ANGELICA

ANGELICA
PART 25



"Eh, kalau yang ini gue mau tanya serius... lo tinggal di apartement siapa?"


"Bukan urusan lo!"


"Tap--"


"Brisik, gue lagi buru-buru ****.”


"Makanya jawab dulu, ntar aku gak bakal tanya lagi!"


"Itu bukan urusan lo, gak usah ganggu gue lagi bisa nggak sih... gue lagi buru-buru nih!" ucap Angelica jengah.


Kesal? Tentu saja Angelica kesal dengan Aldo saat ini, dia sedang terburu-buru tapi malah diganggu olehnya. Kalau saja ia tak sedang terburu-buru mungkin dia akan sedikit meladeni Aldo. Tapi sayangnya ada satu ekor orang yang harus ia obati saat ini.


"Sorry kalau ganggu, tapi gue penasaran banget, tau?!"


"Allendra!"


"Hah?"


"Ck, lo tadi nanya sekarang gue jawab... gue tinggal di apartementnya Allendra... puas lo!" ucap Angelica setengah kesal.


Setelah mengucapkan itu Angelica pergi meninggalkan Aldo yang masih terkejut dengan jawaban Angelica. Well!! Angelica tak memperdulikan Aldo lagi, yang ia pikirkan saat ini adalah Allendra. Ia harus segera mengobati Allendra. Ia berharap semoga saja rencananya tak berubah. Bisa kacau semuanya jika gara-gara hal kecil seperti ini rencananya berubah, ia tak rela jika harus merubah rencananya. Oh ayolah!!! Rencananya sudah setengah jalan, ia tak sudi mengulangi dari awal. Sungguh ia tak rela jika itu terjadi.


"Ada yang bisa saya bantu?" Tanya seorang petugas uks yang sedang berjaga.


"Kotak p3k."


"Hah?"


"Kotak p3k."


"Hah?"


Angelica memutar bola matanya. Sungguh susah berbicara dengan orang yang tak mengenalnya. Serasa ia ingin memukul orang itu biar cepet paham dengan apa yang ia maksudkan.


"Gue butuh kotak p3k, sekali lagi lo bilang 'hah' gue jahit itu mulut!" Kesal Angel.


"Oh ngomong dong dari tadi."


Gue udah ngomong dari tadi ****!!!


Ingin sekali Angelica mengucapkan kalimat itu didepan muka siswi yang bertugas itu.


"Ini," ucap siswi itu sambil menyondorkan kotak p3k.


Tanpa mengucapkan terima kasih, Angelica mengambil kotak p3k itu langsung pergi meninggalkan uks. Ia tak memperdulikan umpatan yang terlontar dari siswi tadi. Masa bodoh!! Salah siswi itu sendiri membuatnya dari kesal bertambah kesal.


~*~*~*~*~*


"Dari mana aja? Kok lama banget?" Tanya Allendra saat melihat Angelica berjalan mendekatinya.


"Ada urusan."


"Oh,’


"Hmm, nih obatin luka lo!" ucap Angelica sambil menyondorkan kotak p3k yang ia pegang.


"Obatin dong, kan yang buat muka aku mau ancur itu kamu, yang!"


"Bukan salah gue kali, lo sendiri yang nawarin diri,” jawab Angelica dengan santai.


"Ckk, tadi aja cerewet sendiri... sekarang cuek lagi," gerutu Allendra tapi masih bisa di dengar oleh Angelica dengan jelas.


"Gue denger ****," ucap Angelica.


Angelica berjalan ke bangku samping Allendra. Mau tak mau dia harus mengobati luka yang ada di wajah Allendra. Ia harus bertanggung jawab atas apa yang ia perbuat, walau ia tak salah sepenuhnya disini.


"Sini lo!!"


Mendengar perintah dari Angelica, Allendra tanpa diperintah dua kalipun langsung mendekat ke Angelica. Ia mencondongkan wajahnya ke arah Angelica supaya Angelica lebih mudah mengobati dirinya.


