
Hari telah berganti, setelah sebelumnya Russel dan teman-temannya telah menjalani hari ke-2 camping mereka dengan bermain di sungai, mengerjakan pr liburan musim panas, dan yakiniku bersama. Kali ini, sama seperti pagi sebelumnya. Russel bangun paling pertama diantara yang lain.
.
"Hmm.. aku bangun paling pertama lagi? Ambil minum dulu ah." Ucap Russel
Sementara Russel pergi keluar tenda untuk mengambil air minum di dalam tasnya. Wisang dan Mikael nampak telah bangun juga.
.
"Hoamm.. jam berapa nih?" Ucap Mikael
"Masih pagi ini." Ucap Wisang
.
Tak lama setelah itu Russel kembali masuk ke dalam tenda.
"Hahh.. dinginnya.." Ucap Russel
"Kamu abis dari mana, Sel?" Ucap Mikael
"Dari luar, ngambil air minum ini." Ucap Russel
"Owh." Ucap Mikael
"Di luar dingin kah?" Ucap Wisang
"Dingin, kabutnya masih tebal sekarang. Harusnya nanti udah mulai naik lagi sih." Ucap Russel
"Hmm.. ngapain ya enaknya." Ucap Mikael
"Tumben kamu bangun pagi Mik?" Ucap Russel
"Ya, aku gak bisa tidur nyenyak semalam." Ucap Mikael
"Lah kenapa?" Ucap Russel
"Entah, aku rasa tadi malam pas tidur kayak ada yang ngawasin kita." Ucap Mikael
"Ngawasin? Siapa?" Ucap Wisang
"Aku juga gak tau, tadi malam juga ada suara-suara gitu." Ucap Mikael
"Mungkin hewan kali." Ucap Russel
"Hmm.. tapi intinya gara-gara itu aku gak bisa tidur nyenyak." Ucap Mikael
.
.
.
"DORRR!!!" Ucap Rafael, yang baru bangun dan mengendap dari belakang Mikael.
"HUAAAAAA!!!" Ucap Mikael
"Apaan sih Mik?! Berisik tau." Ucap Wisang
"Ngagetin mulu nih orang?!" Ucap Mikael
"Hahaha.. kalian lagi pada ngomongin apaan?" Ucap Rafael
"Itu, tadi malam Mikael gak bisa tidur, katanya ada suara-suara gitu." Ucap Russel
"Suara apa? Palingan hewan itu, gak usah nakutin orang kamu Mik." Ucap Rafael
"Beneran aku, gak bohong. Tadi malam aku denger suara aneh sama ngerasa ada yang mengawasi kita gitu." Ucap Mikael
"Hmmm.." Ucap Rafael
.
.
.
"Udah-udah, daripada mikirin hal aneh, mendingan kita main kartu. Sambil nunggu kabut di luar naik, sama nunggu yang lain pada bangun juga." Ucap Russel
"Hmm okelah, ayo." Ucap Rafael
"Oke aku ikut." Ucap Wisang
"Yaudah deh." Ucap Mikael
.
Alhasil Russel, Mikael, Rafael, dan Wisang bermain kartu untuk sekedar menghabiskan waktu sambil menunggu Ayaka, Miko, dan Michael bangun, karena rencana mereka hari ini yaitu memancing ikan di sungai.
Setelah beberapa lama bermain, akhirnya semua telah bangun. Dan mereka sedang mempersiapkan peralatan untuk memancing.
"Yosh, ayo kita mancing." Ucap Russel
"Ini dia yang aku tunggu." Ucap Wisang
"Pancingannya gimana? Kita mancing pake apa?" Ucap Michael
"Pake alat seadanya aja. Dari kayu sama benang." Ucap Mikael
"Emangnya bisa bikinnya?" Ucap Russel
"Ya jelas.. gak bisa." Ucap Mikael
"Yeh. Yaudah pake ini aja. Kan kemarin aku bawa saringan." Ucap Rafael
"Hmm itu berarti bukan mancing, tapi menjaring ikan." Ucap Wisang
"Ya adanya ini, kalo gak emangnya mau nangkep pake apa?" Ucap Rafael
"Aku mau bikin pancingannya dulu." Ucap Mikael
"Beneran pake kayu sama tali?" Ucap Russel
"Iyalah." Ucap Mikael
"Oke semoga berhasil." Ucap Wisang
"Hmm.. mungkin kita bikin perangkap aja dari kayu." Ucap Michael
"Bisa juga sih.." Ucap Russel
"Aku mungkin mau buat tombak dari kayu." Ucap Ayaka
"Ide bagus." Ucap Miko
"Yaudah kita buat peralatan masing-masing aja." Ucap Russel
"Oke." Ucap Wisang
"Ayo kita buat.." Ucap Michael
.
