ANGELICA

ANGELICA
PART 2



Saat tiba di parkiran Angelica terus berjalan menyusuri seluruh penjuru parkiran untuk mencari Aldo.


"Lo nyari siapa? Gue?"


Angelica langsung membalikan tubuhnya 180°. Dan ia melihat aldo sedang bersandar di sebuah motor berwarna merah dengan tangan kanan memainkan kunci dan tangan kiri dimasukan kedalam saku celananya.


Dengan cepat Angelica mengambil kunci motor itu dari tangan Aldo. Aldo yang merasa terkejut, langsung berdiri tegap dan menatap Angelica dengan bingung.


Sementara Angelica yang di tatap tidak peduli sama sekali, Angelica mendorong tubuh Aldo sedikit sehingga tubuh Aldo bergeser dari motornya. Angelica langsung menaiki motor itu dan menyalakannya.


"Naik!" ucap Angelica dengan nada pelan tapi memiliki nada seperti sebuah perintah.


"Ogah, masa gue di bonceng sama cewek... Apa kata para fans gue nanti." tolak Aldo dengan tangan di lipat di depan dada.


"Naik!" ucap Angelica dengan penuh penekanan.


"Gue kan udah bilang... Ogah ya ogah.. Kalau mau di antar pulang, sini balikin kuncinya biar gue yang di depan. Dan gue bakal ngantar lo pulang, gue jamin lo bakal selamat sampai tujuan tanpa ada yang kurang satupun!" ucap Aldo sambil mengulurkan tangannya untuk meminta balik kuncinya.


Tanpa memperdulikan ucapan Aldo, Angelica menjalankan motor itu, meninggalkan parkiran beserta pemilik motor ini.


Aldo yang ditinggal begitu saja merasa tak percaya. Dia hanya bisa menatap tak percaya dengan kepergian Angelica.Yang lebih parah lagi ia di tinggal sendiri dengan motornya dibawa Angelica.


Aldo yang tidak terima hanya bisa mengumpat dan mengeluarkan sumpah serapahnya untuk Angelica.


"Gila ya tu orang!! Ninggalin gue sendirian, pergi gitu aja, lebih parahnya pake motor gue lagi!! Awas aja lo!!" gerutu Aldo tak terima.


Itu motor yang baru saja ia beli, rasanya gak lucu banget kalau motor itu hilang karena di bawa pergi sama cewek. Lebih parahnya itu cewek yang baru ia kenal.


Saat masih merasa kesal dengan perbuatan angelica, tiba tiba ada yang mengklaksoni nya dari belakang. Dia dengan spontan dia berputar 180°. Betapa terkejutnya dia saat yang di lihat itu adalah Angelica.


'Bukannya tadi dia udah pergi ya?' Tanya Aldo pada diri sendiri.


"Naik!!"


"Ogah... Gue udah bilang kalau gue ogah dibonceng ma cewek!" Tolak Aldo.


Merasa jengah dengan penolakan Aldo, Angelica mulai menjalankan motor itu, pelan.


Aldo melihat Angelica mau pergi dengan cepat mencegah nya untuk pergi.


"Ok, fine!! Gue ikut lo," ucap aldo


Segera Aldo naik ke atas motornya.


~*~*~*~*~


Saat diperjalanan tapi tidak ada pembicaraan sama sekali Angelica yang fokus pada jalan sedangkan Aldo masih mengumpat dan kesal dengan Angelica.


"Ini mau kemana sih?" tanya aldo pada Angelica.


"Rumah gue."


"Ngapain ke rumah lo? Wah!! Lo mau ajak gue gituan, ya? Parah lo, kita aja baru ketemu masa langsung ngajak gituan?" ucap Aldo secara berbondong bondong.


Angelica berusaha menahan emosinya sendiri. Ini kalau bukan karena perintah dari Dimas, cowok ini sudah ia pastikan babak belur saat ini juga.


"Bisa diem gak lo!"


"Gimana gue bis diem? Lo aja gak ngasih tau ke gue alasan lo bawa gue ke rumah lo."


"Berisik!!!" ucap Angelica dengan keras bahkan lebih keras dari yang tadi.


Aldo yang merasa enggak enak karena dari tadi hanya di bentak terus langsung diam. Sedangkan Angelica terus fokus pada jalan dan melanjutkan perjalanan menuju ke rumahnya.


~*~*~*~*~


Sekarang mereka berhenti disebuah rumah mewah berwarna putih, tingkat 2, dan memiliki halaman dan taman yang luas. Aldo yang masih bingung ingin bertanya ke Angelica namun di dahuluin oleh Angelica.


"Masuk!" Suruh Angelica dengan memasang wajah datar dan dingin.


"Gila lo beneran mau gituan sama gue? Lagian ini rumah siapa sih?" ucap Aldo.


'Gila otak ini cowok mesum amat! Ini gak salah Dimas nyuruh gue buat bawa ni orang?' batin Angelica.


"Gue.. Masuk!" seru Angelica.


"Ogah!" tolak Aldo.


"Masuk!" ucao Angelica penuh dengan penekanan.


