
"Masak apa?" Tanya Allen dan berjalan ke meja makan.
"Roti panggang sama susu doang, bahan masakan udah pada habis. Nanti mau beli."
Allen hanya menganggukan kepalanya dan memakan roti panggang yang ada di depannya.
"Emm, All? Nanti temenin beli bahan dapur ya?!"
"Aku pengen sayang, tapi gak bisa," sesal Allen.
"Kenapa?"
"Tadi papa telfon aku, dia ngajak ketemuan... katanya sih mau bahas tentang perusahaan."
Dahi Angel mengernyit, "Perusahaan? Ck, kan masih banyak anak buah kamu yang bisa ngehandel.. kenapa kamu sampe turun tangan sih!"
"Kata papa ini penting, jadi aku harus turun tangan langsung.. walau banyak orang yang bisa mengatasinya, tapi pemilik utamanya aku sayang. Jadi aku mohon untuk mengerti ya!"
"Ya gue tau lo pemilik perusahaan itu dan bokap lo punya perusahaan sendiri... tapi kan bokap lo gak punya saham di perusahaan lo, kenapa lo harus nurutin dia, kenapa kalian harus membahas tentang perusahaan padahal perusahaan kalian gak saling kerja sama," kesal Angel.
Allen mengernyit bingung, bagaimana Angel tau semua itu. Setau-nya dirinya belum pernah cerita tentang itu ke Angel, tapi Angel sudah mengetahuinya.
"Kamu tau dari mana semua itu?" Tanya Allen penasaran.
Angel gelagapan, "a..nu.. ituu... gue kan udah bilang kalau sekarang, orang yang gue suka itu lo... jadi gue nyari tahu semua tentang lo... emang salah kalau gue nyari tahu tentang orang yang gue suka?!"
Allen tersenyum, " gak salah kok, aku malah seneng kalau kamu mencari tau tentang aku... itu tandanya kamu udah mulai menerima aku di kehidupan kamu!"
"Iyalah, gue mau gak mau harus mau nerima lo... lo udah ngambil suatu hal yang paling penting di hidup gue!"
Allen terkekeh, "tapikan kamu suka-kan?"goda Allen.
Angel melempar selebar roti ke wajah Allen dengan kesal.
"Bisa diem gak lo!"
"Sayang, kamu udah melanggar syarat dari aku, jadi kamu harus mendapat hukuman."
"Syarat? Syarat apaan?"
"Tidak boleh pake lo-gue!"
"Elah, gitu aja di permasalahin... gue keceplosan kali."
"Tapi gak perlu di ulangin terus, pokoknya kamu harus dapat huk---"
"Tapi lo juga ngelangar syarat dari gue, lo masuk ke kamar gue... seharusnya lo gak boleh masuk ke sana," ucap Angel dengan penuh kemenangan.
Allen mendengus tidak suka, "ck, gitu aja di permasalahin!"
"Tentu saja di permasalahin, itu pertanda kalau kamu bukan cowok yang bertanggung jawab."
"Iya-iya, aku minta maaf!"
"Pokoknya, kamu harus nemenin aku belanja dan gak ada penolakan." Final Angel.
Allen tersenyum, "ok, nanti aku temenin."
~*~*~*~*~
"Apel”
"Tapi gue mau anggur, kita ambil anggur aja ya," ucap Angel.
"Aku sayang, bukan gue... awas kalau kamu ngelanggar lagi, aku kasih kamu hukuman!" tegur Allen.
"Lupa All, diusahain gak salah nyebut lagi," cengir Angel
Allen tersenyum dan mengacak-acak rambut Angel dengan pelang dan gemas.
Angel menggeram, "Allennn!!! Rambut aku jadi rusak."
"Biarin, biar gak ada yang bisa menikmati keindahan rambut cantik ini." Ucap Allen dan mengusap rambut Angel.
"Sekali lagi nyetuh rambut, patah itu tangan!" ancam Angel.
Allen terkekeh melihat ekspresi menggemaskan Angel. Ingin sekali ia memakan pipi cubby wanita-nya itu. Waktu seakan cepat sekali, karena waktu perjanjian mereka kurang dari 2 minggu. Sedih!! takut!! Itu yang ia rasakan sekarang. Ia belum siap kehilangan semua ini. Andai ia bisa menghentikan waktu untuk sesaat, ia ingin dirinya dan Angel bersama. Tapi itu rasanya mustahil untuk terjadi.
"Sayang!" Panggil Allen.
Angel yang sedang memilih buah-buahan menengok ke arah Allen, bingung.
"Apa?"
"Gak pa-pa," ucap Allen dengan sedih.
Angel memutar matanya, malas. "Gak usah kayak cewek deh All. kalau mau ngomong sesuatu, ya ngomong aja. aku gak keberatan selama kamu jujur."
Allen tersenyum, " gak pa-pa. cuma aku rasa, aku bakal rindu dengan moment seperti ini sama kamu."
"Kenapa emangnya? Kayak aku mau pergi jauh aja" tanya Angel dengan bingung.
Allen tertegun, "waktu kita bersama kurang dari dua minggu lagi. Aku rasa, aku bakal rindu dengan kehadiranmu di sampingku. Jujur!! semakin lama, aku semakin cinta sama kamu. Entah apa yang ada di diri kaku sehingga aku bisa jatuh sedalam ini sama kamu. Kamu tau? Mengingat sisa waktu kita bersama membuatku merasa sedih," tanpa bisa di tahan air mata Allen jatuh dengan sendirinya.
"Perlu yang kamu tahu untuk saat ini dan selamanya. Aku cinta sama kamu. Gak peduli kamu kayak gimana? Aku bakal tetap cinta kamu!" lanjut Allen dan langsung memeluk Angel.
Angel membalas pelukan Allen dengan erat.
"Walau yang aku lakuin itu bisa saja membuat kamu merasakan apa artinya kehilangan yang sangat mendalam, apa kamu masih bisa menerima aku?"
Allen melepas pelukan mereka dan menatap Angel dengan bingung.
"Maksud kamu?" Tanya Allen dengan bingung.
"Kalau di suruh memilih!! Kamu akan memilih aku atau orang lain yang sudah kamu anggap sangat penting dalam hidup kamu?" Tanya Angel.
"aku gak paham!"
"Cinta butuh yang namanya pengorbanan. Dan jika kamu disuruh memilih, pilih aku atau orang yang kamu anggap sangat penting dalam hidup kamu? Karena pilihan ini yang bakal nentuin kedepannya gimana hubungan kita."
Allen tersenyum, "aku tadi udah janji sama kamu, aku bakal tetap cinta sama kamu walau bagaimanapun kamu. Aku akan tetap milih kamu."
Angel tersenyum, ia berjinjit dan mencium pipi Allen.
"I love you!" ucap Angel dengan lembut.