A Choice

A Choice
Sebuah Kejadian Mengerikan



Ada suatu kejadian yang katanya cukup mengerikan yang terjadi di pesantren ini sebelum diresmikan menjadi sebuah pesantren, dan cerita ini membuat bulu kuduk berdiri dan ada yang merasa takut setelah mendengar cerita ini.


Di asrama yang ditempati oleh para santriwati saat ini, beredar cerita bahwa ada di salah satu kamar tersebut dulunya terdapat seorang anak gadis yang melakukan bunuh diri karena ditinggal oleh orang tuanya merantau dan tak kunjung kembali hingga akhirnya anak tersebut melakukan bunuh diri.


Suatu hari saat kelas Salsa melaksanakan pembelajaran Al-Qur'an tajwid, seperti biasanya santriwati diminta untuk membaca ayat secara bergantian dan jika ada yang salah diperbaiki oleh guru yang mengajar.


Saat itu giliran Hana yang membaca, namun tak disangka tiba-tiba dia berteriak dan meronta-ronta ingin lari. Teman sebangkunya mencoba menahan dan menenangkan, namun dia semakin meronta-ronta.


"Ada apa? Dia kenapa berteriak?". Tanya gurunya


"Nggak tau pak. Tiba-tiba dia teriak dan meronta-ronta mau lari keluar".


"Apa dia ada masalah?".


"Nggak pak. Tadi dia baik-baik aja, sebelum belajar tadi dia bercanda dan selalu ketawa pak". Kata Aini.


"Nah itu pelajaran buat kalian semua. Ketika kalian bercanda jangan keterlaluan dan jangan berlebihan. Terus tadi dia mainnya sama siapa aja?".


"Tadi ada Laila, Hilda Dan Nabila pak. dia mainnya sama anak sebelah pak".


Saat gurunya mendekat dia tidak mau melihatnya, dia selalu menutup matanya seperti ketakutan dan bersembunyi dibelakang temannya.


"Iya pak". jawab Hilda dan Laila sambil mengajak Hana keluar dari kelas dan membawa dia ke kamarnya.


Saat mereka ingin naik mengantar Hana bapak guru kembali memanggil mereka berdua dan meminta agar kembali lagi mengikuti pelajaran.


"Jika kelas sebelah lagi nggak belajar biar mereka ja yang jaga, kalian kembali kesini buat belajar"


"Iya pak, mau antar ke kamar dia dulu, cari temen kamarnya dia". Jawab Hilda


"Ya sudah. setelah itu kalian kembali kesini belajar".


Setelah mengantar Hana dan mencari teman kamarnya untuk menemani karena Hilda dan Laila akan kembali mengikuti pelajaran yang sedang berlangsung. ketika kakak kelasnya datang untuk menemani Hana, mereka berdua pamit ke kelas.


"Kak Tini, aku nitip Hana ya kak. Aku ntar Dateng lagi kalo udah belajar, masih ada guru soalnya".


"Iya dek. tapi kakak panggil temen duku ya. soalnya takut sendirian jaga Hana".


"Iya kak". Jawab Hilda sambil menunggu teman kakak kelasnya datang.


Mereka berdua kembali ke kelas setelah ada yang menemani Hana di kamarnya.