
...HAPPY READING...
...***...
Flashback On
Caramel sedang berada dikamarnya setelah selesai ijab qobul. Ia membersihkan make up didepan cermin dengan perasaan dan hati yang tidak karuan. Mengapa seperti ini ya Tuhan?. Mengapa harus dengan dia aku mengarungi rumah tangga. Dengan orang yang belum aku kenal sama sekali. Tidak terasa air mata menetes dikedua pipi yang cantik itu.
Rei tiba-tiba masuk tanpa permisi terlebih dahulu masuk kedalam kamar. Dengan itu Caramel menghapus air mata yang sempat terjatuh tadi. "Loe mau ikut ke rumah gue gak?",tanya Rei dengan nada yang tinggi.
"Bukankah lebih baik kita tidur di rumah ayah dan Mama semalam?",tanya Caramel takut.
Rei melihat kesekeliling ruangan. Kamar tidur yang sempit dengan ranjang tidak terlalu lebar dan suasana kamar yang tidak senyaman dikamarnya. "Loe serius gue tidur di sini?",tanya Rei balik.
Caramel menundukkan kepala. Ia sadar bahwa ia tidak sekaya tuan Reizo. "Maaf tuan. Maaf kalau tuan tidak nyaman dikamar saya. Tapi, kamar ini adalah kamar yang setiap malam untuk istirahat saya".
"Gue gak butuh ceramah loe saat ini. Sekarang, kemasi barang-barang loe yang gak berguna itu yang pantas loe bawa kerumah gue. Dan kemasi barang-barang gue sekalian!. Karena ajudan gue gak ada disini!!!",perintah Rei yang langsung diimbangi Rei keluar dari kamar Caramel.
Tidak terasa air mata Caramel jatuh seketika mendengar perintah dari sang suami. Aku tidak mengharapkan ini Tuhan, aku hanya mengharapkan keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah. Bukan keluarga yang hanya mengatur tanpa membawa perasaan sama sekali. Aku bukan babunya tapi aku adalah tulang rusuk yang bengkok itu. Tapi, kenapa Rei memperlakukan aku seperti ini.
Disisi lain Rei masih bercakap-cakap dengan Andhika. Mereka membicarakan utang piutang yang tidak ada habisnya karena perusahaan Andhika sedang terlilit utang yang banyak yang harus Andhika selesaikan. Andhika meminta Monna istrinya untuk memperkenalkan dia dengan keluarga Abisatya. Monna mempunyai ide untuk menjodohkan Caramel dan Rei, walaupun pertama kali Rei menolaknya dengan tegas. Tapi, usaha Monna tidak sia-sia karena pada akhirnya Rei menyetujuinya karena Rei ingin membalas dendam dengan mantan pacarnya. Ia berusaha keras melupakan mantannya, tapi pikiran dan hatinya selalu dihantui oleh seorang mantan. Apa lagi dengan Donna yang selalu memojokkan Rei untuk segera menikah dengan salah satu sahabatnya, yang bernama Monna. Tapi Donna tidak tahu bahwa Caramel bukan anak kandung dari Monna sendiri. Karena Donna dan Monna sudah bersahabat dari kecil, tapi kenyataannya Monna membohongi dirinya bahwa Caramel anak kandungnya.
Caramel keluar dari kamar membawa tas dan sebuah koper milik Rei.
Monna yang melihat Caramel keluar dari kamar dan membawa koper langsung bertanya. "Kamu mau kemana Mel?. Kenapa membawa koper dan tas?",tanya Monna lemah lembut.
Caramel memandang Rei yang sedang memandanginya. "Mas Rei ingin mengajak Caramel untuk pulang ke rumah Mas Rei Ma",jawab Caramel jujur.
Monna dan Andhika saling pandang satu sama lain.
"Nak Rei tidak ingin bermalam di sini?",tanya Adhika.
"Bukannya tidak mau ayah. Tapi, Rei masih ada kerjaan yang menumpuk dirumah. Jadi Rei tidak bisa meninggalkan pekerjaan itu. Maafkan Rei ayah!",jawab Rei sopan.
"Oh begitu, tidak apa-apa nak Rei. Lain kali kamu dan Caramel bisa bermalam di sini. Ayah akan selalu membuka pintu lebar-lebar buat kalian!",kata Andhika.
"Baik ayah. Yuk Mel, kita pulang!",ajak Rei.
Caramel dan Rei lalu bersalaman dengan Monna dan Andhika. Sedangkan Icha tersenyum penuh kemenangan karena Caramel sudah keluar dari rumah ini.
