satu dari mereka.
"Hampir aja kita kalah tadi, untung aja ya.." Ucap yang lain.
"Haha.. nice nice, kamu gak ikut main tapi nyumbang strategi, bolehlah." Ucap Mikael
"Yaa.. selanjutnya babak quarter-final, lawan siapa ya kira-kira?" Ucap Russel
"Hmm kita bakalan lawan kakak kelas sih harusnya." Ucap Mikael
"Waduh, bakalan susah nih.." Ucap salah satu dari mereka.
"Tenang aja, sekarang kita istirahat dulu.." Ucap Ketua kelas.
"Okee.." Ucap yang lain.
.
.
.
Kemudian pertandingan ke 4 dodgeball yang mempertemukan kelas 2-1 dengan kelas 2-3 berhasil dimenangkan oleh kelas 2-3 dengan waktu 12 menit 43 detik.
.
Tak lupa hasil perlombaan lempar bola ke dalam keranjang yang telah dimenangkan oleh kelas 3-4 dengan perolehan waktu 8 menit 3 detik.
.
.
.
Russel dan tim bola kelasnya segera menuju ke lapangan pertandingan dodgeball untuk melihat pertandingan berikutnya. Namun di tengah jalan Russel melihat Ayaka dan memutuskan untuk menghampirinya.
"Eh, aku ke sana dulu ya, kalian duluan aja ke lapangan dodgeballnya." Ucap Russel
"Oh oke, Sel." Ucap Ketua kelas.
.
.
.
"Ayaka.." Ucap Russel
"Oh hai Russel.. gimana tadi pertandingan bola kelas kita? Menang?" Ucap Ayaka
"Menang, kelas kita menang dengan kedudukan 2-1." Ucap Russel
"Wahh.. syukurlah.. tapi tadi aku kalah dilomba sprint.." Ucap Ayaka
"Kamu kan dapat juara 3, itu juga udah bagus kok.. gak usah murung begitu, gimana kalo kita ke kantin?" Ucap Russel
"Emm.. boleh.." Ucap Ayaka
"Nanti aku traktir.." Ucap Russel
"E-eh gak usah kok.." Ucap Ayaka
"Gak apa, berhubung kamu menang lomba sprint, jadi aku traktir.." Ucap Russel
"O-oke deh.." Ucap Ayaka
.
.
.
Kelas 1-2 berhasil bangkit dari kekalahan yang mereka hadapi di babak pertama sepak bola ketika menghadapi kelas 1-4. Strategi yang dibuat oleh Russel ternyata mampu untuk membuat kelas mereka keluar dari tekanan. Di babak kedua mereka berhasil mengungguli kelas 1-4, hingga skor akhir 2-1, dan melaju ke babak quarter-final (8 besar).
Selanjutnya di Another Place - 他の場所 (Hoka No Basho) Chapter 40: Festival Olahraga (3)