
...HAPPY READING...
...***...
Caramel dan Lili sudah berada didalam mobil Caramel. Ia mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang.
"Gue gak nyangka, seorang model juga pernah patah hati",cicit Lili yang melihat kearah depan.
"Dia juga manusia biasa Li, seperti kita. Loe aja yang terlalu heboh mendengarkan curhatan dari Kiya".
"Gue penasaran bagaimana kehidupan seorang Kiya?. Dia terlalu perfect. Tidak ada celah buat dia. Menurut loe bagaimana Mel?",tanya Lili.
"Gak ada manusia yang sempurna Li. Loe lihat gue, loe pasti lihat gue sempurna banget di depan mata loe, kalau loe gak kenal gue. Tapi kenyataannya gak seperti itu kan",jelas Caramel.
"Iya. Gue pernah mendengar pepatah dari Jawa, Urip kuwi sawang sinawang".
"Apaan tuh?".
"Artinya hidup itu hanya tentang memandang dan dipandang, jadi jangan hanya memandang dari apa yang terlihat",jelas Lili.
"Makanya, bisa jadi, dia sedang ada masalah sama asmaranya atau sama apa, entah itu, kita juga gak ada yang tahu bukan!".
"Mampir ke supermarket dulu yuk!. Gue ingin belanja bulanan nih",ajak Lili supaya Caramel menepi karena di depannya ada sebuah supermarket.
"Iya. Gue juga mau belanja sekalian. Apa lagi nanti gue mau ke rumah nyokap gue!",jawab Caramel yang menepikan mobilnya. Ia memarkirkan mobil kedalam basement.
Mereka berdua masuk kedalam supermarket. Lili dan Caramel masing-masing membawa troli sendiri-sendiri.
"Lalu siapa yang jemput anak loe?",tanya Lili sambil memilih-milih kebutuhan pokok.
"Nanti biar gue telepon pak Ehsan. Gue gak akan dibolehin bawa Arzan ke rumah nyokap gue. Gue gak tahu kenapa",jelas Caramel.
"Ya iyalah, Arzan kan pewaris tunggal keluarga Abisatya. Mana mungkin Omanya akan dengan mudahnya mengizinkan kalian berdua pergi ke rumah nyokap loe",oceh Lili. "Gue ke persabunan dulu ya!",pamit Lili.
Caramel lalu mendorong troli ke sebuah tempat yang segar-segar, seperti buah-buahan, sayur-sayuran. Ia melihat seorang pelayan yang sedang membersihkan buah-buahan. Pelayan itu mirip dengan Tiara pikir Caramel dalam hati. Ia berjalan menuju tempat tersebut.
Tiara yang melihat Caramel dari timbangan aluminium yang memperlihatkan kakaknya yang sedang berjalan menuju tempat tersebut. Bukankah itu Kak Amel?. Tiara segera menundukkan kepala dan pergi berlalu dari tempat tersebut.
Caramel merasa ada yang aneh dengan perempuan tersebut. Ia melihat kepergian perempuan itu penuh curiga.
Calvin yang melihat Caramel penuh curiga. Ia melihat gerak-gerik Tiara dari kejauhan. Caramel yang hanya menatap punggung Tiara hanya berdiam diri ditempat tersebut. Ngapain wanita itu?. Apakah dia kenal dengan Tiara? pikir Calvin yang mempunyai sebuah ide berlian. Ia berjalan menghampiri Caramel dan dengan sengaja ia menabrak tubuhnya dengan Caramel supaya Caramel kehilangan jejak Tiara.
"Auhhhh....". Caramel kesakitan karena bahunya tertabrak dengan laki-laki.
"Maaf-maaf Kak!!!",ucap Calvin sambil mengatupkan kedua tangannya meminta maaf. "Saya tidak sengaja Kak".
"Gak apa-apa kok. Mungkin saya yang salah karena tidak konsentrasi",sahut Caramel supaya laki-laki itu tidak menyalahkan dirinya sendiri.
