Another Place

Another Place
Chapter 70: Kyoto (Hari Ke-3)



Sebelumnya Russel beserta kelompoknya bersama dengan Ayaka dan kelompoknya juga telah pergi berendam di onsen untuk sekedar melepas penat setelah padatnya aktivitas distudy tour mereka kali ini.


Sekarang mereka telah memasuki hari ke-3 dirangkaian kegiatan study tour kelas 2. Setelah hari pertama mereka menjelajahi Fushimi Inari, kemudian dilanjutkan dengan hari kedua menjelajahi Arashiyama Bamboo Forest dan Monkey Park Arashiyama. Dihari ketiga ini, mereka akan menjalani full aktivitas dari pagi hingga sore di dalam penginapan, mereka akan diberikan beberapa panduan sekaligus mempersiapkan diri untuk acara di malam hari nanti, yaitu jelajah malam di lokasi sekitar tempat penginapan mereka berada.


Seperti biasa, pagi ini lagi-lagi Wisang bangun paling awal, disusul oleh Russel dan mereka membangunkan teman-teman yang lain. Setelah itu mereka mendapatkan beberapa makanan untuk sarapan yang disediakan oleh osis sekolah.


.


"Hoam.. udah hari ke 3 aja ya, gak kerasa," ucap Mikael.


"Ya, gak kerasa," ucap Michael.


"Ini ada makanan lagi dari osis," ucap Russel.


"Oh, bagus, taruh di meja aja, Sel," ucap Michael.


"Hmm hari ini enaknya ngapain ya?" ucap Mikael.


"Mulai bosen sih kalo di penginapan terus," ucap Wisang.


"Ya, hari ini kita gak ada kegiatan di luar penginapan kan?" ucap Rafael, sambil mengambil roti.


"Iya, hari ini kegiatan kita dari pagi sampe sore full di penginapan," ucap Russel.


"Hmm.. nanti malam ada jelajah malam kan?" ucap Michael.


"Kayaknya seru," ucap Wisang.


"Hahh..," ucap Mikael yang terlihat putus asa duluan setelah mendengar jelajah malam.


"Kenapa kamu Mik? Takut ya..," ucap Rafael.


"Takut? Ha, ya enggak lah, masa jelajah malam doang takut," ucap Mikael.


"Hmm, gak yakin aku," ucap Wisang.


"Haha, tenang aja Mik, aman kok, gak akan ada hal yang membahayakan," ucap Michael.


"Iya, lagian juga yang aku denger katanya jelajah malamnya itu berpasangan, jadi gak sendirian," ucap Russel.


"Oh jelajah malamnya berdua? Baguslah kalo gitu," ucap Mikael.


"Kayaknya aku tau apa yang kamu pikirkan, Mik," ucap Wisang.


"Apa?" ucap Mikael.


"Gak, lupakan," ucap Wisang.


"Hmm.. kalo berpasangan berarti kita harus cari pasangannya dulu," ucap Rafael.


"Ya, kayaknya nanti pas sore deh mulai nyari pasangannya," ucap Russel.


"Hmm.. masih lama sih, gimana kalo kita main permainan, sekarang juga lagi jam bebas kan," ucap Michael.


"Yaudah ayo," ucap Rafael.


"Yah.. boleh sih, sekalian menghabiskan waktu," ucap Russel.


"Oke aku setuju," ucap Wisang.


"Oke ayo," ucap Mikael.


.


.


.


Pada akhirnya untuk menghabiskan waktu, Russel dan teman-temannya memutuskan untuk bermain beberapa permainan di dalam kamar penginapan mereka. Sambil menghabiskan waktu dan menunggu instruksi kegiatan selanjutnya.


