ANGELICA

ANGELICA
PART 11



"Hai honey!"


"Ganggu!" jawab Angelica saat mendengar ucapan orang yang menelponnya.


"Ya elah... sama sahabat sendiri masih dingin aja."


"Udah malam put, gue mau tidur besok sekolah."


"Ya ampun... lo gak lagi kehabisan obatkan? biasanya waktu SMP lo tidur jam 3 malam, eh ralat jam 3 pagi," Ucap putri dengan nada tidak percaya


“Serah.. gue capek mau tidur.”


“Eh.. tung-“


Belum sempat Putri melanjutkan ucapannya. Angelica sudah mematikan telfonnya. Bodo amat dengan apa yang terjadi besok, yang penting sekarang ia ingin tidur. Ia sudah capek dengan kesialannya hari ini.


~*~*~*~*~


Aldo terus berjalan di koridor sekolah sambil bersiul. Ia terus memberikan senyuman manis kepada setiap cewek yang ia temui di koridor.


Brukkk


"Anjirrrr!!! Eh, kalau jalan pake mata bukan pake dengkul!" kesal cewek yang jatuh di lantai.


Cewek itu langsung berdiri menatap tajam Aldo, orang yang menabraknya.


"Do kalau jalan pake mata! sakit nih bokong cantik gue nyium lantai!!"


"Lo aneh-aneh aja put. Dimana-mana itu jalan pake kaki, sejak kapan ganti pake mata?"


"Ngeles aja lo... udah tau salah yang minta maaf, asik tebar pesona sama cabe-cabean sih!" ucap Putri dengan sinis.


"Kenapa lo mau gue kasih senyuman manis gue juga? bisa-bisa lo langsung jatuh ke dalam pesona gue baru tau rasa lo," jawab Aldo dengan nada menggoda.


"Najis!!!! amit-amit dah gue sampe jatuh kedalam pesona lo... nih ya kalau gue sampe jatuh kedalam pesona lo gue bakal nurutin satu permintaan lo!"


Mendengar ucapan Putri, Aldo merasa tertantang. Ia tergoda dengan tantangan Putri. Ia tersenyum miring, ia punya ide yang menurutnya gila tapi siapa tau itu bakalan menjadi asik dan seru jika di lakukan.


"Gue pegang kata-kata lo... hati-hati dengan ucapan sendiri jangan nyesel nanti kalau lo gak mau sakit hati," ucap Aldo dengan senyum miring. Lalu ia pergi meninggalkan Putri begitu saja.


"Gak bakalan!! Aldo lo denger baik-baik, gue gak bakal masuk kedalam perangkap lo... camkam itu!!" teriak Putri tidak memperdulikan semua orang yang ada di koridor melihatnya dengan tatapan aneh.


"Berisik Put!!"


Mendengar suara yang begitu familiar, Putri membalikan tubuh-nya. Ia langsung tersenyum melihat orang yang berbicara tadi.


"Aaaa... Angelica gue kangen!!" ucap Putri langsung memeluk Angelica.


Angelica menghembuskan nafasnya. Ia juga rindu sama Putri tapi kalau boleh jujur apa yang dilakukan Putri kali ini sungguh memalukan apalagi mereka jadi tontonan gratis.


"Put lepas! malu di lihat banyak orang."


"Biarin napa... gue kangen banget sama lo,” ucap Putri dengan santai.


"Gila ya lo... gak ketemu sehari aja kayak gini, gimana kalau satu tahun gak ketemu coba?!”


"Gue bakal nyari lo kemanapun. Udah cukup ya gak ketemu satu tahun dulu, gue gak mau lo ngilang lagi... awas kalau lo ngilang lagi!”


"Iya-iya mbak... gak bakal ngilang lagi. Udah ah gue mau ke kelas dulu.. bye!” ucap Angelica lalu meninggalkan Putri begitu saja.


"Mentang-mentang lebih muda manggil gue mbak... awas lo!!” teriak Putri tanpa malu.


~*~*~*~*~


Angelica berjalan malas ke bangkunya. Bagaimana tidak malas, ia harus bertemu dengan Allendra.


Semua siswi yang ada di dalam kelas itupun langsung menjerit histeris saat melihat senyuman Allendra. Sedang Allendra tidak memperdulikan semua jeritan siswi-siswi itu.


Angelica tidak memperdulikan sapaan dari Allendra, ia langsung duduk dan memakai aerphone nya.


"Sweetheart, kalau disapa di jawab dong bukannya nyuekin kayak gitu. Itu namanya gak sopan,” nasehat Allendra.


"Bodo!” jawab Angelica dan langsung menambah volune music yang ia dengarkan supaya tidak dapat mendengar ucapan-ucapan Allendra yang tidak berguna itu.


"Kok gitu sih jawabnya, harusnya kamu ngucapin terima kasih ke aku dong karena udah kasih nasehat ke kamu," ucap Allendra dan tak di jawab Angelica.


Allendra terus saja mengucapkan kata-kata yang sama sekali gak penting seperti menanyakan udah makan, gimana tidurnya, dan lain-lain yang tidak berguna.


Allendra merasa geram dengan kelakuan Angelica yang menyuekinnya. Ia langsung menarik paksa aerphone hingga terlepas. Tindakkan Allendra tersebut mendapat tatapan tajam dari Angelica.


"Kenapa? Mau marah?" Tanya Allendra.


Jangankan menjawab pertanyaan Allendra, Angelica langsung berdiri meninggalkan Allendra begitu saja tanpa mengucapkan sepatah katapun.


Allendra juga berdiri mengejar Angelica. Ia menarik tangan Angelica menuju gudang sekolah. Allendra mendorong Angelica ke dalam gudang sekolah.


"Kenapa kamu nyuekin aku terus dari tadi?"


"...."


"Kamu kenapa sih dari tadi diam terus? kalau ditanya itu jawab"


"...."


"Angel jawab!"


"...."


Allendra mengacak-acak rambutnya. Ia frustasi dari tadi bertanya dan gak dijawab Angelica. Dari tadi pagi sejak ketemu, Angelica selalu diam terus.


"Angel,” panggil Allendra dengan nada frustasi.


"Pikir!" jawab Angelica dengan nada dingin. Lalu pergi meninggalkan Allendra begitu saja.


Allendra yang mendengar jawaban Angelica diam terpaku. Ia tau jika ia salah waktu malam itu. Tapi ia pikir Angelica bisa melupakan perkataannya yang keterlaluan itu.


"Arghhhh!!" teriak Allendra.


~*~*~*~*~


Angelica terus berjalan tak memperdulikan bel tanda masuk yang sudah berbunyi nyaring.


Tujuannya saat ini hanya satu yaitu rooftop. Ia ingin menenangkan pikirannya dari Allendra. Semenjak dari gudang ia merasa pusing dengan semua ucapan Allendra.


Similir angin yang sejuk ia nikmati. Seakan melupakan semua masalahnya. Itulah yamg dirasakan Angelica saat sudah berada di rooftop.


Disana ia merasa damai tak ada ganguan dari siapapun. Sepi, itu yang ia inginkan.


"Kamu disini rupanya... aku cari dari tadi juga!” ucap seseorang yang berada di belakangnya.


Angelica memutar tubuhnya dan.menemukan seseorang yang sangat tidak ingin temui untuk saat ini.


Angelica terus menatap orang itu dengan tajam tapi masih mempertahankan wajah datarnya.


"Liatnya biasa aja bisakan?! Gak usah kayak gitu juga, nanti aku cium baru tau rasa kamu!"


"Najis!" jawab Angelica dengan dingin. 


~*~*~*~*~