
Pagi ini sungguh sial untuk Angel, tubuhnya sangat lemas. Untuk pergi ke sekolah saja ia merasa sangat malas sekali. Jika bukan karena ancaman dari guru, dia bakal membolos saja. Gila aja gara-gara Allen, ia harus membolos 2 hari, di tambah 1 hari ia membolos sendiri. Kalau bukan karena kekuasaan Allen, ia mungkin sudah mendapat surat panggilan untuk wali siswa. Ia juga takut kalau Dimas marah sama dia gara-gara membolos sekolah.
Wait!!!
Dimas???
Sial! Dia sampai sekarang belum menemui Dimas, sudah 1 minggu ia belum menemui Dimas.
Ini semua gara-gara Allen, setelah kejadian itu, anak satu itu semakin manja kepadanya. Sialnya anak itu tidur satu kamar dengan dia sekarang.
Mengingat kejadian itu membuat kepalanya semakin pusing saja, karena malamnya mereka juga melakukannya lagi. Dan sialnya ia selalu terbuai dengan permainan yang di ciptakan Allen. Akibatnya ke-esokan harinya mereka telat bangun, sehingga mereka membolos lagi. Dan lagi-lagi Allen selalu berhasil membuatnya terbuai dengan permainan sialan itu. Sialnya lagi, mereka melakukannya tanpa ada pengaman. Allen selalu mengancam untuk tidak meminum pil pencegah kehamilan.
"Akhhhhhhh!!!"
Angel merasa frustasi dengan semua ini. Masalah balas dendamnya belum selesai, sekarang muncul masalah lagi.
Allendra.
Nama cowok yang menjadi masalah baru untuk dirinya.
Ting!
*From : Dimas
Kenapa lo sampai sekarang belum kesini*?
Akkh, dia melupakan Dimas lagi.
Nnt plg sklh
Balas Angel. Karena dia juga masih penasaran dengan info apa yang di dapatkan oleh Dimas. Cuma satu yang pasti itu tentang rencana mereka.
"Sayangg!"
Akhhh, suara itu. Ia malas bertemu dengan anak satu ini. Tidak cukupkah bertemu dengannya di apartement?.
"Sayang kenapa pergi duluan? Kan tadi aku udah bilang kalau harus berangkat bersama!!" Ucap Allen sedikit kesal.
"Lo kelamaan." jawab Angel cuek.
Tanpan memperdulikan Allen, Angel langsung pergi meninggalkan Allen di belakang.
~*~*~*~*~*
"Tugas kali ini di kerjakan secara berkelompok. Satu kelompok terdiri oleh 2 anak. Dan saya yang akan menentukan pasangan kalian. Tugas ini, kalian harus membuat makalah tentang ' apa yang kita dapatkan dari laut' seperti rumput laut, ikan tuna dan lainnya. Kalian paham?!"
"Paham pak!" jawab semua siswa kelas 10 IPA 1.
"Saya akan membagi kelompoknya, Jesica dan Dino, Puput dan Aldi, Angelica dan Chris, Allen---"
BRAKKK
"Angelica satu kelompok dengan saya, jika bapak tidak suka, bapak bisa mengirim surat pengunduran diri besok!" ucap Allen dingin.
Semua orang melihat ke Allen. Mereka merasa tak percaya dengan semua ini. Apalagi Angel, ia tak percaya kalau Allen bisa melakukan semua ini.
"Lo gila ya!! Gue satu kelompok dengan Chris. Titik!" Ucap Angel.
"Kamu satu kelompok denganku sayang!! Kalau kamu gak mau, guru sialan itu bakal aku pecat saat ini juga. Nasib guru itu ada di tangan kamu sayang," jawab Allen dengan penuh kemenangan.
"Ck serah lo," ucap Angel.
"Sudah-sudah, Mila kamu satu kelompok sama Chris!"
Dan pak Tono melanjutkan membaca kelompok-kelompok selanjutnya. Hingga bel istirahat berbunyi.
Angel langsung pergi keluar kelas, saat guru sudah keluar. Bahkan ia tak memperdulikan pertanyaan Allen saat ia mau keluar tadi. Ia masih merasa kesal dengan Allen.
~*~*~*~*~*
"Angel, besok jalan-jalan yok pulang sekolah!" ajak Putri.
"Kemana?"
"Mall-lah, kemana lagi emang? Tempat cewek tuh di mall," jawab Putri dengan enteng. Padahal Putri sendiri tau kalau Angel tidak terlalu menyukai tempat itu. Ia tebak, Angel bakal menolak ajakannya itu.
