ANGELICA

ANGELICA
PART 26



"Gak boleh!!! Kamu gak boleh pulang ke rumah kakak kamu... kamu harus tetep tinggal di apartement... aku gak ijinin kamu pulang!!!"


Angelica mengernyit. Apa maksudnya? Ia hanya ingin berkunjung ke rumah kakaknya!! apa itu salah?. Kenapa Allen tidak mengijinkannya?. Karena jujur ia juga agak rindu dengan Dimas. Walau kemarin lusa sempat bertemu dengannya tapi ia juga merasakan rindu itu tiba. Entah kenapa ia masih belum bisa melupakan perasaannya ke Dimas. Walau itu cuma rasa suka bukan rasa cinta. Tapi tetap saja susah untuk dihilangkan!!! Tidak semudah membalikkan telapak tangan.


"Kenapa?"


"Karena rumah kamu itu di apartement bukan di rumah kakakmu.. kalaupun kamu merasa kurang di apartement aku masih bisa membelikan kamu sebuah rumah... kalau bisa bahkan lebih besar dari rum--"


"Wait!!!! Apa yang lo pikirin sih!!! Diotak lo ada apaan?? Dari tadi nethink terus? Gue mau tanya, lo pikir gue pindah balik kerumah Dimas gitu?" Tanya Angelica penasaran.


Ada yang aneh menurutnya dari ucapan Allen. Ucapannya seakan Allen sedang berusaha menahan Angelica supaya dia tidak pergi darinya. Memangnya siapa yang mau pergi? Oh hell!!! Siapa yang mau meninggalkan cowok itu. Dia sudah menunggu waktu satu tahun untuk menanti hal ini. Dia tidak mau mengulang dari awal lagi. Melepas kesempatan yang ada? BIG NO!!!! karena belum tentu ada kesempatan di lain hari. Pergi dari Allen sama saja dia harus melepas kesempatan didepan matanya!! Bisa gila dia kalau sampai melepas kesempatan yang ada.


"Tadi kamu bilang, kamu mau pulang... aku pikir kamu mau balik ke rumah kakak kamu karena gak betah tinggal di apartement kecilku itu," jawab Allen dengan polos.


What the ****!!!


Ingin sekali Angelica mengumpat di depan Allen saat ini juga. Apa tadi ia katakan? Apartement kecil? Hell, apa yang baru saja cowok itu katakan. Apartement luas dan mewah seperti itu di katakan kecil. Lalu apartement mewah versi cowok itu kayak apa?? Oh god!!! Kenapa ia harus berurusan dengan cowok aneh seperti dia!!!.


"Denger ya!! Gue emang mau pulang ke rumah Dimas, tapi itu karena gue kangen sama dia!" dan mau membahas sesuatu. Lanjutnya dalam hati.


"Jadi nanti kamu bakal balik ke apartement kan?"


"Gue bakal pulang ke apartement lo," jawab Angelica.


Karena gue gak mau melepas kesempat yang ada di depan matanya. Apalagi lo suatu hal yang sangat penting dalam rencana gue dan Dimas. Pikir Angelica


"Aku pikir kamu bakal pergi ninggalin aku."


"Gak bakal!"


"Kamu bakal pulang kan? Gak bakal menginap kan?"


"Gue nginep satu hari disana.”


"Ng---"


Sebelum protes Angelica harus menyela nya supaya Allen tidak terus melarangnya. Tentunya dengan sedikit ancaman.


"Lo protes.. gue bakal nginep seminggu!!"


"Hell! big no.. kamu sehari aja disana.. kalau perlu aku juga ikut nginep disana."


"Berani lo nginep sana... siap-siap berurusan sama gue!! Lo tau? Gue orangnya gak suka ditolak juga.. jadi awas saja kalau lo ikut gue... apalagi ngikutin gue, gue bakal marah besar sama lo dan lo gak mau gue marah kayak waktu itu kan?"


