
...HAPPY READING...
...***...
Caramel sedang menikmati cokelat panas bersama sang bunda di depan rumah. Ia begitu merindukan suasana rumah yang begitu ramai. "Bagaimana bunda, cokelat buatan Amel?",tanya Caramel kepada sang bunda tentang minuman yang ia buat itu.
Bunda menyeruput cokelat panas itu dengan ekspresi yang tidak terduga. "Enak banget sayang!!!. Bunda wajib coba resep ini!!".
Caramel tersenyum manis. "Ini sama persis loh sama resep yang bunda kasih. Cuma ditambah lagi aroma pandan supaya lebih menggoda lagi bunda!".
Tiba-tiba sebuah mobil sport masuk kedalam pekarangan rumah.
El dan bunda sudah bisa menebak siapa yang datang malam-malam seperti ini.
Seorang laki-laki turun dari mobil sportnya. Ia turun dengan santainya menghampiri bunda dan Caramel.
"Mas Rei, ngapain kesini?",tanya Caramel yang langsung dapat senggolan dari sang bunda.
Rei memberikan salam kepada mertuanya. "Selamat malam bunda, maaf malam-malam mengganggu!",ucap Rei.
"Enggak apa-apa nak Rei. Silahkan masuk!",ajak Bunda.
"Tidak usah bunda. Kita ngobrol di depan saja!".
"Ya udah, bunda buatkan minum ya?".
"Enggak usah bunda. Biar Amel aja yang buat minum untuk mas Rei!",tawar Caramel yang langsung bergegas ke dapur.
Rei membawa paper bag. "Ini bunda, ada sedikit bingkisan dari Rei?",kata Rei memberikan paper bag.
Bunda menerimanya. "Lain kali tidak usah membawa apa-apa nak Rei. Kedatangan nak Rei kerumah bunda saja udah cukup buat bunda!!".
"Tidak apa-apa bunda. Ini tidak sebanding dengan apa yang bunda lakukan terhadap Caramel".
"Terimakasih banyak nak Rei".
"Sama-sama bunda. Rei senang kalau bunda bahagia!",seru Rei. Ia melihat raut bunda dengan wajah yang bahagia. Ini berbanding terbalik dengan apa yang ia dapat dirumah utama.
Caramel tiba yang menyuguhkan cokelat panas di atas meja. "Kalau kesini jangan suka nyogok sama bunda!!",sindir Caramel.
"Mel....!!!".
"Aku gak nyogok kok. Orang itu bingkisan buat bunda",jawab Rei kesal terhadap Caramel.
"Ya udah, bunda kedalam dulu ya!. Kalian ngobrol berdua!!",pesan bunda yang melangkahkan kaki beberapa langkah dan teringat sesuatu. "Nanti nak Rei mau menginap sini atau pulang?",tanya Bunda sebelum pergi.
"Enggak!!".
"Nginep!!!".
Jawab mereka berdua kompak.
Caramel langsung pasang badan marah. Sejak kapan seorang tuan Reizo Darma Abisatya mau menginap dirumah Bunda? batin Caramel mengeluarkan tanduknya.
Rei tersenyum manis menggoda sang istri.
"Kenapa gak boleh Mel?. Diakan suami kamu?",tanya bunda yang kembali berkumpul di meja depan.
"Bunda, dia mana mungkin akan betah dirumah kita?",jelas Caramel menyilangkan kedua tangannya.
"Kata siapa aku gak betah!!!. Kamu aja yang terlalu berfikir negatif sama aku!",sahut Rei tidak mau kalah.
Caramel menengok ke belakang apakah bunda sudah pergi dari depan rumah atau belum. Dan menurutnya keadaan aman ia langsung melotot ke arah Rei. "Ngapain tuan datang kesini?. Bukankah nona Key sudah datang ke rumah utama?",tanya Caramel dengan nada kesal.
"Mel, jangan bahas dia dong!!!. Gak enak kalau bunda sampai denger!",cicit Rei.
"Biarin, toh kenyataannya seperti itu!!!... Lebih baik tuan pulang sekarang!!!. Saya takut bila nyonya tahu kalau tuan datang kesini nemuin saya!",pinta Caramel.
"Gue gak bisa Mel. Gue kangen sama Arzan. Tolong Mel, tolong izinkan gue untuk menginap dirumah Bunda. Toh ini juga rumah mertua gue!!!",oceh Rei. "Tadi juga bunda ngizinin kalau gue nginep disini dan apa masalahnya buat loe, Mel?".
"Banyak masalahnya. Pertama, saya gak mau lihat tuan ada dirumah ini. Kedua, saya ingin hidup tentram tanpa Mama Donna teriak-teriak. Ketiga, saya tidak mau berbagi ranjang dengan tuan!!!. Karena selama ini saya sudah puas hanya tidur di sofa!!!",jelas Caramel.
Rei mendengus kesal. "Kenapa dirumah bunda loe berani ngatur gue!!!".