"Apa Kakak sedang melamun tadi?",tanya Calvin.
"Enggak. Hanya saja cewek tadi mengingatkan saya kepada adik saya",jelas Caramel. "Mungkin saya salah lihat, masa adik saya kerja,tapi dia masih kuliah. Atau mungkin saya udah rindu sama dia",sambung Caramel.
"Mungkin begitu Kak. Atau mungkin kakak sedang kelelahan?".
"Tidak, saya baik-baik saja. Maaf ya sekali lagi, saya benar-benar tidak sengaja?",ucap Caramel meminta maaf.
"Enggak apa-apa Kak. Silahkan melanjutkan belanjanya",kata Calvin sopan.
Caramel menjawab dengan sebuah anggukan. Lalu melanjutkan memilih-milih barangnya.
Tiara yang sedari tadi mengintip hanya bisa kesal melihat Calvin yang banyak bicara. Dasar cowok, ingin tahu aja kehidupan orang! umpat Tiara dalam hati.
Calvin masuk kedalam ruangan tetapi melewati jalan berlawanan dengan Tiara. Ia melihat Tiara yang sedang mengintip dibalik tembok.
Untung gue gak ketahuan kakak gue, kalau sampai pasti kak Amel akan marah sama gue dan bunda batin Tiara merutuki dirinya sendiri.
Calvin berjalan pelan-pelan ingin mengagetkan Tiara yang tidak sopan mengintip para pengunjung mall. "Daaarrrrrrr!!!!!",teriak Calvin memegang bahu Tiara.
Tiara sontak terkejut dan tidak sengaja tangannya menampar pipi Calvin. "Haaaa.....!!!!",teriak Tiara.
"Auwhhhh....". Calvin kesakitan dan langsung menutup mulut Tiara karena berteriak seketika.
Tiara yang kesal karena mulutnya dibekap langsung menginjak kaki Calvin seketika.
"Loe ngapain disini Vin?",kesal Tiara.
Calvin yang merasakan sakit dua-duanya kesal melihat Tiara yang bertingkah seperti cewek bar-bar. "Loe cewek atau bukan sih???",sindir Calvin.
"Menurut loe, gue siapa!. Suruh siapa loe ngagetin gue dan ngikutin gue!. Loe jangan macam-macam ya sama gue!. Kalau loe macam-macam, gue aduhin loe sama manager kita!",ancam Tiara.
"Aduhin sana sama manager. Gue gak takut!",tantang Calvin. "Loe juga gue aduhin kalau loe ngendap-ngendap seperti orang yang sedang jadi buronan orang!",jawab Calvin enteng.
"Eh... siapa yang sedang ngendap-ngendap seperti orang buronan?. Sok tahu loe!",kesal Tiara yang langsung pergi meninggalkan Calvin.
Calvin tidak berhenti seketika, ia mengikuti langkah Tiara. "Kalau gak seperti orang buronan, lalu apa lagi. Oh... jangan-jangan loe kenal sama cewek tadi?",tanya Calvin yang begitu penasaran.
Seketika Tiara berhenti, Calvin yang berjalan mengikuti langkah Tiara tiba-tiba menabrak Tiara dari belakang. Calvin memeluk Tiara karena ketidak sengajaan kakinya tidak bisa dikontrol untuk mengerem.
Tiara tercengang melihat perlakuan Calvin yang memeluk dirinya dengan tiba-tiba. Jantungnya berdetak tidak seperti biasanya.
Calvin yang memeluk Tiara tersenyum bahagia. Karena ia tidak pernah melakukan sebelumnya dengan seorang wanita. Apakah jatuh cinta rasanya seperti ini?.
Tiara dengan paksa melepaskan kedua tangan Calvin dengan paksa. "Dasar ya loe, dasar laki-laki brengsek!!!!",umpat Tiara yang sudah berhadapan dengan Calvin.