Mendengar itu, Allen menggelengkan kepalanya. Tentu saja ia tak mau Angel-nya marah lagi kepadanya. Sungguh! Sudah cukup Angel-nya marah saat itu. Ia tak mau membuat Angel-nya marah lagi. Angel-nya sungguh mengerikan saat sedang marah!.


"Tapi besok pulang sekolah kamu harus balik ke apartement... kamu pulangnya bareng aku... dan gak ada bantahan atau aku gak ijinin kamu pergi!"


Angelica yang baru saja akan melontarkan protesnya sudah di sela terlebih dahulu oleh Allen. Kalau begini bagaimana ia mau menolak. Tidak masalah kalau besok balik ke apartement, toh dia ijinnya satu hari saja. Tapi masalahnya, kenapa ia harus pulang bareng Allen. Dia gak suka di bonceng oleh orang lain. Itu bukan dirinya.


"Lo tau gue gak suka di bonceng!!"


"Terserah, besok kamu pulang sama aku... untuk kali ini aja kamu mengalah sama aku, gak usah ngajak debat oke!!"


Dia tak sebaik itu buat mengalah! Apalagi hal ini menyangkut hal yang tidak ia sukai. Hell!! Ia tak akan menyerah begitu saja!!! Ia pasti bisa lolos dari Allen. Oh jangan lupa!!! Dia dulu bekerja sebagai mata-mata. Lolos dari musuh bukan hal baru buat dirinya. Itu hal mudah baginya.


"Dari pada debat tak berguna seperti ini mending kita jalan aja yukk!!!".


Allen menarik tangan Angel melewati koridor sekolah yang sepi karena sedang ada kegiatan mengajar. Ia terus menarik tangan Angel sampai di parkiran.


"Gue sendiri!" ucap Angelica yang tak mau di bantah.


Saat tau Allen membawanya mendekati motor milik cowok itu, Angelica melepas genggaman tangan Allen. Ia tau kalau Allen ingin mereka pergi bersama. Tentu saja dia tak mau itu!!


"Kamu bareng aku aja,” ajak Allen.


"Gak...ntar gue mau langsung ke rumah."


"Kan nanti bisa aku antar."


"Kalau gue bilang nggak berarti ya nggak!! Pahamkan!!"


"Oke!! Tapi yang nentuin tempat jalan hari ini aku!!! Jadi kamu harus ngikutin aku dari belakang, dan jangan kabur!!!" Peringatan Allen.


~*~*~*~*~*


"Kenapa harus kesini sih!!!" Protes Angelica.


"Ya siapa tau kamu mau membeli alat make-up.. kalau sewaktu-waktu mau buat alasan," jawab Allen dengan santai.


Ah sial!! Ucapan Allen membuat Angelica merasa malu. Mengingat hal itu tentu saja membuatnya malu. Dia berusaha menutupi rasa malunya dengan berusaha memasang muka datarnya.


"Ya gak harus ke toko kecantikan juga ******!"


"Lah terus dimana sayang? Ke tempat gym?"


"Pergi!"


"Kemana?"


"Terserah" jawab Angelica acuh.


Ia bisa pergi ke tempat mana saja yang ada di mall ini. Asal jangan ke tempat kecantikan. Apalagi salon. Dia paling benci dengan tempat itu. Di layani dengan mas-mas yang bergaya mbak-mbak kecentilan. Iuhhh. Itu sangat menjijikan!!! Seumur hidup ia tak mau memasuki tempat seperti itu.


"Gimana kalau kita ke timezone sayang?"


Sebelum mendengar jawaban dari Angelica, Allen sudah menggandeng tangan Angelica berjalan meninggalkan toko kecantikan itu.


"Mau main apa sayang?" Tanya Allen saat mereka sudah berada di timezone.


"Itu," tunjuk Angelica ke sebuah permain. Permain mengambil boneka yang menggunakan capit dan membutuhkan kosentrasi tinggi untuk menggerakan capit itu supaya bisa mengambil boneka yang diinginkan.


"Boleh... ntar kalau aku berhasil mendapatkan boneka yang ada disana kamu harus mencium aku!!" Ucap Allendra tanpa mau di bantah.