Hari ini mereka akan melakukan aktivitas malam yang akan diadakan di taman yang terletak tak jauh dari penginapan mereka. Beberapa jam sebelum acara dimulai Mikael nampak cemas dan tidak bisa diam memikirkan jelajah malam nanti. Sementara itu yang lain nampak masih bisa menikmati suasananya. Namun karena melihat Mikael yang seperti itu, mereka berencana untuk mengalihkan perhatian Mikael agar dirinya dapat lebih tenang, dengan cara bermain game.


.


"Hmm.. kamu keliatan cemas gitu Mik," ucap Russel.


"Ah, enggak. Gak apa-apa kok aku," ucap Mikael.


"Daripada kamu kebanyakan mikirin acara nanti malam, mendingan kita main game bareng yuk," ucap Michael.


"Iya, gak usah terlalu dipikirin lah Mik," ucap Rafael.


"Ayo, aku udah siap nih," ucap Wisang, sambil memegang handphone miliknya.


"Oke deh ayo," ucap Mikael.


.


Pada akhirnya beberapa jam sebelum acara untuk mencari pasangan ketika jelajah malam nanti dimulai, Russel dan teman-temannya malah bermain game bersama. Hal itu dikarenakan untuk menenangkan Mikael yang terlihat sangat cemas dengan acara nanti malam, sekaligus untuk menghabiskan waktu dan bersenang-senang sejenak.


.


"Yosh, menang lagi!!" ucap Wisang.


"Nice," ucap Russel.


"Udah aku bilang jaga di sana, Mik," ucap Rafael.


"Ya kamu, udah tau kalah level malah maksa," ucap Mikael.


"Udah-udah jangan ribut," ucap Michael.


"Eh sekarang udah jam 6 sore nih," ucap Rafael.


"Kayaknya kita harus segera gabung sama yang lain," ucap Michael.


"Iya, ayo kita ke depan," ucap Russel.


"Oke ayo," ucap Wisang.


"Gimana Mik? Aman kan?" ucap Michael.


"Hm. Aman lah," ucap Mikael.


"Oke bagus," ucap Rafael.


.


.


.


Karena tinggal sebentar lagi waktunya, Russel dan teman-temannya segera pergi menuju keluar ke depan tempat penginapan mereka. Di sana sudah terdapat banyak siswa yang berkumpul untuk mencari pasangan mereka di acara jelajah malam nanti, kebetulan juga sistem pemilihan kali ini dibebaskan, sehingga setiap orang bebas untuk memilih mau berpasangan bersama siapa saja.


.


"Wah, udah rame ternyata di sini," ucap Russel.


"Iya, untung kita ga telat," ucap Wisang.


"Hmm.. pasangan sama siapa ya kira-kira?" ucap Rafael.


"Aku sih bebas sama siapa aja," ucap Michael.


"Ya, aku juga gak terlalu mentingin pasangannya siapa," ucap Wisang.


"Hmm..," ucap Mikael.


.


.


.


"Baik, perhatian semuanya. Jadi di sini saya akan menjelaskan beberapa aturan dan petunjuk untuk acara kita nanti malam. Oke, untuk acara jelajah malam yang hari ini akan diadakan pukul 20.00 nanti, akan menggunakan sistem berpasangan. Jadi, setelah ini kalian bisa segera mencari pasangan dan bersiap-siap untuk jelajah malam nanti. Untuk tempat pelaksanaannya akan diadakan di lingkungan sekitar penginapan, tepatnya di taman sebelah sana, kalian akan berjalan berpasangan mengikuti beberapa anak panah sebagai petunjuk jalannya. Di tengah-tengah taman juga akan ada jalan yang bercabang, kalian bebas untuk memilih akan melalui jalan yang mana untuk melanjutkan jelajah malam hingga akhirnya akan tiba di sekitar penginapan. Jadi, jelajah malam kali ini hanya akan melalui jalan yang memutar dan tidak akan tersesat. Tak perlu khawatir juga karena di seluruh jalur jelajah malam nanti akan diawasi oleh beberapa anggota osis sehingga akan meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan. Dan ya, kurang lebih begitu saja untuk informasi seputar jelajah malam nanti, jadi sekarang silahkan untuk mencari pasangan, dan selamat bersenang-senang, terimakasih," ucap Staff osis.