"Inikan rumah bunda, bukan rumah tuan!!!",goda Caramel. "Tuan bisa mengatur saya dirumah tuan, dan bukan berarti tuan juga mampu mengatur saya dirumah bunda!!!",sambungnya.
"Mel!!!!".
Mereka berdua tidak menyadari bahwa dibalik pintu terdapat seseorang yang sedang berdiri mendengarkan mereka berbicara dan berdebat. Jadi benar apa yang aku khawatirkan selama ini. Bahwa hidup Caramel tidak semudah apa yang orang bayangkan. Bahkan ini lebih kejam dari apapun. Maafin bunda ya sayang, bunda sebenarnya tidak rela bila kamu menderita seperti ini!!!. Ini semua penyebabnya adalah Monna yang ingin mendapatkan uang dengan cara yang mudah. Andai saja ayah kamu tidak menceraikan bunda gara-gara wanita lain, mungkin semua takdir kita tidak seperti ini. Dan mungkin Tiara tidak akan pernah tahu bahwa dia bukan adik kandung kamu. Maafin bunda sayang!!!. Maafkan bundaaa!!!! batin bunda dengan air mata yang menetes di pipinya.
"Tuan, lebih baik tuan pulang sekarang!!!. Pasti mantan tunangan tuan sedang menunggu pangerannya untuk acara makan malam!!!",oceh Caramel yang terus menerus mengusir Rei dengan cara yang halus.
"Loe jangan mancing emosi dan amarah gue terus menerus ya Mel!!!!... Gue gak suka!!!",ancam Rei.
Caramel menyeringai memikirkan ancaman yang mematikan buat tuan Rei. "Silahkan tuan Rei yang ganteng dan kaya raya marah!!. Saya enggak takut!!",tantang Caramel.
Ehem... suara bunda yang berdehem membubarkan pertingkaian diantara mereka berdua. "Ada apa sih?. Kok dari dalam kedengaran kalian sedang adu mulut?",tanya bunda bijak. Ia meletakkan beberapa toples yang berisi camilan di meja.
"Dia tuh Bun yang memulai. Lebih baik bunda suruh tuan Rei cepat-cepat pulang dari rumah ini. Amel gak pingin istirahat dulu!!!",pamit Caramel yang langsung pergi begitu saja.
"Mel... Mel....!!!!",panggil Rei yang tidak ada respon sama sekali sama Caramel. Rei canggung melihat bunda melihat dan menatapnya.
"Amel memang seperti itu nak Rei, keras kepala. Dia selalu bersikap cuek padahal sebenarnya dia sangat peduli sama orang lain".
Rei terdiam berhenti memanggil istrinya itu.
"Bunda tahu bagaimana dia berjuang buat bunda dan Tiara. Dari dulu dia selalu mandiri dalam segala hal, apa lagi soal kuliahnya yang memakan banyak tenaga dan biaya. Dia tidak pernah meminta uang kuliah maupun uang apapun itu, kecuali disaat genting. Di saat dia benar-benar butuh. Bunda kadang-kadang sedih bila harus mengingat semua perjuangan yang Amel lakukan!!",kata bunda bercerita tentang anak semata wayangnya.
Apakah ini yang membuat Caramel tetap stay bekerja?. Berusaha mati-matian untuk membahagiakan bunda dan Tiara. Sedangkan gue, malah gak bersyukur dengan apa yang gue punya! batin Rei.
"Nak Rei, bolehkan bunda meminta sesuatu sama nak Rei?",tanya Bunda.
"Iya bunda. Boleh. Apa permintaan bunda?".
"Bunda hanya meminta kepada nak Rei untuk menjaga Caramel dan Arzan, cucu bunda. Dan apa bila nanti nak Rei sudah tidak mencintai dan menginginkan Amel, tolong beritahu bunda soal itu. Bunda tidak akan pernah tega bila Amel mendengarkan itu semua. Dan mungkin ayahnya tidak akan pernah mengatakan ini kepada nak Rei. Tapi saya sebagai ibu yang melahirkan Caramel berhak untuk mengambil balik bila nak Rei sudah tidak mencintai anak saya lagi",pesan bunda panjang lebar.
Deg. Hati Rei begitu sakit mendengar permintaan sang mertua. Ia tahu bahwa selama ini ia tidak mencintai Caramel, tapi akhir-akhir ini ada sesuatu yang berbeda didalam hatinya.
"Nak Rei paham?".
Rei hanya mengangguk-angguk kepala memahami semua permintaan sang bunda.
Caramel yang ada dibalik pintu menangis terisak sambil menutup mulutnya supaya bunda dan Rei tidak mendengar tangisannya bahwa ia mendengarkan semua percakapan mereka berdua.
Rei hanya memandang kosong tentang semua ini. Pernikahannya dengan Caramel tidak dilandaskan oleh cinta maupun kasih sayang. Hanya kebencian yang terpancar di hati Rei, gara-gara Pernikahan dan perjodohan ini hidupnya terasa hampa tanpa seseorang yang dahulu mengisi relung hatinya.
...***...
...Jangan lupa untuk komen, like dan vote...
...Terimakasih ...