ANGELICA

ANGELICA
PART 37



"Jangan pernah ngancam Putri, atau lo mati di tangan gue!!" Ucap Angel tajam.


~*~*~*~*~


"Sakit Angel!" ucap Aldo sambil mengelus kepalanya.


"Makanya jangan suka ngancam orang!!!"


"Lha kalau gak ngancem mau gimana lagi, sahabat lo yang satu ini suka ngeyel kalau di kasih tau!!!" Geram Aldo dan menatap tajam Putri. Sedangkan yang di tatap hanya menggaruk kepala.


Allen dan Angel menggelengkan kepalanya, heran dengan kelakuan sejoli itu.


"Ini jadi shopping kagak? Kalau nggak, gue mau bawa Angel pulang!" Ucap Allen mulai jengah.


Putri menatap tajam Allen, "lo gak tau seberapa susahnya ngajak Angel keluar kayak gini!!! Jadi mending gak usah macam-macam lo!!" Ucap Putri dan langsung menarik tangan Angel pergi.


Angel hanya menggelengkan kepalanya untuk kesekian kalinya, sepertinya temannya yang satu ini lagi kedatangan tamu.


"Jadi kita mau kemana?" Tanya Angel penasaran.


"Beli baju, sepatu, dan lainnya. Jarang gue hang out bareng lo.. pokoknya hari ini, full lo pergi bareng gue!!" Perintah Putri tak terbantah.


"Gue sih mau-mau aja, tapi gak tau sama kedua cowok yang lagi pusing nyariin kita,"


"Ck, lagian mereka siapa sih? Gak penting banget buat kita.. udahlah cuekin aja mereka berdua."


Takk


"Aishh, sakit Angel!!" Protes Putri tak terima.


Angel mengedikan bahunya acuh, "salah lo sendiri.. walau dia nyebelin pake banget, dia tetap pacar gue.. dan lo jangan pernah buat Aldo sakit hati, cukup gue yang boleh nyakitin dia!! Dan lo gue larang nyakitin dia."


"Lah kenapa lo jadi belain dia?"


"Dia abang ketiga gue setelah Prima dan Dimas."


Putri hanya menganggukkan.


~*~*~*~*~


Angel menatap Putri tak percaya. Bagaimana tidak? Putri menghabiskan uang hampir 5 juta hanya untuk shopping. Mungkin bagi Putri itu bukan nominal yang besar. tapi tetap saja, sayang sama uangnya kalau hanya untuk belanja beberapa potong pakaian saja.


"Put, lo gak sayang apa sama uang lo? Itu duit bukan daun yang tinggal metik dari pohon."


Putri tersenyum, " nggak!! Ini bukan duit gue ataupun bonyok gue. Ini duitnya Aldo, dia ngasih kartu kreditnya buat gue. Dia juga nyuruh gue buat belanja sesuka gue, yaudah gue belanja apa yang gue suka. Lo ambil aja yang lo suka, ntar Aldo yang bayar!" ujar Putri dengan santai.


"Sampai segitunya Aldo ke lo!! Saran gue cuma satu sama lo, pertahanin si curut satu itu. Walaupun lo sahabat gue, gue gak bakal tinggal diem kalau sampai lo nyakitin dia. Inget Put, dia abang gue!"


Angel tersenyum mendengar jawaban dari Putri. Tapi itu semua tak bertahan lama, saat matanya tak sengaja menangkap objek yang membuat emosinya menjadi-jadi. Senyuman yang tadinya terlihat indah sekarang telah berganti menjadi tatapan dingin yang siap menerkam mangsanya.


Putri? Ia merasa heran dengan perubahan sikap Angel, ia mengernyitkan dahinya saat melihat objek yang sama dengan Angel. Satu pertanyaan yang muncul di otaknya. Siapa dia?


"Sayang!" Panggil Allen dan berjalan mendekati Angel. "Kamu lihat apa?" Lanjut Allen dan mengikuti arah pandang Angel.


"Papa!" ucap Allen dengan pelan.


Walaupun pelan, tapi ucapan itu bisa di dengar dengan jelas oleh Angel,Putri, dan juga Aldo.


"Dia bokap lo?" Tanya Aldo dan di balas anggukan oleh Allen.


Aldo mengalihkan pandangannya ke Angel. Bisa Aldo tebak kalau terjadi sesuatu antara bokap Allen dengan Angel. Dari tatapan Angel, terlihat kalau gadis itu sangat membenci pria paruh baya itu.


"My Angel!" panggil Aldo.


Angel mengalihkan pandangannya ke Aldo. "Apa?" Tanya Angel.


"Gak pa-pa, cuma manggil doang," acuh Aldo.


Angel hanya menggelengkan kepalanya. Udah hal biasa kelakuan absurd Aldo.


"Sayang, kita kesana yukk!! Nyamperin papa. Kayaknya udah selesai itu meetingnya," ajak Allen dengan semangat.


Angel hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya.


Dengan semangat, Allen menggandeng tangan Angel dan berjalan mendekati papanya.


Sedangkan Aldo dan Putri menatap kepergian dua sejoli itu dengan tatap heran. Lebih tepatnya heran ke Angel.


"Puput, kamu ngerasa aneh gak sama perubahan sikap My Angel saat menatap bokapnya Allen?" Tanya Aldo.


Putri mengangguk, "iya, tadi dia tersenyum. Tapi setelah melihat bokapnya Allen, senyuman itu hilang entah kemana."


"Menurut kamu, ada masalah apa antara mereka berdua? Secara kamu kan udah kenal My Angel dari dulu. Lebih lama kamu dari pada Aku." Tanya Aldo.


Putri menghembuskan nafasnya, " lo pikir gue tau masalah mereka. Gue emang udah kenal dia dari dulu, tapi gue udah lama gak ketemu sama dia. Dia ngilang gitu aja semenjak kematian kakaknya. Dia lost contact dengan semua temen-temen. Gue kira dia cuma butuh waktu sendiri, tapi nyatanya dia gak ada kabar selama satu tahun lamanya." Jelas Putri.


"Oke, itu masalah My Angel. Sekarang itu masalah kita berdua. Mau sampe kapan kamu pake lo-gue? Aku udah mulai jengah dengan itu. Aku gak mau tau, mulai sekarang pake aku-kamu!!" Ucap Aldo.


"Ogah!!! Itu bukan gue banget--"


Cup


"Sekali ngelanggar, satu ciuman" ucap Aldo dengan santai dan pergi meninggalkan Putri begitu saja, tanpa memperdulikan reaksi Putri.