.


"Hm, nyari pasangan ya," ucap Russel.


"Kelompoknya Miko dimana ya?" ucap Mikael.


"Aku juga belum liat mereka daritadi," ucap Wisang.


"Kalo gitu ayo kita cari mereka," ucap Rafael.


"Oke ayo," ucap Russel.


.


"Russel," ucap Sumire, yang melambaikan tangannya ke arah Russel.


"Oh itu mereka," ucap Russel.


"Nice langsung ketemu," ucap Wisang.


"Ayo kita ke sana," ucap Mikael.


.


"Kalian udah pada dapet pasangan?" ucap Ayaka.


"Belum," ucap Russel.


"Ya, belum," ucap Wisang.


"Miko mau bareng gak?" ucap Mikael.


"Cepet banget kamu, Mik," ucap Rafael.


"E-eh.. o-oke deh," ucap Miko.


"Nice," ucap Mikael.


"Kalo gitu ayo kita bareng, Raf," ucap Tsubaki.


"Okelah, ayo," ucap Rafael.


"Kalo gitu mau bareng Suiren?" ucap Wisang.


"O-oke," ucap Suiren.


"Mau bareng gak Sel?!" ucap Ayaka dan Suiren bersamaan.


"Ehh..," ucap Russel.


"Kok aku merasa kayak kemarin pas di danau ya," ucap Wisang.


"Tapi kali ini peraturannya pasangannya gak boleh sama sesama gender," ucap Sumire.


"Ya, kalo gitu aku mau nyari pasangan ke sana dulu," ucap Michael.


"Oke Mich, hati-hati," ucap Mikael.


"Apanya yang hati-hati," ucap Rafael.


"Gak, lupakan," ucap Mikael.


"Hmm," ucap Rafael.


"Jadi kamu mau gimana Sel?" ucap Ayaka.


"Ehh.. aku bisa sama siapa aja," ucap Russel.


"Kalo gitu sama aku aja," ucap Sumire.


"Loh, gak bisa gitu dong?!" ucap Ayaka.


"Bisa dong, kan aku duluan," ucap Sumire.


"Kan kita tadi ngomongnya barengan," ucap Ayaka.


"Yah, entah kenapa aku malah merasa mereka mirip kalian Mik, Raf," ucap Wisang.


"Haha.. masa sih Wis," ucap Rafael.


"Hmm.. daripada kalian ribut kenapa gak bertiga aja?" ucap Tsubaki.


"E-eh? Emangnya boleh?" ucap Miko.


"Gak ada peraturan yang mengharuskan pasangan 2 orang sih," ucap Rafael.


"Hm, tapi bukannya pasangan itu 2 orang?" ucap Wisang.


"Gak apa, karena aku sekretaris osis, aku bisa minta khusus buat kita, Ayaka," ucap Sumire.


"Ehh..," ucap Mikael.


"Lah bisa gitu ternyata," ucap Russel.


"Gimana kamu setuju buat pasangan 3 orang?" ucap Sumire.


"Oke, kali ini aku setuju," ucap Ayaka.


"Gimana Sel?" ucap Sumire.


"Yah, mau gimana lagi. Aku ikut kalian aja deh," ucap Russel.


"Yeay, baguslah," ucap Ayaka.


"Hmm.. baru kali ini aku liat pasangan 3 orang di acara jelajah malam," ucap Wisang.


"Apa ada masalah denganmu Wisang?" ucap Sumire dengan tatapan tajam.


"Eh.. gak, gak ada," ucap Wisang.


"Haha, kalo gitu kita udah dapet pasangan semuanya nih, ayo kita siap-siap ke area jelajah malamnya," ucap Tsubaki.


"Loh udah mau jam 8 ya, gak kerasa ternyata," ucap Rafael.