Caramel memandang seluruh ruangan yang ada di rumah itu. Ia sebenarnya tidak mau meninggalkan rumah itu karena rumah itu terdapat banyak sekali kenangan dan cerita tentang selama ia hidup. Tempat untuknya pulang dan tempat untuk bercerita suka maupun duka sekalipun. Tetapi, setelah ayah dan bunda bercerai, tempat itu seperti tempat yang sangat mengerikan buatnya untuk ia tempati.
*
*
*
Rei berjalan dahulu sedangkan Caramel membawa tas dan koper dibelakang Rei seperti orang asing yang tak saling kenal.
"Biar saya bantu Nona!",kata Ehsan.
"Tidak usah pak. Biar saya sendiri",tolak Caramel halus.
"Tapi ini terlalu berat Nona. Biar saya saja!",kata Ehsan yang memaksa supaya Caramel tidak menolak.
"Iya pak. Terimakasih!".
Ehsan berjalan masuk kedalam yang diikuti oleh Caramel.
Caramel tercengang dan kagum melihat rumah yang begitu besar dan rapi dengan ornament-ornament yang modern ini. Seperti rumah-rumah gedongan pada umumnya.
Donna dan Sisca sedang menuruni anak tangga sambil melihat Caramel memandang seluruh ruangan. "Belum pernah melihat rumah orang kaya?",sindir Donna melihat Caramel seperti itu.
Caramel sadar bahwa mama mertua dan adik ipar sedang menyindirnya. "Maksud Mama, apa?".
Donna berjalan menghampiri Caramel yang sedang berdiri mematung didekat ruang tengah. "Tidak seharusnya kamu ada di sini dan tidak sepantasnya kamu tinggal disini".
Deg. Caramel berkaca-kaca mendengar perkataan dari mama mertuanya.
"Dan satu lagi, saya menyesal telah merestui kalian berdua. Kalau bukan permintaan Rei, saya tidak akan menyetujui perjodohan ini. Karena kamu, tidak termasuk kriteria dari keluarga Abisatya. Kamu paham bukan?",jelas Donna yang berdiri disamping Caramel.
Tidak terasa air mata Caramel jatuh di kedua pipi yang manis itu. Hari pertama menjadi keluarga Abisatya yang Caramel bayangkan adalah penyambutan hangat dari keluarga Abisatya itu sendiri. Tapi tidak kali ini, ia pertama kali memasuki keluarga Abisatya hanya caci dan hinaan yang keluar dari keluarga Abisatya. "Lalu, mengapa Mas Rei menyetujui perjodohan ini Ma?. Kalau keluarga Abisatya hanya memandang rendah saya?. Saya juga mempunyai hati dan perasaan Ma. Tolong hargai saya walaupun hanya sedikit Ma. Saya tidak akan membebani kalian maupun Mas Rei Ma. Saya akan menghidupi diri saya sendiri dan adik saya dengan jerih payah yang saya lakukan Ma. Saya janji itu!",kata Caramel yakin.
Hahahaha.... tawa Donna dan Sisca pecah seketika mendengar pengakuan dari Caramel. "Mana mungkin kamu bisa menghidupi diri kamu dan adik kamu. Menghidupi diri kamu sendiri aja tidak becus, apa lagi adik kamu!",ejek Donna.
"Mimpi loe jangan tinggi-tinggi, kalau jatuh sakit lohhhh!",sambung Sisca mengejek Caramel.
"Saya akan buktikan kepada kalian. Saya tidak akan menerima SEPERSENPUN dari hasil jerih payah Mas Rei, walaupun saya berhak menerima jerih payah suami saya sendiri. Tapi, saya berjanji pada diri saya sendiri, saya tidak akan membebani apapun dengan mas Rei. Tolong ingat baik-baik itu!!!",janji Caramel murka.
Ehsan yang sudah meletakkan tas dan koper dilantai atas hanya bisa berdiam diri. Ia menyuruh Caramel untuk naik ke ruang utama karena Rei sudah menunggu terlalu lama disana.
"Baik Pak. Tolong antarkan saya ya pak, karena saya tidak tahu kamar tuan Rei!",pinta Caramel kepada Ehsan.
"Baik Nona. Mari saya antarkan!!",kata Ehsan mempersilahkan Caramel untuk jalan terlebih dahulu.
Flashback Off
...***...
...Jangan lupa untuk komen, like dan vote...
...Terimakasih...