
Nyaman
Kata yang cocok untuk Angel saat ini.
Memeluk tubuh Allen yang nyaman itu. Hormon sialan yang membuatnya menjadi manja seperti ini. Kabar bahagia yang belum ia sampaikan kepada Allen.
Entah ini akan menjadi kabar bahagia atau kabar buruk untuk Allen nantinya. Ia belun berani mengungkapkannya. Ia takut Allen akan pergi meninggalkannya.
"Sayang?" Penggil Allen dan hanya di balas deheman oleh Angel tanpa mau melepas pelukannya.
"Kamu gak lapar? Ini udah malam, dari pagi posisi kita gini terus" tanya Allen.
Angel mengangkat kepalanya dan menatap Allen, "kamu lapar?" Tanya Angel dan di balas anggukan oleh Allen.
Angel langsung bangkit dari kasur dan pergi menuju dapur.
Memang dirinya yang salah, setelah sarapan tadi pagi, dirinya ingin bermanja dengan Allen. Hormon sialan.
Angel membutuhkan waktu setengah jam untuk memasak makan malam.
"Masak apa?" Tanya Allen dan memeluk Angel dari belakang.
"Lepas All, kita makan. Habis itu mandi."
"Mandi berdua?" goda Allen.
Angel berdecak, "gak usah macam-macam deh... aku lagi gak mood."
"Siapa yang macam-macam, orang aku cuma satu macam."
Angel memutar matanya malas, "All!!"
"Ya sayang?"
"Makan ya!! Aku udah lapar banget, jadi sekarang kamu duduk dan kita makan, oke!!!" Ucap Angel dan berusaha melepaskan pelukannya Allen.
Bukannya lepas, pelukan Allen semakin erat. Allen membawa Angel duduk di pangkuannya.
"Kita makannya gini aja, aku pengen disuapin sama kamu. Pengen manja sama kamu." Ucap Allen.
"Ck, kamu pikir selama ini gak manja? Dari awal ketemu aja udah manja, pake meluk-meluk dan cium tangan... eneg kalau ingat itu!" ucap Angel, bergidik ngeri saat mengingat awal pertemuan mereka.
Allen terkekeh lucu, padahal pertama kali mereka bertemu di arena balap. Lucu aja jika Angel-nya tak mengingat semua itu.
"Apa cuma itu yang kamu ingat? Kamu gak ingat masa-masa manis kita... kayak kamu bohong sama aku untuk pertama kalinya?" Tanya Allen dan di balas deheman Angel. "Hahaahahaaa... waktu itu kamu lucu banget, pura-pura lagi make-up padahal aslinya gak pernah pake make-up."
Seketika wajah Angel memerah mendengar itu semua.
Siall!!! Kenapa itu yang dia ingat!!! Gak ada yang lebih baik apa?!!
Angel mencoba biasa saja. Menghilangkan semua rasa gugup dan malu yang ada didalam dirinya.
"Allen diemm!!! Ini jadi makan nggak? Aku udah lapar... kalau kamu masih ketawa terus mending kamu balik ke kamar aja deh... bosen aku liat muka kamu lama-kelamaan."
"Yakin mulai bosen? Tadi aja minta peluk terus sampe gak mau di lepas!!" Goda Allen.
"Allennnnnn!!!! Aku laperrrrr!!!!"
Dan untuk kesekian kalinya, Allen tertawa terbahak-bahak.
~*~*~*~*~
Di lain tempat. Dimas menatap sayu perempuan yang ada di depannya. Cantik. Manis. Polos. Perpaduan yang sangat pas di wajahnya.
Gila rasanya kalau ia benar-benar jatuh kedalam pesona perempuan ini. Bahkan ia langsung mengingat wajah cantik ini setelah pertemuan pertama mereka.
Ia tertawa kecil. Menertawakan pemikirannya barusan.
Tapi ada satu yang ia tak sukai. Perempuan ini berkerja di tempat musuhnya.
"Aku harap besok kamu tidak mengacau, sayang." Ucap Dimas dan mengelus lembut rambut Alexa.
Sedangkan Alexa merasa terganggu dan perlahan membuka matanya.
"Pak!!! Apa yang anda lakukan di kamar saya?!!!" Kaget Alexa saat melihat Dimas berada di dalam kamarnya. Seingatnya, apartementnya sudah ia kunci rapat.
Dimas tersenyum manis seolah ia tak melakukan kesalahan apapun, "kenapa? Gue cuma mau lihat lo doang. Sekalian mau numpang tidur lagi di sini."
"Bapak gak bisa seenaknya masuk ke apartement saya dan numpang disini sesuka hati bapak!!! Ini bapak yang gak punya rumah atau emang apartement saya bapak jadikan tempat penginapan sihh!!!! Cukup kemarin bapak nginap disini ya!!! Tidak ada lagi hari ini... lebih baik bapak pulang sekarang, nanti tetangga saya bisa berpikir yang tid--"
Dimas menutup mulut bawel Alexa dan mengusap telinganya. Bisa-bisa ia jadi tuli gara-gara mendengar ocehan Alexa. Sungguh dasyat bawelnya!!!
"Oke kita buat perjanjian" ucap Dimas dengan tangan masih membekap mulut Alexa. "Kalau gue lagi pengen tidur disini, kamu harus turutin... kalau lo nolak, lo bakal gue cium sampai lo mati... gimana?"
Alexa menggeleng keras, dan melepas bekapan tangan Dimas, "nggak!!!! Gak bisa gitu dong pakk... kemarin bapak nginap di tempat saya, saya rasanya mau mati tau nggak? Bapak kalau tidur meluk saya terus, saya sampai susah nafas gara-gara bapak!!!" Protes Alexa.
Dimas mengedikan bahunya acuh, "gue gak nerima protesan dalam bentuk apapun... sekarang lo lanjut tidur, gue mau mandi," ucap Dimas lalu pergi ke kamar mandi.
~*~*~*~*~
"Allen!"
"Hmm?"
"Mana hp kamu?"
"Buat apa? Kamu curiga kalau aku selingkuh gitu? Sampai mau nge-chek hp-ku segala."
Angel memutar matanya malas. Tanpa mengechek hp-nya pun Angel yakin kalau Allen gak bakal selingkuh. Lagi pula ia bukan tipe orang pencemburu. Gak kayak pacar gila-nya ini.
"PD banget kamu!!! Aku cuma mau minta kamu matiin hp kamu sampe lusa."
Allen mengernyit bingung, "kenapa?"
"Aku besok mau kasih kamu kejutan, tapi dengan syarat hp kamu harus mati!"
"Kejutan? Kejutan apa?"
"Gak usah banyak tanya deh!! Kalau kamu mau kejutannya tinggal matiin hp-nya sampe lusa apa susahnya sih?" Ucap Angel dengan malas.
Allen mengacak-acak rambut Angel, gemas. "everything for you!! Nih aku matiin sekarang juga."
Angel tersenyum, "janji gak bakal nyalain hp kamu walau segenting apapun itu?"
Allen kembali mengernyitkan dahinya tapi tetap menganggukan kepalanya agak ragu.
"Walau aku besok pulang telat?"
"Mau kemana?"
"Kerjalah, tapi kamu gak usah ngikutin aku... karena aku sekalian mau buat kejutannya buat kamu... aku yakin kamu bakal suka dan bahagia."
Allen terkekeh, " terserah kamu, sayang!!! sekarang kita balik kekamar dan tidur... sudah larut ini."
Angel mengangguk, "aku pengen tidur dipeluk kamu!"
"Manja!!"
"Manja sama pacar sendiri" balas Angel dan mereka tertawa bersama.