ANGELICA

ANGELICA
PART 1



Dengan langkah santai, gadis itu berjalan menyusuri mall. Dengan aerphone di telinganya. Ia mengacuhkan keadaan sekitar. Rasanya sudah lama dirinya tak berjalan-jalan disini.


Angelica Putri. Gadis berusia 15 tahun. Seorang mata-mata, hacker, dan dirinya juga bisa menjadi pembunuh jika keadaan mendesak dirinya untuk membunuh. Walau masih terlalu muda untuk menjadi mata-mata, dirinya mampu menjalankan semua tugasnya dengan baik. Tak pernah sekalipun dirinya gagal dalam menjalankan tugas dari Dimas Anggoro. Bos, teman sekaligus kakak baginya.


Bahkan saat ini, dirinya sedang dalam menjalankan tugas dari Dimas. Jujur, ia merasa lelah karena dirinya baru saja menyelesaikan tugasnya. Dan sekarang ia harus menyelesaikan tugas baru.


Menjengkelkan!!


Kalau saja Dimas tidak memaksanya, mungkin saat ini dirinya sedang tidur di kasur kesayangannya.


Ahh!!! Dirinya merindukan kasurnya. Sudah seminggu tidak ia tempati.


Brukkk


Hampir saja dirinya terjatuh kalau saja tak ada sepasang tangan yang menahan beban tubuhnya.


Angelica menatap orang yang menangkap tubuhnya, datar. Dirinya langsung berdiri dan melepaskan tangan itu dari tubuhnya. Shitt!! Kalau saja tidak di tempat ramai seperti ini, ia bakal melayangkan tinjunya ke muka orang itu.


Sedangkan orang yang ditatap menggaruk tengkuknya, yang diyakini-nya tidak gatal sama sekali.


“sorry, gue gak sengaja,” ucap orang itu. “seriusan, gue gak sengaja nabrak lo. Gue lagi buru-buru soalnya,” jelas orang itu.


Merasa tak ada jawaban yang dikeluarkan oleh Angel, orang itu kembali berucap, “lo kenapa diem mulu sih?” tanyanya. “tapi, karena lo diem terus, gue anggap lo udah maafin gue, gimana?”


Angel berdecak kesal, “berisik!!!” ucapnya dan melanjutkan langkahnya.


Baru beberapa langkah, orang itu menahan tangannya dan langsung menariknya ke dalam pelukan.


Angel mengumpat dalam hati. Ia terus berusaha lepas dari pelukan itu. Tapi sialnya, pelukan itu malah semakin erat.


GILA


Angel yakin, orang ini sudah gila.


~*~*~*~*~


Siall!!!


Ini yang paling Aldo benci. Dia menyesal karena tidak memakai masker. Dirinya harus rela di kerjar-kejar oleh fans-nya. Dirinya bukan membenci fans-nya sendiri, tapi dia benci saat dirinya di kejar-kejar seperti ini. Kesannya kayak orang di kejar depkoletor.


Hell.dia seorang Aldo Prasetia. Mana mungkin dirinya memiliki hutang. Dirinya bukan orang susah yang harus di kejar-kejar depkoletor.


Keluarganya mempunyai perusahaan besar, bahkan dirinya seorang model terkenal.


Tampan, hidung mancung, bola mata berwarna coklat tua, kulit putih bersih, rambut coklat, blasteran Indonesia-Korea. Cukup sempurna untuk menjadi model terkenal sekarang ini.


Brukkk


Tak sengaja dirinya menabrak orang saat dirinya berusaha menghindari fansnya. Dan secara spontan, ia langsung menangkap tubuh mungil itu.


Satu kata yang terbesit di otaknya. Cantik. Gadis mungil itu catik dan manis menjadi satu. Perpaduan sempurna untuk menjadi kekasihnya.


Aldo menertawakan pikirannya sendiri.


'Ini otak gue udah gila'


“sorry, gue gak sengaja,” ucap Aldo. “seriusan, gue gak sengaja nabrak lo. Gue lagi buru-buru soalnya,” jelasnya.


