Another Place

Another Place
Chapter 46: Liburan Musim Panas (1)



3 hari telah berlalu semenjak Russel dan teman-temannya membuat rencana kegiatan yang akan mereka lakukan disepanjang liburan musim panas kali ini melalui grup chat. Dan hari ini, mereka akan segera memulai kegiatan pertama. Yaitu, menonton bioskop di kota.


.


"YOSH! Hari ini pergi ke bioskop!" Ucap Russel yang bersemangat setelah bangun dari tidurnya.


.


Rafael [08.47]: Udah pada bangun belum? Nanti kita ketemuan, sekitar jam 12 siang di stasiun.


Russel [08.47]: Oke, kalo gitu sekarang aku mau sarapan terus siap-siap dulu.


Mikael [08.48]: Kita naik kereta ya.. oke oke.


Wisang [08.49]: Jam 12 siang? Okelah.


Rafael [08.50]: Yang lain pada bisa kan jam segitu?


Ayaka [08.52]: Aku bisa.


Miko [08.53]: Bisa.


Michael [09.00]: Jam 12? Oke.


.


Setelah mereka semua bersiap-siap, dan waktu telah menunjukkan pukul 12 siang. Sesuai janji, mereka berkumpul di stasiun. Kali ini, mereka semua datang tepat waktu. Karena Russel mengantisipasi keterlambatannya dengan datang lebih awal sebelum jam 12 tiba.


"Hai Sel. Tumben kamu gak telat." Ucap Wisang


"Oh hai Wis. Iya, aku datang lebih awal kali ini." Ucap Russel


"Yang lain belum pada dateng nih." Ucap Wisang


"Hmm, bener juga. Yaudah kita tunggu aja." Ucap Russel


"Iya." Ucap Wisang


.


Setelah beberapa saat menunggu akhirnya semua telah berkumpul, dan mereka siap untuk pergi ke bioskop.


"Yosh, udah kumpul semuanya." Ucap Mikael


"Ayo kita masuk ke keretanya sekarang." Ucap Rafael


"Ayoo.." Ucap Russel, Ayaka, Michael, Mikael, Miko, dan Wisang.


.


Di dalam kereta, mereka mulai mengobrol seputar kegiatan yang akan mereka lakukan esok hari.


"Hmm, besok kita mau ngapain lagi nih?" Ucap Rafael


"Buset, nonton bioskop aja belum Raf. Udah mikirin besok." Ucap Michael


"Ya gak apa, supaya rencana liburan musim panas kita bisa tersusun aja." Ucap Rafael


"Hmm kalo gitu, menurutku besok kita bisa ke pantai buat suikawari sama main bola voli." Ucap Wisang


"Ya, menurutku boleh aja sih. Kayaknya seru juga ke pantai di dekat desa." Ucap Russel


"Oke, kalo gitu besok kita ke pantai buat suikawari sama main bola voli." Ucap Rafael


"Oke nice." Ucap Mikael


"Ngomong-ngomong kita nanti nonton film apa?" Ucap Ayaka


"Hmm bener juga, kita belum tau mau nonton film apa." Ucap Russel


"Apa kalian ada ide?" Ucap Wisang


"Ntah, mungkin liat nanti aja pas di bioskop." Ucap Rafael


"Aku mah ngikut kalian aja." Ucap Michael


"Iya aku juga." Ucap Wisang


"Ya, mungkin film horror aja." Ucap Mikael


"Seriusan kamu Mik?" Ucap Wisang


"Iyalah." Ucap Mikael


"Hmm.." Ucap Russel


.


.


.


Sesampainya di stasiun pemberhentian. Russel dan teman-temannya segera menuju ke bioskop. Di sana mereka langsung memesan tiket.


"Jadi film horror aja nih?" Ucap Russel


"Iya." Ucap Mikael


"Serius kah kamu Mik?" Ucap Wisang


"Iya serius aku." Ucap Mikael


"Hmm yaudah deh 7 tiket, film horror." Ucap Russel


"Oke. Tiket sudah, hmm.. mau beli popcorn kah?" Ucap Rafael


"Boleh, aku mau beli popcorn." Ucap Michael


"Aku gak usah deh." Ucap Russel


"Aku juga gak usah." Ucap Ayaka


"Wisang?" Ucap Rafael


"Hmm.. aku juga gak usah." Ucap Wisang


"Oke, kalo gitu kita beli 4 popcorn." Ucap Rafael


"Oke." Ucap Mikael


.