"Kalau gue bilang ogah ya ogah.. Lo ngerti kan arti kata ogah.. Udah ah siniin kunci gue, gue mau balik sekarang!" pinta Aldo lagi.


"Masuk!"


"Ya ampun, itu kepala terbuat dari apa sih keras banget!" ucap Aldo.


Sedangkan Angelica malah berjalan masuk memasuki rumah yang ada di depannya.


" ok.... Tapi lo harus nurutin 3 permintaan gue gimana deal gak?" ucap Aldo.


"Terserah," ucap Angelica lanhsung masuk kedalam rumah meninggalkan aldo yang masih berada luar.


"Ya ampun itu orang, gue baru nyadar kalau selain keras kepala juga irit ngomong juga," ucap Aldo menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Eh... Woi tungguin gue napa!! " Aldo yang sadar langsung menyusul angelica masuk ke dalam rumah yang katanya rumahnya Angelica.


~*~*~*~*~


Saat baru memasuki rumahnya langsung aja Angelica menerima banyak pertanyaan. Ia heran padahal cuma satu orang tapi kok ngasih pertanyaan gak ada henti hentinya.


"Eh, Angel! udah pulang lo?" tanya seorang laki laki yang baru saja menuruni tangga. Dia adalah Dimas Anggoro, teman sekaligus kakak bagi Angelica.


Dimas Anggoro adalah seorang CEO muda dan berbakat. Di usia nya yang baru menginjak angka 20 tahun dia sudah menjadi CEO yang sukses dan memiliki cabang perusahaan dimana mana. Dia memiliki wajah yang tampan, tubuh tinggi, hidung mancung, rambut coklat, dan kulit yang putih.


"Hm,"


" kebiasaan ya lo. Kalau kakak ngomong, di jawab dengan bener ma pajang kek.. Lah ini cuma satu atau dua kata doang." Dimas melihat dan mencari keberadaan Aldo, "Mana tu bocah? Lo udah bawa dia kesini kan? lo gak ngehajar dia sampe ****** kan? dia masih bernafas kan?"


"Belakang," balas angelica sambil nunjuk di arah dibelakangnya tanpa menengok sedikitpun.


"Hadeh... Susah ya nasehatin lo... Lo netep aja ngomong satu kata doang.. Udah lah lo mesti capek mending lo istirahat di at-"


Belum selesai ngomong.. Dimas di kagetkan dengan perilaku angelica yang tiba-tiba melemparkan sesuatu ke arahnya dan pergi ke lantai atas melewati dimas.


"Heh... Adek gak sopan ya lo... Main lempar sama nyelonong aja... Kunci sapa lagi ini! awas aja uang jajan lo gue!"


"Kak Dimas!?"


Dimas yang merasa kesal karna dari tadi ucapannya selalu di potong, membalikan badan nya


" ada apa?"ucap Dimas dengan suara keras.


"Eh... Gak kok kak... Cuma nanya aja," aldo hanya cengar cengir karna takut sama Dimas... Yang lagi marah kayaknya.


Dimas yang sadar akan apa yang dilakukan segera memasang muka ramah nya.


"Eh.. Lo Aldo kan? anak nya pak Anto Wijaya?" tanya dimas untuk memastikan kalau yang ada di depannya itu aldo anak nya pak Anto. Rekan bisnisnya.


"Eh.. I-iya kak, saya Aldo Prasetia anaknya pak Anto Wijaya. Dan ibu saya-" ucapan aldo langsung saja dipotong oleh Dimas. Karna itu dianggap gak penting oleh Dimas.


"Itu bukan urusan gue kalau soal ibu lo.... Gue bawa lo kesini karna ada yang mau gue omongin sama lo," jelas Dimas.


"Oh... Ada apa kak?"


"Sebaiknya kita ngomong sambil duduk... Masa kita omongan sambil berdiri kan gak enak di lihat."ucap Dimas yang mulai berjalan menuju sofa yang ada di ruang tamu sambil memainkan kunci yang di lempar olah Angelica tadi. Aldo yang melihat kuncinya langsung mengambil kuncinya dari tangan dimas.


" eh... Lo apa apaan sih?" protes Dimas karna gak suka mainannya tiba tiba aja di rebut oleh orang lain.


"Heheehhee.. Maaf kak ini kunci saya," jelas Aldo sambil menggaruk kepala bagian belakang yang tidak gatal.


"Oh ya udah.. Ayo kita ke ruang tamu sambil ngobrol," ajak Dimas.


"Iya kak." jawab aldo.


~*~*~*~*~


Sedangkan Angelica dia masuk ke dalam kamar nya dan menjatuhkan tubuhnya di atas kasur. Dia menengok ke samping meja, ia melihat sebuah foto dan diambil.


"Gue kangen sama lo! Lo sedang apa di sana?" ucap angelica lalu memeluk foto itu.


Tanpa ia sadari keluar air mata yang jatuh dari kelopak mata nya. Ia terus memeluk foto itu sampai tertidur dengan lelap. 


~*~*~*~*~