Another Place

Another Place
Chapter 42: Festival Olahraga (5)



Sebelumnya, Kelas 1-2 berhasil lolos ke babak semifinal setelah mengalahkan kelas 2-6 dipertandingan sepak bola dan juga dodgeball. Namun, festival masih belum usai. Setelah memenangkan pertandingan, Ayaka yang kebetulan mengikuti lomba lari estafet langsung bersiap karena perlombaan akan segera dimulai. Sampai di lapangan untuk perlombaan lari estafet, semua tim masing-masing kelas telah bersiap di garis masing masing.


Peraturan pada perlombaan lari estafet ini adalah setiap kelas memberikan perwakilannya sebanyak 4 orang. Dan mereka akan berlari memutari lapangan sambil membawa sebuah tongkat, begitu terus hingga semua pemain selesai melewati garis finish.


Tak lama lagi perlombaan akan segera dimulai, para pelari pertama dari setiap kelas sudah menyiapkan ancang-ancangnya. Ayaka yang menjadi pelari terakhir nampak gugup menunggu di pinggir lapangan.


*PRITTTT


Peluit dibunyikan oleh staff, seluruh pelari pertama dari masing-masing kelas langsung berlari sambil membawa tongkat. Disusul oleh pelari kedua yang berdiri ditempat masing-masing kelas.


.


"Wah, mereka pasa cepet cepet banget larinya.. semua kelas bersaing ketat." Ucap Ketua kelas


"Betul, agak susah ini." Ucap Mikael


"Tapi ini masih pelari pertama, selama gak ada blunder seharusnya posisi mereka bakalan stabil kayak gini, jarak antara satu kelas dengan kelas lain gak terlalu jauh." Ucap Russel


"Iya sih." Ucap Mikael


.


Tak butuh waktu yang terlalu lama, pelari pertama dari semua kelas telah berhasil menyelesaikan putaran pertama, mereka menyerahkan tongkat kepada pelari kedua, yang kemudian meneruskan lari ke putaran kedua.


.


"Woah, mulai kelihatan perubahannya. Setelah mereka memindahkan tongkat estafetnya." Ucap Ketua kelas


"Iya, tapi kelas kita juga lumayan stabil sih, ada diurutan ke 5 dari 18 kelas." Ucap Russel


"Huhh.. semoga bisa menang." Ucap Mikael


"Yaa.. sejauh ini kelas kita lumayan stabil sih, terutama pas pergantian pelari tadi." Ucap Russel


"Kita tunggu pelari ketiga.." Ucap Ketua Kelas


"Yah.." Ucap Russel


.


Putaran kedua telah selesai, pelari kedua dari kelas 3-2 menyerahkan tongkat pertama kali kepada pelari ketiga kelasnya. Disusul oleh kelas kelas lain yang berada dibelakangnya. Begitu juga dengan kelas 1-2, pada putaran kedua mereka berada di posisi ke 5 dari 18 kelas yang ada. Namun perlombaan lari estafet masih belum berakhir. Di sini, semuanya akan menentukan.


.


"Woah?! Mereka mulai menaikkan tempo lari.." Ucap Ketua kelas


"Mereka saling bertukar posisi, kelas kita juga mulai tersusul kelas lain. Ini gawat!" Ucap Mikael


"Yah, udah diputaran ketiga juga, tersisa satu putaran terakhir. Aku harap kelas kita bisa mengejar ketertinggalannya, sekarang kelas kita berada di posisi ke 8 dari 18 kelas." Ucap Russel


"Waduh.." Ucap Mikael


.


Ayaka yang sudah bersiap sebagai pelari keempat di depan garis start, tengah menunggu pelari ketiga menyelesaikan putarannya dan menyerahkan tongkat.


'Gimana kalau aku gagal lagi?' Ucap Ayaka dalam hatinya. Ia melamun karena terlalu memikirkan hasilnya.


"SEMANGAT AYAKA!!!" Ucap Russel dari kursi penonton.


"Eh?" Ucap Ayaka, sambil menoleh ke arah kursi penonton.


