
"Ohh.. mereka sudah siap untuk bertarung?" Ucap Urami
"Ini dia yang aku tunggu-tunggu." Ucap Shi
Russel dan teman-temannya yang telah selesai berunding untuk menyusun strategi segera bersiap-siap untuk memulai serangan. Begitu juga dengan Shi dan Urami yang telah siap untuk menghadapi mereka. Pertarungan yang besar akan segera terjadi...
.
.
.
"Baiklah, sekarang kita akan mencoba menyerang mereka." Ucap Russel
"Serangan cepat tanpa Rafael, gimana caranya?" Ucap Mikael
"Kita akan melakukan dua strategi yang telah disusun tadi dalam satu waktu bersamaan." Ucap Russel
"Apa? Gimana cara kita melakukan dua serangan sekaligus?" Ucap Mikael
"Hmm.. kata-katamu agak sulit dipahami, Sel." Ucap Wisang
"Bentar-bentar gimana tadi maksudnya?" Ucap Michael
"Maksudku begini, kan strategi pertama kita adalah kalian berempat bakalan memisahkan Shi dari Urami. Jadi aku bakal mudah buat menghadapi Urami sendirian." Ucap Russel
"Hmm, tapi gimana kalau gagal?" Ucap Ayaka
"Betul, itu juga punya resiko yang cukup tinggi juga kan." Ucap Mikael
"Nah makanya itu. Pertama-tama, kita akan serang pake strategi itu dan kalau seandainya nanti Shi mengabaikan kalian dan kemudian ia mengincar aku, secara gak langsung kita akan memasuki strategi kedua." Ucap Russel
"Oh.. jadi kalau strategi pertama gagal akan langsung berganti ke strategi kedua tanpa disadari ya.. hmm, menarik juga." Ucap Michael
"Iya, jadi semisal strategi kedua yang berhasil. Aku akan berusaha untuk menarik Shi agar menjauh dari area di sini sehingga kalian bisa lebih mudah untuk melawan Urami." Ucap Russel
"Tapi tetap aja bakalan susah, Sel." Ucap Mikael
"Intinya jangan lengah dan manfaatkan situasi sebaik mungkin, Mik. Karena kalian bisa dapat banyak kesempatan untuk menyerang ketika musuh lengah." Ucap Russel
"Hmm.. baiklah, kalau begitu kita mulai serang sekarang?" Ucap Mikael
"Baiklah, aku sudah siap." Ucap Wisang dengan Demon Claw yang telah digenggam di tangannya.
"Yosh, ayo kita serang!!" Ucap Russel
Ayaka, Michael, Mikael, Russel, dan Wisang langsung berlari dengan cepat menuju ke arah Shi dan Urami. Seperti rencana awal yang telah mereka susun, Russel langsung memisahkan diri dari teman-temannya yang lain dan ia segera berlari ke arah Urami.
"Oh? Dia memisahkan diri?" Ucap Urami
"Apa yang ingin dia lakukan?" Ucap Shi
Russel semakin mendekati posisi Urami, sementara itu perhatian Shi terbagi dengan Ayaka, Michael, Mikael, dan Wisang yang berlari dengan cepat ke arahnya.
"Apa-apaan ini?!" Ucap Urami
"Urami!! Kau urus yang satu itu, aku akan urus yang lainnya." Ucap Shi
"Baiklah!" Ucap Urami
"Terima ini!!" Ucap Russel
"Tidak semudah itu!!" Ucap Urami
Russel dan Urami saling beradu teknik menyerang masing-masing. Russel dengan Sacred Black Staff dan Urami dengan cakramnya. Pada awalnya, terlihat Urami sedikit terkejut dengan kekuatan serangan yang ditimbulkan dari Sacred Black Staff karena berhasil membuatnya mundur beberapa langkah dan mengharuskannya menangkis serangan Russel dengan menggunakan kedua cakramnya sekaligus.
"Cih.. boleh juga kau." Ucap Urami
"Jangan remehkan aku!! Sekarang terima ini.. Weathering!!" Ucap Russel
"Ga-gawat!!" Ucap Urami
Russel menggunakan teknik Weathering dari senjatanya. Namun, karena Urami telah mengetahui informasi tentang teknik tersebut, ia langsung berusaha untuk mundur dan tidak melakukan sentuhan kepada Sacred Black Staff.
'Cih, dia sudah mengetahuinya!!' Ucap Russel dalam hati.
"Sekarang giliranku!!" Ucap Urami
Teknik Weathering Russel yang hanya bertahan selama sekitar 30 detik telah habis. Dengan cepat Urami langsung melakukan serangan balik, ia melemparkan kedua cakramnya ke arah Russel.
"A-apa?!" Ucap Russel
*CTANGGG
Salah satu cakram yang mengarah ke arah Russel berhasil ia tangkis dengan refleknya. Tetapi satu cakram lagi tidak berhasil ditangkis dan mengenai lengan Russel.
.