Alhasil mereka semua membuat alat pancingan masing-masing. Russel, Wisang, dan Michael bekerja sama untuk membuat perangkap yang cukup besar, kemudian Ayaka dan Miko membuat tombak, dan Mikael membuat alat pancingan dari kayu, sementara itu Rafael, dia memiliki alat pancing yang kebetulan ia bawa dari rumahnya.
.
"Yosh, akhirnya jadi juga perangkap kita." Ucap Wisang
"Kalo gini kita bisa dapat banyak ikan sekali rilis." Ucap Michael
"Nice lah." Ucap Russel
"Pancingan ku juga udah jadi." Ucap Mikael
"Aku juga udah jadi." Ucap Ayaka
"Akhirnya kalian selesai juga, kalo gitu ayo kita ke sungai sekarang." Ucap Rafael
"Ayoo.." Ucap Russel
.
Sesampainya di sungai, mereka langsung menyiapkan posisi masing-masing untuk menangkap ikan. Russel, Wisang, dan Michael nampak masuk ke dalam sungai untuk memasang perangkap buatan mereka di posisi yang strategis. Sementara itu Ayaka dan Miko nampak masuk ke dalam sungai juga untuk mengamati ikan dan bersiap untuk menombaknya. Sedangkan Mikael dan Rafael nampak bersantai sambil menunggu umpan pada pancingan mereka berhasil mendapatkan ikan.
Beberapa saat berlalu...
Mikael malah nampak ketiduran di pinggir sungai, sementara itu Rafael telah mendapatkan 1 ikan dari hasil pancingannya. Ayaka dan Miko juga berhasil menangkap beberapa ikan menggunakan tombaknya. Begitu pula dengan Russel, Wisang, dan Michael. Perangkap yang mereka buat berhasil menangkap 5 ekor ikan sekaligus.
"Yosh, dapet 5 ikan!!" Ucap Russel
"Haha, udah ku duga, perangkap bakalan efektif." Ucap Michael
"Ayo kita kumpul ke pinggir sungai." Ucap Wisang
.
"Oh Russel ternyata. Kalian dapet berapa ikan?" Ucap Rafael yang sedang santai memancing di pinggir sungai.
"Perangkap kami dapat 5 ikan." Ucap Michael
"Wah, mantep itu." Ucap Rafael
"Kalo kamu sendiri dapet berapa ikan Raf?" Ucap Russel
"Ya, lumayanlah dapet 1 ikan." Ucap Rafael
"Mikael mana?" Ucap Wisang
"Ini, malah tidur dia." Ucap Rafael
"Buset dah malah ketiduran." Ucap Russel
"Biasalah." Ucap Michael
"Hai kalian.." Ucap Ayaka
"Oh Ayaka sama Miko. Gimana? Kalian dapat berapa ikan?" Ucap Russel
"Kami dapat 4 ikan, dari hasil menombak tadi." Ucap Ayaka
"Wah, nice lah." Ucap Russel
"Loh- eh- aku di mana?" Ucap Mikael
"Yeh, kamu masih mancing Mik." Ucap Rafael
"Hah? Udah dapet berapa ikan aku?" Ucap Mikael
"Ya belum dapet lah, orang kamu aja ketiduran." Ucap Rafael
"Yah.." Ucap Mikael
"Udah gak usah sedih, ayo kita balik ke tenda sekarang, terus bakar ikan hasil mancing ini." Ucap Russel
"Yaudah deh, ayo.." Ucap Mikael
"Ayooo.." Ucap Michael
"Seperti biasa, Michael paling semangat." Ucap Rafael
"Udah, ayo kita ke tenda sekarang." Ucap Wisang
"Iya iya." Ucap Rafael
.
Akhirnya mereka semua kembali ke tenda, dan membakar ikan hasil memancing barusan. Setelah makan ikan bakar bersama, mereka beristirahat sejenak. Karena hari ini merupakan hari terakhir mereka camping, rencana nanti malam adalah mereka akan bermain kembang api bersama.
.
"Mik kamu lagi ngapain?" Ucap Russel
"Ya apa lagi, ngerjain pr lah." Ucap Mikael
"Itulah, kemarin di ajak malah tidur. Sekarang jadi belum selesai kan." Ucap Rafael
"Hmm.." Ucap Mikael
"Yaudahlah, kalo gitu aku mau istirahat dulu sebentar." Ucap Michael
"Ya, masuk aja ke tenda Mich." Ucap Russel
"Iya.." Ucap Michael
"Nanti malam kita main kembang api kan?" Ucap Ayaka
"Iya, bakalan seru kayaknya." Ucap Russel
"Wah.. baguslah." Ucap Ayaka
"Gak sabar buat nanti malam aku." Ucap Wisang
"Iya.." Ucap Rafael
.