"Weh?! Bikin kaget aja." Ucap Mikael


"Haha, iya tuh. Semangat Ayaka!!" Ucap Ketua kelas


.


Putaran ketiga berakhir, kelas 2-4 memimpin kali ini, disusul oleh kelas-kelas lainnya. Beruntung pelari ketiga kelas 1-2 berhasil menekan posisi mereka dari posisi ke 8 menjadi posisi ke 4. Dengan cepat Ayaka langsung mengambil tongkat estafet dan mulai berlari untuk segera menyelesaikan putaran keempat.


.


Putaran keempat dimulai, setelah mendapat tongkat estafet, Ayaka langsung berlari dengan cepat. Sekarang posisi kelas 1-2 masih berada diposisi ke 4 dari 18 kelas.


.


'Ah? Aku sudah berlari dengan sangat cepat.. tapi kenapa mereka seperti tidak terkejar.' Ucap Ayaka dalam hati.


Seketika langkahnya terhenti di tengah lapangan. Para penonton yang sedang duduk sontak langsung bergemuruh.


.


"Eh? Kenapa dia?" Ucap Salah satu penonton


"Kalau sakit harusnya gak usah memaksakan diri." Ucap Penonton lain


"Malah jadi menyusahkan kelas sendiri." Ucap Penonton lain


"Untung bukan kelas kita ya." Ucap Penonton lain


.


"Apa yang terjad?! Kenapa dia berhenti di tengah lapangan?" Ucap  Ketua kelas


"Loh Ayaka kenapa?! Dia sakit kah? Oi Sel-" Ucap Mikael


Sementara itu Russel sudah beranjak dari kursinya dan pergi menuju ke pinggir lapangan.


"Lahh!!? Sel.. katanya masih cidera?! Tunggu aku-" Ucap Mikael


"Ehhh-??" Sementara itu Ketua kelas masih duduk memikirkan apa yang sedang terjadi.


.


.


.


"Ayaka!!" Ucap Russel


'Eh?' Ucap Ayaka dalam hati.


"Kamu gak apa?!" Ucap Russel


"Ah?!" Ucap Ayaka


.


Setelah Russel memecahkan lamunan Ayaka, ia segera tersadar bahwa sedang dalam perlombaan. Kemudian Ayaka berlari dengan sekuat tenaganya di akhir putaran.


Saat Ayaka terhenti di tengah putaran, posisi kelas 1-2 tersusul 5 kelas yang berada di belakangnya, dan kini berada di posisi ke 9 dari 18 kelas.


.


"Sel, kamu jangan maksain diri, kata mu sendiri kan lagi cidera." Ucap Mikael


"Iya, tenang aja." Ucap Russel


"Hmm jadi gimana dong? Kelas kita lagi dalam bahaya, sekarang berada di posisi ke 9!!" Ucap Mikael


"Udah ku bilang Mik. Tenang aja." Ucap Russel


"Hah...?" Ucap Mikael yang tak mengerti perkataan Russel.


.


Ayaka yang berlari sekuat tenaga perlahan berhasil menyusul pelari yang berada di depannya. Satu per satu kelas lain berhasil di lalui. Kini jarak ke finish tersisa sekitar 120 meter, dan posisi Ayaka ke 3 dari 18 kelas.


"A-apa?! Cepet banget dia!!" Ucap Mikael


"Ayo Ayaka!!" Ucap Ketua kelas sambil menghampiri Russel dan Mikael ke pinggir lapangan.


.


'Ini masih belum berakhir..' Ucap Ayaka dalam hati.


Ayaka mempercepat larinya lagi hinga membalap pelari di depannya. Seketika para penonton kembali bergemuruh.


.


"Apa-apaan itu?!" Ucap Salah satu penonton


"Cepat sekali!!" Ucap Penonton lainnya


.


Ayaka berhasil membalap lagi, kini ia berada di posisi ke 2. Garis finish hanya berjarak sekitar 20 meter lagi.


'Aku harus bisa!!' Ucap Ayaka dalam hati.


