ANGELICA

ANGELICA
PART 3



"Ada apa kak?" tanya aldo kepada dimas yang duduk di depannya dengan kaki bersilang. Aldo mengenal Dimas sebagai salah satu rekan kerja bisnis papanya dan rekan yang paling berpengaruh bagi perusahaannya karena 20% saham di perusahaan papanya milik Dimas.


" ngomong gak usah formal, biasa aja. Anggap gue temen lo."


"Eh, iya kak!"


" to the poin aja ya, sambil mempersingkat waktu gue mau lo ngawasi Angelica di sekolah nya... Gue mau nyekolahin dia di SMA Garuda.... Setau gue lo juga sekolah disana, mkanya gue nyuruh lo buat ngawasin dia.. Ya walaupun disana ada temennya," pinta Dimas


'Oh jadi nama cewek tadi Angelica, gue kira cuma Angel doang, ' batin Aldo.


Yang dari tadi penasaran dengan cewek tadi dan akhirnya bisa tau namanya. Setidaknya ia sudah tau sedikit tentang cewek itu... Kan ada peribahasa yang mengatakan ' Dikit dikit lama lama jadi bukit ' jadi ia yakin jika suatu hari nanti ia akan tau banyak tentang angelica.


"Iya kak... Tenang aja gue bakal ngawasi dia. Jadi tenang aja kak, serahkan Angelica di sekolah sama gue!" balas Aldo dengan percaya diri.


Dimas hanya terkekeh mendengar apa yang diucapkan Aldo baru saja. Dia belum tau aja kalau Angelica merasa risih apabila ada yang ngawasi dia. Ia bakal menghajar habis-habisan orang itu.


"Loh kok lo ketawa kak?" Aldo yang merasa bingung dengan sikap Dimas yang tiba tiba saja terkekeh seperti tadi.


"Gak pa pa. Cuma mau ngucapin semoga lo berhasil!!" jawab Dimas yang membuat aldo semakin bingung dengan ucapannya. Dimas juga menekan kata ' semoga lo berhasil'.


"Hahhaahahahahahaa"" dimas ketawa melihat wajah bingung aldo.


"Gak usah bingung kayak gitu... Sumpah wajah lo kayak gitu jelek banget..hahhhaaaa," ucap Dimas.


Aldo yang mendengar hal itu langsunh mengerucutkan bibirnya. Ia tidak terima dengan apa yang di ucapkan oleh dimas tadi.


"Gue tampan ya kak... Kalau gue jelek... Gue gak bakal jadi model!" balas aldo.


"Iya deh.. Percaya kalau lo itu tampan." Mendengar itu Aldo merasa senang.


" ya udah ah... Gue capek mau istirahat... Lo mau balik atau nginap di sini?" tanya Dimas.


" gue balik aja kak... Habis ini juga gue harus ambil pemotretan." jawab aldo.


"Oh.... Ya udah gih sana pulang!"


"Ngusir ni ceritanya?"


" iya. Buruan sana balik kata nya mau ada pemotretan. Oh ya, salam buat bokap lo."


" iya... Iya... ini juga mau balik," balas Aldo.


Setelah itu pun Aldo berjalan keluar dari rumah itu. Sebelum ia menyalakan motornya, ia melihat kembali rumah besar yang ada si depannya.


" entah kenapa gue ngerasa tertarik sama lo Angelica!" Ucap Aldo pelan. Setelah itu ia pergi meninggalkan perkarangan rumah itu.


~*~*~*~*~


Tidur Angelica terganggu karena silau sinar matahari dari arah jendela nya. Ia pun mengerjapkan dan mengucek matanya beberapa kali. Setelah merasa kalau nyawanya sudah terkumpul semua, ia bangkit dari kasur dan menuju kedapur, ia ingin sekali minum air karena dari tadi malam ia belum minum air. Saat berjalan menuju dapur ia teringat cowok kemarin, ia penasaran apa yang telah terjadi dengan cowok itu.


