Another Place

Another Place
Chapter 30: Sepadan



Namaku adalah Shi. Biarkan aku menjelaskan bagaimana kisah hidup ku selama ini.


.


Pertama-tama, aku tidak mengingat apapun sebelum hari itu. Ya, di hari itu aku mengingat sedang berjalan tanpa tujuan di sebuah gurun pasir yang sangat luas, seperti tak berujung. Aku ingat terakhir kali aku berjalan sangat lama, sampai kepalaku mulai pusing dan tak lama setelah itu, aku kehilangan kesadaran.


Ketika telah sadar, aku merasakan seperti berada di sebuah tempat yang berbeda. Gelap, tidak ada cahaya. Namun, suhu udaranya lebih dingin daripada terakhir kali aku berada di padang gurun. Aku mulai sadar bahwa tubuhku terbaring di sebuah alas dan pada lenganku terpasang semacam infus. Kemudian tak lama setelah itu, tiba-tiba muncul cahaya yang berasal dari lilin. Dari sana aku bisa melihat seseorang, ia datang menghampiriku.


Ia menanyakan mengenai kondisiku pada saat itu. Kemudian, ia memperkenalkan dirinya sebagai Kuro. Pada saat itu, aku yang kehilangan ingatan tentang masa lalu sebelumnya tidak tahu apapun mengenai segala hal yang telah terjadi bahkan, aku tidak mengetahui identitas diriku sendiri. Kemudian setelah mengenalkan dirinya, ia mulai menawarkan untuk membantuku. Ia berkata akan mengadopsiku sebagai orang tua.


Aku yang tidak mengetahui apapun lagi lantas menyetujuinya. Setelah beberapa hari aku berada di sebuah ruangan perawatan, Kuro mengajakku untuk pergi keluar dan melihat dunia di luar sana. Aku cukup terkejut karena ia bisa memunculkan portal yang menghubungkan langsung antar dimensi. Setelah itu, kami berdua pergi ke dimensi N-S. Kuro mengatakan bahwa ia ingin merekrut seseorang untuk diajak bergabung dengan organisasi rahasianya, dan aku ditugaskan untuk menjadi perantaranya.


Setelah sampai, aku diberi nama Shi oleh Kuro. Kemudian, aku pun langsung direkrut sebagai anggota pertama di organisasi rahasianya. Lantas aku pun menyetujuinya, karena Kuro telah menyelamatkanku dari padang gurun.


Misi yang aku dapatkan adalah untuk mengamati seseorang di dimensi itu yang bernama Urami. Sebelumnya, biar aku jelaskan latar belakang Urami terlebih dahulu.


.


Urami merupakan seorang anak yang berusia lebih muda 1 tahun dari diriku. Ia bisa dibilang merupakan anak yang spesial dibandingkan dengan teman-teman seusianya yang memiliki kehidupan selayaknya manusia biasa. Urami merupakan anak yang memiliki kemampuan bawaan lahir, yaitu elemen magnet. Kehidupan Urami bisa dibilang sangat populer, namun dari informasi yang aku dapatkan. Orang tua Urami mendadak hilang beberapa tahun yang lalu, dan hal itu membuat Urami sangat tertekan dan ia sering kali tak bisa mengontrol emosi diri sendiri.


Beberapa hari aku membuntuti Urami kemana pun dia pergi. Berkeliling kota, Urami selalu disoraki oleh orang orang, bukan karena sifatnya yang buruk, namun karena kekuatan magnet yang ia miliki. Orang-orang di sana ingin melihat kekuatan magnet yang dimiliki oleh Urami, dan hal itu terkesan seperti pertunjukan. Kemudian Urami yang menuruti permintaan mereka langsung melakukan atraksi dengan menarik kaleng-kaleng di sekitarnya, dan semacamnya. Kemudian, para orang orang yang menyaksikan itu bertepuk tangan. Hal seperti itu bisa berlangsung sepanjang hari dan membuat Urami sangat tertekan dengan sikap orang-orang di sekitarnya. Mereka hanya mau melihat kekuatan yang dimiliki oleh Urami, tanpa peduli dengan keadaan diri Urami.


Tidak ada yang mengajak bicara Urami, tidak ada yang peduli maupun prihatin dengan kondisinya yang sebatang kara. Mereka hanya bersenang senang dengan kekuatan yang Urami miliki. Sampai pada suatu waktu ketika hari mulai gelap. Urami saat itu hendak pulang ke rumahnya, dan dari arah berlawanan ada sekelompok anak-anak yang meminta Urami untuk menunjukkan kekuatan magnetnya.