"Iya ya, ayo kita ke sana," ucap Russel.


"Ayoo..," ucap Ayaka.


"Hah..," ucap Mikael.


"Kenapa Mik mulai takut lagi?" ucap Rafael.


"Gak, aku pasti bisa," ucap Mikael.


"Wah, bagus. Semangat itu yang dibutuhkan," ucap Rafael.


"Yosh, ayo kita jelajah malam!!" ucap Mikael yang mendadak langsung bersemangat.


.


.


.


Sesampainya mereka semua di lokasi tempat dilaksanakannya jelajah malam...


*DENGG.. (Suara lonceng)


"Hahh..," ucap Mikael yang terlihat ingin pingsan.


"Lah Mik, jangan pingsan oi, acaranya aja belum mulai bahkan," ucap Rafael.


"Ge-gelapnya," ucap Suiren.


"Tenang, aku denger katanya nanti kita dikasih satu buah senter," ucap Wisang.


"Ka-kamu gak apa Mik?" ucap Miko.


"Eh.. i-iya, aku gak apa.. kita harus bisa selesain jelajah malam kali ini," ucap Mikael.


"Gimana Raf? Takut?" ucap Tsubaki.


"Takut? Gak lah, gini doang ngapain takut," ucap Rafael.


"Woah, keren," ucap Tsubaki.


"Ternyata area nya lebih gelap daripada yang aku kira," ucap Russel.


"Emm..," ucap Ayaka.


"Kamu gak apa Ayaka?" ucap Russel.


"Nanti dikasih senter kok," ucap Russel.


"Syukurlah," ucap Ayaka.


"Eh? Di mana Sumire?" ucap Russel.


"Iya ya, dia mendadak menghilang," ucap Ayaka.


"Hmm mungkin ada urusan sama osis," ucap Rafael.


"Bisa jadi sih," ucap Russel.


.


"Oke, selamat malam semuanya, di sini kita akan segera memulai acara jelajah malam yang akan diadakan di taman yang berada tepat di depan kita. Nah, seperti yang bisa kita lihat bahwa di dalam sana sangat gelap, maka dari itu untuk setiap pasangan kami akan memberikan 1 buah senter yang bisa digunakan untuk menerangi kalian ketika berjalan di dalam nanti. Untuk sistemnya adalah akan ada jeda 1 menit dari setiap 1 pasangan masuk ke dalam hingga ke pasangan berikutnya. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi penumpukan di dalam taman. Untuk sisanya seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ikuti tanda jalan dan petunjuk di dalam, kemudian kalian akan keluar di sekitar penginapan dan bisa menyerahkan senternya kembali di sana. Baik, selamat bersenang-senang, acara jelajah malam resmi dimulai!" ucap Staff osis.


.


"Wah udah dimulai," ucap Ayaka.


"Siapa yang mau masuk duluan?" ucap Rafael.


"Kamu aja," ucap Mikael.


"Dih enak aja," ucap Rafael.


"Udah, kami aja yang duluan," ucap Wisang.


"E-eh?!" ucap Suiren.


"Eh.., kenapa?" ucap Wisang.


"G-gak apa, a-ayo," ucap Suiren.


"Wah, semangat Suiren!!" ucap Tsubaki.


"Me-mereka berani banget," ucap Miko.


"Yah, baguslah jadi gak paling pertama," ucap Rafael.


"Selanjutnya siapa nih?" ucap Tsubaki.


"K-kalian duluan aja," ucap Miko.


"Hmm, yaudah deh, ayo Ayaka," ucap Russel.


"E-eh? Sekarang?" ucap Ayaka.


"Hai Sel, sorry tadi aku dipanggil osis, kita kapan masuknya?" ucap Sumire.


"Nah kan bener urusan osis," ucap Rafael.


"Nice kamu dateng tepat waktu, kita masuk sekarang, ayo," ucap Russel.


"E-eh??? Sekarang?!" ucap Sumire.


.


.


.


