
"Pa?" Panggil Allen.
Seorang pria paruh baya menoleh dan menatap Allen dengan tatapan bingung.
"Andra? Kamu ngapain disini, tadi katanya ada kepentingan... dan, siapa dia?" Tanya pria paruh baya itu.
"Iya, tadi emang ada kepentingan.. dan, kenalin ini pacar Andra. Namanya Angelica," jawab Allen.
Angel tersenyum dan mengulurkan tangannya, "Angelica om," ucap Angel dengan sopan.
Hengki menerima uluran tangan Angel dan tersenyum ramah.
"Jadi kamu yang membuat anak saya menolak bertemu dengan saya.. pantas saja anak satu ini nurut sama kamu, kamu cantik," canda Hengki.
"Bukan saya yang membuat anak om menolak bertemu dengan om.. tapi anak om sendiri yang lebih memilih menemani saya dari pada nemuin om" balas Angel tanpa merasa bersalah.
Hengki terkekeh mendengar jawaban dari Angel. "Saya sepertinya suka dengan kamu, cocok sama anak om."
Angel tersenyum tipis mendengar jawaban dari Hengki. Mungkin apa yang di katakan Pria paruh baya itu ada benarnya. Nyatanya dirinya sudah mulai jatuh ke dalam pesona seorang Allen. Orang yang awalnya paling ia hindari.
"Papa disini ngapain?" Tanya Allen.
"Biasa, habis ketemu sama klien. Dan juga sedang berusaha menarik perhatian para investor untuk menanamkan saham di perusahaan. Kamu tau sendiri kan, kalau perusahaan papa lagi ada masalah." Jelas Hengki.
Angel mengernyit, "om butuh investor? Gimana saya jadi investor di perusahaan om?" Tawar Angel.
"Kamu?"
"Iya om, tapi saya gak bisa kalau sekarang atau besok.. kemungkinan saya bisanya minggu depan, saya juga harus mengecek cafe saya yang ada di Bandung untuk 4 hari kedepan," jelas Angel.
Hengki tersenyum, "tentu saja kamu boleh menanam investasi di perusahaan om, nanti om kirim berkasnya buat pertimbangan," ucap Hengki dengan mantap dan di balas anggukan oleh Angel.
"Kalau gitu om pergi dulu ya, masih ada urusan di kantor," pamit Hengki ke Angel, lalu menatap putranya, "kamu harus jaga dia, dia gadis baik... jangan kamu sia-siakan gadis seperti dia!" ucap Hengki.
Allen terkekeh dan menganggukan kepalanya, "tentu pa. tanpa papa suruh, Allen gak bakal ngelepasin Angel." Jawab Allen dengan mantap.
Hengki tersenyum dan pergi meninggalkan mereka berdua.
"Tentu saja. Mereka semua gak tau aja kalau kamu sekarang bukanlah seorang gadis, melainkan seorang wanita sejati" jawab Allen dengan kekehannya.
Angel melotot mendengar jawaban dari Allen. Ingin sekali ia memaki-maki orang di depannya ini.
Dia pikir gue jadi wanita itu gara-gara siapa!? Emang ******* cowok ini. Sialnya lagi, sebangsat-bangsatnya cowok ini, tetap saja cowok ini yang sekarang ada di hatinya.
Angel memukul lengan Allen dengan keras, "kayak lo masih perjaka aja" balas Angel dengan sinis.
Allen tersenyum miring, "tentu saja aku udah gak perjaka lagi sayang, perjaka-ku udah lepas sama seorang j*lang sialan," balas Allen.
Angel menatap tajam Allen, "jadi lo udah gak perjaka waktu sama gue? Sialan!!!! Gue dapet bekas orang lain!" ucap Angel tak terima.
Allen terkekeh, "kata siapa kamu dapet bekas?"
"Lo tadi bilang kalau perjaka lo lepas sama seorang j*lang!"
"Emang. Tapi dia bukan j*lang biasa. Dia punya-nya Allendra, dan gak boleh di pake oleh siapapun. Karena dia punya ku selamanya. Sama halnya denganku, dia juga melepas kegadisannya denganku. Bukankah itu setara?"
"Allen, jangan bilang kalau yang lo maksud itu ---"
"Iya, itu kamu sayang. Bukannya sejak dulu aku udah bilang kalau kamu itu emang j*lang, tapi hanya punya Allen bukan orang lain. Tapi bukan sebagai pemuas nafsu saja, kamu gak pantas dengan itu. Tapi versi kamu itu berbeda, kamu j*lang yang udah berhasil membuat aku tertarik sama kamu di saat pertemuan pertama kita, kamu yang udah berhasil membuat aku tergoda untuk pertama kalinya, kamu yang udah berhasil membuat keseharianku berubah, dan kamu yang sudah berhasil mengambil keperjakaanku." Jelas Allen.
Ada perasaan hangat yang masuk ke dalam hatinya. Tak bisa Angel pungkiri kalau ia senang mendengar kata-kata itu keluar dari mulut Allen sendiri. Walau ada rasa kesal juga dengan julukan yang di berikan Allen untuk dirinya. Emang sekalinya brengsek ya tetap saja brengsek.
"Tapi gak itu juga kali!" ucap Angel agak tak terima.
Allen terkekeh, "lalu apa? Bukannya dulu aku pernah bilang kayak gitu sebelumnya? So, itu gak masalahkan?"
"Gak masalah lo bilang? Heh, denger ya. Gara-gara sebutan aneh lo itu, orang-orang bisa berpikiran buruk tentang gue. Bisa-bisa gue dikira ****** beneran."
"Gak akan ada yang berani ngatain kamu seperti itu, karena kamu bukan ****** biasa, kamu itu bidadari yang sedang menyamar jadi j*langnya Allen."
Angel berdecak. awalnya ia kira, ia bakal di sebut sebagai bidadari tapi nyatanya gak jauh-jauh juga dari kata 'j*lang'.
"Serah lo dah, gue mau makan," ucap Angel dan pergi meninggalkan Allen begitu saja.