ANGELICA

ANGELICA
PART 47



Allen menatap Angel, tak rela. Sungguh ia tak ingin Angel-nya pergi. Walau itu demi pekerjaan. Memangnya kapa dirinya rela kalau Angel pergi tanpa dirinya. Gila. Satu kata yang cocok untuk menggambarkan dirinya jika menyangkut tentang Angel-nya.


Mungkin untuk kali ini ia harus mengalah dengan pekerjaan Angel. Karena Angel tak mungkin tetap tinggal di sini sementara masih banyak orang yang membutuhkan Angel, Angel bertanggung jawab atas pekerjaan mereka.


Allen menghela nafas dengan kasar, " kamu harus cepat pulang kalau sudah selesai semuanya, oke!!!" Pinta Allen dan memeluk Angel dari belakang.


Angel mendengar itu pun tersenyum dan menganggukan kepalanya tanpa mau mengeluarkan sepatah katapun.


Allen berdecak, " kamu punya mulut, sayang!!! Kalau jawab itu yang bener. Jangan cuma ngangguk, geleng, dan berdehem doang. Mulut di ciptain itu ada gunanya. Sayang kalau di kasih Tuhan tapi gak di gunain." Gemas Allen.


Angel terkekeh, " coba cerewet kamu di hilangin!! Jadi cowok kok cerewet amat. Gak malu apa sama jenis kelamin?"


"Cerewet sama pacar gak salah kan? Lagian, seharusnya itu kamu yang membuang sifat dingin dan cuek kamu. Kasian orang-orang yang ngomong sama kamu."


"Jadi kamu minta aku buat senyum gitu?" Tanya Angel dan di balas anggukan kepala oleh Allen. " walau itu cowok?" Allen mengangguk dan langsung menggelengkan kepalanya.


"Kamu gak boleh senyum sama cowok lain selain aku. TITIK GAK PAKE KOMA!!!" tegas Allen.


Angel mengernyit, "berarti aku gak boleh senyum sama Dimas dan Aldo? Kan mereka saudara aku."


"Ck, gak gitu juga kali, sayang. Kalau sama kak Dimas terserah kamu, dia-kan kakak kamu. Masa iya aku ngelarang kamu sih. Bisa-bisa aku di coret dari daftar calon adik ipar sama dia. Kalau sama si kutu kupret Aldo, udah jelas jawabannya. GAK BOLEHHH!!!! Sejak kapan dia jadi saudara kamu? Dia sampai kapanpun gak bakal jadi saudara kamu."


Angrl menggelengkan kepalanya, "terserah kamu. Udah ah lepasin!!" Angel melepas pelukannya dan berbalik menghadap Allen, " aku berangkat ya!! Jangan lupa buat cuci piring, sekalian punya ku juga" Angel tersenyum, sedangkan Allen terkekeh. "Dan juga jangan lupa sama janji kamu semalam. Jangan aktifin HP kamu sampai aku pulang nantj, atau kamu gak akan mendapat kejutan dari aku!!' Ucap Angel dan di angguki Allen.


"Kamu juga harus janji kalau udah selesai cepat pulang."


Angel mengangguk, "iya. Aku berangkat dulu." Pamit Angel.


~*~*~*~*~


Dengan langkah tegas dan tatapan tajam, Angel memasuki ruang rapat. Tanpa basa-basi ia langsung mengambil tempat duduk di tempat pemimpin rapat, tak memperdulikan tatapan para pemegang sahan yang menatapnya aneh dan penuh tanda tanya.


"Anda siapa?" Tanya salah sagu dari mereka.


Belum sempat Angel menjawab pertanyaan itu, pintu ruang rapat terbuka, memperlihatkan orang yang sangat ia harapkan atas kehadirannya. Harapan orang itu akan hancur setelah rapat ini selesai.


"Selamat siang, om!" Sapa Angel dengan senyum miring.


Hengki menatap Angel bingung, "Angel? Sedang apa kamu disini? Dan dimana Andra?" Tanya-nya.


"Tentu saja untuk urusan bisnis, om! Memangnya untuk apalagi saya disini kalau bukan untuk urusan bisnis!! Sebaiknya anda cepat duduk, rapat akan segera saya mulai!!" Tegas Angel.


"Kenapa kamu duduk disitu? Kursi itu tempat saya, Angel."


Angel sudah mulai merasa jengah, "sebaiknya anda jangan banyak tanya!! Dan segeralah anda untuk duduk!! Saya tidak suka membuang waktu saya dengan hal yang tidak penting seperti ini."


"Angel kam--"


"Sebaiknya anda cepat mencari tempat duduk. Saya juga capek berdiri terus menunggu anda untuk menyingkir dari hadapan saya sekarang juga!!" Potong seseorang yang berdiri tepat di belakang Hengki dan Alexa.


Semua orang menatap Dimas tak percaya. Mereka tak menyangka jika Dimas juga memiliki sahan disini. Kecuali Angel dan Alexa, yang sudah tau rencana ini semua.


"Pak Dimas, anda juga disini?" Tanya salah satu dari mereka.


Angel berdecak kesal, " bisa kalian semua diam dan kita segera memulai rapat hari ini. Saya tidak punya banyak waktu." Ucap Angel dengan tegas.


Semua orang langsung terdiam saat mendengar ucapan Angel dan langsung menurutinya. Apalagi aura yang di keluarkan oleh Angel, sungguh menyeramkan.


Termasuk Hengki, walau ia masih merasa bingung dengan keberadaan Angel disini. Mungkin Angel akan menanamkan modal di perusahaannya, seperti yang dikatakannya beberapa waktu yang lalu. Pikir Hengki.


Angel menghembuskan nafasnya dengan kasar, " saya akan to the point, perkenalkan saya Angelica Putri, salah satu pemilik saham disini."


"Saham? Sejak kapan kamu memilik saham disini? Bukannya kamu akan menanamkan modal disini setelah kamu dari Bandung?" Tanya Hengki bingung.


Angel tersenyum miring, " bahkan sebelum itu, saya sudah memiliki saham disini. Memang benar saya akan menanam modal disini setelah saya dari Bandung. Lebih tepatnya hari ini juga. Saya bahkan sudah memiliki saham disini jauh sebelum saya bertemu dengan anda!!" Angel berdiri dan siap untuk pergi, " dan satu lagi, saya Angelica Putri, secara resmi mengambil alih Putra Corp. sebagai hak saya selaku pemilim saham terbesar disini. Dan saya memecat anda--" menatap Hengki dengan tajam, " bapak Hengki Putra sebagai CEO perusahaan ini atas kasus penggelapan dana yang anda lakukan. Berserta pengembalian saham anda disini, saya kembali kan!!! Mungki sekretaris baru saya sudah menangani semua ini. Jadi anda mulai hari ini jangan pernah lagi datang kesini!!" Ucap Angel dan langsung pergi meninggalkan ruang rapat tanpa memperdulikan suasana ricuh disana.