
...HAPPY READING...
...*****...
Lili menyusun rencana supaya bisa mengetahui apa tentang perusahaan Kahrisma. Ia mengajak Caramel dalam menyusun rencana tersebut.
"Gue juga harus ikut dalam rencana loe ini Li?",tanya Caramel ragu.
"Ya iyalah.... Loe itu orang terpenting dalam rencana gue. Gue yakin, kalau loe terjun langsung dalam rencana gue, ini pasti akan berhasil 100 persen bahkan lebih",jelas Lili.
"Gue gak yakin Li".
"Kalau loe gak yakin, kita gak akan ngelakuinnya. Kita cari cara lain aja sepertinya!",ide Lili.
"Bagaimana kita bayar seseorang buat mata-matai perusahaan Kahrisma?",ide Caramel. "Gue takut kalau gue langsung terjun kedalamnya, dia akan curiga",sambung Caramel.
"Bentar-bentar, kayaknya gue punya teman deh di perusahaan sana!. Gue cari infonya dulu ya!",kata Lili yang langsung sibuk dengan ponselnya.
Caramel berjalan ke arah dinding tembok yang memiliki view yang sangat bagus.
Lili sedang menelepon seseorang. "Loe dimana Din?",tanya Lili yang mencoba menggunakan speaker supaya Caramel dapat mendengarkannya juga.
"Gue lagi menuju kantor nih Li. Ada apa?. Tumben telepon pagi-pagi?",tanya Andin, salah satu teman SMA Lili.
"Nanti pas istirahat kita makan siang diluar bisa gak Din?. Urgent nih!".
"Tapi loe traktir gue ya?. Tanggal tua nih?",goda Andin.
Caramel mendengar percakapan itu langsung mendekati Lili yang sedang asyik mengobrol.
Lili minta persetujuan Caramel buat traktir sahabatnya. Gimana? tanya Lili tanpa bersuara hanya menggunakan gerakan bibirnya saja.
"Iya, nanti biar gue yang traktir!",jawab Caramel menggunakan suara pelan.
"Ok...ok... Gue traktir deh loe, tenang aja!!!. Nanti sharelok gue ya tempatnya?",pesan Lili.
"Ok.. Ok... See you!!!".
Klik.
"Bagaimana Mel?",tanya Lili setelah sambungan telepon mati.
"Dia orang yang bisa dipercayakan Li?",tanya Caramel ragu.
"Dulu sih, bisa Mel. Tapi, sekarang gak tahu gue",jawab Lili. "Tapi, kita tidak boleh langsung to the point Mel. Kita ajak ngobrol dulu aja Mel. Siapa tahu, dia tahu info tentang Bu Kiya itu".
"Terserah loe deh Li. Ya udah, gue keruangan gue dulu. Siapa tahu ada ide yang akan tiba-tiba muncul di kepala gue!",pamit Caramel.
*
*
*
*
*
Rei sedang memasuki kantornya yang selalu diikuti oleh sang sekertaris. "Mik, buat janji sama Key siang ini?",perintah Rei kepada Mike.
"Janji tuan, sama nona Key?. Tuan serius?",tanya Mike memastikan Rei tidak salah menyebutkan nama seseorang.
"Serius lah!!!....".
"Baik tuan". Mike langsung mengatur jadwal untuk bisa bertemu dengan Key. Ia sedikit melirik kepada sang majikannya bahwa dia sedang keadaan baik-baik saja. "Kenapa sangat mendadak sekali tuan?. Apakah ada hal yang sangat serius?",tanya Mike kepada Rei karena ia tahu semenjak insiden dulu, Rei sama sekali tidak mau bertemu dengan Key.
"Ada hal yang sangat penting yang mau saya bicarakan sama dia".
"Hal penting apa tuan?. Sepertinya sudah tidak ada masalah lagi sama nona Key, tuan".
