
"Ini namanya udah gak sarapan Angel... lama-lama gue bisa gila gara-gara si kutu kupret satu ini nginep disini... baru satu malam aja udah buat gue pusing.... ingetin gue setelah ini untuk membuat kamar lo jadi kedap suara.... dan gue juga baru tau kalau adik gue liar banget kalau di ranjang," ucap Dimas saat melihat Allen turun dari tangga, dan jangan lupakan tanda merah di sekitar lehernya.
Mendengar ucapan Dimas, sontak Allen pun tertawa keras. Memang apa yang diucapkan Dimas itu benar adanya. Tadi malam Angel-nya sangat 'liar'. Bahkan dirinya baru menyadarinya tadi malam.
"Ck, kalian berdua kalau mau ngejek itu dipikir dulu kali... sejak kapan gue kayak gitu... gue gak pernah!!!" Bantah Angel dengan tegas.
Allen tersenyum, " yakin gak kayak gitu? Ucapan sama kelakuan beda jauh banget... bahkan sisa perbuatan kamu masih ada, nih!!" Allen langsung menunjuk ke arah lehernya.
Angel melotot tajam ke Allen, "itu bukan gue yang bikin ya!!!! Sekali lagi lo bilang kalau itu aku yang buat!!! Awas aja lo!!!" Ancam Angel tak terima.
Dimas menggelengkan kepalanya. Ia tak percaya kalau yang ada di depannya ini adik kesayangannya. Ternyata adik kecilnya sudah sebesar ini.
"Kalau bukan lo yang buat, terus siapa lagi?" Tanya Dimas.
Angel mengedikkan bahunya, tak tahu.
"Gue tadi malam denger sendiri, jadi lo gak usah ngelak lagi... males gue liat lo berdua ribut kek gini!" ucap Dimas dan di angguki oleh Allen.
"Tadi malam aja gak mau berhenti," ucap Allen.
Angel menatap Allen penuh arti, " Allen."
"Ya?"
"Lo gak usah ikut gue ke Bandung!" final Angel.
~*~*~*~*~
Angel menatap malas pria yang ada di hadapannya ini. Memang seharusnya ia tahu, kalau samua ancamannya gak akan mempan untuk pria gila dihadapannya ini.
Dengan malas ia berjalan melewati Allen begitu saja, ia masih kesal karena tadi siang dirinya di bully habis-habisan oleh Allen dan Dimas. Ia bertekad untuk membalas mereka berdua. Dan satu-satunya cara yang paling ampuh itu, dengan mendiami mereka berdua.
Kita lihat aja nanti, berapa lama kalian berdua bertahan dengan situasi seperti ini.
ucap Angel dalam hati.
Dengan menulikan pendengerannya, ia masuk ke dalam apartementnya. Tak memperdulikan Allen yang dari tadi memanggil namanya.
Brukkk
"Angel buka pintunya!" ucap Allen dari luar.
~*~*~*~*~
Ceklekk
Angel berjalan dengan santai saat keluar dari kamar mandi, ia mengambil baju dari tasnya. Ia melepas bathrobe-nya dan memakai bajunya.
"Kamu sengaja menggodaku?"
Angel berbalik dan menatap tajam orang yang sedang duduk santai di atas kasurnya.
"bagaimana lo bisa masuk kesini?"
Allen mengedikkan bahunya, " bukan itu masalahnya sekarang....masalah yang utama saat ini, bagaimana cara kamu nidurin kembali Allen junior, kamu sudah membuatnya bangun, sayang!"
"Apa urusannya sama gue? Mending lo pergi dari sini!!! Muak gue liat muka lo!!"
"Lah, masih ngambek ya? Gak baik marah lebih dari 3 jam, ntar dosa," ucap Allen sok bijak.
Angel berdecih, lagian mana ada yang kayak gitu. Setaunya, gak boleh marah selama 3 hari bukan 3 jam. Lagian ini orang kayaknya beneran gila, dia bicara dosa. Padahal tadi malah habis buat dosa. Emang miring ini orang.
"Bodo, gue gak peduli... mending lo balik ke Jakarta sana!!! Muak gue liat muka lo...bosen banget gue, sumpah!" ucap Angel.
"Ck, gak baik ngomong kayak gitu sama calon suami... ntar kualat."
"Gue gak yakin lo bakal nikahin gue. Toh, sebentar lagi lo bakal ninggalin gue.. jadi jangan pernah buat gue terlalu banyak berharap dengan semua ucapan lo... mending lo diem aja, gak usah ngucapin kata-kata lo yang gak bakal lo lakuin... itu bakal jadi boomerang buat diri lo sendiri!" ucap Angel dengan datar.
Allen menatap mata orang yang selama ini membuatnya bahagia, orang yang membuat warna lain di hidupnya. Jujur, entah kenapa perasaannya mulai merasa gak enak. Ia mengingat kembali kalimat yang diucapkan Angel-nya saat pertama kali ia mau diajak tinggal bersama.
Inget satu hal.. bahwa di setiap senyuman terdapat rencana yang sudah tersusun rapi
Entah itu hanya perasaannya saja atau bukan. Sejak awal ia merasa agak aneh dengan ucapan itu. Rencana apa yang sedang di lakukan Angel-nya. Apa rencana itu menyangkut dirinya? Kenapa dirinya akan meninggalkan Angel-nya.
"Aku gak tau rencana apa yang sedang kamu lakukan.. tapi satu yang pasti, aku gak ada niatan untuk ninggalin kamu.. bahkan memikirkan hal itu saja membuatku tersiksa, bagaimana mungkin aku ninggalin kamu.. mungkin semua ucapan aku selama ini masih kamu anggap lelucon, sehingga kamu gak percaya dengan semua ucapan aku.. tapi aku jamin dan aku berjanji kepada kamu dan juga.." Allen menatap perut Angel, " calon anak kita, aku gak akan ninggalin kamu... sampai kapanpun, aku gak akan pergi dari sisi kamu... gak peduli dengan semua rencana kamu, walau rencana itu akan menyakitiku, aku gak peduli." Ucap Allen dan memeluk Angel.
Tanpa suara, Angel menangis. Air matanya turun sendiri.
"Kamu janji gak akan ninggalin aku, walau aku melakukan hal yang mungkin akan membuat kamu membenci aku?" Tanya Angel dan di balas anggukan kepala oleh Allen.
"Kamu tau kalau foto yang ada di kamarku itu kakakku, kakak kandungku.. ia juga sama kayak kamu, dia berjanji gak akan ninggalin aku sampai kapanpun.. tapi nyatanya apa? Dia pergi ninggalin aku gitu aja.. dia pergi selamanya... aku benci orang yang membuat dia pergi dari aku, termasuk orang yang ada kaitannya dengan orang itu...."