"Oke, gue lagi pengen belanja juga.. dan juga gue lagi pengen spageti langganan gue."
Hell!!!
"WOW!!! seorang Angelica Putri pengen belanja? Lo salah minum obat?" bahkan Putri sampai menyentuh dahi Angelica. Siapa tau Angelica lagi demam.
"Ck, singkirin tangan lo!"
"Nah lo!" tunjuk Putri ke orang yang sedang berdiri di belakang Angel.
"Gue?" Tanya orang itu sambil berjalan ke meja Angel.
"Ya iyalah, lo apain Angel, hah? Kenapa dia jadi aneh kek gini," tanya Putri ke Allen.
Allen melihat Angel. Angel-nya terlihat seperti biasanya. "Sayang emang kamu kenapa?" Tanya Allen.
"Gak!"
"Dia bilang gak pa-pa, lo gak usah buat gue takut, pake acara bilang kalau pacar gue aneh segala.”
"Ck, dia itu pengen belanja... seumur hidup, gue baru denger pertama kali kalau Angel pengen belanja.. biasanya juga di paksa dulu baru mau," ucap Putri.
"Hah?!"
Seriously??
Sulit di percaya!!! Pacarnya ingin belanja.
"Sayang, kamu gak lagi sakit kan?" Tanya Allen ke Angel.
Angel mendengar pertanyaan itu, langsung mendelik tajam ke arah Allen.
"Ck, gue gak mau ikut campur sama hubungan kalian berdua, mending gue balik ke kelas... ngerjain tugas yang belum gue kerjain."
"Hm"
Setelah Putri meninggalkan mereka berdua suasana diantara mereka terasa canggung, entah karena apa??
Allen menghadap Angel. "Emm, sayang," panggil Allen.
"Apaan?" sahut Angel cuek.
"Kamu beneran mau belanja?" Tanya Allen dengan hati-hati.
"Menurut lo? Gue bosen kalau di apartement doang... gue juga bosen liat muka lo setiap hari!" jawab Angel kesal.
Allen menatap tajam Angel "Berani bosen sama aku?" Ucap Allen, dan dicueki oleh Angel.
"Apa??? Mau marah, marah aja... berani marah sama gue, terima kosekuensinya!!"
"Hah?"
"Lo **** atau ****** sih, gue lagi marah sama lo ****!!!! Berani-beraninya lo ganti temen kelompok gue!!! Lo pikir lo siapa HAH!!! Gue gak suka lo yang suka ngatur kek gini... menyalahgunakan kekuasaan yang lo miliki cuma buat memenuhi keinginan lo doang... lo mikir kedepannya kagak sih!!! Kalau misalnya guru itu beneran lo pecat, lo gak mikir gimana sama nasib keluarga mereka HAH!!! Kalau **** jangan di pelihara setan!!!"
Akhirnya ia bisa melepaskan semua unek-unek yang ada di kepalanya. Itu semua membuat kelapanya serasa mau pecah. Menahan amarah sejak tadi. Itu bisa berakibat fatal, jika dirinya tak bisa mengontrol semua.
"Jadi dari tadi kamu marah cuma karena ini doang?" tanya Allen dengan santai.
Angel melotot ke Allen, "what the hell!!! Apa lo bilang? Cuma? Lo bilang cuma sialann!!!"
"Iya, apa masalahnya dengan semua itu!!"
"Lo gila atau gimana hah? Yang di pertaruhin disini itu nasib orang... dan lo bilang cuma!!! Sialan!!"
"Kamu kenapa sih? Gak biasanya kamu kek gini, biasanya juga kamu cuek dengan semuanya... lalu kenapa tiba-tiba kamu peduli sama mereka?"
"Gue gak sebejat itu buat gak mikirin nasib orang."
Angel terdiam sebentar.
Iyakah ia melakukan semua ini hanya karena mikirin nasib orang. Atau karena hal lain. Ia tak tau alasan spesifik kenapa dia merasa sangat marah.
"Pokoknya lo harus di hukum!" ucap Angel dengan santai.
"Hah? Gak bisa gitu dong, disini yang bisa ngehukum itu aku bukan kamu," Allen tak terima.
"Gak ada tawar menawar, pilih!!! lo tidur di luar dan gue mau satu kelompok sama lo, atau lo tetep tidur di kamar tapi gue satu kelompok dengan Chris?" Ucap Angel dengan santai.