ANGELICA

ANGELICA
PART 15



Citttttt


Suara gesekan antara ban motor dan jalanan terdengar. Menandakan pemenangnya sudah di tentukan.


Angelica tiba-tiba merasa kesal karena melihat seseorang sedang berjalan mendekatinya. Sedangkan orang itu hanya tersenyum melihat Angelica.


"Selamat atas kemenangan kamu sayang," ucap Allendra di depan banyak orang.


Sedangkan semua orang yang ada di sana merasa bingung atas apa yang diucapkan oleh Allendra.


'*Sayang? Apa mereka berdua pacaran?'


'Gila Allendra udah punya pacar rupanya!'


'Gue kira kalau nameless itu gak bisa di deketi sama orang sembarangan... tau-taunya dia malah udah pacaran sama Allendra.'


'Nameless keganjenan kali.... mana mungkin Allendra mau sama cewek dingin kayak dia!'


'Pake pelet apa sih tu nameless sampe-sampe Allendra mau sama cewek kayak dia.'


'Gue gak salah dengerkan tadi... si andra manggil nameless sayang.'


'Si Andra pake jurus apa ya... kok bisa naklukin nameless yang sikapnya dingin kayak gitu*?'


Dan masih banyak lagi yang mereka ucapkan yang intinya mereka semua bingung dengan hubungan yang di jalin antara Angelica dan Allendra.


"Ngapain?" Tanya Angelica dengan nada dingin. Dia sudah tidak memperdulikan lagi semua ucapan-ucapan semua orang yang ada di sekitar arena balap itu.


"Sudah pasti jemput calon istrilah.. masa mau ikut balapan sih," jawaban Allendra tersebut sontak membuat semua orang bingung.


Angelica yang merasa kalau bukan dia orang yang di maksud oleh Allendra berniat meninggalkan arena balap itu. Tapi niatnya terhenti karena ucapan Allendra.


"Dengerin semuanya!! mulai sekarang nameless adalah calon istri gue karena dia sedang mengandung anak pertama gue!” pernyataan Allendra yang membuat orang-orang disana kaget, termasuk Angel.


Semua orang diam mematung saat mendengar ucapan Allendra. Begitu pula dengan Angelica, dia diam membisu.


'Siapa yang hamil? Wah!! udah gila si anak *** kuda ini... eh, tapi dia udah gila dari dulu sih.' pikir Angelica.


"Angelica karena kamu sedang mengandung anak pertama kita jadi kamu gak boleh balapan lagi,ya?!! malam ini adalah balapan terakhir kamu. aku gak mau terjadi apa-apa sama anak kita," ucap Allendra.


"Gila!”


"Aku udah gila kali sayang... tambah gila saat mengetahui kalau kamu hamil 2 minggu.”


"Gue gak hamil!” ucap Angelica yang lagi-lagi menggunakan nada yang dingin dan ketus.


"Gak usah bohong sama aku sayang!! Tadi aku nemu tekspack di laci kamar apartement kita.. kamu tau gak ini adalah kado ulang tahun yang terindah tau gak?!" ucap Allendra dan langsung memeluk Angelica.


"Ikuti permainan aku sayang atau kamu tau akibatnya!" bisik Allendra di telinga Angelica.


"Apaan sih lo?!!” ucap Angelica dengan kasar dan mendorong Allendra dengan keras sehingga Allendra terpental jatuh ke jalanan di tengah jalan di mana semua orang menonton drama yang baru saja ia ciptakan.


Allendra berteriak senang di dalam hati saat Angelica mendorongnya dengan kasar. Hal itu dapat memudahkan rencananya.


"Sayang maafin aku.. aku tau kemarin aku salah. Tapi kamu apa gak bisa maafin aku?" Ucap Allendra dengan nada yang ia buat sedih.


Semua orang yang ada disana jadi merasa kasian dengan Allendra.


'*Tu cewek jahat banget sih.. udah syukur Andra mau tanggung jawab... gimana kalau gak mau tanggung jawab.. kan kasian anaknya.:


'Kok jadi kasian ya sama Andra.. gak di bolehin meluk gitu.. kan kasian juga anaknya nanti kalau udah lahir gak punya ayah gimana?'


