
Pengumuman kelulusan Salsa telah diumumkan, dan Salsa dinyatakan lulus dengan nilai tertinggi kedua di kelasnya, nilai tertinggi pertama adalah Zahra sahabatnya, dan Difa berada di baris ke empat nilai tertinggi. Mereka berpelukan dan sama-sama menangis karena haru dan bahagia, mereka bertiga ingin merayakan kelulusannya bersama dengan mengadakan syukuran kecil dengan mengundang 3 keluarga mereka untuk makan bersama.
“Salsa, Difa, gimana kalo kelulusan kita ini dirayakan dengan syukuran khusus. Kita makan bersama dengan membawa kedua orang tua kita masing-masing”. Zahra mengutarakan pendapatnya disela-sela tangis mereka yang belum juga selesai.
“Wah ide yang sangat bagus Ra, tapi kita mau makan-makan dimana?” tanya Difa.
“iya, lebih asyik kalo kita makan dirumah siapa gitu, rumah kamu atau Difa, kalo rumah aku kan masih proses renofasi, jadi agak berantakan” kata Salsa.
“Ya udah kita makan-makan di rumah aja, kan rumahku berada ditengah antara rumah kamu dan Difa” Zahra menawarkan diri untuk datang kerumahnya untuk merayakan syukuran bersama.
“boleh juga tuh Ra, nanti deh aku tanya orang tuau dulu, kira-kira kapan waktu yang bagus untuk kita kumpul”. Sambung Difa.
Salsa sangat senang dan segera pulang kerumahnya untuk memberi tahu kabar gembira ini kedua orang tuanya. Setelah Salsa sampai di rumah, ia langsung datang kepada ayah dan ibunya.
“Ayah. Ibu. Aku lulus” teriak Salsa penuh kegembiraan.
“Alhamdulillah nak, gimana? Nilai kamu bagus nggak? Tanya ayahnya yang penasaran dengan hasil ujiannya.
“Ayo tebak Salsa dapat peringkat berapa?” Salsa semakin membuat kedua orang tuanya penasaran.
“Hmm. Kalo dilihat dari kebahagiaan yang terpancar dari anak ibu sih kayaknya nilainya cukup memuaskan” jawab sang ibu mulai menebak.
“Ibu bener banget, tau nggak, Salsa nilainya tertinggi kedua di kelas”
“Alhamdulillah” jawab ayah dan ibunya bersamaan.
“turut senang mendengarnya sayang, semoga kedepannya kamu semakin sukses dan pintar”. Doa sang ibu kepada Salsa.
“ Oh iya bu, Zahra dan Difa mau buat acara syukuran, karena kami masuk 5 besar jadi kami bertiga mau ngadain acara makan bersama, acaranya di rumah Zahra bu” Salsa memberi tahu kepada orang tuanya tentang rencana mereka bertiga.
“Ibu dan ayah terserah kapan aja, inshaa Allah kami datang, ayah dan ibunya Difa kan sibuk, jadi Salsa tanya sama Difa kira-kira kapan mereka ada waktunya. kami tunggu keputusan dari ayah ibunya aja, nanti biar kita ikut keputusan mereka”.
Memang diantara mereka bertiga, keluarga Difalah yang paling sibuk karena mereka bekerja di kantor lurah setempat.
Karena terlalu senang dengan kelulusannya yang memuaskan, Salsa menjadi lupa bahwa setelah kelulusannya ini ia akan pergi jauh dari keluarganya untuk melanjutkan pendidikannya. Dia sangat bahagia karena nilainya bagus dan memuaskan. Dan ibunya juga tidak mau mengingatkan dia mengenai hal ini karena beliau tau bahwa Salsa masih merasa berat dan kurang senang dengan rencana lanjut sekoahnya yang terlalu jauh dan sang ibu juga tidak mau membuat Salsa sedih karena mengingatnya.
Beberapa hari setelah pengumuman kelulusan, Salsa datang ke rumah Zahra untuk memberi tahu bahwa ayah ibunya bersedia datang di acara syukuran mereka bertiga. Sesampainya di rumah Zahra, Salsa langsung memberi tahu apa yang ingin ia sampaikan.