" nyari siapa? Aldo?" ucap Dimas dari belakang yang membuat angelica langsung berputar 180°.


"Kemana?"


Dimas mengambil nafas dan mengeluarkannya kembali.


"Sabar... Sabar... Lo kalau ngomong panjang dikit napa!!... Ngomong di irit-irit, uang aja gak irit masa ngomong ngirit terus."ucap Dimas sambil mengelus dadanya


" jawab!"


" Aldo pulang tadi malam... Katanya mau ada pemotretan." jawab Dimas.


'Apa!!!!! jadi buat apa dia nyuruh buat bawa tu cowok gila... Kalau akhirnya pulang dengan alasan ada pemotretan... Alasan macam apa itu!!' gerutu Angelica dalam hati.


Setelah itu Angelica melanjutkan jalannya menuju ke dapur.


"Eh lo ya adek gak sopan main nyelonong aja... Ada yang mau gue bicarain!!" ucap Dimas.


Tapi Angelica tak menghiraukannya, ia tetap terus berjalan ke arah dapur. Dimas yang melihat itu hanya bisa mengelus dadanya.


~*~*~*~*~


Malam ini Angelica melakukan rutinitas seperti biasanya jika tidak ada kerjaan dari Dimas...


Ia akan pergi ke area balapan dengan temannya bernama Lucas.


"Mau kemana?" tanya seseorang yang tak lain adalah Dimas yang sedang duduk di sofa ruang keluarga sambil memegang sebuah majalah.


"Balap."


"Oh, ok! Asal gak pulang telat."


Dimas sudah tidak kaget lagi dengan jawaban itu. Yang ia tau kalau Angelica tidak ada tugas dari dia, ia bakal pergi balapan buat refresing.


"Oh ya duduk sini dulu. Gue mau ngomong!"


"Makanya duduk dulu baru ngomong!"


Angelica berjalan dan duduk di sofa dekat dimas. Setelah Angelica duduk ia meletakkan majalahnya di atas meja.


"Gue mau lo sekolah. Lo kan udah berhenti selama satu tahun apa gak sebaiknya lo lanjut sekolah terus kuliah dan ngelanjutin bisnis gue." jelas Dimas


"Terserah lo aja... Tapi gue gak bakal ngelanjutin bisnis lo sebelum tujuan gue tercapai," ucap Angelica dengan wajah yang datar.


"Ya kalau itu terserah lo aja... Tapi inget lo harus tetep ngelanjutinnya... Bagaimanapun juga tujuan lo itu juga sama dengan tujuan gue!"


" ya udah gue pergi."


Angelica beranjak dari duduknya dan berjalan menuju pintu keluar.


"Semoga lo selamat ya... Gue sayang sama lo... Walau pun lo bukan adek kandung gue, gue udah sayang banget sama lo... Bahkan ngelebihin rasa sayang gue ke diri gue sendiri." purau Dimas saat melihat Angelica berjalan keluar dan pergi dari rumah.


~*~*~*~*~


Malam ini malam yang sangat ia tunggu. Ia sangat merindukan hal yang akan terjadi. Ia sangat merindukan area balap. Yah... Ia bakal balapan... Setelah sekian lama ia tak balapan akhirnya ia bisa balapan juga.


Saat ini ia dalam perjalanan menuju ke area balapan.


"Weitsssss... Datang juga lo bro... Gue kira lo gak bakal datang" sambutan Johan.


" ya kali gue gak dateng... Ini kan hobi gue... Kan kangen gue sama area balap ini," balasnya.


Sambil bersalaman kayak anak kekinian.


"Gimana keadaan lom Gimana cuaca di Korea Ndra? Enak gak?" tanya Johan


"Biasa aja... Gimana sekarang balapannya udah bisa dimulai belum... Dah gak sabar gue... Tangan gue juga udah gatel banget." ucap Allendra sambil menggosokkan kedua tangannya.