.


.


.


Pada akhirnya Ayaka berhasil membalap didetik-detik terakhir. Dan kelas 1-2 menjadi pemenang perlombaan lari estafet. Lagi-lagi, setelah Ayaka melewati garis finish, seisi lapangan kembali bergemuruh. Russel, Mikael, Ketua kelas, dan teman-teman lainnya langsung dengan cepat menghampiri Ayaka.


"YOOO!! Keren banget barusan, nice Ayaka!!" Ucap Ketua kelas


"Gak nyangka aku, bisa balap dari posisi ke 9 gitu." Ucap Mikael


"Nice Ayaka.." Ucap Russel


"Ma-makasih semua.." Ucap Ayaka


.


Namun, mendadak Ayaka seperti kehilangan kesadarannya dan ia pun pingsan.


"EH?!" Ucap Mikael


"LOH?!" Ucap Ketua Kelas


"Fiuh.. untung aja.." Ucap Mikael


.


Kebetulan, Wisang dan Michael berada tak jauh dari situ, mereka menghampiri Mikael untuk memberikan selamat kepada kelas 1-2 karena telah memenangkan lomba lari estafet.


"Selamat Mik, kelasmu menang lomba estafet." Ucap Wisang


"Iya, berkat Ayaka juga sih.." Ucap Mikael


"Loh? Ayakanya di mana?" Ucap Michael


"Eh? Tadi ada di sini- (Melihat ke sekeliling)." Ucap Mikael


"Mana?" Ucap Wisang


"Oh itu (Sambil menunjuk)." Ucap Michael


"Lah?! Sel? Katanya cidera?!" Ucap Mikael


.


Ternyata Russel pergi menggendong Ayaka untuk dibawa pergi ke uks.


.


"Ayaka kenapa?" Ucap Wisang


"Dia pingsan tadi, habis finish." Ucap Mikael


"Owalah, yaudah lah. Ayo kita ke kantin." Ucap Michael


"Lah? Gak ke UKS?" Ucap Mikael


"Udah itu nanti aja." Ucap Michael


"Hmm.. yaudah deh." Ucap Mikael


Alhasil mereka bertiga memutuskan untuk pergi ke kantin dan beristirahat sejenak.


"Oh iya ngomong-ngomong Rafael kemana?" Ucap Mikael


"Hmm bener juga? Tadi sih dia bilang mau ke toilet." Ucap Wisang


"Ohh.." Ucap Mikael


.


.


.


Sementara itu di UKS. Russel telah tiba dan membaringkan Ayaka di kasur, sementara itu ia menjelaskan apa yang terjadi kepada staff UKS.


"Terimakasih ya Russel, telah membantu Ayaka buat ke sini." Ucap Staff UKS


"I-iya bu, bukan masalah." Ucap Russel


"Jadi, kenapa Ayaka bisa pingsan?" Ucap Staff UKS


"Ehh.. jadi tadi Ayaka ikut perlombaan estafet lari, tapi setelah finish ia langsung pingsan." Ucap Russel


"Ohh begitu. Yasudah, kalau begitu biarkan Ayaka beristirahat dulu di sini ya." Ucap Staff UKS


"Baik bu, saya pergi dulu." Ucap Russel


.


Sementara itu di tengah perjalanan menuju kantin Mikael melihat Miko sedang berdiri di sekitar mading kelas.


"Loh? Ada Miko? Yaudah kalian duluan ke kantinnya aja." Ucap Mikael


"Hmm oke.." Ucap Wisang


"Ayo Wis." Ucap Michael


"Yaa.." Ucap Wisang


.


Setelah itu Mikael menghampiri Miko.


"Hai Miko." Ucap Mikael


"A- eh? Ha-hai juga Mikael." Ucap Miko


"Kamu lagi ngapain di depan mading?" Ucap Mikael


"A-aku lagi liat jadwal festival.." Ucap Miko


"Ohh..." Ucap Mikael


...(Hening seketika...)...