Pada akhirnya Russel, Ayaka, dan Sumire mulai berjalan di antara taman yang gelap, dengan senter kecil sebagai penerangan di tangan Russel.


.


"Emm.. ge-gelap banget ternyata," ucap Ayaka.


"Yah.. walaupun udah pake senter sih," ucap Russel.


"Di-di sana ada apa ya?" ucap Sumire.


"Tenang aja, kita hanya perlu jalan biasa," ucap Russel.


.


*Mendadak ada sesuatu berwarna putih yang menggantung di atas pohon.


"I-itu apa?!" ucap Sumire.


"E-eh?! A-apa itu!" ucap Ayaka.


"Eh.., itu cuma karung kok, kalian jangan takut," ucap Russel.


"E-ehh, cuma karung ya," ucap Ayaka.


"Ka-kalo gitu ayo kita lanjut," ucap Sumire.


"Ya, kayaknya masih lumayan jauh," ucap Russel.


.


.


.


Sementara itu Mikael dan Miko nampaknya masuk ke taman lebih dahulu, dilanjutkan dengan Rafael dan Tsubaki di belakangnya. Baru beberapa saat berjalan Mikael dan Miko malah dikagetkan sesuatu.


.


"D-duh.. gelap banget ya," ucap Mikael.


"I-iya, se-semoga gak ada yg buruk terjadi," ucap Miko.


.


"Eh, itu Mikael sama Miko kan?" ucap Tsubaki.


"Lah iya, coba aku kagetin mereka," ucap Rafael.


.


"WOI!!" ucap Rafael.


"AAAAAAAAA!!" ucap Mikael.


"Hahahaha.." ucap Rafael.


"E-eh.. ka-kalian ternyata," ucap Miko.


"Woi Raf! Gak lucu tau," ucap Mikael.


"Tenang aja Miko, kita jalan bareng aja yuk," ucap Tsubaki.


"Iya, kalian jalannya lambat banget, jadi ketemu kan," ucap Rafael.


"Hmm.. suka-suka kami lah," ucap Mikael.


"Udah, kalian jangan ribut," ucap Tsubaki.


.


.


.


Sementara itu Wisang dan Suiren telah selesai jelajah malam dan mereka keluar di dekat penginapan.


"Hm, ternyata gak seram," ucap Wisang.


"I-iya ya," ucap Suiren.


"Kalo gitu kita nunggu yang lain dulu aja," ucap Wisang


.


.


.


Tak lama kemudian, Russel, Ayaka, dan Sumire juga telah menyelesaikan jelajah malam dan mereka bertemu kembali dengan Wisang dan Suiren.


.


"Fiuh, selesai juga akhirnya," ucap Russel.


"Yah.. syukurlah," ucap Ayaka.


"Gak gitu serem ternyata," ucap Sumire.


"I-iya," ucap Suiren.


.


.


.


Sementara itu Mikael, Miko, Rafael, dan Tsubaki yang masih berada di dalam taman, mendadak dikagetkan oleh salah satu staff osis yang menyamar menjadi hantu.


"GROAAA!!" geram Staff osis tersebut.


"AAAAAAAAAAAAAAAA!!!" ucap Mikael.


"AAAAA!!" ucap Rafael.


"Miko!!" ucap Tsubaki yang ketakutan dan langsung memeluk Miko.


"T-tsubaki.. a-apa tadi barusan..," ucap Miko yang ketakutan juga.


.


.


.


"Eh? Itu tadi suara teriakan Mikael?" ucap Russel.


"Apa yang terjadi di dalam sana?" ucap Wisang.


"Aku gak tau, palingan Mikael dikagetin sama staff," ucap Russel.


"Iyasih," ucap Wisang.


.


.


.


Pada akhirnya mereka berhasil menyelesaikan jelajah malam. Walaupun Mikael harus dibantu jalan oleh Rafael, karena ia terlihat seperti orang yang ingin pingsan.


.


