
"Liatnya biasa aja bisakan?! Gak usah kayak gitu juga, nanti aku cium baru tau rasa kamu!"
"Najis!" jawab Angelica dengan dingin.
"Najis-najis gini bakal jadi suamimu nih."
"gila!!"
"Angelica cantik kalau ngomong suka bener deh.. abang Aldo emang gila.. gila kerena cinta sama kamu" ucap Aldo dengan percaya diri.
Angelica memutar matanya dan bergidik, ia merasa geli dengan semua ucapan-ucapan Aldo. Kenapa ia tidak menghabisi saja nih orang waktu itu. Nyesel dia nuruti permintaan Dimas waktu itu.
Mata Angelica menangkap sosok orang yang membuatnya badmood hari ini. Entah datang dari mana ide konyol ini. Ia langsung memeluk Aldo dan menenggelamkan kepalanya ke dalam dada Aldo.
Aldo yang di peluk secara mendadak spontan menangkap tubuh ramping Angelica. Ia tersenyum saat Angelica menenggelamkan kepalanya di dada bidangnya. Ia meletakkan kepalanya di bahu Angelica dan mencium aroma tubuh Angelica dalam-dalam.
“Awwkk!” pekik Aldo saat kakinya diinjak oleh Angelica dengan dengan keras.
"Gak usah macam-macam sama gue atau lo tau akibatnya!" ancam Angelica dengan penuh penekanan di setiap katanya.
Aldo langsung begidik ngeri mendengar ancaman dari Angelica. Ia langsung diam tak berani membalas ucapan Angelica barusan.
~*~*~*~*~
Allendra terus mencari Angelica ke semua tempat. Ia merasa kesal karena Angelica tidak ada di kelas tadi.
Ia terus berputar ke tempat-tempat yang kemungkinan besar di datangi oleh Angelica, tapi hasilnya nihil. Ia tidak menemukan Angelica di manapun. Sekarang tujuannya hanya satu yaitu rooftop.
Sampai di rooftop, benar saja ia menemukan Angelica di sana tapi tidak sendiri. Di sana juga ada laki-laki yang membuatnya marah dengan tingkah lakunya terhadap Angelica.
Angelica miliknya dan akan tetap menjadi miliknya untuk selamanya. Gak ada yang boleh mengambil apa yang udah menjadi miliknya.
Emosinya memuncak saat melihat pemandangan yang tidak ingin ia lihat.
Angelica memeluk Aldo!
Miliknya memeluk orang lain!
Emosinya tambah memuncak saat Angelica menenggelamkan kepalanya ke dalam dada pria itu di tambah lagi pria itu menjatuhkan kepalanya di bahu Angelica.
BUKKKKK
Satu pukulan mendarat mulus di wajah Aldo. Allendra terus memukul wajah Aldo membabi buta.
Angelica yang melihat itu hanya tersenyum miring, tidak ada niat di dalam dirinya untuk menghentikan perkelahian itu. Itu akan menjadi tontonan yang menyenangkan baginya.
Setelah puas memukul Aldo, Allendra menarik Angelica kedalam pelukannya.
"Kenapa?"
"Kamu hanya milik aku bukan yang lain."
Angelica mendengar itu tertawa geli. Bagaimana bisa orang bisa berbicara seperti itu setelah mengatakan bahwa dirinya ******.
"Gue pikir, gue ******. Bukannya ****** itu punya banyak orang ya?!” jawab Angelica dengan sinis.
Deg
Allendra langsung diam membeku mendengar jawaban dari Angelica.
BUKKKK
Kebekuan Allendra di manfaatkan oleh Angelica untuk memukul wajah mulusnya itu.
Angelica tersenyum miring saat melihat reaksi Allendra. Pria itu tidak melawannya dan itu memberi kesempatan pada Angelica untuk memukulnya lagi.
Allendra yang mendapat pukulan itu hanya bisa diam. Ia akui pukulan itu sangat kuat dan menyakitkan. ia juga memang pantas mendapatkan pukulan itu.
"Satu pukulan buat lo yang brengsek dan satu lagi buat lo yang udah mukul wajah Aldo yang tidak salah apa-apa, " ucap Angelica dengan dingin. Lalu berjalan mendekati Aldo.
"Mending lo pergi dulu dari sini kalau lo mau selamat dari amukan gue!" ucap Angelica dengan nada dingin.
Aldo hanya mengangguk dan pergi meninggalkan Angelica dan Allendra begitu saja tanpa mengucapkan satu katapun.
Emosi Allendra memuncak lagi saat tau kalau Angelica memukulnya hanya karena ia telah memukul Aldo. Apa salahnya jika ia memukul orang yang telah memeluk miliknya. Apa yang udah menjadi miliknya tidak boleh di sentuh orang lain.
"Apa!?? Mau marah lagi?" Tanya Angelica saat melihat Allendra sedang melihatnya dengan tatapan penuh dengan amarah.
"Alasan apalagi yang mau lo ucapin?!! Alasan kalau lo gak salah memukul orang yang telah menyentuh milik lo?" Ucap Angelica dengan nada sinis.
"Ya, apa yang kamu ucapin memang bener apa adanya... gak ada yang boleh nyetuh, apalagi megang apa yang udah menjadi milikku!! Dan kamu itu milikku!!"
"Tapi nyatanya gue hanya seorang ****** yang tidak hanya di miliki oleh satu orang tapi lebih dari satu orang!"
"ANGELLLL!!! LO BUKAN ******.....LO ITU MILIK GUE BUKAN ******! SEKALI LAGI GUE BILANG LO BUKAN ******!” bentak Allendra ke Angelica.
"Benerkah? Perasaan kemarin ada yang bilang kalau gue adalah ******.. gue rasa lo tau siapa orangnya,” ucap Angelica dengan santai.
"Angel maafin aku... aku gak bermaksud ngucapin itu. tolong maafin aku. waktu itu aku marah dan terbawa emosi saat kamu mengucapkan cinta ke orang lain," pinta Allendra dengan sedih.
"Gak bermaksud apa lo? Gak bermaksud kalau lo bilang gue-"
CUP