Yah ia adalah Allendra Putra Samudra. Ia bakal balapan setelah satu tahun lamanya ia tak bisa balapan karena ia haru pergi ke korea ikut dengan ayahnya Hengki Putra. Ia sekarang berumur 15 tahun tapi dalam dua minggu lagi ia berusia 16 tahun. Ia akan masih kelas 10 SMA. Ia baru daftar sekolah minggu kemarin dan ia akan sekolah lusa.


"Sabar napa... Tu orang belum dateng... Biasanya ia bakal datang saat waktu dah mepet... Tapi hati-hati aja lo... dia jago banget!"


"Apaan gak ada yang bisa ngalahin gue ya... Lo kayak gak tau aja kemampuan gue... Lagian tu orang mana sih jadi penasaran gue," ucap Allendra sambil melihat kesamping kanan kiri depan belakang buat mencari rivalnya itu.


Tak lama setelah itu ia mendengar suara motor datang. Ia langsung menoleh ke arah motor itu.


"Nah itu tu rival lo kali ini!" ucap Johan sambil menunjuk seorang pengendara motor yang baru datang.


"Gue jadi gak sabar... Kayaknya ia bakal jadi rival terberat buat gue... Tadi ia datang dengan cepat dan lihai banget... Bener kata lo..." ucap Allendra


"Ya udah kali... Udah sana ke arena bentar lagi mulai nih balapan... Jangan lupa menangin nih balapan.. Karena taruhannya bukan cuma uang tapi motor lo juga."


"Lo tenang aja,..kalau gue menang tu motor buat lo"


"Asik bener dah lo... Jadi gak sabar aku... Udah gih sana"


Allendra langsung memakai helm-nya dan tancap gas menuju arena balapan.


Allendra bingung dengan rival disampingnya ini. Dia tidak pernah menoleh ke arahnya sekalipun.dia terlalu fokus dengan jalanan di depannya.


'Kalau di lihat dari bodynya dia bukan cowok... Masa cewek.. Gak mungkin kalau dia cewek.... Dia lihai banget' batin Allendra.


"Satu... Dua.... Tiiii.... Ga" ucap seorang cewek yang berdiri di antara 2 pembalap itu sambil memegang sebuah kain.


Mendengar kata tiga mereka langsung tancap gas. Mereka begitu lihai dalam belok di setiap tikungan sampai garis finis di depan mata mereka.


Citttttttttt


Suara gesekkan ban motor dengan jalanan.


"Sial!" umpat allendra.


Allendra kesal karena ia kalah kali ini... Baru kali ini ia kalah dalam balapan.... Saat ia melihat lawannya... Ia terkejut ternyata benar kalau dia seorang cewek... Allendra sempat terpana melihatnya saat melepas helm, beberapa rambutnya berhembus oleh angin malam. Itu membuatnya tambah cantik. Tanpa di sadari ada seorang cowok berjalan mendekatinya.


"Bro gimana sih kok kalah jadi gak bisa naik motor itu kan gue," ucap Johan


"Dia siapa?" tanya allendra kepada johan.


Johan yang merasa ditanya melihat ke arah pandang yang dituju oleh allendra.


"Oh itu, Dia.... Dia nameless." jawab Johan.


"Nameless?" Allendra merasa bingung dengan jawaban Johan dan menoleh kearahnya.


"Iya... Dia nyebut dirinya itu nameless... Dia datang ke arena balap ini sekitar satu tahun yang lalu dan saat ia baru datang ia langsung jadi juara bertahan... Yah bisa di bilang dia gantiin posisi lo selama lo pergi ke Korea" jelas Johan.


Setelah mendengar apa yang dijelaskan oleh Johan, Allendra semakin penasaran dengan rivalnya itu dan semakin ingin mengetahui banyak hal tentang seorang "Nameless".