Rei berjalan ke arah tembok kaca memandang ke luar jendela. "Sepertinya dia sudah mengenal Caramel secara tidak sengaja".
Ha... Mike kaget mendengarnya. Bisa-bisanya dia tidak tahu masalah ini.
"Kenapa kamu tidak mengetahui Mike masalah ini?",tanya Rei yang menoleh ke arah Mike yang sedang cemas saat ini.
"Saya benar-benar tidak tahu tuan. Mungkin saya yang sangat ceroboh membiarkan nona Caramel bertemu dengan nona Key",ungkap Mike menundukkan kepala dan merasa bersalah atas keselamatan nona muda.
"Jangan menyalahkan diri kamu sendiri Mike. Mungkin saya terlalu percaya kepada Caramel dan membiarkan para pengikut Caramel saya hentikan semua".
"Lalu tuan akan melakukan apa terhadap nona Caramel?",tanya Mike.
"Saya akan menyuruh anak buah lagi untuk mengikuti Caramel pergi kemanapun".
"Saya akan melaksanakannya".
"Ok. Suruh anak buah untuk mengikuti Caramel. Gerak-gerik Caramel harus segera di awas. Karena saya takut nanti Caramel akan tahu siapa Key yang sebenarnya",perintah Rei.
"Baik tuan. Laksanakan!!!". Mike segera menghubungi beberapa anak buah untuk memastikan dan mengikuti langkah Caramel.
"Apa yang sebenarnya kamu inginkan Key?. Dulu kamu menghancurkan hidupku secara sadis. Dan kamu ingin mengusik kehidupanku lagi bersama Caramel, wanita yang telah aku nikahi setelah kamu pergi jauh dan memberikan keturunan seorang anak laki-laki. Aku tidak akan membiarkan kamu menghancurkan hidupku lagi bersama Caramel dan Arzan?",tekad Rei pada dirinya sendiri.
Mike kembali lagi berdiri di belakang sang majikan. "Ya, saya ingat tuan. Nona Key pada saat itu dia mendapatkan undangan makan malam bersama nyonya besar. Tuan ingat tidak?",ungkap Mike melupakan kejadian sesuatu karena pada saat itu Rei sedang rewel.
Rei kembali mengingat bagaimana ia segera pergi dari rumah besar itu untuk menemui Caramel dan anaknya dirumah bunda Rima.
"Mungkin, dari sana nona Key tidak sengaja melihat foto-foto yang terpampang di tembok-tembok. Dan dia melihat Caramel bersanding disamping tuan",jelas Mike.
"Deal tuan. Nona Key ingin bertemu pada saat jam istirahat tuan, sekalian makan siang".
"Dimana?".
"Disalah satu kafe dekat kantornya tuan".
"What?. Cafe!. Apa gak ada tempat lain apa?",keluh Rei, karena ia sekarang menyadari bahwa ia sudah tidak muda lagi.
"Ada apa tuan dengan Cafe?".
"Restoran aja!. Kayak kita nongkrong aja di cafe. Ini itu bukan waktunya nongkrong Mike, ini lagi membahas hal penting!. Kalau dia gak mau di restoran, lebih baik di bar sekalian!!!",kesal Rei.
Mike hanya tersenyum melihat tingkah laku sang tuannya. Bukankah dia masih muda?. Lalu Mike melakukan tugasnya memberitahu kan bahwa ia tidak menyetujui. "Ini langsung dibalas tuan. Nona Key tidak mau di restoran ataupun di bar. Dianya mau di kafe!".
Rei mendengus kesal mendengar jawaban dari Key. "Terserah!!!!". Rei segera pergi keruangan rapat karena hari ini masih ada rapat dengan kliennya.
*
*
*
*
*
Jam Istirahat
Lili dan Caramel sudah memasuki kafe yang disharelok oleh Andin. Kafe dengan suasana yang sangat klasik.
"Kalau kita memasuki kafe kenapa jiwa meronta-rontaku datang ya!",oceh Lili.
