
Allen menggelengkan kepalanya, "nggak, aku gak mau memaksa kamu di dalam hubungan ini lagi... tapi susah sekali mengucapkannya.”
Tangis Angel semakin menjadi. Mendengar penuturan Allen barusan. Oh God!! Kenapa ini sangat menyakitkan??.
Angel terus menggelengkan kepalanya. Entah apa yang sebenarnya yang ia inginkan? Tapi ia tak mau Allen melepaskannya.
"Sayang, mulai saat ini aku melepas---"
Cup
Sebelum Allen menyelesaikan ucapannya. Angel dulu menghentikannya.
"Buat gue nyaman sama lo," ucap Angel dengan pelan.
"Sayang, ka-mu?"
"Apa itu cukup buat bukti? Gue gak mau lo ngelepasin gue, gue gak tau kenapa? But i won't you let go!" lirih Angel.
Allen merasa senang. Akhirnya perjuangannya membuahkan hasil. Walau agak lambat, but it's no problem. Angel-nya mau berjuang bersama. Ini yang ia inginkan. Angel-nya menganggapnya ada. Sungguh ini membuatnya bahagia.
"Sayang ini bukan mimpi kan?" Tanya Allen memandang dalam manik mata Angel.
"Iya ini mimpi!!!" Ucap Angel agak kesal.
Bagaimana ia tak kesal dengan Allen? Pria itu dengan mudahnya merusak suasana. Oh sangat berbakat sekali pria itu merusak suasana. Harusnya kalau ia pergi keluar dengan pria ini harus membawa stick drum, agar ia bisa memukul kepala Allen kalau merusak suasana seperti ini.
"Lo **** atau gimana sih? Dengan gue nyerahin first kiss gue ke lo, dan sekarang lo tanya kayak gitu!" lanjut Angel.
Entah setan dari mana, sehingga Angel mau memberikan first kiss-nya kepada Allen. Bahkan jelas-jelas Allen itu hanya sebagai target dan alat yang akan ia gunakan untuk balas dendam. Dan dengan gilanya ia mencium Allen di tempat umum. Beruntunglah dirinya karena tempat ia berdiri dengan Allen sedang sepi.
Apa iya gue mulai tertarik sama Allen? Bahkan rasanya sangat sakit saat Allen mau melepaskannya tadi!!! Tapi bagaimana bisa ia merasakan sakit di hatinya??? Apa mungkin karena Allen salah satu peran yang penting dalam rencana gue? Ah, mungkin saja itu benar!!! Karena jika tidak ada Allen, semua rencananya akan sia-sia. Benar!!! Itu alasan yang tepat kenapa gue gak mau Allen melepas gue dan alasan hati gue terasa sakit. Gue gak mau rencana gue gagal!!! Kesempatan gak datang dua kali. Pikir Angel
Dengan perasaan senang Allen menarik tangan Angel pergi meninggalkan timezone.
"kemana?"
"Kita pulang sekarang!"
"Ngapain? Gak jadi main?"
"Kita main di apartement aja"
"Tap---"
Allen menghentikan langkahnya "sayang bisa diem gak? Ntar aku jelasin di apartement, kalau kamu masih gak bisa diem aku cium kamu disini, mau?" Ujar Allen dan dibalas gelengan kepala Angel.
Allen tersenyum melihat gelengen kepala Angel-nya. Tanpa basa basi ia langsung menarik tangan Angel. Membawa Angel ke parkiran.
~*~*~*~*~*
Angel terus meronta. Jujur tangannya agak sakit di cengkeram terlalu kuat oleh Allen. Apalagi ia di tarik juga. Ia yakin pergelangan tangannya nanti akan memerah.
"Allen lepas!!!" Pinta Angel sambil berusaha melepaskan tangannya.
"Tahan sebentar sayang! Sebentar lagi kita sampai!!"
Allen melonggarkan cengkeramannya. Walau agak takut jika Angel-nya bakal kabur.
Kabur??
Bahkan sekarang ia yakin kalau Angel-nya tak akan pernah meninggalkannya. Ia juga sangat yakin kalau Angel-nya sudah memiliki perasaan terhadap dirinya, walau belum sebesar dirinya. Bukankah ada pepatah yang mengatakan 'sedikit-dikit, lama-lama jadi bukit' ia yakin suatu saat Angel-nya akan menaruh rasa sepenuhnya terhadap diri-nya.
"Naik!!" Perintah Allen saat ia sudah menaiki motornya.
"Gue bawa motor sendiri!" tolak Angel.
"Naik sayang, atau kamu mau aku mengambil second kiss kamu disini?" Ucap Allen dengan santai.
Tentu saja Angel langsung menggelengkan kepalanya.
Hell!!!
Big no!!! Sudah cukup first kiss-nya ia berikan kepada Allen. Tidak ada selanjutnya. Bahkan dirinya masih heran dengan dirinya sendiri. Bagaimana bisa ia memberikan first kiss-nya kepada Allen. Itu hal tergila yang pernah ia lakukan seumur hidupnya.
Tanpa babibu, Angel naik di jok belakang motor Allen.
Sekarang ada apa lagi dengan dirinya??
Sudah jelas kalau dirinya tak suka di bonceng, tapi kenapa ia tak berusaha menolak perintah dari Allen. Itu bukan dirinya sama sekali!!! Bahkan hanya karena ancaman seperti tadi.
Lupakan itu untuk saat ini.
Yang terpenting sekarang adalah mereka mau kemana? Kalau mau pulang ke apartement tidak seharusnya mengebut seperti sedang balapan saja. Sebenarnya ini ada apa? Kenapa Allen seperti orang kesetanan. Bahkan tak takut terkena tilang polisi, karena ini masih jam sekolah dan mereka masih menggunakan seragam sekolah.
"Turun!!"
"Lo gila ya!!! Ngebut-ngebutan kayak tadi!!" Protes Angel saat ia sudah turun dari motor Allen.
"Itu tidak penting sekarang sayang, lagian kita juga gak kenapa-napa kan, yang terpenting sekarang adalah kita harus segera sampe ke apartement!" jawab Allen dengan santai.
Allen lagi-lagi menarik tangan Angel. Entah ada apa dengan apartement. Allen seperti sedang mengejar sesuatu.
Bahkan di dalam lift-pun Allen juga aneh. Tangannya terasa tegang dan dingin.
Ting
Pintu lift terbuka, Allen langsung menarik tangan Angel menuju apartementnya. Sampai di depan apartement, Allen memasukan sandi apartementnya.
Allen membawa Angel masuk ke dalam apartement. Ia langsung mendorong tubuh Angel ke dinding dan mencium bibir mungil Angel.
Tidak seperti tadi yang hanya menempel, Allen lebih berani. Ia ******* bibir manis Angel-nya dengan lembut dan penuh perasaan. Ia terus ******* bibir itu.
Jangan di tanya Angel bagaimana!!! Tentu saja ia merasa terkejut dengan perlakuan Allen. Ia hanya bisa diam membisu dan tak bisa berbuat apapun. Otaknya terasa kosong, otaknya seperti tak berfungsi.
"Akhhhh," pekik Angel saat Allen dengan sengaja menggigit bibirnya.
Allen tak menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Ia langsung memasukan lidahnya. Lidahnya terus menyusuri semua yang ada di mulut Angel, membelit lidah Angel.