.


.


"Lah Mikael kenapa ini?" ucap Russel.


"Tadi dia teriak kenceng banget dah," ucap Wisang.


"Ya, dia tadi kaget pas ada hantu, jadinya begini," ucap Rafael.


"Miko kamu gak apa?" ucap Ayaka.


"A-aku gak apa," ucap Miko.


"Syukurlah," ucap Suiren.


"Kalo gitu makasih ya semuanya buat hari ini," ucap Tsubaki.


"Ah iya, sama-sama," ucap Rafael.


"Kami ke penginapan dulu ya," ucap Sumire.


"Sampai jumpa besok," ucap Ayaka.


"Sampai jumpa," ucap Russel.


"Oke," ucap Wisang.


.


"Yo, halo kalian," ucap Michael.


"Oh, Michael ternyata. Tadi kamu sama siapa Mich?" ucap Russel.


"Ada, anak kelas lain yang belum dapat pasangan juga," ucap Michael.


"Oh, gitu," ucap Rafael.


"Tadi Mikael teriak kenceng banget ya," ucap Michael.


"Iya, kedengeran sampe sini bahkan," ucap Russel.


"Ya, yang penting kita semua udah sampe di sini, mau langsung ke penginapan kah?" ucap Michael.


"Ayo," ucap Wisang.


"Kalo gitu aku sih mau ke konbini dulu," ucap Russel.


"Oh yaudah ayo sekalian Sel," ucap Rafael.


"Lah terus Mikaelnya gimana?" ucap Russel.


"Mich, anterin Mikael sampe penginapan ya," ucap Rafael.


"Hmm.. okelah, aku nitip makanan ya tapi," ucap Michael.


"Oke," ucap Rafael.


"Ayo Mich, kita ke penginapan," ucap Wisang.


"Iya, kamu gak apa Mik?" ucap Michael.


"Ehh..," ucap Mikael.


"Asli udah kayak orang pingsan aja kamu Mik," ucap Wisang.


"Hahaha..," ucap Michael.


.


.


.


-CHAPTER 70 END-


.


.


.


Hari ketiga study tour kelas 2 dimulai.


Kali ini mereka mendapatkan aktivitas full seharian di penginapan, kemudian dilanjutkan aktivitas malam yaitu jelajah malam.


Russel dan kelompoknya memanfaatkan kesempatan ini untuk beristirahat dan bermain game seharian. Hingga pada sore hari telah tiba dan mereka berkumpul di tempat yang telah ditentukan.


Mikael yang nampak cemas sepanjang hari nampaknya masih belum bisa menghilangkan susasana itu. Sementara itu ketika yang lain telah menemukan pasamgan untuk masuk menjelajahi ke dalam taman ketika jelajah malam, Michael malah belum mendapatkan pasangan, sehingga ia memutuskan untuk berpisah dengan yang lainnya, untuk mencari pasangannya.


Acara dimulai, dan secara tidak diduga Wisang dan Suiren menjadi pasangan pertama yang masuk ke dalam taman, disusul oleh pasangan Russel, Ayaka, dan Sumire, kemudian Mikael dan Miko, kemudian Rafael dan Tsubaki yang tak sengaja bertemu dengan Mikael dan Miko di tengah jalan.


Pada akhirnya semua berhasil menyelesaikan acara jelajah malam dengan lancar, walaupun Mikael yang terlihat seperti orang pingsan setelah dikagetkan oleh staff osis yang menyamar sebagai hantu di tengah jalan.


Setelah itu mereka pulang kembali ke penginapan dan mempersiapkan diri untuk esok hari, yaitu hari terakhir di Kyoto, hari bebas, mereka semua bebas ingin pergi kemana saja, sampai pukul 21.00, mereka harus kembali pulang ke Hokkaido menggunakan kereta.


.


Selanjutnya di Another Place - 他の場所 (Hoka No Basho) Chapter 71: Kyoto (Hari Ke-4)