Sementara itu Miko nampak mendekati Mikael yang sedang mengerjakan pr liburan musim panasnya.
"Ka-kamu mau lihat pr punya ku g-gak?" Ucap Miko, sambil memegang buku pr nya.
"Wah boleh, makasih ya." Ucap Mikael
"E-enggak kok. Se-semangat ya.." Ucap Miko
"Iyaa.." Ucap Mikael
.
.
.
Waktu berlalu beberapa saat, hari mulai gelap. Russel dan teman-temannya makan malam bersama, dan setelah itu mereka bersiap untuk bermain kembang api.
"Yosh, udah malam. Ayo main kembang api!!" Ucap Mikael
"Akhirnya kembang api.." Ucap Ayaka
"I-iya.." Ucap Miko
"Tumben semangat banget Mik." Ucap Russel
"Iya dong, harus semangat." Ucap Mikael
"Mungkin karena mau main kembang api." Ucap Wisang
"Iya sih, yaudah ayo siapin kembang apinya dulu." Ucap Russel
"Ayoo.." Ucap Rafael
.
Setelah semua kembang api telah mereka siapkan, akhirnya mereka menyalakan kembang api tersebut, dan memainkannya bersama-sama.
"Wah bagus banget kembang apinya." Ucap Ayaka
"Ya, bagus warnanya." Ucap Russel
"Gak salah kita beli merk yang ini Wis." Ucap Michael
"Iya." Ucap Wisang
"Ayo kita main kembang api yang lain, Miko." Ucap Mikael
"I-iya.." Ucap Miko
"Hmm.. aku mau coba yang ini ah." Ucap Rafael
"Boleh, itu harus dari jauh supaya bagus di langit nya." Ucap Michael
"Oke kalo gitu aku bakal ke sana dulu." Ucap Rafael
"Hati-hati Raf." Ucap Michael
.
.
.
Setelah puas bermain kembang api, malam juga semakin larut. Akhirnya mereka semua masuk ke dalam tenda dan mulai bercerita kejadian horror yang pernah mereka alami.
"Hmm.. bosen. Ngapain ya?" Ucap Mikael
"Gimana kalao kita cerita-cerita horror." Ucap Rafael
"Emangnya kalian punya pengalaman horror." Ucap Russel
"Aku punya sih." Ucap Ayaka
"Eh? Coba ceritain." Ucap Russel
"Jadi begini.. dulu sekitar beberapa tahun yang lalu aku punya dalam tanda kutip 'tetangga baru' yang rumahnya tepat di sebelah rumah ku, dan kejadian itu agak aneh. Soalnya suka banyak suara berisik kayak orang yang lagi mengobrol, berantem, atau bahkan menangis dari sana, terus karena udah beberapa hari dan suara-suara itu semakin mengganggu, akhitnya keluarga ku dateng ke rumahnya itu buat ngecek orang di dalamnya karena curiga takut ada apa-apa. Tapi setelah nunggu lama dan gak ada jawaban dari dalem rumah itu, akhirnya pintu rumahnya kami coba buka, dan ternyata gak di kunci, kami masuk dan ternyata sama sekali gak ada orang. Terus pas kita tanya ke orang lain, mereka bilang itu rumah dari awal gak ada orang nya. Terus aku bingung siapa yang berisik di dalam rumah itu selama beberapa hari yang lalu, padahal ternyata sebenernya gak ada orang sama sekali."
