ANGELICA

ANGELICA
PART 5



Brakkkkk....


Suara gebrakkan meja yang menggema di kelas 10 IPA 1. Angelica yang penuh emosi, amarah yang sudah tidak bisa ia tahan dari tadi. Pria yang ada di sampingnya terus menciumi tangannya. Akhirnya pelajarannya Bu Ratna sudah selasai. Saat yang ia tunggu, Bu Ratna keluar juga, ia langsung menarik tangannya dari genggaman pria di sampingnya dan langsung menggebrak meja yang ada di depannya lebih tepatnya mejanya.


"Apa maksud lo hah!!!???" bentak Angelica kepada pria yan ada di sampingnya.


Siswa siswi yang masih di dalam kelas langsung melihat ke arah angelica.


Angelica merasa risih dengan penglihatan siswa dan siswi di kelas barunya. Yang membuatnya tambah kesal dengan ekspresi pria yang ada disampingnya yang hanya diam saja.


"Emang kenapa? Salah??" tanya pria itu sambil menaikkan sebelah alisnya.


Shit! Sepetinya pria ini ingin dihajar. Bukannya merasa bersalah, tapi malah bertanya dengan pertanyaan bodoh.


"Salah besar!" ucap Angelica dengan penuh penekanan.


Pria di sampingnya malah tersenyum ringan mendengar ucapan angelica. "Masa sama pacar sendiri salah," ucap pria itu.


"Pacar?” sejak kapan dirinya punya pacar? Waah! Sepertinya orang ini sudah gila!. “Denger ya! gue bukan pacar lo!! Kenal aja enggak... Jadi gak usah sok-sok an ngaku jadi pacar gue," angelica dengan penuh penekanan di setiap katanya.


" oh ya lupa kenalin gue Allendra Putra Samudra. Dan gue bakal jadi pemilik lo dan lo bakal jadi milik gue selamanya," bisik Allendra di telinga Angelica sambil menekan kata pemilik dan milik.


Angelica semakin benci dengan keadaan seperti ini, ia semakin menjadi pusat perhatian. Lebih baik ia pergi meninggalkan kelas.


"Ngapain kalian lihat-lihat, hah!!?" bentak Allendra kepada teman sekelasnya.


Mereka yang dibentak oleh Allendra langsung mengalihkan pandangan mereka supaya tidak terkena imbas dari kemarahan allendra.


Walau allendra baru sekolah seminggu di SMA Garuda. Ia sudah menjadi pria populer. Bukan populer karena prestasi tapi karena sikapnya yang dingin dan datar. Ia pernah masuk ke ruang bk karena memukuli teman seangkatannya walau beda jurusan. Hal itu yang membuat Allendra semakin terkenal. Ia juga di juluki the most wanted sekolah karena ketampanannya. Banyak yang mengincarnya untuk di jadikan pacarnya. Tapi Allendra tidak pernah melirik mereka semua.


Itulah Allendra Putra Samudra. Anak pemilik ketua yayasan di SMA Garuda. Dengan kedudukan yang ia dapatkan dari orang tua nya, ia bisa sesuka hatinya di sekolahan tanpa harus ada kata takut. Bahkan waktu masuk ke ruang bk, ia selalu santai karena ia tau semua guru bahkan kepala sekolah pun tak berani melawan keinginannya.


"Dia kenapa bro?" tanya Briyan yang sekarang duduk disamping allendra.


"Marah, karna gue bilang kalau dia Milik gue," jawab Allendra dengan santai.


"Gila lo... Lo baru aja kenal udah klaim anak orang sebagai milik lo... " ucap Briyan yang cukup keras sehingga ada beberapa siswa yang mendengarnya.


"Emang gue baru kenal sama dia... Tapi gue udah tertarik sama dia sejak pertama kali gue lihat dia .... Gak salah kqn kalau gue bilang kalau di milik gue" jawab Allendra dengan entengnya.


"Emang udah gesrek ya otak lo setelah balik dari Korea!! Dimana-mana kalau udah jadi milik berarti mempunyai hubungan khusus... Lah lo? baru ketemu, baru kenal, bahkan gak ada hubungan apa apa... dengan enteng banget lo bilang kalau dia milik lo! Situ waras?” ujar Briyan yang sudah tidak habis pikir dengan jalan pikiran temannya yang satu ini.


"Gitu ya?! Lihat aja! sebentar lagi dia bakal jadi milik gue beneran... Dan bakal menjadikan dia kekasih gue," balas Allendra sambil tersenyum miring.


~*~*~*~


Sedangkan Angelica yang keluar dari kelas dengan perasaan kesal dan bertambah kesal karena bertemu dengan Aldo.


Aldo yang tiba tiba datang dan langsung merangkul pudak Angelica. Hal itu yang membuat Angelica bertambah kesal.


Dengan penuh kesal ia mengambil tangan Aldo dan memutarnya ke belakang.