Tetapi Urami menolaknya, karena ia sudah lelah menunjukkan kekuatannya ke orang lain seharian, tetapi sekelompok anak-anak itu memaksa Urami untuk menunjukkan kekuatannya. Urami yang sudah tidak bisa menahan emosinya lagi langsung melampiaskan amarahnya. Ia menarik sebatang besi dan langsung menusukkannya ke salah satu anak. Sontak seketika, teman-teman anak tersebut langsung berlari untuk menyelamatkan dirinya. Urami tanpa sengaja telah membunuh salah satu anak tersebut.


Aku yang menyaksikannya akhirnya memutuskan untuk keluar dan menunjukkan diriku. Urami yang terkejut bahwa ada orang lain yang menyaksikan hal itu, langsung terdiam. Kemudian ia menanyakanku beberapa hal.


"Siapa kau?" Ucap Urami


"Namaku Shi." Ucap Shi


"Apa yang kau lakukan di sini?" Ucap Urami


"Tidak ada, aku baru saja menyaksikan kejadian tadi." Ucap Shi


"Cih.. apa yang akan kau lakukan?" Ucap Urami


"Tidak, aku tidak mau. Karena kau telah menyaksikan kejadian tadi, aku akan membunuhmu juga." Ucap Urami


"Eh?" Ucap Shi


Ya, kami pun bertarung. Saat itu aku berhasil mengingat sedikit memori pada masa laluku, yang dimana aku memiliki sebuah kekuatan unik, yaitu tulang. Karena Urami yang emosinya masih tak terkendali langsung mencoba untuk menebasku. Aku langsung mengeluarkan tulang dan menangkis besi yang dipegang Urami lalu seketika besi itu terlempar.


Aku kira Urami akan menyerah tetapi, dugaanku salah. Emosinya semakin menjadi-jadi, dan ia langsung menarik lebih banyak besi dan langsung mencoba menerjang ke arahku. Tetapi, lagi-lagi aku berhasil menahan serangannya dan menyerang balik dirinya. Pertarungan itu berlangsung cukup lama, hingga akhirnya aku dapat mengalahkan Urami.


"Hahh.. kau sangat kuat, baru kali ini aku menemukan lawan yang sepadan.." Ucap Urami


"Karena kau kalah, bagaimana jika kau bergabung dengan organisasiku.. Aku akan menemanimu." Ucap Shi


"Hahhh.. sepertinya aku tak mempunyai pilihan lain. Baiklah aku akan bergabung." Ucap Urami


.


Urami pun menyetujuinya dan setelah itu, aku mengajaknya untuk bertemu dengan Kuro. Kemudian, Kuro memujiku karena berhasil untuk merekrut Urami dan setelah itu, kami pun segera berpindah dimensi lagi kembali ke dimensi awal sebelumnya. Di sana, Kuro menjelaskan secara panjang lebar mengenai misi kami sesungguhnya dimulai dari latar belakang Shadow, hingga misi untuk mempersiapkan kebangkitannya yang tidak lama lagi. Selama menunggu waktu itu tiba, kami diminta untuk merebut senjata legendaris yang tersisa di seluruh alam semesta ini. Kuro juga berkata bahwa masih ada beberapa orang lagi yang akan ia rekrut untuk menjadi anggota organisasinya. Ia berkata bahwa kami akan menguasai seluruh alam semesta di bawah pimpinan Shadow dan untuk mewujudkan itu, kami memerlukan orang-orang kuat untuk bergabung dengan organisasi kami. Kemudian karena dirasa cukup cocok, aku dan Urami ditugaskan sebagai rekan. Sehingga ke depannya aku dan Urami akan bekerja sama dalam satu tim.


Kami melakukan banyak misi di berbagai dimensi dan telah mendapatkan lebih dari 1000 senjata legendaris yang tersebar di alam semesta. Kami merekrut banyak orang hingga akhirnya organisasi kami lengkap sudah berjumlah 10 orang.


Walaupun aku dengan Urami sudah menjalani banyak sekali misi. Tetapi misi kali ini berbeda, aku merasa musuh yang akan kami hadapi sangat jauh kekuatannya dibandingkan dengan kekuatan musuh-musuh kami sebelumnya. Mereka adalah anak-anak yang berasal dari sebuah tempat yang disebut Bumi. Russel dan teman-temannya, mereka berhasil mengalahkan dua anggota dari organisasi kami. Jack dan Kurai berhasil mereka bunuh, dan mereka semua gagal untuk mendapatkan senjata legendaris yang diperintahkan oleh Kuro.


Tetapi aku tidaklah sama seperti mereka, aku bukan orang yang ceroboh dan menyerang tanpa strategi. Aku dan Urami pasti bisa merebut semua senjata legendaris yang mereka miliki.


Sepertinya hal ini akan menjadi sedikit menarik, aku akui mereka musuh yang sepadan.


.


.


.


Selanjutnya di Another Place - 他の場所 (Hoka No Basho) Chapter 30: Sepadan (2)