A Choice

A Choice
Kemarahan Caramel



...HAPPY READING...


...***...


Caramel melihat Mona dan Icha terdiam duduk di sofa. "Apa salah kami berdua Ma?. Amel selalu menuruti apa mau ayah dan Mama. Tapi, apakah kalian mau mendengarkan keluh kesah kita?",kata Caramel menatap Mona penuh nanar. "Apa salah Tiara, Ma?. Mama selalu mengganggu hidup Tiara, tolong Ma, kembalikan uang yang menjadi hak Tiara?. Karena selama ini, Ara juga masih mengirimkan uang kepada Mama. Tolong Ma?",pinta Caramel kepada Mona.


Andika memanggil nama Caramel dengan sebutan Ara. Karena ia ingin sekali menamai anak pertama mereka dengan Ara, tetapi Andika di tentang oleh keluarga dari Rima, untuk menamai anak pertamanya dengan Caramel yang artinya orang yang lembut hati dan murah hati dalam urusan apapun. Tapi bagi Andika, Caramel tetap ia panggil Ara karena itu panggilan nama kesayangannya.


"DIA TIDAK BERHAK MENDAPATKAN SEPERSENPUN UANG DARI KAMU, AMEL!!!",bentak Mona yang sudah berdiri di hadapan Caramel.


"Kenapa Tiara tidak berhak mendapatkan uang dari Amel, Ma?. Dia adik Amel. Dia anak ayah dan bunda. Mama gak berhak untuk mengatakan hal yang tidak pantas ini?",jelas Caramel terisak-isak.


"Buat apa kamu memberikan uang kepada mereka?. Buat apa Amel?",tanya Mona dengan suara yang nyaring. "Kamu, Mama nikahkan sama Tuan Rei supaya hidup kamu enak dan bahagia. Tapi, apa yang Mama dapatkan, hanya kesalahan yang Mama punya!!!". Seharusnya kamu bersyukur kepada Mama karena kamu Mama pertemukan dengan laki-laki yang sangat...sangat... dan sangat mapan dan bisa merubah kehidupan kamu!!!".


Air mata Caramel seketika menetes di pelupuk mata. "Ok, Amel akan berterimakasih kepada Mama. Tapi Amel tidak pernah minta untuk dikenalkan dengan tuan Rei, Ma. Amel tidak sekalipun untuk menyetujui perjodohan ini Ma. Gara-gara Mama, hidup Amel berantakan dan kacau balau",jawab Caramel sambil menunjuk hati yang sedang sakit saat ini.


Mona tertawa terbahak-bahak mendengar ungkapan isi hati Caramel. "Apa, berantakan dan kacau balau?. Itu tidak mungkin Amel. Mereka dari keluarga yang terpandang. Tidak mungkin akan membuat kamu berantakan dan kacau balau. Dan tidak ada buktinya juga kan?".


"Stop Ma!!!. Yang tahu hidup Amel adalah Amel sendiri bukan orang lain, bukan Mama, bukan Bunda. Andai saja kalian tahu betapa berat tinggal di rumah keluarga Abisatya, kalian tidak mungkin percaya dengan perkataan Amel!!!!",ungkap Caramel, hatinya satu seperti tersayat belati.


Ayah tiba-tiba keluar entah dari mana. "Stop Ara!!!!!",bentak Ayah Andika. "Jangan pernah bicara omong kosong terhadap kita. Mereka Keluarga terpandang sampai pelosok daerah pun mengenal mereka. Dan satu lagi, jangan bahas Tiara itu adik kamu, Ara!!!",jelas Andika dengan amarah yang sudah memuncak.


Disisi lain Tiara sudah sampai halaman rumah Andika. Ia berjalan mondar-mandir menimbangnya, masuk atau tidak masuk.


Caramel terbelalak tidak percaya bahwa sang ayah membenci adiknya. "Mengapa Ayah?",tanya Caramel kesal. "Bukankah, Tiara adikku juga?. Apa harus anak dari Mama Mona, Ara harus menyayangi mereka?".


"Iya Ara. Lebih baik begitu. Bukan Tiara yang kamu banggakan dan memberikan dia kehidupan yang layak dari kamu. Dia tidak pantas mendapatkan ini semua!!",ungkap Andika.


Deg.


Tiara yang berdiri di ambang pintu tercengang mendengar pengakuan dari sang ayah. Ayah, mengapa ayah bicara seperti itu?.


"Why Yah????.... Whyyyyy?",tanya Caramel terisak.


"KARENA DIA BUKAN ADIK KANDUNG KAMU!!!".


Duarrrr.


Hati Caramel dan Tiara seperti terkena bom molotov. Caramel lemah tidak bertulang dan susah untuk bernafas mendengar pengakuan ayahnya. Mana mungkin seorang ayah dengan situasi ini mampu bercanda dengan mengatakan bahwa Tiara bukan adik kandungnya. Sedangkan Tiara meneteskan air mata mendengar sangat jelas bahwa dia bukan anak dari Ayah Andika dan Bunda Rima.


