ANGELICA

ANGELICA
PART 30



Cantik!!!


Wajah orang yang ada di hadapannya sekarang. Ia bahkan tak bisa berpaling dari gadis yang sedang tidur di sampingnya ini. Gadis?? Hell!!! Dia sekarang bukan lagi seorang gadis lagi. Sekarang dia sudah menjadi wanita karena dirinya. Wanita ini adalah wanitanya.


Ahh, mengingat kejadian tadi siang membuatnya merasa senang. Ia pertama untuk wanita-nya. Untuk semua hal, ia yang mendapatkan ciuman pertama dan bahkan dalam satu hari ia bisa mendapatkan diri gadis-nya itu. Ahh, maksudnya wanita-nya.


Begitu cantik Angel-nya saat tidur pulas seperti ini. Ia menyingkirkan beberapa helai rambut yang menutupi wajah cantik Angel-nya. Wajah polos Angel-nya membuat senyumnya semakin lebar.


Ia jadi penasaran, seperti apa reaksi Angel-nya saat sudah bangun nanti??


Marah?


Atau


Menangis hiteris seperti kebanyakan seorang gadis yang baru saja kehilangan keperawanannya?


Ia terkekeh membayangkan wajah lucu Angel-nya saat menyadari semuanya.


Tapi-


Apakah Angel-nya akan menyesal karena semua ini?


Bodoh!!! Kalau dia menyesal, buat dia tidak menyesal dengan semua ini, toh nasi sudah menjadi bubur... lo gak bakal bisa ngebaliin sesuatu yang sudah lo ambi!


Pikirannya benar. Ia harus membuat Angel-nya tidak menyesal dengan semua ini. Lebih baik sekarang ia memasak untuk makan malam. Ia melihat di sekitar kamarnya. Ia harus mencari pakaiannya dimana. Jangan salahkan dirinya yang tidak tau dimana letak pakaiannya dimana, karena tadi ia membuangnya sembarang.


Setelah menemukan pakaiannya ia turun dari ranjang dan memunguti pakaiannya dan memakainya.


~*~*~*~*~*


"ALLENNNNNNN!!!! APA YANG LO LAKUIN KE GUE SIALANNNNN!!!!"


Allen yang sedang menyiapkan makan malam di dapur tersenyum mendengar teriakan Angel-nya.


"ALLENNNN!!!! DIMANA LO SIALANNN!!!" teriak Angel tak terima.


"Aku di dapur sayang, jangan kesini... entar aku aja yang kesana!" jawab Allen agak keras.


"KESINI GAK LO SIALANNN... AKHHHHH!!!"


"Sayang kamu kenapa?"


Allen langsung lari menuju ke kamar. Mendengar pekikan Angel-nya membuatnya khawatir.


Sampai di dalam kamar Allen terkekeh melihat Angel-nya jatuh dari ranjang.


"Kan tadi udah aku kasih tau, biar aku aja yang kesini, kamu diem aja di kasur... ngeyel sih!! Jatuh kan jadinya!" Allen terkekeh dan membantu Angel naik ke ranjang kembali.


Angel langsung menyingkirkan tangan Allen dari lengannya dan langsung menatap tajam Allen. Ingin sekali ia menghajar Allen habis-habisan. Bahkan tanpa rasa bersalah dia berani muncul di hadapannya. Laki-laki di sampingnya ini benar-benar...


Allen menaikkan alisnya saat mendapat tatapan tajam dari Angel "Kenapa?" Tanya Allen.


"kayaknya tanpa aku kasih tau, kamu udah tau sayang, kita melakukannya dengan sadar sayang, jadi kamu gak mungkin lupa kecuali kalau kamu mendadak lupa ingatan," jawab Allen dengan nada menggoda.


"Lo udah gila ya, gimana kalau gue hamil sialan!!!! Gue masih 15 tahun sialan lo!!!" Ucap Angel tak terima.


"Ya tinggal nik---"


"Sialan, gue harus cepet ke apotek sekarang!!"


"Mau beli apa? Aku tadi udah beliin kamu salep, biar itu kamu gak sakit lagi," ucap Allen penasaran. Karena tadi ia menyempatkan diri untuk membeli salep di apotik depan.


"******!!!! Ya gue mau beli pil pencegah kehamilan lah, gue gak mau hamil!!!" Ucap Angel dengan lantang.


Mendengar penuturan Angel membuat emosi Allen naik seketika.


Apa maksudnya itu??


Apa Angel tak mau mengandung anaknya? Tentu saja mau tak mau, jika benih yang di tanam di rahim Angel membuahkan hasil, Angel harus menerimanya.


Dengan satu gerakan, Allen membuat Angel terbaring dibawahnya, sedangkan dirinya diatas.


Angel yang tak siap, ia kaget dengan apa yang di lakukan Allen.


"Berani kamu minum pil sialan itu, aku akan membuat perhitungan denganmu, satu butir pil itu masuk ke dalam tubuh kamu, akan aku pastikan kamu akan mendapatkan benih dari aku sepuluh kali lipat dari ini, jadi jangan berani-beraninya kamu meminum pil sialan itu!!!" Ucap Allen dengan nada dingin dengan tatapan tajam menusuk Angel.


Angel menelan ludahnya dengan kasar dan menganggukan kepalanya. Ini Allen kah? Baru kali ini ia melihat Allen semenyeramkan seperti ini. Dulu waktu Allen marah dengan tak jelas tak semenyeramkan seperti ini.


Melihat Angel menganggukan kepalanya, Allen tersenyum. Ia mencium dalam kening Angel.


"Kalau gue hamil gimana?"


"Kita nikah" jawab Allen dengan enteng.


"WHATTT!!!"


Angel mendorong kuat tubuh Allen supaya menyikir dari atas tubuhnya.


"Lo pikir nikah gampang!!!"


"Gampang kok!!! Kawin juga gampang bahkan sangat nikmat!" jawab Allen dengan nada menggoda.


"Dasar omes, gue gak mau nikah sama lo, gimana dengan sekolah gue? Gimana dengan masa depan gue? Cita-cita gue? Harapan gue? Rencana balas dend--"


Cup


Tubuh Angel langsung diam membeku. Apa-apaan ini!!!! Allen menciumnya. Bahkan Allen ******* pelan bibirnya.


"Nah dengan begini kamu diem, dan gak berisik lagi," ucap Allen dengan penuh kemenangan.