ANGELICA

ANGELICA
PART 45



*Ting tong


Ting tong*


Dengan tak sabar, Dimas berulang kali menekan bel apartement itu. Sudah hampir lima belas menit dirinya berdiri di sini. Dimas bukan pria penyabar seperti yang orang kira. Dia paling malas jika disuruh menunggu.


Ceklekk


Dimas mematap tajam orang yang baru saja membukakan pintu, "kenapa lama buka pintunya? Gue rasa jalan dari kamar lo ke pintu ini cuma 1 menit, gak lebih!!!"


Orang itu menelan salivanya dengan kasar saat menerima tatapan tajam itu. Tatapan yang selalu membuatnya tak bisa berbuat apa-apa selain diam dan menurut.


"Kenapa diam?!!"


"Anu-itu... ke-kenapa bapak ada disini?” ucapnya setelah memutar otaknya.


"Menurut lo?"


"Saya tidak tahu pak, sepertinya atasan saya tidak ada janji dengan anda," balasnya sesopan mungkin.


"Gue emang gak ada janji sama dia, tapi gue ada janji sama lo!!! Lo gak lupakan sama ucapan gue waktu kita bertemu untuk pertama-kalinya kan, Alexa?"


Ingatan Alexa langsung berputar saat dimana mereka bertemu. Tidak ada yang istemewa dari pertemuan tak di sengaja itu, mereka hanya berbicara sebentar lalu saling mengucapkan kata perpisahan. Tidak ada kata atau kalimat yang menunjukan bahwa mereka berdua berjanji akan bertemu kembali.


" Lupa, heh?!" Ejek Dimas.


"Ehm, begini ya pak Dimas, Seperti kita memang tidak ada janji bertemu sebelumnya.... jadi kalau boleh tau, apa tujuan bapak tengah malam bertamu di tempat saya?"


Dimas terkekeh, "menurut lo? Kenapa gue Kesini?"


"Maaf pak, ini sudah malam, saya mengantuk dan besok saya harus bekerja. Kalau memang tidak ada hal yang penting, saya ingin melanjutkan waktu istirahat saya pak," ucap Alexa dengan sopan.


"Ya udah tidur sana! Gue juga mau tidur, ngantuk!!!" Ucap Dimas dan langsung menerobos masuk ke dalam apartement Alexa.


Alexa melotot, "Yakkk!!!!"


~*~*~*~*~


Allen menatap Angel dengan penuh kebahagiaan.


Akhirnya Angel mengakui kalau dia sudah menyayanginya. Entah apa yang harus ia lakukan. Ia tidak tahu!!! Ia sangat bahagia. Rasanya ia ingin memeluk Angel-nya saat ini juga.


Ekhhh


"Morning sayang!" Sapa Allen.


Angel tersenyum, "morning.. hari ini kita ngapain?" Tanya Angel sambil memeluk manja Allen.


Allen terkekeh melihat tingkah manja Angel. Ia merasa gemas.


"Aku ngikut kamu aja, rencana kamu apa hari ini?" Tanya Allen sambil mengelus lembut rambut Angel.


"Cek cafe sih!!! Tapi aku malas, mending selama disini bareng kamu aja jadinya gak pusing, itung-itung liburan buat kita berdua sebelum akhir semesteran nanti... lagian di cafe juga udah ada yang ngurus."


"Cieeee yang ingin berduaan sama aku... ntar urusannya jadi panjang loh," kekeh Allen.


"Ck, mending kamu mandi gih, aku mau buat sarapan," ucap Angel dan melepas pelukannya.


"Oh ya, jangan lupa nanti hp kamu nanti dimatiin, biar gak ada serangga yang ganggu waktu kita." Lanjut Angel dan langsung pergi meninggalkan kamar.


Bak sebuah robot, Allen tanpa berpikir panjang langsung mengambil hp nya dan langsung mematikannya. Toh apa yang diucapkan Angel ada benarnya. Ia tidak mau waktunya bersama Angel terganggu. Ia ingin menikmati waktu bersama Angel-nya. Gadis-nya. Wanita-nya. Poros-nya.


Seharusnya ia bisa membuat benteng pertahanan yang lebih kuat, sehingga Allen tidak dengan mudah menembus pertahanannya.


Entah sudah berapa kali ia menghela nafas, tapi masih saja perasaannya tak menentu saat ini. Apa yang harus ia lakukan?


Tuhan!


Kenapa semuanya jadi rumit seperti ini. jika ini semua tetap di lanjutkan, akan beresiko untuk dirinya dan juga Allen. Kenapa? Kenapa? Dan kenapa?


"Itu kalau kamu ngelamun terus, bisa gosong telurnya sayang!!"


"Eh."


Secara spontan Angel langsung mematikan kompor. Saat melihat keadaan panci di atas kompor, mata Angel langsung membulat. Antara gemas dan marah jadi satu. Ia ingin memukul Allen saat ini juga!!!!!


Sedangkan Allen tertawa puas melihat reaksi dari Angel.


Angel menatap tajam Allen, " puas heh? Gue bisa jantungan kalau lo kagetin kayak gitu terus, lagian kalau ngomong mikir dulu!!! Gue lagi masak sayur bukan telur, gila!!!"


"Makanya jangan ngelamun terus, ntar di bawa penunggu sini terus nanti aku sama siapa coba."


"Gak usah kampungan deh, di tempat kayak gini mana ada kayak begituan..."


Allen mengedikkan bahunya, " kenapa nggak, kata pak ustadz di setiap tempat itu ada makhluk goib nya."


"Ustdz mana yang ngomong kayak gitu, ngaco ya lo!!"


"Siapa yang ngaco sih!? Orang beneran kok!! Buktinya aku liat ada orang tuh di dekat kamu" ucap Allen dengan santai.


Glek


Angel menelan susah payah salivanya. Walau ia cewek modern, tapi ia juga masih percaya kalau masih ada yang namanya makhluk ghoib.


Sedangkan Allen berusaha menahan tawa-nya saat melihat ekspresi lucu yang ditampilkan oleh Angel. Sungguh menggemaskan.


"All, kamu bercanda kan?" Tanya Angel untuk memastikan kebenarannya.


"Hahahahahahaaaaa... kenapa juga kamu harus percaya kayak begituan sayang!!!!! Hahahahhahaaaa!" tawa Allen tak tertahan.


"ALLEEEENNNNNNNN!!!!!!" teriak Angel dan langsung mengejar Allen yang sudah lebih dulu menghindar.


Aksi kejar-kejaran pun terjadi.


Aaaaa


Hap


Mata Allen menatap mata indah milik Angel. Dengan posisi seperti ini membuatnya tak bisa menolak pesona kecantikan alami yang di milik oleh Angel.


Dengan iseng, Allen menarik pinggang Angel supaya lebih dekat lagi dengan dirinya.


Cup


"Sayang, gimana kalau kita sarapan di kamar aja?"


"Mesummmmm!!" Ucap Angel dan langsung melepaskan pelukan Allen. Dan ia langsung pergi kembali menuju dapur.


Sedangkan Allen terus tertawa terbahak melihat sikap Angel.