"Kok loe nyalahin gue sih, loe sendiri yang salah. Karena loe berhenti mendadak!!!!",oceh Calvin tidak terima.
"Makanya sebaiknya loe gak usah ikutin gue!!!. Awas ya kalau loe ikutin gue lagi!",ancam Tiara sambil menunjuk satu jari telunjuk dan ia segera pergi dari hadapan Calvin.
Calvin yang hanya melihat kepergian Tiara hanya tersipu malu, karena jantungnya saat ini sedang tidak baik-baik saja. Anakmu ini butuh obat cinta, Ma!!!.
Disisi lain Caramel masih memikirkan wanita tadi. Ia sambil memilih-milih belanjaan apa yang harus ia beli lagi.
"Belanja bulanan ya?",tanya seseorang yang secara tiba-tiba dibelakangnya.
Caramel mendengar suara itu seperti Rei. Ia menengok kebelakang dan ternyata benar, Rei ada dibelakangnya saat ini. "Tuan Rei".
Rei mendekatkan wajahnya lebih dekat dengan Caramel. "Loe udah lihat?",tanya Rei.
Caramel lalu memundurkan sedikit wajahnya dari Rei. Ia tidak mengerti dari perkataan Rei itu sendiri. "Maksud tuan apa?. Kenapa tuan bisa ada disini?".
"Jadi loe belum lihat apa yang gue lihat kemarin. Well, itu lebih baik dari pada loe kecewa berat. Gue kesini karena gue ada proyek disini",jawab Rei yang entah apa yang ia bicarakan.
Caramel bertambah pusing mendengarkan ocehan Rei yang entah membahas apa.
"Loe belanja banyak ini buat siapa?. Bukankah ini bukan waktunya belanja bulanan?",tanya Rei penuh selidik.
"Belanja buat bulanan tuan Rei. Karena beberapa bahan di dapur sudah mulai menipis. Tuan Rei butuh sesuatu mungkin?",tanya Caramel.
Rei mempunyai ide yang sangat cemerlang. "Gue butuh banyak asupan buah-buahan, jadi beli yang banyak ya?",pesan Rei.
"Ok. Semua jenis buah tuan Rei maukan?",tanya Caramel.
"Loe pasti udah tahu buah apa saja yang gue suka ataupun gue benci. Jadi, seperti biasanya aja!".
Calvin yang ada dibalik tembok melihat Rei sedang berbincang-bincang dengan Caramel. Sepertinya mereka sangat akrab. Apakah mereka pacaran?.
"Ok tuan". Caramel mulai berjalan dan mendorong troli ke pusat perbuah-buahan. Sedangkan Rei memantau Caramel dari kejauhan. Caramel kesulitan untuk menimbang, ia memanggil salah satu karyawan yang sedang menunggu sayuran. Tetapi karyawan yang sedang menunggu sayuran memanggil teman lainnya.
Karyawan tersebut memanggil dengan sebuah siulan kepada temannya. Tiara yang pertama kali mendengar dan melihat karyawan yang bersiul tersebut. Karyawan tersebut memberikan sebuah gerakan isyarat supaya membantu pengunjung yang sedang kesulitan menimbang.
Gawat, kenapa tadi gue ada disini? pikir Tiara melihat Caramel dari celah-celah tembok.
Rei yang ada di kejauhan tersenyum smirk. Mampus kalian berdua, pikirnya dalam hati.
Calvin yang melihat Tiara yang berubah mimik wajahnya berpucat pasi langsung berjalan ke arah buah-buahan membantu Caramel dalam menimbang.
Lega. Tiara mengelus dadanya merasa situasi sudah aman. Terimakasih Calvin.
Rei kesal apa yang ia rencananya gagal total. Karena bukan Tiara yang keluar membantu istrinya, tetapi malah karyawan laki-laki. Shitttttt umpatnya.
...***...
...Jangan lupa untuk komen, like dan vote...
...Terimakasih ...