
"Cinta butuh yang namanya pengorbanan. Dan jika kamu disuruh memilih, pilih aku atau orang yang kamu anggap sangat penting dalam hidup kamu? Karena pilihan ini yang bakal nentuin kedepannya gimana hubungan kita."
Allen tersenyum, "aku tadi udah janji sama kamu, aku bakal tetap cinta sama kamu walau bagaimanapun kamu. Aku akan tetap milih kamu."
Angel tersenyum, ia berjinjit dan mencium pipi Allen.
"I love you!" ucap Angel dengan lembut.
~*~*~*~*~
Senyum Allen tak luntur sedikitpun semenjak Angel-nya mengucapkan kalimat yang sangat ia tunggu selama ini. Seakan-akan dunia ini hanya miliknya seorang. Ia merasa sangat bahagia. Bahkan ia tak tau lagi harus mengungkapkannya dengan apa. Intinya saat ini ia sangat bahagia.
"Bisa nggak berhenti senyum?!" Ucap Angel jengah.
"Kenapa harus berhenti? Kamu gak tau apa aku rasain saat ini sayang," kekeh Allen.
"Ck! Tapi aku gak rela mata sialan mereka liat kamu All!" kesal Angel dan menunjuk ke arah segerombolan anak remaja seumuran mereka yang sedang melihat memuja Allen.
Allen tersenyum, " mulai posesif heh?" Goda Allen.
Bibir Angel maju pertanda dirinya mulai kesal.
"Itu bibir gak usah di majuin sayang!! Minta di cium nih?"
Angel menatap tajam Allen, "sumpah ya Al, kamu itu nyebelin banget. Pokoknya hari ini kamu tidur di kamar sebelah. Dan kamu pulang sekarang juga!!! Aku mau pergi bareng Putri" ucap Angel dan pergi meninggalkan Allen begitu saja.
Allen meringis, " singa betina mulai ngambek,"
~*~*~*~*~
"Angell!" Panggil Putri saat melihat Angel.
Angel tersenyum, "hai!" balas Angel.
"Bareng siapa kesini?" Tanya Putri.
"Biasa, bocah gila itu," jawab Angel.
"Oh, kirain sendirian"
Angel mengernyit saat melihat seseorang yang ia kenal berjalan ke arah mereka berdua.
"Lo bareng Aldo kesini?" Tanya Angel.
Putri nyengir, "iya, dia maksa ikut,"
Angel menatap Putri penuh selidik, "ada hubungan apa lo sama si curut itu?" Tanya Angel tajam.
Putri gelagapan, "apaan, gue gak ada apa-apa sama dia" jawab Putri tergagap.
"Aldo!!" Panggil Angel saat melihat Aldo sudah dekat dengan mereka.
"Ya my Angel, ada apa?" Tanya Aldo.
Angel tersenyum saat melihat Putri menatap tajam ke Aldo. Sudah dia duga kalau mereka berdua ada hubungan. Gak mungkin Putri mau pergi bareng Aldo, sedangkan dulu mereka berdua seperti tom and jerry.
"Putri bilang tadi, kalau kalian berdua gak ada apa-apa... padahal gue dukung banget kalau kalian berdua ada hubungan." Pancing Angel.
Aldo menatap tajam Putri, "gak ada hubungan,heh?"
Putri menatap tak kalah tajam Aldo, "my Angel? Lo tadi manggil Angel apaan? Gue gak salah dengerkan?!" ucap Putri tak terima.
"Itu emang sudah jadi panggilanku buat my Angel, dan kamu gak bisa menggantinya semudah itu. Dan tadi apa? Kamu bilang kalau kita gak ada apa-apa? Seriously? Terus yang kemarin kita pergi bareng apa namanya PUTRII" ujar Aldo marah.
"Ya gue cuma gak mau nyeb--"
Angel memutar matanya malas, "lo berdua kalau berantem lagi, gue hajar kalian berdua!" ucap Angel tajam.
"My Angel, gak usah ikut campur dulu deh!"
"Ya gak bisa gitu dong, kalau gue kangen sama lo gimana?"
"Lo siapa berani-beraninya lo kangen sama cewek gue!" ujar Allen tajam dan langsung merangkul Angel.
"Gue? Tanya sendiri sama my Angel.. gue siapanya dia?!"
"Lo bilang apa barusan?" Tanya Allen tajam.
"Apaan?"
"My Angel, seriously? Heh, yang lo panggil 'my Angel' itu cewek gue sialan!"
Angel yang mulai jengah dengan semua situasi seperti ini. Ia menarik tangan Putri dan pergi meninggalkan dua pria gila itu.
"Jadi?"
"Maksud lo?"
"Lo pacaran sama Aldo kan?" Tanya Putri.
Putri tersenyum kecut, "pacaran? Lebih tepatnya hubungan tanpa status," jawab Putri.
Angel mengernyit bingung, "maksud lo?"
"Aldo masih ngeharap di lo... dia belum bisa move on dari lo, ya walau gue tau kalau lo cuma nganggap dia temen doang gak lebih... tapi dia nggak, dia masih berharap sama lo... sedangkan gue cuma di jadiin pelarian dia saat dia sedih gara-gara lo!" jelas Putri.
Angel menggeram marah, ia tak terima temannya di perlakukan seperti itu.
Dengan perasaan marah, Angel berjalan kembali ke tempat dimana Aldo dan Allen masih saja berdebat tentang hal yang tak berguna.
"ALDOO!!!" panggil Angel.
Aldo yang merasa namanya di panggil membalikkan tubuhnya dan mengernyit saat melihat Angel berjalan cepat ke arahnya.
"Apa?"
*Brukkkk
Brukkk
Brukkk*
Tiga pukulan mendarat tepat di wajahnya. Aldo semakin merasa bingung. Kenapa dirinya harus dipukul? Ia rasa tak melakukan kesalahan apapun.
"Jangan pernah permainin perasaan sahabat gue, kalau lo gak berurusan sama gue!" ucap Angel tajam
"Aldo lo gak pa-pa?" Tanya Putri khawatir.
"Ishh, gak pa-pa... cuma pukulan kecil... dan lo my Angel!!" Panggil Aldo.
"Apa lo bilan---"
"Diem Allen, jangan ikut campur dulu" ancam Angel ke Allen.
Allen menatap tak terima dengan ucapan Angel barusan.
"Kenapa lo bilang kalau gue mainin perasaan Putri?"
"Lo cuma jadiin dia pelampiasan di saat gue nolak lo... gue gak terima"
Aldo menatap tajam Putri, "udah gue bilang!!! LO PACAR GUE DAN SELAMANYA JADI MILIK GUE!!!! ANGEL CUMA GUE ANGGAP ADEK GUE GAK LEBIH!!! SEKALI LAGI LO BILANG KALAU KITA GAK PACARAN TERIMA AKIBATNYA."
Takkk
Aldo mengelus kepalanya saat mendapat jitakan dari Angel.
"Jangan pernah ngancam Putri, atau lo mati di tangan gue!!" Ucap Angel tajam.