Setelah membeli popcorn, dan film sebentar lagi akan segera dimulai. Russel dan teman-temannya langsung memasuki auditorium dan duduk dengan urutan seperti ini: Michael-Mikael-Miko-Ayaka-Russel-Wisang-Rafael.


"Yosh, udah siap nih aku." Ucap Michael


"Kamu aman Mik?" Ucap Wisang


"Aman kok, tenang aja." Ucap Mikael


"Hmm oke deh." Ucap Wisang


"Sebentar lagi mulai nih filmnya." Ucap Rafael


"Iya." Ucap Wisang


.


Tak lama setelah itu film pun dimulai. Jumpscare mulai bermunculan. Miko yang ketakutan menutupi wajahnya menggunakan popcorn. Sementara itu Mikael mendadak teriak..


"HUAAAAAAAA!!" Ucap Mikael


"Woy?! Mik, ngagetin aja!!" Ucap Michael


"Maaf maaf." Ucap Mikael


.


Film berlanjut beberapa lama, dan mendadak jumpscare kembali muncul..


Kali ini Mikael refleks melepaskan popcorn ditangannya dan ia tak sengaja mengenai popcorn milik Michael juga.


"MIKKK?! Popcorn ku jadi jatuh!!" Ucap Michael


Sementara itu Mikael nampak seperti orang pingsan. Film berlanjut dan pada akhirnya selesai. Russel dan teman-temannya segera keluar dari auditorium. Dan perut mereka sudah mulai lapar, ditengah hari yang mulai malam.


.


"Hahh.. gimana sih Mikael, kamu yang nyaranin film horror malah ketakutan, udah gitu popcornku jatuh pula." Ucap Michael


"Haaaa..." Ucap Mikael lemas


"Huft.. udah mau malem nih, laper juga. Gimana kalo kita cari makan malam?" Ucap Rafael


"Boleh, kalian emang mau pada makan apa?" Ucap Russel


"Hmm, apa ya. Di dekat sini ada restoran ramen sih." Ucap Michael


"Wah tau aja kamu, Mich." Ucap Wisang


"Iya, tadi pas kita jalan ke bioskop, aku lihat ada restoran ramen yang lumayan rame." Ucap Michael


"Ya boleh lah, deket juga kan tempatnya." Ucap Rafael


"Kalo kamu Ayaka?" Ucap Russel


"Hmm, boleh deh ramen." Ucap Ayaka


"Lah itu Mikael masih lemes habis nonton?" Ucap Rafael


"I-iya, dia tadi ketakutan." Ucap Miko


"Hmm, yaudah gak apa, sambil jalan aja ke restorannya." Ucap Rafael


"Ayo kita ke restorannya, ke arah mana, Mich?" Ucap Russel


"Ayo, ayo. Ke arah sini." Ucap Michael memandu mereka menuju restoran ramen.


.


Kemudian mereka pun pergi untuk makan malam di sebuah restoran ramen yang Michael lihat sebelum mereka menonton film.


Sesampainya di sana terlihat restoran tengah sepi pengunjung, lantas mereka langsung masuk ke dalam restoran tanpa berpikir panjang karena sudah lapar.


"Yosh, chashu ramen 7 porsi." Ucap Michael


"Mantap, Mich. Semangat banget." Ucap Russel


"Haha, dia udah gak sabar mau makan." Ucap Rafael


"Minumnya teh hijau aja lah ya." Ucap Michael


"Iya, itu aja." Ucap Wisang


"Oke, kalo gitu sekarang kita tinggal nunggu ramennya." Ucap Michael


"Hahh..." Ucap Mikael


"Oh, udah sadar kamu Mik?" Ucap Michael


"Akhirnya sadar juga." Ucap Rafael


"Hahh.. dimana ini?" Ucap Mikael


"Restoran ramen dekat bioskop." Ucap Russel


"Oh? Film nya udah selesai?" Ucap Mikael


"Udah daritadi kali." Ucap Wisang


"Kayaknya Mikael tadi ketiduran." Ucap Ayaka


"Masa ketiduran? Pingsan kali?" Ucap Rafael


"Hmm.. udah lah, sekarang aku mau makan. Mana menunya?" Ucap Mikael


"Michael udah pesen 7 porsi chashu ramen." Ucap Russel


"Oh, yaudah deh, itu aja gak apa." Ucap Mikael


.


