
*Aku kasih waktu 30 menit sayang, kalau kamu juga blm sampe ke apartement ku... tunggu aja kejutan dari ku...
**Allendra ganteng milik Angelica seorang♡♡***
Angelica merasa geli mendapat pesan seperti itu. Ia memilih melajutkan kegiatannya yang sempat tertunda gara-gara pesan tak penting dari Allendra tadi.
Musik merdu memenuhi indra pendengarannya. Musik kesukannya bersama orang yang di sayang. Orang yang satu-satunya menjadi keluarganya yang tersisa.
Lagu-lagu seventeen k-pop.
Ya, ia dan orang yang paling dia sayangi menyukai lagu-lagu korea.
Sambil mendengarkan lagu-lagu itu, ia juga membaca novel kesukaannya. Novel bergenre action adalah novel kesukaannya.
~*~*~*~*~
Ting tong ting tong
Ceklekkk
Angelica tercengang melihat orang yang ada di hadapannya ini. Orang yang menampilkan sebuah senyuman misterius atau lebih tepatnya sedang menyeringai.
"Hai, sayang!"
"Ngapain lo disini?" Tanya Angelica dengan nada ketus.
"Kan tadi aku udah bilang kalau kamu gak datang dalam waktu 30 menit kamu bakal dapat kejutan dari aku... dan ini kejutannya. Malam ini dan seterusnya aku bakal nginep di sini,” jawab Allendra sambil menunjukkan tasnya.
"Siapa yang datang, Ngel?"
Angelica membalikkan badannya dan menemukan Dimas. Ya, yang bertanya barusan adalah Dimas.
"Orang gila!” jawab Angel asal.
"Mana ada orang gila seganteng aku sayang," ucap Allendra dengan nada gemas.
Dimas dan Angelica yang mendengar itu jadi merasa geli melihat Allendra.
"Siapa sih ni orang.? Pede banget jadi orang kayak Aldo aja... bikin geli aja,” tanya Dimas.,!
"Oh, kenalin kak, Allendra calon adik ipar.”
"Gak usah di dengerin... kita masuk aja!” ajak Angelica lalu berjalan masuk meninggalkan mereka berdua.
Tanpa banyak bicara Allendra langsung berjalan di samping Angelica dan merangkul pundaknya.
"Ngapain lo masuk?! gue gak nyuruh masuk, gue nyuruh Dimas bukan lo!” protes Angelica.
Dimas yang melihat itu jadi marah. Tidak ada yang boleh merangkul adiknya seenak jidatnya kayak gitu. Ia langsung memutar tangan Allendra ke belakang atau bisa di bilang memelintir.
"Awwwhhhh" rintih Allendra.
"Sakit kak lepas napa!" pinta Allendra.
"Enak aja... salah sendiri lo main ngerangkul adek gue seenak jidat lo, makanya jangan sembarangan merangkul adek gue lagi atau lo tau akibatnya!"
" ya elah kak... masa sama pacar sendiri gak boleh rangkulan? namanya nanti gak pacaran dong. Lagian punya calon kakak ipar kok galaknya minta ampun kayak gini... idih!"
"Sejak kapan lo jadi pacar adek gue? Gue gak bakal ngerestuin hubungan lo sama adek gue dan gue gak mau jadi kakak ipar lo!!”
"Mau gak mau, suka gak suka... lo bakal jadi kakak ipar gue!"
"Idih ogah gue!"
"Mau gak mau lo harus mau kak!”
"Maksa banget jadi orang... kalau gak berarti ya nggak bakal"
Angelica yang dari tadi diam saja melihat pertengkaran mereka yang tidak berguna itu, ia memilih buat pergi ke kamarnya melanjutkan kegiatannya lagi yang lagi-lagi tertunda gara-gara Allendra. Baru saja.Angelica mau melangkahkan kakinya menaiki anak tangga, bel rumah berbunyi lagi.
Allendra dan Dimas yang dari tadi beradu argumen berhenti bicara karena mendengar bel rumah berbunyi.
"Eh anak somplak... kalau masuk ya masuk aja gak usah sok mencet bel segala... pada akhirnya di terima apa gak jadi tamu lo bakal netep masuk!” protes Dimas.
"cieeee kakak ipar peka...tapi gak sampe kayak gitu juga kali kak protesnya kan dedek Aldo jadi akut kan,” jawab Aldo.
"Najis!" ucap Allendra.
Aldo yang mendengar ucapan Allendra, mengalihkan perhatiannya ke Allendra.
"Ni orang siapa kak?" Tanya Aldo.
Dimas yang mau menjawab pertanyaan dari Aldo tapi di sela terlebih dahulu oleh Aldo.
"Oh gue tau, lo Allendra kan yang sekelas sama Angel?!”
"Eh somplak... kalau lo udah tau ngapain nanya ****," protes Dimas.
Angelica hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan tiga orang yang ada di depannya. Ia menaiki anak tangga menuju kamarnya.
~*~*~*~*~
Ting
Malam ini seperti biasanya
Begitulah bunyi pesan yang baru masuk.
Angelica yang mengerti maksud dari pesan itu. ia langsung mengambil jaket dan kunci motornya.
"Mau kemana?" Tanya Allendra. Tapi tak di hiraukan oleh Angelica. Ia terus berjalan melewati tiga orang yang dari tadi beradu argumen terus.
"Angel mau kemana lo?" Tanya Dimas.
"Biasanya.. nanti pulang telat,” jawab Angelica.
"Oh, ok.”
Angelica terus berjalan ke luar rumah mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi.
~*~*~*~*~
Allendra merasa kesal saat Angelica tidak menjawab pertanyaan tapi malah menjawab pertanyaan Dimas.
"Kenapa dia gak ngejawab gue tapi ngejawab lo kak?" Tanya Allendra.
"Karena lo itu gak penting buat dia!” bukan Dimas yang jawab tapi Aldo.
"Alah kayak lo penting aja!" balas Dimas ke Aldo.
"Hahahaahahaaa" tawa Allendra pecah.
"Awas lo! eh tunggu dulu, tadi Angel bilang biasanya, biasa apa kak?" Tanya Aldo.
"Oh... biasa balapan liar" jawab Dimas dengan enteng.
"APAAAA!!” teriak Aldo tak percaya.
"Biasa aja tuh muka....udah ah! gue capek masih ada kerjaan yang mau gue kerjain,” ucap Dimas, "Oh ya... lo berdua mau pulang apa nginep?" Tanya Dimas.
" pulang aja deh... my Angel aja gak ada buat apa gue nginep," jawab Aldo.
"Siapa tau lo mau bersihin nih rumah," ucap Dimas enteng.
"Lo pikir gue pembantu apa kak,” protes Aldo.
Allendra sudah tidak peduli lagi dengan dua orang itu. Ia berjalan keluar rumah. Tujuannya saat ini adalah arena balap. Ia punya rencana untuk Angelica, agar Angelica bisa tinggal di apartementnya. Dengan senyuman miring ia terus melajukan motornya.
~*~*~*~*~