Merasa tak ada jawaban yang dikeluarkan oleh Angel, Aldo kembali berucap, “lo kenapa diem mulu sih?” tanyanya. “tapi, karena lo diem terus, gue anggap lo udah maafin gue, gimana?”


Angel berdecak kesal, “berisik!!!” ucapnya dan melanjutkan langkahnya.


Baru beberapa langkah, Aldo menahan tangannya dan langsung menariknya ke dalam pelukan. Fiks, otaknya sudah gila.


Tak memperdulikan rontaan gadis itu, Aldo semakin mempererat pelukankannya. Wangi. Aroma yang ia cium dari tubuh gadis itu.


“Bantu gue,” bisik Aldo.


Angel berdecak kesal, “ gak!!! Lepasin gue!!!”


“gue nggak ngasih lo pilihan!! Jadi mau gak mau, lo harus tetap membantu gue,” Aldo terkekeh geli saat mendengar decakan kesal dari cewek ini.


Lucu. Gadis ini berbeda dengan gadis yang lainnya. Mungkin gadis ini cocok dengan dirinya. Ia pastikan, dirinya akan mendapatkan gadis ini. Hal langka ini akan menjadi kenangan tersendiri untuk dirinya. Ada gadis yang menolak dirinya. Menolak pesonanya.


Sibuk dengan pikirannya. Aldo tak menyadari, ada beberapa gadis yang mulai mengerubungi dirinya dan juga Angel.


Angel yang sudah habis kesabarannya langsung menginjak keras kaki Aldo.


“akhhh!!sakit ****!! ” umpat Aldo.


Aldo menelan salivanya, susah. Melihat tatapan tajam dan dingin yang dilayangan cewek itu. Wah, sepertinya dirinya sedang membangunkan singa tidur.


“kak Aldo gak pa-pa?”


Aldo mengalihkan tatapannya ke penggemar-nya, “gak pa-pa kok! Sans aja, cewek gue emang suka kasar, tapi gue udah biasa ngehadapin yang kayak begini. Jadi kalian semua gak usah khawatir, oke!!” merekapun mengangguk paham, “kalian mau apa?” tanya Aldo.


Mereka langsung tersenyum, “ mau minta foto kak!” Pinta salah satu dari mereka.


Aldo menatap cewek yang tadi ia peluk, “tunggu sebentar ya sayang! Aku mau foto bareng mereka dulu. Kamu jangan kabur,” Aldo mendekatkan wajahnya, “atau gue bakal nyium lo, kalau kita bertemu lagi!” bisiknya.


Angel memutar matanya malas, memangnya siapa cowok itu berani mengancam dirinya. Belum tau siapa dirinya. Ahhh, rasanya ia sangat ingin menonjok muka sialan itu. Sok ngartis!!!


'Membuang waktu berharga gue!!' gerutu Angel dalam hati.


Selesai berfoto dengan fans-nya. Aldo tersenyum saat tak mendapati cewek tadi.


Gue pasti nemuin lo, cewek aneh!!


~*~*~*~*~


Saat ini Angel duduk di salah satu cafe langganannya. Ia cukup sering datang kesini sama Dimas. Bahkan pekerja disini sudah mengenalnya dengan baik, tanpa memesan, mereka sudah tau apa pesanannya.


Angel fokus ke hp-nya, menunggu info dari Dimas. Aneh, baru kali ini Dimas memberinya tugas tanpa memberitahu dulu siapa targetnya.. jujur itu membuatnya sedikit kesulitan, lantaran ia tak tau harus berbuat apa selagi menunggu info dari Dimas.


Angel mendongakkan kepalanya saat merasakan pergerakan di depannya.


Mau apalagi dia?


Tanya Angel ke diri sendiri.


“lo udah pesen? Kalau belum pesen sekalian gimana? Gue sekarang mau pesen nih.” Ia meihat sekitar, mencari pelayan, ”mbak!?” panggilnya.