"Hmm.. ngomong-ngomong selamat buat lomba sprint tadi.." Ucap Mikael


"Oh? Ma-makasih.." Ucap Miko


...(Hening.. lagi..)..


"Ehhh.. kamu mau ke kantin?" Ucap Mikael


"Bo-boleh.." Ucap Miko (Ia sebenarnya memang sedang lapar).


"Oke deh, ayo.." Ucap Mikael


.


Sementara Mikael dan Miko pergi ke kantin. Russel yang sedang menuju ke kantin juga secara tak sengaja bertemu Rafael yang sedang berbicara dengan anak perempuan kelas lain.


"Ngapain kamu Raf?" Ucap Russel


"Ah-? Enggak kok, gak lagi ngapa-ngapain." Ucap Rafael


"Hmm.. yaudah kalo gitu aku ke kantin dulu." Ucap Russel


"Oh iya.." Ucap Rafael


.


Sesampainya di kantin, Russel segera memesan teh hangat, untuk Ayaka.


Sementara itu Mikael dan Miko nampak makan onigiri bersama sambil mengobrol di pinggir lapangan.


Sedangkan Michael dan Wisang nampak membeli beberapa jajanan dan makan sambil berjalan mengitari area sekolah.


.


Setelah membeli teh hangat Russel kembali ke UKS. Di sana Ayaka telah sadar dari pingsannya.


"Ayaka kamu udah sadar?" Ucap Russel


"Oh, I-iya.." Ucap Ayaka


"Ini teh hangat.." Ucap Russel (Sambil menyerahkan teh).


"Ehh.. teh hangat ya.." Ucap Ayaka (Sebenarnya ia ingin matcha).


"Kamu baru sadar dari pingsan, kalo aku beliin matcha nanti terlalu kuat rasanya. Jadi teh hangat aja yang ringan." Ucap Russel


"Hmm.. iya deh.." Ucap Ayaka


(Ayaka pun meminum teh nya)


"Hahh.. enak juga teh hangat." Ucap Ayaka


"Baguslah.. ngomong-ngomong staff UKS nya kemana?" Ucap Russel


"Hmm kayaknya lagi ngurusin pasien lain di luar." Ucap Ayaka


"Ohh.. sama selamat ya tadi karena kamu kelas kita menang.." Ucap Russel


"Ehh... e-enggak kok.. (Wajahnya memerah)." Ucap Ayaka


"Eh? Kamu kenapa? Demam kah?" Ucap Russel


"A-eh enggak demam.." Ucap Ayaka


"Hmm, kalau gitu di sini enak juga ya. Bisa tiduran. Aku mau istirahat dulu deh." Ucap Russel (Ia berbaring di kasur pasien lain yang kosong).


"Iya sih.. ngomong-ngomong kaki kamu udah gak cidera?" Ucap Ayaka


"Yah.. udah baikan." Ucap Russel


"Syukurlah.." Ucap Ayaka


Setelah itu tanpa sengaja, Russel pun tertidur.


.


.


.


Festival Olahraga sudah berlangsung setengah jalan!!!


Kelas 1-2 berhasil memenangkan perlombaan lari estafet, Ayaka yang menjadi pahlawan di saat saat terakhir mampu membuat kelas mereka menjadi pemenang, disusul oleh kelas 2-4 sebagai juara 2 dan kelas 3-2 sebagai juara 3. Tak berhenti sampai di situ saja, hasil pertandingan quarter-final sepakbola sesi B dimenangkan oleh kelas 3-2 dengan skor 2-0 atas kelas 1-6, dan juga kelas 2-3 dengan skor 3-1 atas kelas 3-3. Setelah semua rangkaian lomba tersebut, mereka kembali mendapatkan istirahat sejenak, sebelum acara selanjutnya dimulai, yaitu semifinal dodgeball dan juga semifinal sepakbola. Kira-kira apakah kelas 1-2 dapat melawan kelas 1-1 di final perlombaan sepakbola?


Selanjutnya di Another Place - 他の場所 (Hoka No Basho) Chapter 43: Festival Olahraga (6)