"Kenapa dengan jiwa loe, Li?. Loe seperti masih muda begitu!",ejek Caramel yang berjalan beriringan dengan sang sahabat.
"Iya sih. Padahal umur udah cukup buat nikah. Tapi, kerjaan gue otw terus ke kafe. Seperti jiwa gue muda lagi!",jelas Lili.
"Makanya cepat tuh kawin!!!. Biar ada yang ngehidupi loe Li!".
"Kenapa loe nyeramahin gue Mel?. Kayak hidup loe udah bener aja!",ejek Lili.
"Sialan loe, Li!!!".
Lili berhenti sejenak ketika mendapat pesan dari Andin. "Bentar...bentar ada pesan masuk!".
"Li, gue kembali lagi kekantor karena kerjaan gue tiba-tiba diminta sama bos gue!. Tungguin gue ya Li... Gue akan kembali lagi ke kafe!". Andin.
"Andin kembali lagi kekantor".
"Terus?".
"Tapi dia akan kembali lagi kesini. Gimana Mel, lanjut atau gak?",tanya Lili.
"Lanjutlah. Sekalian kita makan siang disini!",jawab Caramel yang sudah mencari tempat duduk dibelakang sana.
Disisi lain Rei dan Mike memasuki kafe yang sama seperti Lili dan Caramel berada.
"Ini serius kita makan disini?",tanya Rei kepada sang sekertaris.
"Iya tuan. Saya tunggu tuan dan nona Key didalam mobil aja ya tuan. Saya gak mau jadi obat nyamuk!!!",kata Mike.
"Sialan loe, Mike!!. Kamu harus ikut dengan saya. Saya gak mau kalau Key akan berfikir macam-macam tentang pertemuan ini. Nanti loe juga ikut makan siang dengan saya!",jelas Rei panjang lebar.
"Baiklah tuan!".
Rei dan Mike berjalan memasuki kafe tersebut.
Caramel sedang sibuk mencari menu yang istimewa di kafe tersebut. Sedangkan Lili menyapu bersih seluruh kafe. Ia tidak sengaja melihat orang yang tidak asing baginya. Rei. Ia segera menutup wajahnya dengan buku menu. "Mel, bahaya?",bisik Lili yang memaksa Caramel untuk menutup wajahnya dengan buku menu juga.
"Ada apa sih Li?",tanya Caramel penasaran dengan tingkah laku sang sahabat.
"Ada Rei dan Mike di kafe ini!".
Caramel tercengang mendengar penjelasan dari Lili. "Loe serius?".
Lili menganggukkan kepala beberapa kali. "Kenapa nasib kita seperti ini sih!. Bahkan kenapa kita bisa satu kafe sama suami loe itu!. Loe buat janji apa sama suami loe?".
"Enggaklah. Ngapain juga ngajak dia kesini. Apa lagi kafe. Dia gak suka kafe, dia sukanya restoran".
"Lalu ngapain mereka ke kafe?".
"Mana gue tahu". Caramel sambil mengintip keluar arah Rei. Karena ia benar-benar sangat curiga terhadap suaminya itu.
Dhuarrrr
Caramel melihat seorang wanita yang tidak asing baginya menghampiri Rei. Wanita dengan postur tubuh yang tinggi dengan rambut yang diurai dengan bagus dan bergelombang. Wanita itu menghampiri dengan senyuman manisnya. Katanya Lili tadi ada Mike?. Lalu dimana Mike berada saat ini?. Kenapa hanya mereka berdua?.
Lili memanggil-memanggil nama Caramel, tetapi Caramel tidak menyahutnya. Ia sangat penasaran apa yang sedang Caramel lihat. Lili tercengang melihat Bu Kiya sedang bercakap-cakap dengan Mike. Mereka berdua... Lalu dimana sekertaris Mike?.
...*****...
...Jangan lupa untuk komen, like dan vote...
...Terimakasih ...