Tak lama kemudian 7 porsi chashu ramen telah siap dan disajikan di depan mereka.


"Wahh.. kelihatannya enak banget." Ucap Michael


"Yaudah langsung aja. Selamat makan semuanya." Ucap Russel


"Selamat makan semuanya." Ucap Mikael, Rafael dan Wisang


"Ayo kita cobain Miko." Ucap Ayaka


"I-iya.." Ucap Miko


.


Tak butuh waktu lama, mereka memakan chashu ramen dengan sangat lahap hingga habis.


"Hahh.. kenyang.." Ucap Michael


"Ya, enak sih. Gak salah rekomendasi kamu Mich." Ucap Rafael


"Hehe.." Ucap Michael


"Beruntung kita mampir ke sini dulu ya." Ucap Russel


"Iya.." Ucap Ayaka


"Sekarang kita mau pulang?" Ucap Wisang


"Ya, udah malem juga. Besok kita mau ke pantai juga kan." Ucap Rafael


"Yaudah ayo kita ke stasiun lagi." Ucap Mikael


"Ayoo.." Ucap Russel, Ayaka, Michael, Miko, Rafael, dan Wisang


.


.


.


Begitulah pengalaman yang mereka dapatkan hari ini. Mereka pergi ke bisokop yang berada di kota. Karena kebetulan tempat tinggal mereka yaitu disebuah desa yang tak memiliki bioskop di sana. Perjalanan yang cukup panjang ditempuh menggunakan kereta, hingga akhirnya mereka sampai di kota dan langsung memesan taksi untuk diantar ke bioskop yang mereka tuju.


Sesampainya di bioskop mereka segera melihat-lihat film yang sedang tersedia untuk ditonton. Tanpa berpikir lama, Mikael langsung menyarankan untuk menonton film horror. Russel yang heran dengan pernyataan Mikael langsung menanyakan hal tersebut kepada Mikael langsung. Karena terakhir kali ketika Mikael menonton film horror ia nampak sangat ketakutan.


Namun karena semua telah setuju, pada akhirnya mereka memilih untuk menonton film horror. Mereka memesan 7 tiket dan memilih tempat duduk yang berderet. Setelah itu mereka pergi membeli popcorn dan softdrink sebagai camilan selagi menonton film.


Tak lama setelah itu, akhirnya jadwal film yang mereka tonton akan segera dimulai. Seketika itu juga, mereka langsung masuk ke dalam auditorium dan duduk sesuai dengan tiket yang mereka dapatkan.


Sesuai dugaan, Mikael nampak ketakutan sejak awal film dimulai. Di sebelahnya, Miko juga nampak ketakutan dengan menutupi wajahnya dengan tas yang ia bawa. Sementara itu Wisang nampak menonton film dengan biasa saja, Michael juga yang terlihat santai dengan makan popcorn. Rafael terlihat sedikit ketakutan sambil memakan popcorn juga. Sedangkan Russel dan Ayaka nampak menikmati jalannya film.


Pada akhirnya film telah selesai ditayangkan, Mikael nampak lemas setelah keluar dari dalam auditorium. Karena kebetulan, hari mulai gelap. Mereka memutuskan untuk membeli makanan di sekitar bioskop. Pada akhirnya mereka memilih, ramen.


Mereka memasuki restoran ramen, dan memesan ramen dan menyantapnya. Setelah pesanan mereka telah siap, mereka langsung memakan hidangan ramen dengan sangat lahap.


Setelah selesai makan malam, karena hari mulai larut. Alhasil mereka segera kembali ke stasiun dan naik kereta untuk kembali ke desa. Hari yang menyenangkan, walaupun mungkin sedikit menegangkan untuk Mikael. Perjalanan malam menggunakan kereta menuju ke desa nampaknya berhasil membuat Russel dan teman-temannya tertidur pulas...


.


.


.


Selanjutnya di Another Place - 他の場所 (Hoka No Basho) Chapter 47: Liburan Musim Panas (2)