Masih banyak lagi ucapan-ucapan yang membuat Angelica merasa risih.


"Denger ya lo semua! gue gak hamil! apa lagi hamil dari si curut satu ini!!”


"Sayang kok kamu ngomong gitu, sih? Kamu gak mikir gimana nantinya? nanti kalau anak kita lahir denger kalimat itu bisa sedih," ucap Allendra dengan sedih.


"Gue udah berapa kali sama lo, gue gak hamil!!! Lagian lo gila ya? gimana lo bisa nemuin tekspack di laci apartement, kalau gua aja gak tinggal di apartement!"


"Iya kamu emang kemarin pergi dari apartement gara-gara kesalahan aku... aku minta maaf sama kamu sayang."


"Lo bener-bener udah gila! dari awal kita ketemu aja kita udah berantem terus... gimana ceritanya gue bisa hamil anak lo?!"


"Kok kamu ngomong gitu sih... kitakan ketemu dengan damai, kok jadi berantem? kamu gak usah ngarang cerita kalau kita itu sering berantem deh... kalau kamu marah ya marah aja gak udah bikin cerita bohong kayak gitu!" ucap Allendra dengan sedih.


"Bukan gue yang bikin cerita tapi lo sendiri yang buat cerita ini ****.”


"Sayang bisa gak kamu maafin aku? aku tau aku salah sama kamu, aku akan ngelakuin apa aja supaya kamu mau maafin aku!”


"Lo jangan pernah ganggu hidup gue lagi!”


Jawaban Angelica diluar rencananya. Allendra berusaha menahan emosinya. Ia tidak boleh terbawa emosi kalau ingin rencana membawa Angelica ke apartementnya berhasil.


"Gak. aku gak bakal ngelakuin itu.. aku gak mau ninggalin kamu dan anak aku, kamu ngerti itu!"


"Udah gue bilang kalau gue gak hamil pe'ak!! lo ngertikan arti kata nggak!” ucap Angelica dengan emosi.


"Udah aku bilang kamu hamil ya hamil berarti!"


"Brengsek!" umpat Angelica.


Dengan emosi Angelica memukul wajah Allendra, ia tidak memperdulikan teriakkan orang-orang yang ada di sekitarnya atau lebih tepatnya teriakkan para wanita-wanita ****** itu.


Emosi Angelica sudah tak terkontrol lagi, ia menghajar Allendra habis-habisan. Sedangkan Allendra, tak membela diri ataupun melawan.


Bukkkkk


Satu pukulan keras mengenai wajah Allendra sehingga Allendra memuntahkan darah.


Allendra memang mengakui kalau Angelica memang gadis yang kuat. Ia tambah cinta sama Angelica, jika Angelica kuat otomatis tidak ada yang berani mendekatinya.


"lo beruntung karena malam ini gue lagi gak mau ngebunuh orang!." ucap Angelica lalu pergi meninggalkan Allendra yang sedang memegang wajahnya yang baru saja di pukulnya begitu saja.


Gagal sudah rencana Allendra buat membawa Angelica ke apartementnya. Rencana untuk membuat Angelica marah dan hilang kendali, sehingga ia bisa mengambil di keadaan seperti itu. Karena setaunya kalau Angelica sedang emosi, dia gak bisa berfikir jernih. Tapi sepertinya ia terlalu jauh membuat Angelica marah.


Angelica menjalankan motornya dengan kecepatan diatas rata-rata. Bagaimanapun ia masih terbawa emosinya karena tadi.


Ting


Angelica menghentikan motornya saat mendengar pesan masuk.


Angelica membulatkan matanya saat membaca pesan itu. Pesan yang membuat emosinya kembali memuncak.


'Tenang Angelica.. kali ini lo harus berfikir jernih... ini saatnya lo ngejalani rencana lo buat membalas dendam' ucap Angelica dalam hati.


"Time to play the game!” ucap Angelica dengan senyuman miring menghiasi bibirnya.


Angelica menjalankan kembali motornya. Tujuannya kali ini berubah. Sekarang tujuannya adalah Allendra.