"Ishhhh, pelan-pelan yang!" ringis Allendra.


"Manja amat jadi cowok." ucap Angelica.


Ah!!! Sungguh lucu ekspresi Allendra saat kesakitan. Oh God!!! Angelica ingin sekali melihat ekspresi itu setiap saat. Sungguh menggemaskan.


"Yang habis ini bolos aja yuk!!"


"Ogah, gue kemarin udah gak masuk **** masa sekarang mau bolos." tolak Angelica.


"Emang kenapa? Lagian gak ada yang berani macam-macam dengan kamu sayang, yang ada itu guru-guru takut sama kamu!"


"Takut?" Angelica bingung. Memangnya apa yang ditakuti dari dalam dirinya? Jika semua murid takut padanya mungkin itu masih masuk akal, karena aura dingin yang melekat pada dirinya bisa jadi alasan. Tapi kenapa para guru harus dengan dirinya? Sungguh tak masuk akal.


"Ckk, aku pikir kamu itu pintar."


"Lo ngatain gue ****!!" Ucap Angelica tak terima.


Angelica menekan berulang kali luka yang ada di wajah Allendra dengan keras. Ia tak terima di katain bodoh sama orang lain.


"Aw aw aw.... sakit yang!!"


"Rasain, salah sendiri ngatain gue!"


"Aku gak ngatain kamu yang... kamu sendiri yang tadi ngambil kesimpulan."


"Tadi lo bilang--"


"Stop!! Biar aku jelasin dulu, maksud aku itu gak bakal ada yang marahin kamu selama kamu sekolah disini, karena apa? Karena kamu pacar aku.. pemilik sekolah ini sekaligus donatur di sekolah ini. Pahamkan sekarang?!"


"Ngomong kek dari tadi."


"Udah ngomong yang tadi, cuma kamu gak peka sama ucapan aku!"


"Bodo, tapi boleh juga bolos hari ini.. gue lagi males sekolah."


"Good girl, sekarang ayo kita pergi!"


"Beresin ini!" ucap Angelica lalu pergi meninggalkan Allendra dan kotak p3k yang belum ia bereskan.


"Oh ya, balikin ke uks sekalian... gue mau pulang!" lanjut Angelica.


Angelica pergi meninggalkan Allendra begitu saja tanpa menunggu respon Allendra yang ia tau pasti akan protes dengannya.


~*~*~*~*~*


"Bisa ketemu nggak?"


"Ada apa?"


"Ada hal penting yang harus lo tau saat ini."


"Apa?"


"Ntar dirumah aja gue kasih tau"


"Hmmm."


Angelica langsung menutup telfon-nya saat melihat Allendra sedang berjalan ke arahnya.


Ada apa??


Pertanyaan itu yang sedang ia pikir. Melihat Allendra yang menatapnya dengan penuh selidik. Ada yang salahkah dari dirinya?. Perasaan tak ada yang salah dengan dirinya. Semuanya masih sama saat dia pergi meninggalkan Allendra di rooftop hingga sekarang. Tak ada yang berubah!!! Terus kenapa Allendra menatapnya seperti itu.


"Apa?" Tanya Angel saat Allendra semakin dekat dengannya.


"Telfon sama siapa?" Tanya Allendra dengan penuh selidik.


"Dimas."


"Kak Dimas? Mau apa dia nelfon kamu?"


"nyuruh gue pulang ke rumah."


Mendengar kata 'rumah' ia merasa kesal. Rumah Angelica itu di apartement-nya bukan di rumah kakaknya. Kenapa kakaknya meminta Angelica pulang??? ia tak akan membiarkan ini terjadi. Angel-nya tak boleh pergi kemanapun dari apartement-nya!!! Kalau misalnya Angelica tak nyaman di apartement, ia bisa membeli rumah buat Angel-nya.


"Gak boleh!!! Kamu gak boleh pulang ke rumah kakak kamu... kamu harus tetep tinggal di apartement... aku gak ijinin kamu pulang!!!"