"Awwww!! Sakit Angel!!” teriak Aldo.


"Jangan pernah sentuh gue!!" ucap Angelica penuh dengan peringatan.


Angelica langsung melepaskan tangan Aldo dan memandang tajam ke arah Aldo.


Aldo merasa lebih lega karena tangannya sudah dilepaskan oleh Angelica. Meskipun masih ada rasa ngilu sedikit di pergelangan tangan-nya. Ia hanya bisa menahannya karena ia tidak mau harga dirinya jatuh karena kesakitan gara-gara tangannya di putar ke belakang oleh seorang cewek pula, bikin turun harga dirinya.


"Galak amat sih mbak! Cepat tua nanti baru tau rasa,” ucap Aldo.


Merasa itu hal yang tidak penting untuk di bahas, jadi Angelica tidak menjawab itu. Angelica ingin pergi untuk mencari teman lama-nya, Putri. Saat baru mau melangkah, tangannya ditahan oleh pria siting yang ada di sampingnya. Siapa lagi kalo bukan Aldo. Angelica merasa tidak terima jika tangannya di sentuh oleh orang lain. Ia langsung menghempaskan tangan Aldo dari tangannya dengan kencang.


"Ya ampun mbak galak amat sih. Baru juga tangannya dipegang sudah kayak gitu... Apalagi yang lain kayak apa coba?" Goda Aldo.


Ucapan Aldo itu mendapat pelototan mata yang tajam dari Angelica. Apa maksudnya coba?


Aldo yang di merasa dipelototin hanya bisa tersenyum tidak jelas dan menggaruk tengkuknya.


Tak lama setelah situasi itu, terdapat suara yang begitu melengking diantara mereka.


"ANGEL!!!!!” teriak seseorang.


~*~*~*~


Setelah pembicaraannya dengan Briyan, Allendra berjalan ke luar kelas. Ia berniat mengikuti dan mengajak Angelica makan bersama dikantin, ia juga yakin kalau Angelica belum tahu banyak tentang sekolah ini. Ini jadi kesempatan buat allendra dekat dengan angelica, dengan alasan menjelaskan beberapa hal tentang sekolah ini.


Saat ia baru keluar kelas, ia melihat Angelica dirangkul oleh seorang pria yang tidak ia kenal. Entah kenapa ada rasa tidak rela dan tidak suka jika apa yang menjadi miliknya disentuh dan dipegang oleh orang lain.


Allendra yang berniat berjalan mendekati mereka terhenti karena melihat apa yang dilakukan oleh Angelica. Angelica memutar tangan pria itu, sampai pria itu meringis kesakitan.


"Awwww!! Sakit Angel!” terdengar suara teriakan pria itu


"Jangan pernah sentuh gue!!" ucap Angelica penuh dengan peringatan


Entah kenapa ucapan Angelica itu membuatnya merasa senang karena ia tidak mau disentuh oleh orang lain, tapi karena itu juga Allendra jadi sulit untuk menyentuh Angelica. Hal itu membuatnya agak bingung.


"Aa... aaa..Iya...iya.. Tapi lepasin tangan gue!! Sakit banget nih," pinta pria itu ke Angelica.


Allendra merasa tidak rela dan ikhlas dengan apa yang dilakukan Angelica. Angelica melepaskan pria itu dengan mudahnya, hanya karena pria itu memintanya.


"Galak amat sih mbak... Cepat tua nanti baru tau rasa," ucap pria itu.


Entah apa yang ada dipikiran angelica. Angelica ingin pergi menjauh dari pria itu, Allendra senang setidaknya ia mau pergi dari pria lain.


Saat Angelica mau pergi, ada sebuah tangan yang memegang tangan Angelica, siapa lagi kalau bukan tangan pria itu. Allendra sudah tidak bisa menahan rasa marahnya lagi, ingin rasanya ia menghampiri mereka dan memukul wajah pria itu. Walaupun akhirnya Angelica melepaskan tangan pria itu dengan kasar tapi tetap ia merasa tidak rela. Tangan yang harusnya selalu ia sentuh, ia pegang, ia gandeng ,dan ia cium itu malah di sentuh pria lain.


"Ya ampun mbak galak amat sih. Baru juga tangannya dipegang sudah kayak gitu... Apalagi yang lain kayak apa coba?" ucap pria itu.


'Maksudnya apa coba? Sentuh yang lain awas aja kalau dia berani' pikir Allendra.


Entah apa yang dilakukan Angelica sehingga pria itu senyum-senyum tidak jelas dan menggaruk tengkuknya setelah mengatakan hal yang membuat Allendra benar-benar tidak bisa menahan rasa emosinya.


Allendra berjalan mendekati mereka dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Bahkan jika ada orang yang melihat itu pasti mereka bakal ketakutan setengah mati.


"ANGELLLLL!!!!” 


~*~*~*~