
"Night too and i love you too,” ucap Angelica dengan senyumanan yang menghiasi wajah cantiknya.
Deg
Ada rasa sakit yang menjalar di dalam hatinya saat orang yang kamu cintai dan milikmu mengucapkan kata cinta kepada orang lain. Sedang dia belum pernah mengatakan cinta kepadamu. Itulah yang dirasakan oleh Allendra saat mendengar Angelica mengatakan cinta ke orang lain.
Bahkan ia bisa melihat kalau Angelica senang saat menerima telpon dari orang tersebut, hal itu benar-benar menbuatnya marah.
Dengan rasa marahnya ia berjalan kearah Angelica, ia merebut Hp Angelica dan menbantingnya sampai tak berbentuk lagi.
"Gila ya lo!! main banting milik orang,”ucap Angelica dengan emosi. Siapa yang tidak emosi saat orang tiba-tiba datang merebut barangmu dan menghancurkannya.
"APA HAH!!!" Murka Allendra.
" GILA!” ucap Angelica dengan penuh penekanan dan bisa di lihat raut kemarahan di dalam dirinya.
"Cihhh... dasar *****!! nanti gue beliin yang lebih bagus dari itu dan bahkan gue juga bisa beli diri lo saat in-“
Plakkk
Sebelum Allendra menyelesaikan ucapannya, dia sudah mendapat tamparan dari dari Angelica.
" Gue bisa beli sendiri hp kayak gitu tanpa lo beliin. Gue gak butuh duit lo itu!! gue bukan seorang ****** yang seenaknya lo bisa beli gue kayak gitu!" ucap Angelica dengan penuh emosi dan pergi meninggalkan Allendra yang hanya mematung di tempat.
Allendra yang sadar akan ucapannya tadi ia langsung mengejar Angelica. Tapi ia terlambat, ia tidak menemukan Angelica di manapun.
Arrgghh
~*~*~*~*~
Dimas merasa senang karena sikap dan sifat Angelica sudah tidak seperti dulu yang selalu cuek kepadanya. Ia berjanji akan selalu menjaga Angelica dan membalaskan dendam mereka yang selama ini mereka sembunyikan dari orang-orang dan hanya mereka saja yang tau.
Mengingat dendam mereka itu membuatnya sangat emosi. Hal yang membuat ia dan Angelica merasakan kehilangan yang amat sangat mendalam. Karena itu juga lah yang membuat sifat dan sikap Angelica berubah. Ia berjanji akan membalaskan dendam mereka.
"Gimana kak... Angel jadi pulang gak nih? Udah jam setengah sembilan nih!" tanya Aldo.
Dimas yang sadar akan kehadiran Aldo berusaha mengontrol emosinya. Ia tidak ingin membuat kesalahan dengan meluapkan emosinya kepada Aldo. Walau sebenarnya ia juga agak kesel dengan Aldo.
Hufttt
Helaan nafas dimas terdengar lembut. Yang berarti dia sudah bisa mengontrol emosinya.
"Dia gak pulang katanya masih ada urusan," jawab Dimas.
"Hah?"
Aldo gak percaya dengan apa yang barusan ia dengar. Ia sudah menunggu lama dan akhirnya pulang tanpa hasil apa-apa.
Sedangkan Dimas yang melihat ekspresi wajah Aldo hanya terkekeh. Ia sempat berfikir gimana respon para fansnya saat tau ekspresi Aldo. Dengan ide gila yang ada di otaknya, ia mengambil foto wajah Aldo dengar ekspresi yang lucu dan aneh menurutnya.
Kesadaran Aldo kembali saat ada sinar flash dari hp seseorang. Ia baru sadar jika Dimas mengambil fotonya. Ia juga yakin kalau ekspresi wajahnya sangat-sangat buruk sampai Dimas menahan tawanya.
Sedangkan Dimas terus tertawa dan menghidar dari Aldo. Ia terus berlari kesana-kemari supaya tidak tertangkap oleh Aldo. Tapi sepertinya ia sedang tidak beruntung, ia terjatuh dan Aldo langsung mengambil hp nya.
"Haahhahaaa.... rasain lo kak!! makanya jangan macam-macam sama gue. kena batunya kan," cibir Aldo.
"Resek lo!! bukannya bantuin gue malah ngeledekin gue.... gak gue restuin sama adek gue tau rasa lo!” ucap Dimas dengan penuh kemenangan.
"Yah.. jangan gitu dong kak...sini deh gue bantu."
"Telat pe'ak!! udah berdiri baru mau bantuin... situ sehat?"
Aldo hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan tersenyum kikuk.
"Sorry kak! Tapi gue bakal di restuin sama Angel kan?"
"Gue sih sama kayak dia. Mau nggak dia sama lo!!"
"Pasti mau lah... orang gue aja udah ganteng, kaya, pinter, terkenal, dan masih banyak lagi,” ucap Aldo. Sedangkan Dimas yang mendengarnya memasang wajah jijik.
"Pd gila *****... gue aja yang kakaknya gak yakin kalau dia mau sama lo.”
"Doa lo jelek banget kak!”
"Biarin!!sudah sana lo pulang!”
"Gue diusir lagi.yaudah deh, bye calon kakak ipar!”
Dimas yang mendengar itu merasa jijik dan geli. Ia yakin seratus persen kalau Angelica gak bakal mau sana si curut gila itu.
Aldo yang berjalan keluar dapat melihat Angelica turun dari motornya. Sepertinya dewi keberuntungan lagi berpihak padanya. Ia yakin kalau Angelica bakal memeluknya karena merasa gak enak udah membuat orang ganteng seperti dia menunggunya lama.
~*~*~*~*~
Kesal dan marah.
Itulah yang dirasakan oleh Angelica saat ini. Bagaimana bisa orang asing dalam hidupnya bisa mengatakan hal sehina itu kepadanya.
"Gila tu orang... baru kenal aja udah berani ngatain gue segala... dikira gue gak bisa apa beli hp sendiri pake acara membeliin segala... ngatain ****** pula,” gerutunya saat menuju parkiran apartement itu.
Ia mengeluarkan kunci dari dalam saku jaketnya. Ia menjalankan motornya. Satu tujuannya sekarang yaitu rumahnya.
Tapi sepertinya ia sedang tidak beruntung hari ini. Pertama kalah waktu balapan. Kedua harus jadi pacar orang gila itu ditambah lagi ia harus menuruti peraturan gila yang di buat oleh orang gila pula. Ketiga harus tidur satu kamar, tapi untungnya tidak jadi. Keempat hp di banting sama orang gila dan dikatain ******, kenal aja baru aja udah ngatain kayak gitu. Dan sekarang harus ketemu sama curut bernama Aldo.
Ia turun dari motornya dan berjalan kedalam rumah.ia melihat Aldo sedang tersenyum saat dia berjalan ke dalam rumah, mungkin aldo kira ia akan memeluknya.Ia sudah pusing saat ini gak mau tambah pusing karena si curut itu. Jadi ia memilih gak menanggapinnya.
"Angel kok lo ngelewatin gue gitu aja sih.. seharusnya kan lo peluk gue karena gue udah bela-belain nungguin lo dari tadi,” protes Aldo.
"Brisik!!!" ucap Angelica dengan nada dingin. Lalu ia masuk kedalam rumah tanpa memperdulikan protesan-protesan yang di lontarkan oleh Aldo.
~*~*~*~*~