Sementara itu kondisi Ayaka, Michael, Mikael, dan Wisang.
"Baiklah, sekarang kalian berempat dan aku sendiri. Mari kita lihat sekuat apa kalian." Ucap Shi
"Cih, sombong sekali." Ucap Mikael
"Tunggu, Mik. Jangan gegabah, musuh kita yang sekarang berbeda dari musuh-musuh sebelumnya yang sudah pernah kita hadapi." Ucap Wisang
"Baiklah, aku tak akan berbicara banyak. Terima ini!!" Ucap Shi
*TAKKKK
Shi melemparkan tulang lengannya dengan cepat ke arah Mikael. Beruntung, ia sempat menghindari tulang tersebut, sehingga meleset dan menancap di tanah.
"K-kuat banget lemparannya." Ucap Mikael
"Untung aja kamu gak kena tulang itu, Mik." Ucap Wisang
"Yahh.. untung aja.." Ucap Mikael
Tiba-tiba Shi langsung berada di atas mereka. Seketika mereka terkejut dan Michael langsung berusaha untuk menghantam Shi dengan Blazing War Axe miliknya. Namun sayang, Shi dapat menghindarinya dan langsung menebas Michael dengan cukup kuat hingga membuat Michael terjatuh dan mengalami luka yang cukup berat.
"Akhh.." Ucap Michael
"Mich!!" Ucap Wisang
"Sialan kau!!" Ucap Mikael
"Tunggu dulu, jangan maju sendiri." Ucap Ayaka
"Tapi dia melukai Michael.." Ucap Mikael
"Tenang dulu, Mik." Ucap Wisang
Tak berhenti di situ saja, Shi kembali melompat dan kali ini menargetkan Wisang.
"A-apa?!" Ucap Wisang
"Terima ini!!" Ucap Shi
*TSKKKK
Shi berhasil menebas Wisang menggunakan tulangnya. Namun, Wisang masih sempat untuk menangkisnya dengan Demon Claw miliknya, yang membuat tebasan Shi tadi tidak sekuat serangan pertama yang mengenai Michael tadi.
"Akhh.. padahal aku berhasil menangkisnya, tapi lukanya masih lumayan dalam. Orang ini gak bisa kita remehkan." Ucap Wisang
"Sekarang kita bertiga. Michael gak bisa lanjut bertarung." Ucap Wisang
"Ya, aku rasa kita harus lawan dia bersama-sama." Ucap Ayaka
"Kamu benar, ayo kita serang dia!!" Ucap Mikael
"Ohh? Serangan bersamaan? Ini yang aku tunggu tunggu." Ucap Shi
Ayaka, Mikael, dan Wisang langsung berlari untuk menyerang Shi secara bersama-sama. Mereka kira dengan menyerang secara bersama akan membuat Shi bingung dan tidak dapat menahan semua serangannya. Tetapi....
*TSKKK
"AKHH!!" Ucap Ayaka, Mikael, dan Wisang
Shi mengeluarkan banyak tulang yang menembus keluar dari dalam tubuhnya, tulang-tulang itu merupakan sebuah pertahanan jarak dekat yang dimiliki oleh Shi dan dengan tulang-tulang itu, Shi tidak dapat ditebas menggunakan senjata jarak dekat. Tak berhenti di situ setelah menahan serangan, Shi melepaskan tulang itu dari tubuhnya dan seketika tulang-tulang itu meluncur ke segala arah dengan kecepatan yang sangat tinggi. Tulang-tulang itu juga yang mengenai Ayaka, Mikael, dan Wisang hingga menyebabkan mereka terjatuh.
"Akhh.. aku gak bisa bergerak.." Ucap Mikael
"Apa-apaan ini?!" Ucap Wisang
"Ya, aku mengenai saraf gerak kalian. Dengan cara ini, kalian tidak akan bisa kabur kemana-mana lagi." Ucap Shi
"Te-teman teman.." Ucap Michael dari jauh.
"Sekarang aku akan membantu Urami melawan teman kalian yang satu itu, yang sepertinya ia jauh lebih menarik daripada kalian. Aku membutuhkan lawan yang sepadan, bukan lawan yang mudah. Selamat tinggal." Ucap Shi
"Cihh.." Ucap Mikael
"D-dia menuju ke tempat Russel.." Ucap Ayaka
.
Ayaka, Michael, Mikael, dan Wisang ditinggalkan Shi di suatu tempat. Lalu Shi sedang menuju ke lokasi Russel dan Urami yang sedang bertarung. Kondisi yang tidak menguntungkan ini kembali terjadi, Russel kini harus menghadapi dua lawan yang sangat kuat sendirian. Ayaka, Mikael, dan Wisang tidak bisa bergerak. Kemudian Michael dan Rafael yang terluka cukup berat. Akankah Russel seorang diri dapat melewati situasi yang sangat tidak menguntungkan ini?
Selanjutnya di Another Place - 他の場所 (Hoka No Basho) Chapter 35: Putus Asa