“iya mas? Ada yang bisa saya bantu?”


“saya pesen coffecino” Aldo menatap Angel,”kamu pesen apa, sayang?”


Angel menatap cowok itu tak percaya. Bahkan bukan hanya dirinya yang tak percaya, pelayan yang tadi bertanya ke Aldo-pun menatap tak percaya.


“mbak Angel udah punya pacar ya?” tanya pelayan dan di balas gelengan kepala oleh Angel.


“mbak jangan percaya sama pacar saya dulu deh! Dia lagi marah sama saya, jadi jawabnya pasi gitu. Saya gak di anggap sebagai pacarnya.”


Pelayan itu menatap Angel dan Aldo bingung, “jadi mbak Angel ini udah punya pacar atau belum?” lalu menatap Aldo, “lagian kalau mas-nya memang pacarnya mbak Angel, masa gak tau sifatnya mbak Angel!” ucap sang pelayan.


Aldo gelagapan, menggaruk tengkuknya, “mbak kenapa kepo banget sih sama kita, udah sana mbak balik ke dapur terus buat pesenan saya.” Usir Aldo.


Angel menatap kepergian pelayan itu. Dalam hati ia tertawa, melihat kebodohan pria di hadapannya ini. Sok-sok an mau mengaku menjadi pacarnya! Di skakmat sama pelayan jadi malu sendiri kan.


Tapi dirinya juga tidak membenarkan sikap pelayan tadi. Memangnya siapa pelayan tadi, tahu sekali tentang dirinya.


Tak selang beberapa waktu, pesanannya sudah datang bersamaan pula dengan pesan Dimas masuk ke ponselnya.


Angel terus memperhatikan biodata tentang targetnya kali ini.


Nama : Aldo Prasetia


Lahir : 6 juni


Alamat : Blok Mawar no.36


Pekerjaan : Model


Sekolah : SMA Garuda


Belum selesai membaca biodata itu. Angel harus terganggu oleh keberadaan pria ini.


“Angel sayang, makanannya gak di makan?”


“Gak!”


“kalau gak dimakan kenapa harus dipesan? Buang-buang duit tau nggak! Lo sebagai perempuan haus bisa menghemat duit buat keluarga nantinya!”


Angel beranjak, “berisik!!!” lalu pergi meninggalkan pria aneh itu.


Lebih baik ia mencari targetnya sekarang juga, daripada harus meladeni pria aneh ini. Membuang waktunya.


Ting!


Dimas mengiriminya foto target yang harus ia bawa kehadapan Dimas.


Sial!! Kenapa Dimas baru mengirim foto itu sekarang!! Kenapa tidak dari tadi. Merepotkan!!


Ia harus segara kembali ke cafe tadi untuk membawapria aneh itu ke hadapan Dimas. Di perjalan menuju cafe, Dimas menelfon.


“halo?!”


“...”


“oke!! Gue gak akan basa-basi. Gue mau lo bawa Aldo ke rumah sekarang, kalau bisa jangan sampai terluka sedikitpun, walau bagaimanapun dia tetep anak dari rekan bisnis gue!! Lo harus bawa dia hidup-hidup, dan-”


Belum sempat menyelesaikan ucapannya, Angel sudah terlebih dahulu mematikan telfon secara sepihak. Karena ucapan Dimas saat ini tidaklah penting daripada membawa Aldo sekarang juga.


Sial!!!


Lagi-lagi ia harus mengumpat saat tidak menemukan keberadaan Aldo di cafe tadi.


Saat akan pergi keluar untuk mencari keberadaan Aldo, ada yang menepuk pundak Angel.


“mbak Angel cari mas-mas tadi?” tanya pelayan yang tadi melayani dirinya dan juga Aldo, “tadi mas-mas itu bilang, kalau mbak Angel mencarinya, dia ada di perkiran!”


Tanpa mengucapkan terimakasi, Angel langsung bergegas pergi menyusul Aldo.