“Ra, ibu ayahku bilang kalo acara syukurannya ikut sama waktu libur keluarga Difa, kan orang tua mereka sibuk”.
Keluarga mereka bertiga memang sudah saling mengenal dan mereka juga sangat akrab, makanya para anaknya juga sangat dekat. Tak lama kemudian mereka berdua melihat Difa yang sepertinya sedang berjalan menuju rumah Zahra.
“Eh, itu kayak Difa deh Ra, kayaknya dia mau dateng kesini” Salsa menunjuk ke arah Difa yang sedang berjalan ke arah rumah Zahra.
“Iya Sa, itu Difa. Ya udah kita tunggu Difa dulu”.
Beberapa menit kemudian, akhirnya Difa sampai di rumah Zahra.
“Hai Sa, kamu juga ada disini?” Sapa Difa pada Zahra yang ternyata lebih dulu berada di rumah Zahra.
“Iya dong, aku kan tau kalo kamu mau kesini, makanya aku dateng” jawab Salsa dengan sedikit bercanda.
“hahaha masa iya kamu tau kalo au mau kesini?” Tanya Difa yang tak percaya.
“Iya dong” Jwab Salsa sambil tertawa karena sahabatnya itu ternyata sedikit percaya dengan apa yang dikatakan Salsa.
“Ah jangan mau percaya sama Salsa Fa, dia tu kesini Cuma mau kasih tau tentang rencana syukuran kita” Zahra menjelaskan maksud kedatangan Salsa.
“Oh iya aku hampir aja lupa, aku kesini juga mau menyampaikan itu sama kamu Ra”.
Difa menjelaskan dengan sedikit ngos-ngosan karena capek kemudian dia duduk mengambil nafas panjang agar rasa lelahnya sedikit hilang. Difa memberi tahu pada mereka berdua bahwa ayah ibunya libur hari sabtu dan minggu, tapi di hari minggu mereka ada kegiatan lain jadi orang tua Difa hanya bisa datang pada hari sabtu.
Hari sabtu dan minggu adalah hari libur untuk para pegawai kantoran termasuk juga orang tua Difa, karena hari minggu mereka tidak bisa jadi mereka telah menyepakati bahwa acara makan bersama akan dilaksanakan pada hari Sabtu. Salsa dan Zahra memberi tahu kepada kedua orang tuanya bahwa keluagga Difa hanya bisa datang hari sabtu, dan mereka menyetujui.
Acara syukuran kelulusan mereka bertiga akan dilaksanakan pada hari sabtu.
Hari ini adalah hari dimana acara syukuran dilaksanakan. Salsa dan orang tua serta adiknya datang ke rumah Zahra, namun Difa dan keluarganya belum datang. Di rumah Zahra sedang sibuk mempersiapkan makanan. Ibu Salsa datang ke dapur untuk membantu.
Salsa dan Zahra sibuk bercerita, entag apa yang sedang mereka ceritakan. Setelah beberapa saat Salsa dan Zahra bermain dan cerita, tiba-tiba ibu Fitri memanggil mereka
“Salsa, Zahra ayo ke dapur bantu ibu siapkan makanan, ini kan acara kalian kok kalian malah sibuk main”.
“iya bu,” jawab Salsa singkat sambil meninggalkan permainannya.
Mereka pun pergi ke dapur dan membantu ibu mereka, tak banyak yang dapat di lakukan oleh mereka, hanya pekerjaan ringan seperti mengangkat nasi, piring juga lauk pauk ke ruang tamu tempat dimana mereka semua nanti akan makan bersama.
Setelah mereka mempersiapkan semua, akhirnya hidangan siap dan Difa sekeluarga juga telah tiba beberapa menit yang lalu. Akhirnya mereka bersama-sama menikmati hidangan ala rumahan yang sangat lezat dan takkan terlupakan. Di sele-sela makan, sesekali para ibu-ibu membahas dimana anak-anak mereka akan melanjutkan sekolah, terutama Salsa yang tidak lama lagi akan pergi jauh dari keluarga dan juga sahabatnya.