Caramel menggelengkan kepala menutup kedua telinga dengan tangannya. Ia tidak mau mendengarkan lagi. "Gak mungkin.... Gak mungkin Yah!!!",bantah Caramel.


Tiara yang masih diambang pintu mendengarkan begitu jelas pertengkaran antara kakaknya dan ayah. Lalu aku siapa?. Dimana kedua orangtuaku? batin Tiara tersiksa batinnya.


"CUKUP AYAH!!!!... Tiara adik kandung Ara ataupun bukan, Tiara tetap adik dari Caramel. Ara sangat menyayanginya, jangan pernah membandingkan Tiara dengan anak Mama Mona. Bukankah sama aja, Icha dengan Tiara yang bukan darah daging dari Keluarga Andika, lalu mengapa ayah membandingkan status mereka?. Tiara hidup sama kita dari kecil yah, tidakkah ayah menyayangi Tiara walaupun secuil jari kuku?",lirih Caramel yang hancur berkeping-keping.


"Kamu membandingkan anak saya dengan Tiara!!!. Tidak Ara, mereka jauh berbeda. Icha, Icha mempunyai seorang ayah dan ibu yang jelas. Lalu Tiara, apakah kamu mengetahui kedua orangtuanya?. Apakah dia terlahir sah secara agama?. Ataukah dia terlahir dari seorang pelacur?",pekik Mona.


"Mama, bisakah Mama berbicara yang bagus tentang Tiara!!!. Tiara tidak pernah membuat kesalahan secuil saja di keluarga Andika, kenapa Mama begitu membenci Tiara?. Mama gak tahu bagaimana Tiara bertahan hidup selama ini?. Mama adalah seorang ibu yang sudah pernah melahirkan seorang anak, ibu mana yang tega menjelekkan seorang anak yang tidak berdosa itu",marah Caramel yang tidak mau Tiara dijelek-jelekkan dihadapannya.


"STOP ARA!!!!.... Jangan pernah lagi membahas dia dihadapan Mama. Mama muak dengannya".


"Kalau Mama muak dengan Tiara, maka kembalikan semua uang milik Tiara?. Mama gak berhak merebut semua uang milik Tiara?",sahut Caramel.


"Oke Mama akan mengembalikan semua uang milik Tiara sekarang juga. Tapi ingat, Tiara harus angkat kaki dari keluarga kita, keluarga Andika Diandra Atmaja. Apakah kamu setuju?",ancam Mona dengan paksa. Ia melihat wajah Caramel menegang.


"MA!!!!",bentak Caramel karena marahnya sudah sampai ubun-ubun. "Mama gak berhak mengusir Tiara dari keluarga Andika, karena Bunda gak akan pernah setuju!!!. Ok, kalau Tiara harus kehilangan uang, Ara terima. Ara akan mengganti semua uang milik Tiara",kata Caramel. "TAPI INGAT...... Ara tidak akan tinggal diam bila Tiara menderita gara-gara Mama ataupun Icha. Ara tidak akan membiarkan itu!!!",ancam Caramel.


Mona, Icha dan Andika tersenyum penuh arti mengejek ancaman dari Caramel.


Tiara hanya mendengarkan pertengkaran mereka. Ia tidak menyangka bahwa Ayah Andika dan Mama tirinya sangat membencinya. Ia lalu berjalan pergi meninggalkan kediaman Andika dan Mona. Ia sudah tidak mau mendengarkan pertengkaran yang membuatnya sakit hati. Maafkan Tiara Kak... Tiara hanya menjadi beban di hidup kakak. Ternyata selama bertahun-tahun ayah dan bunda menyembunyikan identitas Tiara. Tiara bukan adik kadung kakak. Dan juga bukan anak kandung ayah dan bunda. Lalu dimana kedua orang tua Tiara? batin


Tiara yang berjalan kaki sambil meratapi nasibnya itu.


Caramel lalu pergi meninggalkan kediaman Andika. Hatinya hancur berkeping-keping karena sang ayah yang membongkar identitas Tiara yang sesungguhnya. Ponselnya berdering dan ia segera mengangkatnya. "Hallo Tuan!".


"Dimana kamu?".


"Saya lagi ada dijalan, Tuan",jawab Caramel dengan suara paraunya karena hari ini adalah hari kesialan baginya. Hari yang membuat hati dan perasaannya hancur dengan hanya satu kali tembakan.


"Cepat pulang!!!. Arzan udah nunggu!!". Rei langsung mematikan secara sepihak. Ia sedang berada di taman belakang rumah sambil bermain dengan Arzan


Caramel menutup ponselnya yang fokus dengan ponsel dan juga jalan raya. Ia tidak melihat Tiara yang sedang berjalan kaki di pinggir trotoar dengan tatapan yang kosong. Dan Caramel mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.


...***...


...Jangan lupa untuk komen, like dan vote...


...Terimakasih ...