ANGELICA

ANGELICA
PART 43



"Kamu tau kalau foto yang ada di kamarku itu kakakku, kakak kandungku.. ia juga sama kayak kamu, dia berjanji gak akan ninggalin aku sampai kapanpun.. tapi nyatanya apa? Dia pergi ninggalin aku gitu aja.. dia pergi selamanya... aku benci orang yang membuat dia pergi dari aku, termasuk orang yang ada kaitannya dengan orang itu...." Ucap Angel dengan sesegukan.


Ia tak mau menunjukan sisi lemahnya. Tapi apa dayanya, setiap kali ia mengingat Prima dirinya juga mengingat betapa mengerikan cara Prima meninggalkannya. Tubuh yang penuh luka, darah mengalir di mana-mana. Ia benci saat-saat itu. Andai dirinya datang lebih cepat, mungkin kakaknya masih bisa ia selamatkan.


Semenjak saat itu, dirinya bertekad. Ia akan membuat perhitungan dengan orang yang bikin ia kehilangan Prima. Nyawa di balas dengan nyawa. Tentu saja pembalasan yang ia buat tidak akan semudah itu. Akan tetapi dirinya tak mau melakukan hal bodoh itu. Langsung melenyapkannya? Itu hal yang mudah untuk ia lakukan. Lalu bagaimana dengan semua penderitaan yang selama ini ia alami.


"Dia pergi Len... dia pergi ninggalin aku!" ucap Angel di sela tangisannya.


Allen mengusap punggung Angel, "suttt, tenang ya... itu sudah takdirnya... kamu yang ikhlas ya."


Angel melepas pelukan Allen dan terkekeh, "takdir? Dibunuh? Kamu bilang dia ditakdirkan mati dengan cara dibunuh di depan mata kepala gue sendiri? Wahh!!! Gak anak gak bapak sama aja... lo denger ya Len!! Gue bakal balas orang yang udah membuat kehilangan keluarga gue satu-satunya, gue gak peduli akhirnya gimana nanti... yang ada di otak gue saat ini hanya untuk membalas perbuatan-nya.. gue benci dia, kalau lo mau ngehalangin gue... jangan salahkan gue, kalau gue bakal bunuh lo, camkan itu!!!"


"Angel tenang, oke!!! kamu cuma perlu ngikhlasin kakak kamu supaya kakak kamu tenang di atas sana... kamu gak perlu sampe balas dendam kayak gini," nasehat Allen.


Angel menatap tak percaya ke Allen, " gak perlu balas dendam?" Angel terkekeh, " lo pikir gimana perasaan gue saat gue ngelihat dengan mata kepala gue sendiri kalau kakak gue meregang nyawa saat itu... darah dimana-mana... luka di seluruh tubuhnya... lo gak bisa ngebayangin gimana perasaan gue saat itu... dan sekarang lo bilang 'gak perlu sampe balas dendam' enak banget lo ngomong kayak gitu..."Angel menghapus air matanya, "gue tanya sama lo, apa yang bakal lo lakuin saat lo ngelihat gue meregang nyawa dengan penuh luka di tubuh gue tepat di mata lo?"


Deg


Tentu saja Allen gak mau semua itu terjadi. Angel segalanya. Dia gak akan memaafkan siapa saja yang berani melukai Angel-nya sekecil apapun itu.


Melihat ekspresi Allen, Angel tertawa sinis. "Lihat ekspresi lo sendiri... itu cuma baru bayangan belum kenyataan... dan sekarang lo nyuruh gue buat gak balas dendam... gila lo!!!"


Allen menatap Angel dalam, "apa yang bisa aku lakuin untuk membantu kamu?" Tanya Allen dengan mantap.


Ia tak mau membuat Angel-nya celaka karena balas dendam. Setidaknya dirinya bisa berperan didalamnya.


"Aku akan bantu semuanya. Bahkan kalau kamu minta aku membunuhnya sekarang juga-pun aku siap. Aku bisa minta orangku untuk mencari tau siapa yang udah membunuh kakak kamu itu" Lanjut Allen.


Angel terkekeh, " lo pikir kenapa gue tahun kemarin gak sekolah? Padahal aku satu angkatan dengan Putri." Jeda Angel. "Selama satu tahun gue mencari ******** itu, lo pikir gampang nyari tuh ********. Selama ada orang yang berpengaruh membantunya, semua yang terlihat mudah menjadi sulit... tapi lo tenang aja, sekarang gue udah tau siapa dia... bahkan udah sejak lama gue ngejalanin rencana balas dendam gue, walau ada yang harus gue korbankan... setidaknya itu akan setimpal dengan hasilnya," Jawab Angel.


"Orang berpengaruh? Siapa?"


"Lo bakal tau sebentar lagi. Mungkin sekitar tiga-empat hari lagi atau paling cepat besok, maybe, " Angel mengedikkan bahunya, "udahlah, males gue membahas hal yang kayak beginian. Bukannya gue seneng malah melow" Angel menghela nafas, " mending lo lupain yang barusan, jangan sampe lo jadi psychopath lagi cuma gara-gara cerita gue."


Allen menatap Angel penasaran, "darimana kamu tau aku pernah jadi orang yang seperti itu?"


"Gue gak bodoh... gue tau tatapan lo tadi. jujur, mungkin sekarang gelar lo itu bakal pindah ke gue... ya walau gue udah pernah membunuh orang, tapi gue gak suka di panggil psychopath secara gue membunuh karena pekerjaan gue bukan karena kemauan gue... tapi mungkin setelah ini semua akan berubah... jadi gue harap lo gak balik ke lo yang dulu, cukup jadi diri lo yang sekarang... karena gue gak mau calon ayah dari anak gue seorang psychopath... lo tau? karena gue gak mau anak gue nantinya jadi psychopath kayak orang tuanya" ucap Angel lalu menepuk bahu Allen.


Sedangkan disisi lain, pikiran Allen berkecamuk.


Apa itu artinya ia akan menikah dengan Angel-nya dan akan mempunyai anak, dan lagi mereka akan hidup bahagia bersama?