"Wahh.. aku merinding.." Ucap Mikael
"Baru juga cerita pertama, Mik." Ucap Rafael
"Diam kamu Raf." Ucap Mikael
"Hmm.. menarik juga ceritanya." Ucap Wisang
"Jadi sebenernya di rumah itu gak ada orang sama sekali?" Ucap Russel
"Iya, jadi sebenernya gak ada tetangga baru yang berisik setiap malam selama beberapa hari. Sampai sekarang aku masih bingung siapa yang berisik di rumah sebelah ku waktu itu." Ucap Ayaka
"Hmm.. ada cerita yang lain?" Ucap Michael
"Aku ada." Ucap Rafael
"Eh? Kayak gimana tuh?" Ucap Russel
"Jadi kejadian ini tuh terjadi pas aku masih Sekolah Menengah Pertama di kota. Waktu itu aku lagi kebelet pas jam pelajaran, jadi aku minta izin ke guru yang lagi ngajar buat ke toilet. Nah sampe lah ke toilet kan, di sana aku buang air besar, beberapa lama aku sadar kalo ternyata tisu toiletnya habis. Karena panik aku jadi manggilin orang buat minta tisu toilet, tapi hening gitu gak ada suara sama sekali. Yaudah aku pasrahlah karena gak ada tisu toilet. Sampai akhirnya selang beberapa detik kemudian tiba-tiba ada tangan yang ngasihin ke aku dari bawah toilet sebelah, aku kira awalnya itu orang yang kebetulan lagi ada di toilet sebelah ku. Tapi yang anehnya kok gak ada suara pintu kebuka lah, atau suara air closet lah, atau apapun itu sama sekali. Setelah selesai buang air besar, aku keluar dari toilet itu, dan aku cek toilet sebelah, aku sadar kalo ada hal janggal. Lantai sama closet di toilet itu bener-bener kering, sama sekali kayak gak pernah dipake orang sebelumnya, dan udah gitu gulungan tisu toilet yang seharusnya berada di tempatnya malah ada di lantai toilet itu dengan kondisi yang udah berantakan." Ucap Rafael
"Ngeri banget sih itu Raf." Ucap Michael
"Terus habis itu gimana?" Ucap Russel
"Habis itu ya aku panik dan langsung lari ke kelas, karena ya aku waktu itu bener-bener sendirian di dalem toilet." Ucap Rafael
"Wah asli tambah merinding aku.." Ucap Mikael
"Huhhh.. serem juga ya." Ucap Wisang
"Lanjut kah?" Ucap Ayaka
"Boleh, apa ada lagi pengalaman horror kalian?" Ucap Russel
.
.
.
*DAARRRRRRRRRR
Tiba-tiba petir menyambar dengan keras...
"HUAAAAAAAAAAAAA!!!" Ucap Mikael
"HA-" Miko langsung memeluk Ayaka karena ketakutan.
"ASTAGA!!" Ucap Michael
"HAHH.. ngagetin aja kamu Mik." Ucap Wisang
"WOI!! Udah berapa kali aku bilang, jangan bikin kaget!!" Ucap Rafael
"Mendadak petir muncul gini dah." Ucap Russel
.
Hujan pun langsung turun dengan deras..
"Yah hujan ternyata.." Ucap Michael
"Yaudah deh, mendingan kita tidur sekarang." Ucap Russel
"Selamat tidur semuanya.." Ucap Ayaka
"Ya, selamat tidur juga." Ucap Russel
"Ayo ayo, tidur semuanya.." Ucap Michael
"Yaa.." Ucap Wisang
.
.
.
Tak terasa hari terakhir camping akhirnya telah tiba...
Dimulai dengan Russel yang bangun lebih awal, yang kemudian disusul oleh Wisang dan Mikael yang bangun setelahnya. Kemudian Mikael bercerita bahwa malam harinya, ia merasa seperti ada yang mengawasi mereka di luar tenda sana, sambil disertai suara-suara aneh.
Kemudian berlanjut ke siang hari, Russel dan teman-temannya pergi memancing di sungai. Namun sebelum itu, mereka membuat perlatan untuk memancing dari bahan seadanya yang tersedia di alam.
Setelah memancing mereka memakan ikan hasil buruan mereka barusan. Sambil makan bersama, mereka mulai merencanakan untuk bermain kembang api di malam hari nanti.
Saat malam tiba, sesuai rencana. Mereka langsung menyiapkan kembang api yang telah dibeli, lalu bermain kembang api bersama hingga malam semakin larut.
Tanpa diduga, karena bosan di dalam tenda sambil menunggu mengantuk. Mereka mulai bercerita tentang pengalaman horror yang pernah mereka alami.
Setelah lama bercerita, tiba-tiba petir menyambar, dan mereka semua mulai ketakutan. Karena mendadak hujan turun sangat deras yang membuat mereka harus menghentikan cerita horrornya, dan tidur di tengah dinginnya hujan di malam hari.
Begitulah kisah camping Russel dan teman-temannya selama 3 hari. Banyak pengalaman seru dan berkesan yang mereka dapatkan. Namun liburan musim panas masih belum berakhir, sebentar lagi Festival Kembang Api akan segera diadakan. Russel dan teman-temannya telah berencana untuk berkunjung ke festival tersebut...
Selanjutnya di Another Place - 他の場所 (Hoka No Basho) Chapter 51: Festival Kembang Api (1)